Taktik.id – Siapa bilang rivalitas sepak bola cuma bisa berakhir di peluit panjang wasit? Minggu pagi, 26 April 2026, jalanan Surabaya menjadi saksi pemandangan yang tak biasa. Bukan sekadar lari pagi biasa, Persebaya bersama komunitas Pangkentrunk sukses menyulap aspal menjadi panggung perdamaian melalui tajuk “Jersey Run”. Ini bukan cuma soal membakar kalori, tapi soal membakar ego demi satu tujuan, persaudaraan.
Jika biasanya pelari tampil dengan outfit lari yang sleek, kali ini suasananya beda total. Peserta tumpah ruah mengenakan jersey klub kebanggaan mereka mulai dari raksasa Eropa sampai tim lokal kebanggaan daerah.
Keseruan makin pecah saat panitia menyiapkan tantangan yang tak biasa yaitu, adu cepat sambil dribble bola hingga kompetisi plank. Nicholas Pandu, salah satu peserta dari komunitas Sunday School Athlete, tak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya.
“Aku baru pertama kali ikut acara seperti ini. Seru, karena biasanya kalau lari pakai jersey lari, ini pakai jersey bola,” ungkap Nicholas.
Ia juga menambahkan betapa tak terduganya tantangan yang diberikan setelah mencapai garis finis.
“Kaget juga ada acara setelah kita lari. Gimmick-nya mantap sih. Adu cepat tapi sambil dribble bola itu seru banget,” katanya.
Pemandangan paling menyentuh adalah ketika rivalitas yang dulu terasa panas, kini mencair dalam keringat yang sama. Di antara kerumunan, terlihat jersey Persib dan Persebaya bersanding akrab dengan jersey Persija. Tidak ada ketegangan, yang ada hanya tawa dan koneksi baru antar komunitas seperti HipHop Run It, Pelarian, Gerak-Gerik, hingga Heart Rate Run.
Ipank dari Pangkentrunk menegaskan bahwa esensi utama dari Jersey Run adalah menghapus sekat antar pendukung.
“Senang rasanya bisa berkolaborasi lagi dengan teman-teman dari Surabaya, teman-teman Green Force Run. Sejak awal memang kami ingin menekankan bahwa di acara ini tidak ada perbedaan. Beda tim bola, beda daerah, semua jadi satu untuk lari bareng di sini,” terang Ipank.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di luar lapangan hijau, semua adalah saudara.
“Meski kita beda tribun, beda warna, tapi kita tetap serumpun. Di lapangan boleh beda tim, tapi di lari semangat kita tetap sama untuk sehat dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Melihat beragamnya jersey yang hadir, mulai dari Bali United hingga tim-tim luar negeri, Ipank merasa misi perdamaian ini telah sampai ke hati para peserta.
“Pesan yang digaungkan akhirnya terasa. Perbedaan itu justru memperindah keragaman, memberi warna baru,” pungkasnya.
Kegiatan Jersey Run ini merupakan pemanasan atau pra-event menuju hajatan besar Persebaya, yakni Green Force Run (GFR) 2026. Jika di Jersey Run saja suasananya sudah sehangat ini, bayangkan apa yang akan terjadi di acara puncak nanti.
Event Green Force Run (GFR) 2026 akan dimulai pada tanggal 28 Juni 2026, bertempat di Tugu Pahlawan, Surabaya. Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, mengajak seluruh suporter untuk tidak melewatkan momen langka ini.
“Melalui Green Force Run kami berharap silaturahmi antar suporter ini makin terjalin. Tidak hanya saat awayday. Karena itu, bagi suporter yang hobi lari, ayo daftar Green Force Run. Kita lari bareng antar suporter di Surabaya,” tutupnya.
Siapkan jersey kebanggaanmu, ikat tali sepatumu, dan mari kita buktikan bahwa rivalitas hanya 90 menit, sisanya adalah tentang kesehatan dan persaudaraan!

