Taktik.id – Laga hidup-mati menanti Laskar Sapeh Kerrab. Madura United bersiap mempertaruhkan segalanya saat menjamu Dewa United pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (25/4/2026) sore.
Bukan sekadar laga biasa, pertandingan pekan ke-29 ini adalah kunci bagi Madura United untuk melarikan diri dari jerat zona degradasi. Berada di peringkat ke-16 dengan raihan 26 poin—hanya terpaut satu angka dari Persis Solo di zona aman—Madura United wajib mengamankan tiga poin sempurna jika tidak ingin langkah di lima laga tersisa menjadi mimpi buruk.
Angin Segar Kembalinya Sang Kuartet Andalan
Modal berharga menyertai kubu tuan rumah. Setelah sukses mencatatkan tren positif lewat dua kemenangan beruntun, skuad asuhan Pelatih Caretaker Rakhmat Basuki kini mendapat suntikan tenaga masif. Sederet pilar utama yang sempat tumbang usai pertarungan sengit melawan Persebaya kini telah pulih dan siap menebar ancaman.
Akankah kebangkitan Laskar Sapeh Kerrab berlanjut di Gelora Bangkalan besok sore? Satu hal yang pasti, laga ini dijamin akan berlangsung panas dengan tensi tinggi!
“Bersyukur, beberapa pemain yang cedera ringan, seperti Pedro, Lulinha, Brandao, dan Riquelme sudah bergabung di latihan. Dan saya melihat kondisinya baik-baik saja,” kata Rakhmat Basuki saat konferensi pers jelang laga, Jumat (24/4/2026).
Hadirnya kembali para pendobrak pertahanan lawan ini otomatis mendongkrak nyali Madura United. Meski begitu, tim pelatih tetap waspada dan akan memantau kondisi mereka hingga detik terakhir sebelum peluit kick-off dibunyikan.
“Tinggal bagaimana menjaga performa mereka besok. Mungkin setelah latihan hari ini, mereka akan kembali kami cek terkait kesiapan mereka untuk bisa turun besok,” tambahnya.
Mentalitas Baja dan Memori Manis Putaran Pertama
Secara peringkat, Dewa United memang berada di atas angin. Namun, Madura United punya “senjata psikologis” mematikan: memori kemenangan mutlak 0-2 atas Dewa United di putaran pertama. Fakta ini membuktikan bahwa Laskar Sapeh Kerrab punya formula untuk meredam kekuatan lawan.
Menghadapi tekanan tinggi demi keluar dari zona merah, Rakhmat Basuki menekankan pentingnya mentalitas bertanding.
“Yang jelas kami harus tetep menjaga kepercayaan diri dan mentalitas pemain. Mereka harus yakin dan percaya bahwa di sepak bola tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Rakhmat Basuki.
Ia juga menegaskan agar timnya memakai kacamata kuda, menolak terdistraksi oleh drama dari pertandingan klub-klub pesaing di papan bawah klasemen.
“Apapun hasil akhirnya kami akan berjuang sampai akhir. Kami tidak peduli dengan hasil tim lain, kami hanya fokus pada tim kami sendiri. Fokus pada diri sendiri,” pungkas Rakhmat Basuki.
Harga Diri di Kandang Sendiri
Semangat pantang menyerah juga berkobar di dada para pemain. Bek tangguh Madura United, Ahmad Rusadi, menegaskan bahwa haram hukumnya bagi Laskar Sapeh Kerrab untuk dipermalukan di hadapan publik Bangkalan.
“Persiapan berjalan baik, semoga besok meraih tiga poin. Kami pemain akan memberikan kemampuan terbaik,” kata Ahmad Rusadi, mewakili tekad membara rekan-rekannya yang siap tampil habis-habisan.

