Taktik.id – Laga sarat gengsi akan kembali tersaji saat Persebaya Surabaya bentrok dengan rival bebuyutannya, Arema FC. Bukan sekadar berebut tiga poin, Bajol Ijo mengusung misi harga diri: menjaga “rekor suci” tak pernah kalah dari Singo Edan yang telah kokoh bertahan sejak tahun 2019.
Meski kepercayaan diri tim sedang berada di puncak berkat tren positif belakangan ini, alarm kewaspadaan tetap menyala terang. Arema FC tidak datang dengan tangan kosong; mereka membawa ancaman nyata di lini serang yang siap menghancurkan rekor tersebut.
Ancaman itu bernama Dalberto Luan. Bomber mematikan asal Brasil ini sedang dalam performa on-fire dengan koleksi 14 gol, menjadikannya salah satu dari lima besar predator paling berbahaya di Super League musim ini.
Menghadapi agresivitas mesin gol lawan, benteng pertahanan Persebaya dituntut tampil tanpa celah. Bek kanan andalan Bajol Ijo, Catur Pamungkas, menyadari betul skala ancaman yang ada. Menurutnya, untuk mematikan langkah lawan, koordinasi antarlini adalah harga mati.
“Kami harus fokus menjaga dari lini ke lini dan menjaga komunikasi di lini belakang,” ujar Catur dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan (27/4).
Lebih lanjut, pemain jebolan klub internal Anak Bangsa ini menekankan bahwa tekanan dalam laga derbi membutuhkan ketahanan psikologis yang ekstra dari setiap pemain.
“Sejak 2019 kami tidak pernah kalah. Itu harus kami jaga. Kami harus tetap fokus, dan yang terpenting mental untuk mempertahankan agar tidak pecah,” sambungnya.
Jika melihat catatan individu, Catur Pamungkas memang pantas diandalkan untuk meredam serangan Arema. Sepanjang musim ini, ia tampil menonjol dengan statistik yang sangat solid, 85 tekel, 87 intersep dan 60 sapuan dalam 28 penampilannya.
Dengan modal persiapan tim yang maksimal serta catatan impresif di lapangan, Catur sangat optimis skuad kebanggaan Bonek ini mampu mengatasi perlawanan tamu mereka.
“Persiapan kami sudah baik. Besok kami akan menampilkan yang terbaik agar bisa meraih poin penuh,” imbuhnya.
Bagi Catur dan kolega, derbi ini bukan sekadar urusan taktik, melainkan tentang kerja keras dan menjaga martabat klub di kancah sepak bola nasional.
“Kalau mental, kami harus memberikan yang terbaik, kerja keras. Kami membawa nama besar Persebaya, jadi besok harus bisa membawa pulang poin penuh,” pungkasnya tegas.

