Beranda blog Halaman 11

Menjamu Bali United, Madura United Miliki Motivasi Tinggi untuk Lolos dari Zona Degradasi

0

Taktik.id – Pertandingan sore ini di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) bukan sekadar perebutan tiga poin biasa. Bagi Madura United, laga melawan Bali United pada Selasa (5/5) ini adalah misi “hidup dan mati” demi menjauh dari jeratan zona merah BRI Super League 2025/26.

Hasil pertandingan tim di papan bawah yaitu, PSBS Biak, Persis Solo, dan Semen Padang, sama-sama menelan kekalahan pekan ini, Laskar Sape Kerrab berpeluang besar untuk memperlebar jarak dari tiga pesaingnya. Kemenangan akan memberi mereka napas lega dengan keunggulan lima poin dari Persis Solo.

Namun, tantangan terbesarnya justru datang dari status Bali United yang tampil tanpa beban.Berada di posisi ke-8 dengan 45 poin, Serdadu Tridatu sudah tidak lagi mengejar gelar juara maupun terancam degradasi.

Dalam dunia sepak bola, tim yang bermain tanpa tekanan sering kali menjadi spoiler yang paling mematikan. Dimana mereka bermain tanpa tekanan, itu tentu menjadikan para pemain bisa bermain lepas

Menyadari bahaya tersebut, Caretaker Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, menolak untuk terbuai dengan situasi lawan yang terlihat santai.

“Saya pikir kalau dibilang keuntungan enggak juga ya, karena saya melihat Bali United juga punya kualitas pemain yang bagus, kedalaman skuat mereka juga sangat bagus. Jadi, saya pikir siapapun pemain Bali United yang diturunkan tidak akan mengurangi kekuatan Bali United, dan kami akan lihat juga apakah kami bisa memanfaatkan ini, tergantung dari kerja keras pemain,” ujarnya.

Meskipun menghadapi lawan dengan kedalaman skuat yang mumpuni, Rakhmad memastikan bahwa pasukannya sudah mengantongi strategi khusus untuk meredam agresivitas tim asuhan Johnny Jansen tersebut.

“Alhamdulillah, yang pertama kami bersyukur persiapannya berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar. Kami persiapan rencana bermain kami saat melawan Bali United. Ya mudah-mudahan apa yang kami rencanakan di latihan bisa kami bawa ke pertandingan dan bisa menghasilkan poin maksimal,” pungkasnya.

Respek! Persebaya Rangkul PSBS Biak yang Terdegradasi di GBT

0

Taktik.id – Kemenangan telak 4-0 Persebaya atas PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo tak berakhir dengan pesta pora sepihak. Meski hasil ini memastikan PSBS Biak harus turun kasta ke Liga 2, skuad Bajol Ijo justru menunjukkan kelasnya lewat aksi sportivitas yang menyentuh hati.

Pertandingan yang digelar pada Sabtu (2/5) sore kemarin, menampilkan rasa hormat yang luar biasa. Momen haru pecah saat seluruh pemain Persebaya mengajak tim lawan ke tengah lapangan untuk menyanyikan “Song For Pride” bersama.

Tak ada selebrasi berlebihan, bahkan Fransisco Rivera memilih diam seribu bahasa tanpa perayaan saat mencetak gol keduanya sebagai bentuk respek. Persebaya seperti tidak ingin terlarut dalam euforia, melihat para pemain PSBS Biak yang terduntuk lesu.

Kehangatan ini pun berlanjut hingga ke lorong stadion. Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, menceritakan bagaimana jajaran pelatih memberikan dukungan moral secara langsung.

“Pelatih Bernardo Tavares bahkan menunggu PSBS Biak keluar dari ruang ganti untuk memberikan semangat kepada pemain, pelatih, dan ofisial mereka,” ujarnya.

Malam itu, Surabaya memberikan pelajaran penting: bahwa di atas papan skor, ada rasa hormat dan kemanusiaan yang jauh lebih berharga daripada tiga poin.

Tampil Menggila, Milos Raickovic Enggan Jumawa dan Pilih Apresiasi Kerja Keras Rekan se-Tim

0

Taktik.id – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi saksi bisu keperkasaan Persebaya Surabaya saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-31 Super League 2025/26, Sabtu (2/5) sore. Tak tanggung-tanggung, skuat asuhan Bajol Ijo tampil kesetanan dengan melesakkan empat gol tanpa balas ke gawang tim tamu.

Kemenangan telak 4-0 ini lahir dari kaki dua dirigen lapangan tengah mereka. Francisco Rivera dan Milos Raickovic tampil on-fire dengan masing-masing mencatatkan brace (dua gol), sekaligus memastikan tiga poin krusial tetap bertahan di Surabaya.

Meski skor berakhir mencolok, jalannya laga tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Persebaya memang tampil sangat dominan dengan melepaskan total 29 tembakan, di mana 14 di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Namun, ketangguhan kiper PSBS Biak sempat membuat lini depan tuan rumah frustrasi di babak pertama. Ditemui usai laga, Milos Raickovic mengakui bahwa timnya harus bekerja ekstra keras untuk membongkar pertahanan lawan.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Sebelum pertandingan, kami sudah tahu bahwa laga tidak akan berjalan mudah. Dan memang terbukti, pertandingan ini cukup sulit bagi kami,” ujar Milos dalam sesi konferensi pers.

Milos mencermati bahwa perubahan ritme di babak kedua menjadi kunci pemecah kebuntuan. Setelah gol pertama tercipta, mentalitas lawan mulai goyah dan Persebaya semakin leluasa mengeksploitasi ruang.

“Di babak pertama kami menciptakan banyak peluang, tetapi kiper lawan tampil sangat baik. Baru di babak kedua, setelah kami berhasil mencetak gol, permainan menjadi lebih terbuka dan lebih mudah bagi kami,” jelas gelandang asal Montenegro tersebut.

Penampilan Milos sore itu memang layak diacungi jempol. Dua gol yang ia cetak bukan sekadar angka, melainkan catatan performa terbaiknya sejak bergabung dengan kebanggaan Bonek tersebut. Meski menjadi pahlawan, ia tetap memilih merendah dan mengedepankan kolektivitas tim.

“Tentu saya senang bisa mencetak dua gol pada pertandingan ini. Namun yang paling penting adalah tim. Kami bermain solid, menjaga clean sheet, dan meraih kemenangan yang sangat penting,” imbuhnya.

Berkat tambahan tiga poin ini, posisi Persebaya meroket ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 51 poin. Hasil ini sekaligus menjaga asa Bajol Ijo* untuk tetap bersaing di jalur juara hingga akhir musim.

“Kami sangat puas dengan tambahan tiga poin ini. Kami ingin terus menjaga konsistensi dan melanjutkan tren positif di pertandingan berikutnya,” tutup Milos dengan optimis.

Gilas PSBS Biak 4-0, Persebaya Catatkan 29 Tembakan

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya mengamuk di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada lanjutan pekan ke-30 Super League 2025/26.. Sempat tampil loyo dan menemui jalan buntu di paruh pertama, skuat “Bajol Ijo” tunjukkan dominasi selepas jeda. Tak tanggung-tanggung, empat gol tanpa balas disarangkan ke gawang PSBS Biak dalam laga, Sabtu (2/5) sore.

Persebaya sebenarnya memulai laga dengan inisiatif menyerang. Namun, setelah 20 menit awal yang menjanjikan, intensitas permainan mendadak merosot. Aliran bola yang monoton membuat pertahanan PSBS Biak dengan mudah mematahkan setiap serangan.

Sebaliknya, tim tamu justru beberapa kali mencuri peluang lewat skema transisi cepat.Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui timnya sempat kehilangan arah di awal laga.

“Ini bukan pertandingan yang mudah. Kami punya peluang di awal tapi tidak menjadi gol. Setelah itu mereka punya satu-dua transisi dan bola mati yang berbahaya,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Memasuki babak kedua, Persebaya tampil dengan wajah yang sepenuhnya berbeda. Mengusung determinasi tinggi dan sirkulasi bola yang lebih cepat, pertahanan PSBS Biak akhirnya runtuh.

Francisco Rivera dan Milos Raickovic tampil sebagai jenderal lapangan tengah sekaligus aktor utama di balik pesta gol yang terjadi dihadapan para pendukung sendiri.

Statistik mencatat dominasi total Bajol Ijo: 29 tembakan dilepaskan, dengan 14 di antaranya mengarah tepat ke gawang, serta menciptakan 18 peluang emas.

Angka ini menggambarkan betapa derasnya gelombang serangan yang dikerahkan Persebaya untuk mengurung tim tamu. Menurut pelatih asal Portugal itu, kunci kemenangan telak ini adalah keberanian pemain untuk meningkatkan tempo permainan.

“Di babak pertama setelah 20-25 menit kami terlalu lambat. Lawan jadi mudah membaca arah permainan kami. Di babak kedua kami menunjukkan intensitas lebih, bola bergerak lebih cepat, dan pemain pengganti memberi karakter berbeda,” jelasnya.

Kemenangan meyakinkan 4-0 ini bukan sekadar tambahan tiga poin biasa. Hasil ini mengatrol posisi Persebaya ke peringkat keempat klasemen sementara dengan total 51 poin.

Pesta Gol di GBT: Persebaya Berpesta, Badai Pasifik Resmi Karam!

0

Taktik.id – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berubah menjadi teater yang kejam pada Sabtu (02/05/2026) sore. Di satu sisi, tribun bergetar merayakan keganasan Green Force yang melumat PSBS Biak dengan skor telak 4-0 pada lanjutan pekan ke-30 BRI Superi League 2025/26.

Di sisi lain, peluit panjang wasit terdengar seperti lonceng kematian bagi PSBS Biak yang resmi terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sepanjang 45 menit pertama, Persebaya sejatinya sempat dibuat frustrasi. Meski menguasai aliran bola hingga 60%, anak asuh Bernardo Tavares seperti membentur tembok baja.

Skema bola pendek satu-dua sentuhan yang diperagakan Francisco Rivera dkk. selalu kandas di tangan kiper lawan atau meleset tipis. PSBS Biak tampil disiplin, seolah memberikan harapan palsu bahwa mereka bisa membawa pulang poin untuk bertahan hidup.

Segalanya berubah setelah turun minum. Tavares melakukan penyesuaian taktik yang lebih agresif, dan hasilnya instan. Pada menit 54′ kebuntuan pecah! M. Raickovic melompat paling tinggi untuk menyambut umpan lambung presisi.

Belum sempat Biak bernapas, Raickovic kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan first-time mematikan di tengah kemelut penalti tepatnya menit 59′.

“Saya bilang ke pemain: tetap tenang. Kita punya bola, kita hanya butuh sedikit efisiensi. Di babak kedua, Raickovic dan Rivera menunjukkan kelas mereka yang sebenarnya,” terang Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya, seusai pertandingan.

Setelah mental pemain PSBS Biak runtuh, giliran sang dirigen, Francisco Rivera, yang mengambil panggung. Dengan aksi individu yang elegan dan visi bermain kelas Eropa, Rivera menambah derita tim tamu lewat dua gol cantik pada menit ke-76 dan ke-82.

Skor 4-0 tidak hanya menjadi kemenangan terbesar Persebaya musim ini, tapi juga menjadi titik balik posisi mereka di klasemen. Dengan koleksi 51 poin, asa untuk finis di posisi top-flight kini terbuka lebar. Dukungan tak henti dari “Arek-arek Surabaya” menjadi bahan bakar utama bagi kebangkitan Green Force.

Menjamu PSBS Biak, Bernardo Tavares Ingatkan Anak Asuhnya agar Tidak Overconfidence

0

Taktik.id – Di atas kertas, laga pekan ke-31 Super League 2025/26 antara Persebaya Surabaya vs PSBS Biak mungkin terlihat seperti formalitas bagi sang tuan rumah. Namun, bagi pelatih Bernardo Tavares, meremehkan tim papan bawah adalah resep paling ampuh untuk mengundang bencana di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Menjelang laga yang akan digelar Sabtu (2/5) sore ini, Tavares mengirimkan pesan keras kepada skuad Bajol Ijo, jangan terlalu percaya diri apalagi sampai memandang lawan sebelah mata.

Meski dijuluki Badai Pasifik, PSBS Biak saat ini memang sedang berada di zona sulit dengan torehan kemenangan yang minim. Namun, di mata Tavares, status underdog justru membuat mereka menjadi lawan yang sangat berbahaya.

Tim yang tidak lagi memikul ekspektasi tinggi seringkali bermain lebih lepas dan destruktif. Sebagai tim papan bawah, setiap laga bagi mereka adalah partai final untuk harga diri.

Persebaya ditantang untuk tetap disiplin dan tidak terjebak dalam euforia kemenangan besar sebelum laga dimulai.

“Kami harus tetap rendah hati. PSBS Biak bermain tanpa beban. Situasi sulit mereka justru bisa membuat mereka tampil lebih lepas. Kita harus menghormati mereka sebagai tim kuat,” tegas Tavares dalam sesi konferensi pers, Jumat (1/5).

Pelatih asal Portugal ini menekankan bahwa musuh terbesar Persebaya saat ini bukanlah PSBS Biak, melainkan ekspektasi mereka sendiri. Ia tidak ingin para pemainnya sibuk menghitung berapa gol yang akan dicetak, melainkan bagaimana menjalankan instruksi dengan presisi.

Tavares sadar bahwa teknik di lapangan hanyalah separuh dari perjuangan. Separuh sisanya ada di tribun. Ia berharap atmosfer GBT kembali “angker” bagi lawan lewat dukungan masif dari Bonek dan Bonita.

“Kami bermain di kandang. Saya berharap Bonek dan Bonita datang memberikan energi positif itu. Pemain sangat layak merasakannya di lapangan,” pungkasnya.

Lepas dari Zona Merah, Madura United Siap Bertarung Habis-habisan di Sisa Musim!

0

Taktik.id – Napas lega akhirnya bisa dihembuskan oleh kubu Laskar Sape Kerrab. Kemenangan dramatis di markas Semen Padang pada pekan ke-30, Rabu (29/4/2026), sukses membawa Madura United keluar dari pekatnya zona merah degradasi.

Lewat torehan tiga poin sempurna yang dicuri dari Stadion Gelora Haji Agus Salim, asa armada asal Pulau Garam ini untuk terus bernapas di kasta tertinggi sepakbola Indonesia kembali menyala terang.

Meski sukses merangsek ke posisi 15 klasemen dengan koleksi 29 poin, posisi Lulinha dan kawan-kawan sejatinya masih berada di ujung tanduk. Mereka hanya berjarak sehelai benang, tepatnya dua poin dari Persis Solo di jurang degradasi, sekaligus tertinggal tipis dari Persijap Jepara dan PSM Makassar di atasnya.

Rekor 31 gol berbanding 49 kebobolan dari 30 laga menjadi bukti nyata betapa terjalnya badai yang harus dilalui Madura United musim ini. Menyadari ancaman mematikan yang masih mengintai, Karateker Madura United FC, Rakhmad Basuki, menolak keras pasukannya larut dalam euforia sesaat.

Pria yang akrab disapa Coach RB ini menegaskan bahwa misi penyelamatan ini sama sekali belum usai.

“Kompetisi ini belum selesai, dan kita harus terus kerja keras dan berjuang agar tetap layak berada di Super League,” kata Rakhmad Basuki, Kamis (30/4/2026).

Dalam situasi penuh tekanan dan pertaruhan hidup-mati seperti ini, adu taktik di atas lapangan hijau saja tidak akan cukup. Coach RB sangat memahami bahwa ketahanan mental dan ego sektoral yang dikesampingkan adalah senjata paling ampuh.

“Kami berharap para pemain tidak mudah menyerah dan tetap percaya pada kemampuan diri sendiri maupun tim secara kolektif,” ungkapnya.

Sisa laga di musim ini ibarat rentetan partai final yang tak boleh sedikit pun diwarnai kelengahan. Setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan mengubur mimpi mereka untuk berlaga di liga bergengsi musim depan.

“Tidak kalah penting, kami juga selalu mengingatkan pemain bahwa setiap pertandingan ke depan akan menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, fokus dan disiplin harus menjadi prioritas utama agar bisa meraih hasil maksimal di sisa laga musim ini,” tegasnya.

Kendati jalan di depan penuh dengan rintangan, api optimisme sang juru taktik tetap berkobar terang. Ia menaruh kepercayaan penuh pada ikatan kebersamaan dan mental petarung yang perlahan bangkit dalam skuadnya.

“Dengan semangat pantang menyerah, kami optimistis mampu melewati masa sulit dan mengamankan posisi di Super League,” pungkasnya.

Ujian nyali dan konsistensi sesungguhnya bagi pasukan Madura United akan langsung dibuktikan dalam hitungan hari. Sebuah pertarungan super berat sudah menanti di depan mata, di mana mereka harus menjamu raksasa Bali United pada pekan ke-31 Super League di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, Selasa (5/5/2026) mendatang.

Pelajaran Berharga dari Derbi Jatim, Arema FC Soroti Kejamnya Jadwal BRI Super League

0

Taktik.id – Sepak bola modern tidak hanya menguji kejeniusan taktik pelatih, tetapi juga batas ketahanan fisik manusia. Arema FC baru saja merasakan kejamnya kalender kompetisi BRI Super League 2025/26. Memasuki pekan ke-30, skuad Singo Edan mengalami kelelahan ekstrem yang berujung antiklimaks.

Dalam waktu yang sangat berdekatan, para pemain dipaksa melakoni dua partai “neraka”. Setelah menjalani laga bertensi tinggi yang menguras emosi dan fisik melawan Persib Bandung, mereka harus langsung menghadapi rival abadi, Persebaya Surabaya, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4).

Terkurasnya stamina ini menjadi faktor utama di balik kekalahan telak 0-4, sebuah sinyal bahwa rotasi dan pemulihan fisik dalam jadwal padat adalah hal yang krusial.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyadari betul bahwa ekspektasi publik seringkali berbenturan keras dengan realitas fisik para pemain di lapangan saat jadwal kompetisi sedang mencekik.

“Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derbi ini, sebab setelah tren positif saat melawan Persib. Namun hasilnya beda,” ujar pria yang biasa disapa Inal itu.

Kini, tantangan terbesar bagi Arema bukanlah sekedar mengembalikan kebugaran, melainkan menguji mentalitas dan etos kerja skuad. Dihadapkan dengan jadwal yang begitu padat dengan jarak away yang begitu jauh.

Empat pertandingan tersisa musim ini bukan lagi sekadar rutinitas penutup jadwal, melainkan ujian integritas bagi para pemain yang digaji untuk bertarung di lapangan hijau. Mengatasi kelelahan adalah bagian dari pekerjaan seorang atlet profesional.

“Untuk itu kami instruksikan secara tegas kepada tim agar empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal sebagai pembuktian profesionalisme mereka,” imbuhnya.

Namun, di balik anjloknya performa fisik tim, ada satu fenomena sosiologis yang sangat melegakan bagi sepak bola Indonesia. Berbeda dengan stigma masa lalu di mana kekalahan dalam sebuah derbi seringkali memicu reaksi negatif, Aremania kini menunjukkan evolusi kedewasaan yang luar biasa.

Publik sepak bola Malang Raya menanggapi kelelahan dan kekalahan timnya dengan nalar yang sehat. Tidak ada tindakan destruktif, yang ada hanyalah kritik membangun yang menyoroti kendala teknis dan jadwal.

Sikap elegan dari suporter inilah yang menjadi oase di tengah padat dan kerasnya industri sepak bola tanah air, membuktikan bahwa cinta pada klub tidak harus diwujudkan dengan amarah.

“Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respek dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Kami mengajak semua pihak untuk melihat ini murni sebagai persoalan teknis sepak bola,” pungkas Yusrinal Fitriandi.

Bertandang ke Markas Kabau Sirah, Madura United akan Diuji Mental dan Ketahanan Fisik

0

Taktik.id – Pertarungan di ujung jurang degradasi BRI Super League 2025/26 semakin memanas dan menguras emosi. Rabu sore (29/4), Stadion H. Agus Salim akan menjadi saksi bisu duel hidup-mati antara dua tim yang tengah berjuang mencari napas buatan, Semen Padang FC dan Madura United FC.

Bagi Laskar Sape Kerrab, lawatan ini bukan lagi sekadar urusan adu taktik di atas rumput hijau, melainkan sebuah ujian ketahanan mental untuk menenggelamkan tuan rumah lebih dalam, sekaligus menyelamatkan nasib mereka sendiri di kasta tertinggi.

Beban psikologis tentu sangat terasa. Semen Padang saat ini terpuruk satu setrip di bawah Madura United dengan defisit enam angka. Jika Madura United berhasil mencuri tiga poin pada pekan ke-30 ini, Lulinha dan kawan-kawan tidak hanya akan memberikan pukulan telak bagi mental lawan, tetapi juga mendapatkan tiket emas untuk melarikan diri dari zona merah.

Momentum ini sangat sempurna, mengingat posisi Persis Solo di ambang batas aman baru saja terguncang hebat usai dibantai Persija Jakarta empat gol tanpa balas, membuat peluang Madura United sedikit terbuka untuk lolos dari zona merah.

Di tengah jadwal kompetisi yang kejam dan tekanan psikologis yang mengimpit, Caretaker Pelatih Madura United, Rahmad Basuki, menyadari bahwa taktik secemerlang apa pun tidak akan berjalan tanpa kesiapan mental dan fisik. Fokus utamanya dalam waktu singkat ini bergeser pada pemulihan total pasukan tempurnya.

“Yang jelas kami lebih memfokuskan bagaimana mengembalikan kebugaran pemain dan juga tetap menjaga mentalitas serta keinginan untuk keluar dari zona degradasi, itu yang paling penting. Mudah-mudahan apa yang kami persiapkan pada tiga hari itu bisa berjalan dengan baik dalam pertandingan ini,” ujarnya saat konferensi pers sebelum pertandingan, Selasa (28/4).

Ujian terberat sesungguhnya bagi tim tamu adalah melawan kelelahan. Jeda istirahat yang hanya tiga hari diwarnai dengan perjalanan panjang melintasi pulau menuju Padang.

Laga sore ini dipastikan akan menjadi ajang adu daya tahan tubuh yang brutal. Meski demikian, pelatih yang akrab disapa RB itu menepis kekhawatiran terkait kondisi pasukannya dan memastikan Laskar Sape Kerrab siap bertempur habis-habisan.

“Tidak ada pemain yang terkendala dengan cedera, mungkin sedikit masalah kebugaran saja. Makanya, kami antisipasi dengan berangkat lebih awal ke sini, kami istirahat juga kemarin meskipun perjalanannya lumayan jauh. Tapi alhamdulillah ternyata pemain sangat menikmati saat perjalanan ke sini dan mereka bisa beristirahat dengan baik,” pungkasnya.

Efisien dan Mematikan: Persebaya Hancurkan Arema FC 4-0 di Derbi Jatim

0

Taktik.id – Statistik penguasaan bola seringkali menipu, dan Persebaya Surabaya baru saja membuktikannya dengan cara yang paling brutal. Meski hanya memegang 39 persen penguasaan bola, tim berjuluk Bajol Ijo sukses mempermalukan rival abadi mereka, Arema FC, dengan skor telak 0-4 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (28/4) sore.

Kemenangan ini menjadi bukti sahih bahwa efektivitas di depan gawang jauh lebih berharga daripada sekadar operan pendek di tengah lapangan. Dominasi semu Arema FC tak mampu membuahkan gol satupun pada pertandingan tadi sore.

Francisco Rivera menjadi bintang utama dalam laga ini dengan torehan brace dan 1 assist. Dua gol lainnya disumbangkan oleh Mikael Tata dan Jefferson Silva. Menariknya, Persebaya bermain sangat pragmatis namun sangat tajam, dengan total 9 tembakan. 7 mengarah ke gawang dan 4 menjadi gol.

Arema FC sebenarnya memberikan perlawanan sengit, namun disiplinnya lini belakang Persebaya dan transisi kilat dari bertahan ke menyerang membuat Singo Edan frustrasi sepanjang laga.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan bahwa perubahan skema di babak kedua adalah titik balik dari pesta gol ini. Meskipun menang besar, pria asal Portugal tersebut tetap menaruh hormat pada daya juang lawan.

“Kami berbicara saat jeda, kami melakukan beberapa koreksi tanpa bola. Dan kami memiliki peluang di babak kedua, peluang besar,” kata Coach Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Ia menambahkan bagaimana proses gol tersebut mengalir deras setelah kebuntuan pecah.

“Kami mencetak gol pertama dan setelah itu kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol kedua, kami mencetak gol kedua, kami mencetak gol ketiga, kami mencetak gol keempat,” lanjutnya.

Kemenangan empat gol ini terasa lebih spesial mengingat Arema FC datang dengan modal pertahanan yang solid, bahkan sempat menahan imbang pemuncak klasemen, Persib Bandung, di laga sebelumnya.

“Saya rasa tidak mudah mencetak empat gol melawan Arema. Coba tonton pertandingan terakhir mereka. Ini berarti tim saya telah bekerja keras. Sikap yang mereka tunjukkan hari ini, memberikan banyak solusi bagi para pemain yang menguasai bola, terutama di babak kedua, sangat bagus. Jadi, inilah arah yang perlu kita teruskan,” tandasnya.

Euforia ini harus segera dikelola dengan baik. Ujian berikutnya sudah menanti di depan mata. Persebaya akan kembali ke markas kebesaran mereka untuk menjamu PSBS Biak pada Sabtu (2/5) mendatang.

Tavares pun memberikan seruan bagi para pendukung setia untuk memadati stadion.

“Tanggal 2 Mei, kita akan menjalani pertandingan penting melawan PSBS di GBT. Sangat penting bagi kita untuk mendukung para pemain,” pungkasnya.