Beranda blog Halaman 12

Sang Maestro Meksiko yang Menghancurkan Arema FC di Derbi Jatim!

0

Taktik.id – Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi saksi bisu keperkasaan Persebaya Surabaya dalam laga bertajuk Derbi Jawa Timur. Dimotori oleh performa magis Francisco Rivera, tim berjuluk Bajul Ijo tersebut sukses melumat rival abadi mereka, Arema FC, dengan skor telak 4-0 pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/26, Selasa (28/4) sore.

Rivera tampil bak dirigen orkestra di lini tengah. Pemain asal Meksiko ini tidak hanya mengontrol ritme permainan, tetapi juga menjadi momok mematikan bagi lini pertahanan Singo Edan. Mantan penggawa Madura United tersebut mencatatkan namanya di papan skor sebanyak dua kali dan menyumbangkan satu assist krusial.

Atas kontribusi luar biasanya, gelar “Oppo Player of the Match” pun jatuh ke pelukannya. Namun, bagi Rivera, penghargaan individu tersebut hanyalah bonus dari misi utama: membahagiakan para pendukung setia, Bonek dan Bonita.

“Tentunya kami senang karena bisa mendapat tiga poin. Kami tahu ini pertandingan Derbi yang sangat penting untuk Bonek dan juga tim,” ungkap Rivera penuh emosional seusai pertandingan.

Kemenangan besar ini tidak diraih dengan mudah. Rivera mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan Persebaya terletak pada mentalitas dan kecerdasan taktik yang mereka sepakati di ruang ganti sebelum peluit pertama dibunyikan.

“Kami bicara di ruang ganti harus bermain pintar dan memberikan 100%. Terima kasih Tuhan untuk tiga poin ini,” sambungnya.

Meski menang telak, Rivera tetap menunjukkan sportivitas dengan memuji kualitas lawan, sembari menekankan bahwa fokus dan ketulusan dalam bermain menjadi pembeda di lapangan sore itu.

“Kami tahu Arema punya pemain berkualitas, tapi kami juga bermain dengan fokus serta dengan hati. Terima kasih semua Bonek-Bonita yang telah mendoakan kami,” ucap sang pemain nomor punggung 7 tersebut.

Menutup pernyataannya, Rivera tak lupa memberikan apresiasi setinggi langit kepada rekan setim dan jajaran pelatih yang telah berjuang habis-habisan dalam tensi tinggi selama lebih dari 90 menit.

“Terima kasih kepada teman-teman pemain dan tim pelatih. Kami telah berjuang 100 menit dalam duel perebutan bola dan kami benar-benar berjuang keras,” tutup sang maestro.

Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting bagi Persebaya di papan atas klasemen, tetapi juga menegaskan dominasi mereka dalam rivalitas panas di tanah Jawa Timur musim ini.

Persebaya Bersiap di Gianyar Jelang Kick Off Melawan Arema FC

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya menghadapi tantangan yang tak kalah berat dari sekadar pertandingan saat bersiap menghadapi Arema FC di pekan ke-30 BRI Super League 2025/26.

Sorotan kali ini bukan hanya soal rivalitas panas dalam derbi Jawa Timur, melainkan bagaimana tim berjuluk Bajol Ijo mengelola kondisi fisik pemain di tengah jadwal yang padat dan perjalanan panjang.

Laga yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Selasa (28/4) sore, menjadi ujian nyata ketahanan tim. Perjalanan beruntun dari Makassar ke Surabaya, lalu berlanjut ke Bali, membuat waktu persiapan menjadi sangat terbatas.

“Kami bermain pada tanggal 27, jadi kami menempuh perjalanan jauh dari Makassar ke Surabaya dan dari Surabaya ke sini. Para pemain tidak punya banyak waktu untuk persiapan tim, tapi target pertama adalah pemulihan pemain,” tutur pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.

Dalam situasi seperti ini, aspek pemulihan fisik menjadi kunci utama. Sepak bola modern menuntut keseimbangan antara taktik dan kebugaran. Tanpa kondisi tubuh yang optimal, rencana permainan bisa sulit dijalankan secara maksimal.

Meski demikian, Persebaya tetap berusaha adaptif. Tim pelatih kini dituntut cermat dalam menentukan komposisi pemain, menyesuaikan kondisi stamina serta kesiapan masing-masing individu.

“Sekarang kami fokus, menyesuaikan dengan karakteristik pemain dan juga stamina mereka, untuk memutuskan siapa yang akan bermain atau tidak. Mari kita lihat apa yang bisa kami lakukan, tapi persiapannya bagus,” ujar Bernardo Tavares.

Dari sudut pandang pemain, semangat untuk tampil maksimal tetap terjaga. Arief Catur menegaskan bahwa tim dalam kondisi siap memberikan performa terbaik, meski berada dalam tekanan jadwal.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada sektor pertahanan yang perlu tampil lebih solid, terutama dalam mengantisipasi serangan cepat Arema FC yang kerap menjadi ancaman.

“Kita harus tetap fokus, jaga pertahanan dari lini ke lini, dan saling komunikasi. Itu saja,” pungkasnya.

Dengan segala keterbatasan yang ada, laga ini bukan hanya soal gengsi derbi, tetapi juga tentang bagaimana Persebaya menguji daya tahan, strategi, dan mental bertanding di tengah situasi yang tidak ideal.

Bukan Sekedar Rivalitas, Persebaya Ingin Jaga Rekor Tak Terkalahkan dari Arema FC

0

Taktik.id – Laga sarat gengsi akan kembali tersaji saat Persebaya Surabaya bentrok dengan rival bebuyutannya, Arema FC. Bukan sekadar berebut tiga poin, Bajol Ijo mengusung misi harga diri: menjaga “rekor suci” tak pernah kalah dari Singo Edan yang telah kokoh bertahan sejak tahun 2019.

Meski kepercayaan diri tim sedang berada di puncak berkat tren positif belakangan ini, alarm kewaspadaan tetap menyala terang. Arema FC tidak datang dengan tangan kosong; mereka membawa ancaman nyata di lini serang yang siap menghancurkan rekor tersebut.

Ancaman itu bernama Dalberto Luan. Bomber mematikan asal Brasil ini sedang dalam performa on-fire dengan koleksi 14 gol, menjadikannya salah satu dari lima besar predator paling berbahaya di Super League musim ini.

Menghadapi agresivitas mesin gol lawan, benteng pertahanan Persebaya dituntut tampil tanpa celah. Bek kanan andalan Bajol Ijo, Catur Pamungkas, menyadari betul skala ancaman yang ada. Menurutnya, untuk mematikan langkah lawan, koordinasi antarlini adalah harga mati.

“Kami harus fokus menjaga dari lini ke lini dan menjaga komunikasi di lini belakang,” ujar Catur dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan (27/4).

Lebih lanjut, pemain jebolan klub internal Anak Bangsa ini menekankan bahwa tekanan dalam laga derbi membutuhkan ketahanan psikologis yang ekstra dari setiap pemain.

“Sejak 2019 kami tidak pernah kalah. Itu harus kami jaga. Kami harus tetap fokus, dan yang terpenting mental untuk mempertahankan agar tidak pecah,” sambungnya.

Jika melihat catatan individu, Catur Pamungkas memang pantas diandalkan untuk meredam serangan Arema. Sepanjang musim ini, ia tampil menonjol dengan statistik yang sangat solid, 85 tekel, 87 intersep dan 60 sapuan dalam 28 penampilannya.

Dengan modal persiapan tim yang maksimal serta catatan impresif di lapangan, Catur sangat optimis skuad kebanggaan Bonek ini mampu mengatasi perlawanan tamu mereka.

“Persiapan kami sudah baik. Besok kami akan menampilkan yang terbaik agar bisa meraih poin penuh,” imbuhnya.

Bagi Catur dan kolega, derbi ini bukan sekadar urusan taktik, melainkan tentang kerja keras dan menjaga martabat klub di kancah sepak bola nasional.

“Kalau mental, kami harus memberikan yang terbaik, kerja keras. Kami membawa nama besar Persebaya, jadi besok harus bisa membawa pulang poin penuh,” pungkasnya tegas.

Panasnya Derbi Jatim: Bentrok Filosofi Progresif Marcos Santos vs Pragmatisme Bernardo Tavares

0

Taktik.id – Laga pekan ke-30 Super League 2025/26 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dijamin akan menyajikan tontonan kelas wahid. Laga sarat gengsi bertajuk Derbi Jatim ini bukan sekadar urusan adu otot 11 lawan 11 di atas rumput hijau, melainkan panggung adu kecerdasan taktik antara dua pelatih beda aliran.

Di kubu tuan rumah, Marcos Santos bersiap meracik Arema FC untuk tampil lebih agresif dengan pendekatan yang progresif. Pelatih asal Brasil ini sadar betul bahwa sistem permainan Persebaya yang sangat terstruktur tidak bisa dibongkar dengan skema biasa, butuh formula khusus untuk meruntuhkan tembok sang rival.

Sementara itu, di sisi seberang, Bernardo Tavares hadir dengan reputasi mentereng sebagai maestro taktik pragmatis. Mengandalkan pertahanan baja yang dikombinasikan dengan transisi serangan balik kilat, Tavares adalah sosok yang sama yang sukses membuktikan magis filosofinya saat mengantar PSM Makassar meraih tahta juara. Taktik efisien inilah yang kini menjadi senjata mematikan Persebaya.

“Tavares adalah pelatih berpengalaman. Ia tahu bagaimana membuat tim bertahan dengan baik dan menyerang secara efektif,” kata pelatih asal Brasil itu.

Jika pada laga sebelumnya melawan Persib skuad Singo Edan tampil super disiplin menumpuk pemain di area pertahanan, kali ini skenarionya akan jauh berbeda. Menyongsong panasnya Derbi Jatim, Marcos Santos menginstruksikan pasukannya untuk langsung tancap gas dan berani menekan pertahanan lawan sejak peluit pertama dibunyikan.

Laga ini pada akhirnya akan menjadi pertarungan epik antara keberanian membongkar pertahanan lewat serangan langsung berhadapan dengan organisasi permainan yang super rapi.

Kunci kemenangannya terletak pada seberapa cerdik Arema FC mengeksploitasi celah kecil di lini belakang Persebaya yang terkenal alot, dan sebaliknya, seberapa mematikan Persebaya menghukum setiap celah kesalahan tuan rumah lewat transisi kilat mereka.

“Meski begitu, kami siap. Secara taktik, sekarang jarak antar lini lebih rapat, permainan lebih vertikal, serangan lebih langsung, dan tim mulai menunjukkan karakter khas Arema dengan kerja keras, semangat juang, dan determinasi tinggi,” pungkas Marcos Santos.

Aspal Surabaya Menjadi Panggung Perdamaian yang Bertajuk “Jersey Run”

0

Taktik.id – Siapa bilang rivalitas sepak bola cuma bisa berakhir di peluit panjang wasit? Minggu pagi, 26 April 2026, jalanan Surabaya menjadi saksi pemandangan yang tak biasa. Bukan sekadar lari pagi biasa, Persebaya bersama komunitas Pangkentrunk sukses menyulap aspal menjadi panggung perdamaian melalui tajuk “Jersey Run”. Ini bukan cuma soal membakar kalori, tapi soal membakar ego demi satu tujuan, persaudaraan.

Jika biasanya pelari tampil dengan outfit lari yang sleek, kali ini suasananya beda total. Peserta tumpah ruah mengenakan jersey klub kebanggaan mereka mulai dari raksasa Eropa sampai tim lokal kebanggaan daerah.

Keseruan makin pecah saat panitia menyiapkan tantangan yang tak biasa yaitu, adu cepat sambil dribble bola hingga kompetisi plank. Nicholas Pandu, salah satu peserta dari komunitas Sunday School Athlete, tak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya.

“Aku baru pertama kali ikut acara seperti ini. Seru, karena biasanya kalau lari pakai jersey lari, ini pakai jersey bola,” ungkap Nicholas.

Ia juga menambahkan betapa tak terduganya tantangan yang diberikan setelah mencapai garis finis.

“Kaget juga ada acara setelah kita lari. Gimmick-nya mantap sih. Adu cepat tapi sambil dribble bola itu seru banget,” katanya.

Pemandangan paling menyentuh adalah ketika rivalitas yang dulu terasa panas, kini mencair dalam keringat yang sama. Di antara kerumunan, terlihat jersey Persib dan Persebaya bersanding akrab dengan jersey Persija. Tidak ada ketegangan, yang ada hanya tawa dan koneksi baru antar komunitas seperti HipHop Run It, Pelarian, Gerak-Gerik, hingga Heart Rate Run.

Ipank dari Pangkentrunk menegaskan bahwa esensi utama dari Jersey Run adalah menghapus sekat antar pendukung.

“Senang rasanya bisa berkolaborasi lagi dengan teman-teman dari Surabaya, teman-teman Green Force Run. Sejak awal memang kami ingin menekankan bahwa di acara ini tidak ada perbedaan. Beda tim bola, beda daerah, semua jadi satu untuk lari bareng di sini,” terang Ipank.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di luar lapangan hijau, semua adalah saudara.

“Meski kita beda tribun, beda warna, tapi kita tetap serumpun. Di lapangan boleh beda tim, tapi di lari semangat kita tetap sama untuk sehat dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Melihat beragamnya jersey yang hadir, mulai dari Bali United hingga tim-tim luar negeri, Ipank merasa misi perdamaian ini telah sampai ke hati para peserta.

“Pesan yang digaungkan akhirnya terasa. Perbedaan itu justru memperindah keragaman, memberi warna baru,” pungkasnya.

Kegiatan Jersey Run ini merupakan pemanasan atau pra-event menuju hajatan besar Persebaya, yakni Green Force Run (GFR) 2026. Jika di Jersey Run saja suasananya sudah sehangat ini, bayangkan apa yang akan terjadi di acara puncak nanti.

Event Green Force Run (GFR) 2026 akan dimulai pada tanggal 28 Juni 2026, bertempat di Tugu Pahlawan, Surabaya. Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, mengajak seluruh suporter untuk tidak melewatkan momen langka ini.

“Melalui Green Force Run kami berharap silaturahmi antar suporter ini makin terjalin. Tidak hanya saat awayday. Karena itu, bagi suporter yang hobi lari, ayo daftar Green Force Run. Kita lari bareng antar suporter di Surabaya,” tutupnya.

Siapkan jersey kebanggaanmu, ikat tali sepatumu, dan mari kita buktikan bahwa rivalitas hanya 90 menit, sisanya adalah tentang kesehatan dan persaudaraan!

Dijegal di Kandang Sendiri, Madura United Ungkap Petaka Perubahan Skema Dewa United di Babak Kedua

0

Taktik.id – Madura United harus menelan pil pahit setelah kehilangan poin krusial di kandang sendiri pada laga lanjutan pekan ke-29 BRI Super League. Bermain di Stadion Gelora Bangkalan pada hari Sabtu (25/4/2026) kemarin, skuad Laskar Sape Kerrab dipaksa mengakui keunggulan tim tamu, Dewa United, dalam pertandingan yang menguras energi.

Sempat unggul terlebih dahulu di babak pertama lewat kaki sang striker Junior Brandao pada menit 7′. Tim tuan rumah justru tidak mampu mempertahankan keunggulannya, Riky Kambuaya jadi momok Madura United. Gol cepatnya di awal babak kedua menjadi momentum Dewa United membalikkan keadaan.

Meski gagal mengamankan poin di hadapan publik sendiri, Caretaker Madura United, Rakhmat Basuki, menolak untuk larut dalam kekecewaan mendalam. Ia justru memberikan apresiasi penuh atas determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh anak asuhnya di atas lapangan hijau.

“Sayang kita harus kehilangan poin di kandang, tapi tetap saya puji daya juang para pemain yang menunjukkan semangat bertarung sampai akhir untuk mendapat poin di pertandingan ini,” ungkap Rakhmat.

Lebih lanjut, Rakhmat menyoroti secara teknis jalannya laga, terutama momen krusial yang menjadi titik balik runtuhnya pertahanan tim. Menurutnya, pembeda utama dalam duel sengit tersebut terjadi tepat pada awal babak kedua. Dewa United dinilai sangat jeli memanfaatkan momentum melalui pergantian pemain yang berujung pada perubahan skema permainan secara drastis.

Kejutan taktik dari kubu Tangsel Warriors tersebut rupanya membuat transisi pertahanan Madura United kelabakan. Adaptasi skema baru dari lawan terbukti terlalu cepat dan tajam untuk diantisipasi, yang pada akhirnya membuahkan petaka bagi tuan rumah.

“Yang menjadi pembeda di antara kami dan Dewa United pada saat waktu pergantian skema permainan di babak kedua saat mereka melakukan pergantian pemain. Kita kerepotan dengan perubahan yang dilakukan Dewa United di awal babak kedua dan membuat kita kebobolan dua gol,” jelas pelatih yang ditunjuk untuk mengawal kursi kepelatihan Madura United tersebut.

Dua gol cepat di awal paruh kedua tersebut menjadi pukulan telak yang gagal di- comeback oleh skuad Madura United. Kekalahan ini tentunya menjadi bahan evaluasi krusial bagi jajaran pelatih karena beberapa pertandingan berikutnya akan berpengaruh di posisi klasemen.

Misi Keluar dari Zona Merah: Madura United Siap Buat Dewa United ‘Meringis’ di Bangkalan!

0

Taktik.id – Laga hidup-mati menanti Laskar Sapeh Kerrab. Madura United bersiap mempertaruhkan segalanya saat menjamu Dewa United pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (25/4/2026) sore.

Bukan sekadar laga biasa, pertandingan pekan ke-29 ini adalah kunci bagi Madura United untuk melarikan diri dari jerat zona degradasi. Berada di peringkat ke-16 dengan raihan 26 poin—hanya terpaut satu angka dari Persis Solo di zona aman—Madura United wajib mengamankan tiga poin sempurna jika tidak ingin langkah di lima laga tersisa menjadi mimpi buruk.

Angin Segar Kembalinya Sang Kuartet Andalan
Modal berharga menyertai kubu tuan rumah. Setelah sukses mencatatkan tren positif lewat dua kemenangan beruntun, skuad asuhan Pelatih Caretaker Rakhmat Basuki kini mendapat suntikan tenaga masif. Sederet pilar utama yang sempat tumbang usai pertarungan sengit melawan Persebaya kini telah pulih dan siap menebar ancaman.

Akankah kebangkitan Laskar Sapeh Kerrab berlanjut di Gelora Bangkalan besok sore? Satu hal yang pasti, laga ini dijamin akan berlangsung panas dengan tensi tinggi!

“Bersyukur, beberapa pemain yang cedera ringan, seperti Pedro, Lulinha, Brandao, dan Riquelme sudah bergabung di latihan. Dan saya melihat kondisinya baik-baik saja,” kata Rakhmat Basuki saat konferensi pers jelang laga, Jumat (24/4/2026).

Hadirnya kembali para pendobrak pertahanan lawan ini otomatis mendongkrak nyali Madura United. Meski begitu, tim pelatih tetap waspada dan akan memantau kondisi mereka hingga detik terakhir sebelum peluit kick-off dibunyikan.

“Tinggal bagaimana menjaga performa mereka besok. Mungkin setelah latihan hari ini, mereka akan kembali kami cek terkait kesiapan mereka untuk bisa turun besok,” tambahnya.

Mentalitas Baja dan Memori Manis Putaran Pertama
Secara peringkat, Dewa United memang berada di atas angin. Namun, Madura United punya “senjata psikologis” mematikan: memori kemenangan mutlak 0-2 atas Dewa United di putaran pertama. Fakta ini membuktikan bahwa Laskar Sapeh Kerrab punya formula untuk meredam kekuatan lawan.

Menghadapi tekanan tinggi demi keluar dari zona merah, Rakhmat Basuki menekankan pentingnya mentalitas bertanding.

“Yang jelas kami harus tetep menjaga kepercayaan diri dan mentalitas pemain. Mereka harus yakin dan percaya bahwa di sepak bola tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Rakhmat Basuki.

Ia juga menegaskan agar timnya memakai kacamata kuda, menolak terdistraksi oleh drama dari pertandingan klub-klub pesaing di papan bawah klasemen.

“Apapun hasil akhirnya kami akan berjuang sampai akhir. Kami tidak peduli dengan hasil tim lain, kami hanya fokus pada tim kami sendiri. Fokus pada diri sendiri,” pungkas Rakhmat Basuki.

Harga Diri di Kandang Sendiri
Semangat pantang menyerah juga berkobar di dada para pemain. Bek tangguh Madura United, Ahmad Rusadi, menegaskan bahwa haram hukumnya bagi Laskar Sapeh Kerrab untuk dipermalukan di hadapan publik Bangkalan.

“Persiapan berjalan baik, semoga besok meraih tiga poin. Kami pemain akan memberikan kemampuan terbaik,” kata Ahmad Rusadi, mewakili tekad membara rekan-rekannya yang siap tampil habis-habisan.

Mampukah Momentum Arema FC Runtuhkan Rekor Kandang Sempurna Maung Bandung?

0

Taktik.id – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) musim ini bak benteng yang mustahil ditembus. Empat belas kali lawan datang, empat belas kali pula mereka pulang dengan tangan hampa. Namun, pada Jumat (24/4) malam ini, bentrokan epik pekan ke-29 BRI Super League 2025/26 akan menyajikan ujian terbesar bagi rekor sempurna Persib Bandung yaitu, kedatangan Arema FC yang tengah berapi-api.

Skuad Singo Edan melawat ke markas sang juara bertahan dengan dada membusung. Berbekal tren positif di laga-laga sebelumnya, armada asuhan Marcos Santos ini siap menjadi mimpi buruk yang mematahkan hegemoni kandang Maung Bandung.

Sang pelatih asal Brasil tersebut memastikan pasukannya dalam kondisi fisik dan mental yang siap meledak di lapangan. Ia menyadari betul kaliber lawan yang mereka hadapi adalah kandidat kuat juara liga musim ini.

“Kami datang dengan dua kemenangan, jadi itu memberikan motivasi. Namun ini adalah pertandingan besar, melawan tim yang kembali bersaing untuk gelar, mengejar hattrick juara liga,” ungkap Marcos Santos.

Menghadapi tim raksasa yang sedang berburu hattrick gelar juara liga tentu membutuhkan level konsentrasi ekstra. Lengah sedikit saja di GBLA, Persib tidak akan ragu memberikan hukuman fatal.

“Kami harus sangat fokus dan benar-benar siap. Para pemain juga sudah menyadari pentingnya pertandingan,” imbuhnya.

Tantangan paling mengerikan bagi Arema FC malam ini jelas adalah magis GBLA itu sendiri. Menyapu bersih 14 laga kandang dengan kemenangan bukan sekadar statistik biasa, itu adalah bukti keperkasaan absolut kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.

Kehebatan taktik kubu tuan rumah pun mendapat pengakuan langsung dari Marcos Santos. Dalam keterangannya ia memuji performa Persib yang luar biasa.

“Mereka bahkan belum pernah imbang di sini. Ini tim yang sangat kuat, dengan pelatih berpengalaman yang sudah memasuki musim ketiga dan berhasil meraih gelar bersama Persib. Tim ini sangat terorganisir,” ujar Santos.

Meski harus masuk ke dalam kandang macan dengan tekanan luar biasa dari Bobotoh, Arema FC menolak untuk ciut nyali. Singo Edan tidak terbang ke Bandung hanya untuk menjadi penonton rekor kemenangan ke-15 Persib. Santos telah menyusun racikan taktik matang, meramu pemain dengan kondisi fisik dan mental paling prima untuk mengeksekusi satu misi utama: mencuri poin dan merusak rekor sempurna tuan rumah.

“Agar bisa tampil baik dan mencoba memberi kejutan untuk Persib. Namun yang terpenting adalah memberikan yang terbaik untuk suporter kami, suporter Arema FC,” pungkasnya.

Misi Berhasil: Persebaya Bangkit dari Keterpurukan di Markas Malut United

0

Taktik.id – Akhirnya, dahaga kemenangan itu terbayar lunas! Bernardo Tavares bisa bernapas lega setelah skuad asuhannya, Persebaya Surabaya, sukses menaklukkan tuan rumah Malut United dengan skor 0-2. Kemenangan krusial di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Kamis (23/4) malam ini sekaligus mengubur mimpi buruk rentetan kekalahan beruntun Bajol Ijo di dua laga sebelumnya.

Dalam laga pekan ke-29 Super League 2025/26 ini, Persebaya membuktikan bahwa penguasaan bola bukanlah segalanya. Meski terus digempur, mereka tampil sangat taktis, efektif, dan berdarah dingin.

Kunci kemenangan Persebaya baru terbuka di babak kedua. Pada menit ke-73, Milos Raickovic memecah kebuntuan lewat sebuah roket dari luar kotak penalti setelah memaksimalkan umpan matang Bruno Paraiba. Saat Malut United asyik menekan untuk mencari gol penyeimbang, Francisco Rivera justru memberikan pukulan telak (90+1′) lewat penyelesaian akhir yang tenang usai menerima assist ciamik dari Riyan Ardiansyah.

Sang pelatih, Bernardo Tavares, tak menutupi rasa bangganya melihat organisasi permainan anak asuhnya yang disiplin dan pantang menyerah.

“Secara permainan, saya melihat tim tampil sangat baik, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Para pemain menunjukkan sikap dan mentalitas yang bagus. Kami menciptakan banyak peluang, terutama di babak kedua,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers usai laga.

Pertandingan ini sejatinya berjalan sangat menegangkan. Mengintip catatan statistik, Bajol Ijo hanya memegang 47 persen penguasaan bola dan melepaskan 8 tembakan (3 tepat sasaran yang 2 di antaranya berbuah gol).

Di sisi lain, Malut United tampil dominan dengan 53 persen penguasaan bola dan memberondong pertahanan Persebaya dengan 13 tembakan, meski tak ada satu pun yang bersarang di jaring gawang.

Tuan rumah bahkan sempat membuat publik Ternate bergemuruh saat sukses merobek gawang Persebaya. Beruntung bagi tim tamu, wasit jeli dan langsung meninjau layar VAR. Hasilnya, gol tersebut dianulir karena terdeteksi adanya pelanggaran handball dalam proses build-up.

Tavares pun tak menampik bahwa timnya sempat keteteran dan berada di bawah tekanan hebat, khususnya pada babak pertama.

“Di pertandingan ini, kami sempat menghadapi beberapa situasi transisi di babak pertama yang membuat pertahanan kurang optimal. Bahkan ada satu momen di mana lawan mencetak gol, tetapi akhirnya dianulir,” jelas sang *entrenador*.

Lebih dari sekadar tiga poin tambahan, kemenangan tandang ini adalah momentum kebangkitan mental bagi skuad Persebaya. Beban berat dari dua kekalahan beruntun sebelumnya kini telah terangkat.

“Saya melihat para pemain sangat senang dengan hasil ini, apalagi setelah dua pertandingan sebelumnya tidak berjalan baik. Secara mental, mereka memang membutuhkan momen seperti ini,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.

Menutup keterangannya, Tavares mendedikasikan kemenangan ini murni untuk etos kerja dan cucuran keringat para pemainnya yang tak kenal lelah berjuang di atas lapangan.

“Saya pikir para pemain pantas mendapatkan hasil ini. Saya sangat senang karena seluruh tim layak merasakan kebahagiaan atas kerja keras yang mereka tunjukkan di lapangan,” pungkasnya.

Bertemu Malut United, Misi Kebangkitan Persebaya akan Terasa Lebih Sulit

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya tengah berada di fase krusial pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/26. Setelah tergelincir dan menelan pil pahit berupa dua kekalahan beruntun, skuad kebanggaan Bonek ini mengusung satu misi “Bangkit dan Menang”.

Sepak bola terkadang memang kejam. Di laga sebelumnya, Persebaya sebenarnya tampil mendominasi. Mereka membombardir pertahanan lawan dengan segudang peluang, namun dewi fortuna seolah enggan berpihak. Ironisnya, tim lawan yang hanya mampu melepaskan dua tembakan ke gawang justru berhasil mencetak dua gol.

Kini, tantangan pelatih Bernardo Tavares semakin berat dengan absennya sejumlah pilar utama. Namun, alih-alih mengeluh, juru taktik asal Portugal itu justru melihat badai absen ini sebagai panggung pembuktian bagi para pemain pelapis.

“Sekarang kami ingin mengubah keadaan, namun ini menjadi kesempatan bagi pemain lain dan kami harap mereka bisa mengambil peluang ini,” kata pelatih asal Portugal itu.

Misi kebangkitan ini dipastikan tidak akan berjalan mulus. Di depan mata, Persebaya harus berhadapan dengan lawan berkaliber juara yang dihuni oleh deretan bintang papan atas. Tavares pun tak menampik kualitas mengerikan dari calon lawannya tersebut.

“Kami tahu tim lawan adalah tim yang kuat, memiliki pencetak gol terbanyak liga, pemain dengan assis terbanyak kedua, dan banyak pemain yang sudah pernah juara di Indonesia. Jadi mereka adalah tim yang berpengalaman,” ujar Bernardo Tavares.

Menghadapi tim dengan skuad mewah dan kualitas individu di atas rata-rata, Tavares memegang satu kunci utama yaitu kolektivitas. Tidak ada jalan lain selain bermain sebagai satu kesatuan yang solid untuk meredam agresivitas lawan.

“Kami harus fokus dan mencoba menerapkan apa yang kami latih. Sangat penting bagi kami untuk menunjukkan bahwa kami adalah satu tim di dalam lapangan, siapa pun yang bermain,” sambungnya.

Laga kali ini bukan sekadar soal mengamankan tiga poin untuk menebus rentetan hasil buruk, tetapi juga pembuktian identitas dan mentalitas wani khas Persebaya. Berada di posisi ke-6 dengan koleksi 42 poin, kemenangan menjadi harga mati bagi Bajul Ijo jika ingin terus memanaskan persaingan dan kembali merangsek ke posisi lima besar klasemen sementara BRI Super League 2025/26.