TAKTIK.ID – Tim nasional Spanyol resmi menobatkan diri sebagai juara Piala Dunia 2026. Skuad La Roja sukses menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam laga final dramatis yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu (extra time) di New York-New Jersey Stadium (Stadion MetLife), Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Kedua tim memperagakan sepak bola terbuka dan saling menyerang. Namun, kedisiplinan lini pertahanan dari masing-masing kubu membuat skor kacamata 0-0 bertahan hingga 90 menit waktu normal usai. Spanyol tampil mendominasi penguasaan bola, sementara Argentina sesekali mengancam lewat skema serangan balik cepat yang dipimpin oleh Lionel Messi.
Petaka bagi Argentina datang di menit-menit akhir babak kedua ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran keras. Bermain dengan 10 orang memaksa skuad asuhan Lionel Scaloni bertahan lebih dalam menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Spanyol.
Kebuntuan akhirnya pecah pada babak kedua perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-106. Berawal dari umpan silang Pedro Porro dari sisi kanan, Nico Williams menyundul bola ke arah Ferran Torres yang bebas di dalam kotak penalti. Dengan tenang, penyerang sayap asal Barcelona itu melepaskan tembakan voli keras yang menghujam sudut atas gawang Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Spanyol.
Ketegangan terus berlanjut hingga peluit panjang berbunyi. Usai laga, gelandang Argentina Leandro Paredes juga diganjar kartu merah oleh wasit akibat melakukan aksi protes berlebihan.
Kemenangan ini membawa Spanyol merengkuh gelar juara Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah, mengulangi kejayaan edisi 2010 di Afrika Selatan. Prestasi gemilang ini sekaligus menegaskan dominasi Spanyol di kancah sepak bola internasional setelah sebelumnya menjuarai Euro 2024.
Selain membawa pulang trofi emas, armada Luis de la Fuente juga memborong penghargaan individu. Gelandang jangkar Rodri terpilih sebagai Pemain Terbaik turnamen (Golden Ball), Unai Simon meraih Sarung Tangan Emas (Golden Glove) sebagai kiper terbaik, dan bek muda berbakat Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Sementara itu, gelar pencetak gol terbanyak (Golden Boot) diraih oleh striker Prancis, Kylian Mbappe.
TAKTIK.ID – Sebanyak 45 tim pelajar siap menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Indomaret Volleyball Tournament 2026 Seri Tulungagung. Kompetisi bola voli antarpelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat ini resmi dibuka di GOR Lembu Peteng, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026), dan akan berlangsung hingga 26 Agustus 2026.
Sebanyak 28 tim putra dan 17 tim putri dari Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek bersaing memperebutkan Piala Bupati Tulungagung. Tingginya jumlah peserta menjadi bukti besarnya antusiasme generasi muda terhadap olahraga bola voli sekaligus membuka panggung kompetitif bagi para pemain pelajar untuk mengasah kemampuan.
Namun, turnamen ini bukan sekadar tentang perebutan gelar juara. Indomaret Volleyball Tournament 2026 yang didukung AQUA juga menjadi salah satu jalur untuk menemukan pemain-pemain muda potensial yang berpeluang mendapatkan pembinaan lebih lanjut di Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI).
Manajer Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI), Sutono, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung sehingga kompetisi tersebut dapat digelar.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang memberikan izin dan dukungan untuk menyelenggarakan turnamen ini. Kegiatan ini merupakan bukti kepedulian Indomaret terhadap olahraga, khususnya bola voli,” ujar Sutono.
Menurutnya, Indomaret Volleyball Tournament menjadi kesempatan penting bagi para pelajar untuk menunjukkan kualitas sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi sejak usia sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat bagi adik-adik atlet bola voli di Tulungagung dan Trenggalek,” katanya.
Salah satu daya tarik utama Indomaret Volleyball Tournament 2026 adalah peluang bagi para peserta untuk menunjukkan potensi di hadapan Akademi Bola Voli Indomaret. Pemain-pemain yang memiliki kemampuan serta prospek pengembangan berpeluang diarahkan ke proses pembinaan yang lebih terstruktur.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaring atlet bola voli berbakat yang akan kami bina di Akademi Bola Voli Indomaret,” jelasnya.
Keberadaan kompetisi juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem bola voli di Tulungagung dan Trenggalek. Tidak hanya pemain yang mendapat pengalaman bertanding, tetapi klub dan lingkungan pembinaan di daerah juga diharapkan ikut terdorong untuk terus berkembang.
“Kami juga ingin menciptakan iklim kompetisi yang suportif dan menumbuhkan semangat untuk membina atlet maupun klub bola voli di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek,” tambah Sutono.
Seri Tulungagung merupakan bagian dari rangkaian Indomaret Volleyball Tournament 2026 yang pada tahun ini digelar di dua wilayah, yakni Probolinggo Raya dan Tulungagung.
Setelah lebih dahulu berlangsung di Kota Probolinggo, kompetisi kini hadir di Tulungagung dengan mempertemukan puluhan tim pelajar dari dua kabupaten. Indomaret berharap penyelenggaraan seri kedua ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan bola voli usia muda.
“Untuk tahun 2026 ini kami menyelenggarakan di dua wilayah, yakni Kota Probolinggo dan Tulungagung. Penyelenggaraan di Kota Probolinggo berjalan sukses dan lancar. Harapan kami penyelenggaraan di Tulungagung juga berlangsung sukses,” tuturnya.
Dispora Tulungagung: Bisa Lahirkan Atlet Berbakat Dukungan terhadap Indomaret Volleyball Tournament 2026 juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung menilai kompetisi antarpelajar seperti ini menjadi wadah positif untuk pengembangan prestasi olahraga di daerah.
“Kami berharap turnamen ini berjalan lancar. Kami dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung sangat mengapresiasi dan mendukung penuh adanya turnamen bola voli yang diadakan oleh Indomaret,” ujar Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Dispora Tulungagung, Gilang Zelakusuma.
Menurut Gilang, turnamen ini berpeluang menjadi tempat lahirnya pemain-pemain muda potensial yang kelak mampu membawa nama Tulungagung di level yang lebih tinggi.
“Ini merupakan kegiatan positif. Kami berharap kegiatan ini bisa memunculkan atlet-atlet berbakat di bidang bola voli dari Kabupaten Tulungagung,” katanya.
Dengan 45 tim yang bersaing selama sepekan, Indomaret Volleyball Tournament 2026 Seri Tulungagung menjadi panggung penting bagi para pelajar untuk menguji kemampuan, merasakan atmosfer pertandingan kompetitif, sekaligus membuktikan potensi terbaik mereka.
Menggandeng AQUA, Indomaret Volleyball Tournament 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kompetisi yang dapat mendukung perkembangan olahraga bola voli di berbagai daerah. Melalui ajang ini, Indomaret berharap semakin banyak pemain muda memperoleh pengalaman bertanding, menemukan potensi terbaiknya, serta memiliki kesempatan untuk berkembang menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.
TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya mulai memusatkan perhatian pada persiapan akhir menuju Super League 2026/27. Skuad Bajul Ijo tiba di Thailand Selasa,(18/8/26) sore, untuk jalani pemusatan latihan atau training camp hingga 27 Agustus mendatang.
Agenda tersebut menjadi bagian penting dari persiapan Green Force sebelum menghadapi kompetisi resmi yang menuntut kesiapan fisik, taktik, dan konsistensi selama pertandingan.
Selama menjalani TC di Thailand, Persebaya memastikan tidak banyak informasi mengenai aktivitas tim yang akan disampaikan kepada publik. Manajemen memilih memberikan ruang privasi kepada pemain dan tim pelatih, terutama karena sejumlah sesi latihan akan berlangsung secara tertutup.
“Untuk dulur-dulur Bonek dan seluruh pecinta Persebaya, mohon maaf bila Cak Min minim update dalam rangkaian training camp di Thailand ini. Tim butuh privasi dan latihan tertutup menjelang Super League,” demikian pernyataan Persebaya.
Keputusan tersebut menunjukkan keseriusan Persebaya dalam memanfaatkan TC sebagai kesempatan untuk melakukan pembenahan sebelum kompetisi dimulai. Tim pelatih memiliki waktu untuk mengevaluasi performa pemain sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tekanan pertandingan resmi.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sebelumnya menegaskan bahwa persiapan tim masih membutuhkan banyak pekerjaan. Menurutnya, kondisi fisik dan konsentrasi pemain harus terus ditingkatkan karena situasi di kompetisi resmi akan berbeda dibandingkan pramusim.
“Kami masih harus bekerja keras karena di kompetisi nanti kami tidak akan memiliki kesempatan melakukan pergantian pemain sebanyak seperti di pramusim. Karena itu, kondisi fisik dan fokus selama 90 menit harus terus ditingkatkan,” ucapnya.
Tavares juga mengingatkan skuad Bajul Ijo agar tidak terlena dengan hasil yang didapat selama pramusim. Baginya, performa dalam laga uji coba harus menjadi bahan evaluasi, bukan alasan bagi tim untuk berpuas diri.
Setiap pertandingan pramusim digunakan untuk mengukur perkembangan sekaligus menemukan kelemahan yang masih harus diperbaiki. Hal itu menjadi salah satu fokus utama selama persiapan menuju Super League.
“Target utama kami tetap mempersiapkan tim. Karena itu, beberapa pemain juga kami coba di posisi yang berbeda. Kami tidak hanya akan bermain di Super League, tetapi juga memiliki kompetisi lain. Kami harus memastikan pemain lokal juga siap di berbagai posisi,” tandasnya.
Dengan TC di Thailand hingga 27 Agustus, Persebaya memiliki kesempatan untuk mematangkan berbagai aspek sebelum memasuki persaingan Super League. Selain kondisi fisik, fleksibilitas pemain dan kesiapan menghadapi lebih dari satu kompetisi menjadi perhatian Tavares.
Bagi Bajul Ijo, rangkaian persiapan ini bukan sekadar mengejar hasil pramusim. Fokus utama adalah membangun tim yang benar-benar siap menghadapi tuntutan kompetisi resmi sejak pertandingan pertama.
TAKTIK.ID – Porbikawa Jawa Timur (Jatim) memasang target tinggi pada International Karate Championship Piala Kemenpora RI 2026 yang akan berlangsung di Yogyakarta, 28-30 Agustus 2026. Lebih dari 100 karateka Porbikawa Jatim dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Ketua Umum Pengprov Porbikawa Jatim, Kandradi Lookman, mengatakan para atlet saat ini terus mematangkan persiapan melalui latihan di dojo masing-masing. Persiapan tersebut dilakukan untuk mengejar prestasi terbaik di ajang yang mempertemukan karateka dari berbagai daerah dan negara.
“Sekitar 100 lebih atlet karate dari Porbikawa akan turun Kejuaraan International Karate Championship Piala Kemenpora RI di Yogjakarta dan target kita meraih juara dan saat ini para atlet sudah mempersiapkan diri,” kata Kandradi Lookman yang baru saja dilantik sebagai Ketua Pengprov Porbikawa Jatim, akhir pekan lalu di Empire Hotel Surabaya.
Target juara tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Porbikawa Jatim. Selain membawa nama perguruan, para karateka juga diharapkan mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia melalui prestasi di level internasional.
Kandradi menegaskan, agenda Porbikawa Jatim tidak hanya berorientasi pada prestasi di arena pertandingan. Setelah dipercaya memimpin Pengprov Porbikawa Jatim, ia juga menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan dan regenerasi atlet.
Salah satu fokusnya adalah memperluas jaringan Pengcab Porbikawa di Jawa Timur. Saat ini, Porbikawa Jatim telah memiliki delapan Pengcab yang tersebar di Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Jombang.
“Kita akan terus mengembangkan pengcab Porbikawa di Jatim, selain itu kita juga akan memperkuat pembinaan dengan memberdayakan para pelatih agar bisa membina atlet yang bisa meraih prestasi,” katanya.
Penguatan pembinaan atlet menjadi bagian penting dari strategi Porbikawa Jatim. Dengan semakin banyak Pengcab dan pelatih yang aktif, diharapkan muncul lebih banyak karateka potensial yang mampu bersaing dalam kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
Dukungan juga datang dari Ketua PB Porbikawa, Totok Lusida. Ia berharap para karateka Porbikawa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di International Karate Championship Piala Kemenpora RI 2026.
Porbikawa sendiri memiliki sejarah panjang dalam pembinaan karate di Indonesia. Perguruan yang didirikan Tan Sing Tjay (Soetikno) pada 1949 di Surabaya tersebut kini terus berupaya memperluas eksistensinya di berbagai wilayah Indonesia.
Totok mengatakan pengembangan organisasi menjadi salah satu agenda besar PB Porbikawa ke depan. Saat ini Porbikawa telah hadir di tujuh provinsi dan ditargetkan terus berkembang hingga menjangkau lebih banyak daerah.
“Saat ini Porbikawa sudah ada tujuh provinsi dan harapan saya bisa berkembang menjadi 19 provinsi,” katanya.
Dengan persiapan lebih dari 100 atlet, target juara di Yogyakarta sekaligus menjadi momentum bagi Porbikawa Jatim untuk membuktikan hasil pembinaan mereka. Jika mampu meraih prestasi maksimal, kiprah tersebut dapat menjadi pijakan penting bagi pengembangan karateka Porbikawa di level nasional dan internasional.
TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas klub Malaysia, Penang FC, dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (15/8/2026). Meski berakhir dengan kemenangan, pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Bajul Ijo sebelum menghadapi kompetisi resmi pada September mendatang.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan apresiasi kepada para pemain yang tampil pantang menyerah sepanjang pertandingan. Pelatih asal Portugal itu juga memberikan kredit kepada suporter yang hadir langsung di Stadion GBT dan memberikan dukungan dari tribun.
Namun, Tavares tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang masih terlihat dalam permainan Persebaya. Salah satu perhatian utama berada pada performa Bajul Ijo di babak pertama.
Menurut Tavares, Persebaya masih memberikan terlalu banyak kesempatan kepada Penang FC untuk melepaskan tembakan. Di sisi lain, intensitas serangan Persebaya belum cukup tinggi untuk memberikan tekanan maksimal kepada tim lawan.
“Saya pikir di babak pertama kami membiarkan tim lawan terlalu sering menembak ke gawang kami, dan kami tidak terlalu sering menembak. Saya pikir kami bisa melakukan yang lebih baik, tetapi ada juga momen-momen bagus di babak pertama,” kata Tavares.
Situasi kemudian berubah setelah memasuki babak kedua. Persebaya mulai tampil lebih agresif setelah memasukkan sejumlah pemain andalan. Permainan Bajul Ijo menjadi lebih hidup dan peluang untuk mencetak gol pun lebih banyak tercipta.
Meski demikian, Tavares masih menemukan persoalan yang perlu segera diperbaiki. Transisi dari menyerang ke bertahan menjadi salah satu pekerjaan rumah Persebaya. Beberapa kali pemain Bajul Ijo dinilai memberikan ruang yang dapat dimanfaatkan lawan untuk mengancam pertahanan.
“Tetapi saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus, pertandingan yang intens. Tim lawan juga memiliki tim yang bagus, yang membuat kami harus tetap fokus. Ada banyak hal yang bisa kita tingkatkan untuk menjadi tim yang lebih baik,” kata Tavares mengakhiri.
Kemenangan atas Penang FC pun tidak sekadar menjadi hasil positif dalam laga uji coba. Bagi Tavares dan jajaran pelatih, pertandingan tersebut menjadi simulasi penting untuk mengukur kesiapan tim sebelum kompetisi resmi bergulir.
Dengan waktu efektif sekitar dua pekan, fokus Persebaya selanjutnya diarahkan pada peningkatan kondisi fisik pemain. Jajaran pelatih juga akan memanfaatkan sisa masa persiapan untuk membenahi berbagai aspek permainan yang masih menjadi catatan.
Hasil 1-0 atas Penang FC menjadi modal positif, tetapi evaluasi Tavares menunjukkan bahwa Persebaya masih memiliki pekerjaan rumah sebelum benar-benar siap menghadapi persaingan kompetisi resmi pada September 2026.
TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya kembali melanjutkan agenda pramusim dengan menghadapi Penang FC dalam laga bertajuk International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (15/8) malam WIB.
Meski hanya berstatus pertandingan persahabatan, pelatih Persebaya Bernardo Tavares memastikan laga kontra klub asal Malaysia tersebut tetap menjadi bagian penting dalam persiapan Bajol Ijo menuju Super League 2026/2027.
Pelatih asal Portugal itu ingin pertandingan melawan Penang FC dimanfaatkan untuk mengembangkan permainan Persebaya, baik secara individu maupun kolektif.
“Besok merupakan pertandingan pramusim yang penting bagi kami untuk terus mempersiapkan tim. Target utama kami adalah mengembangkan tim, tidak hanya secara individu, tetapi juga secara kolektif,” ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers, Jumat (14/8).
Persebaya datang dengan modal positif setelah menjalani enam pertandingan pramusim. Rinciannya, satu laga home game menghadapi PSIS Semarang serta lima pertandingan di Piala Presiden 2026.
Perjalanan tersebut berakhir manis setelah Persebaya berhasil keluar sebagai juara Piala Presiden 2026. Namun, keberhasilan tersebut tidak membuat Tavares mengendurkan tuntutan terhadap skuadnya.
Sebaliknya, laga melawan Penang FC menjadi kesempatan bagi sang pelatih untuk kembali mengevaluasi perkembangan pemain. Beberapa pemain yang sebelumnya minim menit bermain berpeluang mendapatkan kesempatan tampil.
“Kami akan melihat beberapa pemain yang sebelumnya belum mendapat banyak menit bermain. Saya selalu ingin memberikan kesempatan kepada pemain yang menunjukkan performa bagus dalam latihan,” jelasnya.
Rotasi pemain kemungkinan besar akan dilakukan Persebaya dalam pertandingan melawan Penang FC. Namun, Tavares menegaskan perubahan susunan pemain tidak boleh memengaruhi karakter permainan yang tengah dibangun.
Menurutnya, setiap pemain yang mendapat kesempatan harus mampu menjaga standar permainan tim, termasuk dari sisi intensitas dan agresivitas.
“Perubahan satu atau dua pemain dari komposisi sebelumnya tidak boleh menjadi alasan bagi tim untuk kehilangan intensitas, agresivitas, maupun identitas permainan Persebaya,” tegas pelatih asal Portugal.
Penang FC juga menjadi lawan yang tidak boleh diremehkan. Pada musim sebelumnya, The Panthers mengakhiri kompetisi Liga Malaysia di posisi kedelapan dengan koleksi 25 poin.
Kualitas lawan tersebut justru dinilai Tavares bisa memberikan manfaat bagi Persebaya dalam proses persiapan. Ia ingin anak asuhnya terbiasa mempertahankan standar permainan, terlepas dari status pertandingan yang dijalani.
“Pertandingan seperti ini penting karena jika kami ingin menjadi tim yang baik, kami harus serius di setiap pertandingan pramusim. Dengan menjalankan tanggung jawab dan memberikan yang terbaik, kami bisa terus berkembang,” tuturnya.
Laga Persebaya vs Penang FC juga memiliki arti khusus karena dimainkan di hadapan Bonek dan Bonita. Dukungan suporter di Stadion Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi para pemain.
Terlebih, Bajol Ijo baru saja membawa pulang trofi Piala Presiden 2026. Kini, Persebaya ingin melanjutkan momentum positif tersebut sekaligus mematangkan tim sebelum kompetisi Super League 2026/2027 bergulir.
“Melawan Penang besok kami bermain di kandang sendiri di hadapan Bonek dan Bonita. Karena itu, sejak peluit pertama berbunyi, kami harus berusaha memenangi pertandingan,” pungkas Coach Tavares.
TAKTIK.ID – KONI Jawa Timur (Jatim) memperkuat langkah pembinaan olahraga dengan menggandeng Pemerintah Negara Bagian Australia Barat melalui penandatanganan Technical Agreement di bidang olahraga.
Kerja sama yang ditandatangani pada Rabu (12/8) tersebut menjadi bagian dari upaya Jatim meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus memperkuat fondasi prestasi menuju PON XXII 2028. Kolaborasi ini bukan sekadar hubungan kelembagaan.
KONI Jatim dan Australia Barat sepakat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, mulai dari olahraga prestasi, pendidikan olahraga, pembinaan atlet berbakat, olahraga rekreasi, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga pengembangan industri olahraga. Salah satu sektor yang mendapat perhatian utama adalah penerapan sport science dalam pembinaan atlet. Melalui kerja sama tersebut, Jatim berpeluang mendapatkan transfer pengetahuan dan pengalaman terkait program latihan, evaluasi beban latihan, peningkatan kualitas pelatih, hingga identifikasi talenta olahraga.
Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menilai Australia Barat merupakan mitra strategis karena memiliki pengalaman dan sistem pengembangan olahraga yang dinilai maju.
“Kami memandang Australia, khususnya Australia Barat, sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, sistem, dan keahlian yang maju dalam pengembangan olahraga prestasi,” kata Muhammad Nabil, Rabu (12/8).
Menurut Nabil, kerja sama tersebut harus menghasilkan program konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas atlet dan ekosistem olahraga Jawa Timur.
Dukungan teknis dan transfer keahlian dinilai penting, terutama untuk mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di level nasional maupun internasional.
“Bagi Jawa Timur, dukungan teknis dan transfer keahlian sangat penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional, khususnya PON XXII Tahun 2028,” ujar Muhammad Nabil.
Nabil juga menekankan pentingnya mengubah pola pembinaan atlet agar semakin berbasis data, ilmu pengetahuan, dan evaluasi berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan olahraga tidak diraih secara kebetulan, tetapi dibangun melalui perencanaan yang matang, kepelatihan berkualitas tinggi, dukungan ilmiah, kedisiplinan, serta evaluasi yang berkelanjutan,” katanya.
Tak Hanya Atlet, Pelatih Juga Jadi Sasaran Kerja sama KONI Jatim dan Australia Barat tidak hanya menyasar atlet. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia olahraga juga menjadi bagian penting dalam Technical Agreement tersebut.
Pelatih, administrator, serta personel pengelola olahraga dapat mengikuti berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas. Dengan demikian, transfer pengetahuan diharapkan tidak berhenti pada atlet, tetapi juga memperkuat ekosistem pembinaan secara keseluruhan.
Aspek lain yang masuk dalam kerja sama meliputi rehabilitasi medis olahraga, penelitian, pengumpulan data dan statistik olahraga, serta pengelolaan fasilitas dan peralatan olahraga.
Kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam pencegahan penggunaan obat-obatan terlarang dalam olahraga serta peningkatan tata kelola olahraga.
Sementara untuk olahraga masyarakat, kerja sama diarahkan pada pengembangan program berbasis komunitas. Tujuannya meningkatkan partisipasi sekaligus memperluas budaya olahraga di masyarakat.
Kerja sama terbaru ini menjadi kelanjutan hubungan Sister-State Jawa Timur dan Australia Barat yang telah terjalin sejak 1991. Bryce Green, WA Government Investment and Trade Commissioner to Indonesia, menyambut positif kelanjutan kolaborasi tersebut. Ia menilai hubungan historis antara kedua wilayah menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di bidang olahraga.
“Kerja sama ini memang layak dilakukan dan dilanjutkan karena Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Demikian juga, khususnya dengan KONI Jawa Timur, yang sejak 2019 sudah menjalin kerja sama,” ujar Bryce.
Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, juga turut menyambut positif kerja sama tersebut. Bahkan, ia mengungkapkan dirinya sebagai Bonek, sebutan bagi pendukung Persebaya Surabaya.
Perjanjian teknis ini berlaku selama empat tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.
Dengan kombinasi pengalaman Australia Barat dan potensi atlet Jawa Timur, kerja sama ini diharapkan melahirkan pola pembinaan yang semakin modern dan terukur. Penerapan sport science, peningkatan kapasitas pelatih, identifikasi talenta, serta evaluasi program menjadi modal penting Jatim untuk memburu prestasi lebih tinggi, khususnya pada PON XXII 2028.
TAKTIK.ID — Kesehatan mental atlet muda mulai mendapat perhatian serius dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Melalui deklarasi kampanye “Ayah Bunda, Anak Laki-lakimu Butuh Kamu”, KONI Jatim mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi atlet untuk berbicara mengenai tekanan dan persoalan yang mereka hadapi.
Deklarasi tersebut melibatkan tiga pihak, yakni KONI Jatim, Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Surabaya, dan RSD Prof. Moeljono, Menur, Surabaya.
Langkah ini dinilai penting karena atlet muda tidak hanya menghadapi tuntutan untuk berprestasi, tetapi juga tekanan dari keluarga, pelatih, lingkungan sosial hingga target yang mereka tetapkan sendiri.
Direktur RSD Prof. Moeljono, Menur, Surabaya, Vitria Dewi, mengungkapkan bahwa persoalan kesehatan mental lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan, baik pada kelompok anak-anak maupun dewasa.
“Masalah mental itu lebih banyak di laki-laki daripada perempuan. Mau anak-anak, mau dewasa, itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan,” ujar Vitria.
Menurut Vitria, salah satu persoalan yang perlu diubah adalah stigma terhadap anak laki-laki yang dianggap tidak boleh menunjukkan emosi atau kelemahan. Padahal, kebiasaan memendam persoalan justru dapat meningkatkan tekanan yang mereka rasakan.
“Anak laki-laki kok cengeng, kok banyak omong. Tapi di situlah sebenarnya dia memendam perasaannya yang harusnya ada suara yang kita semua mendengarkan,” katanya.
Kondisi tersebut juga dinilai relevan dengan kehidupan atlet muda. Sebagai atlet, mereka dituntut tampil maksimal sekaligus membawa harapan keluarga dan daerah dalam berbagai kompetisi.
Tekanan dapat muncul ketika atlet harus memenuhi target tertentu, termasuk tuntutan untuk meraih medali. Jika target tersebut tidak sesuai dengan kapasitas atlet, tekanan psikologis dapat semakin besar.
“Bisa saja, mereka ditarget atau menargetkan diri harus menang, ditarget harus medali emas. Padahal, itu justru menjadi beban besar yang ia rasa di luar batas kemampuannya. Tapi dia enggak berani mengungkapkan pada orang tuanya. Itu bisa saja menjadi satu tekanan luar biasa,” jelasnya.
Ketua FPPI Surabaya, Nenny W. Gunarso, menilai anak laki-laki juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta ruang untuk mengungkapkan perasaan.
“Anak perempuan dan laki-laki itu sama-sama berhak mendapatkan kasih sayang, sama-sama berhak mendapatkan pelukan hangat. Enggak ada beda di sana,” ujarnya.
Nenny menilai kebiasaan menahan emosi karena takut dianggap lemah atau cengeng dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak. Karena itu, orang tua didorong untuk lebih terbuka dalam mendengarkan dan memahami kondisi anak laki-laki.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan bahwa persoalan mental merupakan bagian penting dalam pembinaan atlet. Menurutnya, atlet yang mengalami tekanan berlebihan sebelum pertandingan berpotensi kehilangan fokus dan performa terbaiknya.
“Jangan sampai sebelum tanding sudah tegang, sudah nervous, sudah muncul masalah. Potensi kemenangannya juga pasti tereduksi cukup besar,” kata Nabil.
Sebagai langkah konkret, KONI Jatim berencana menjalin kerja sama dengan RSD Prof. Moeljono. Salah satu program yang disiapkan adalah menghadirkan ruang santai atau ruang cangkrukan yang dapat digunakan atlet untuk beristirahat, bersosialisasi, dan mengurangi tekanan.
“Kita akan MOU dengan Rumah Sakit Daerah Prof. Moeljono. Segera,” tegasnya.
Program tersebut nantinya tidak hanya ditujukan bagi atlet laki-laki. Nabil memastikan fasilitas dan dukungan kesehatan mental tersebut akan diperuntukkan bagi seluruh atlet KONI Jatim.
Kolaborasi KONI Jatim, FPPI Surabaya, dan RSD Prof. Moeljono diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis atlet.
Dengan adanya ruang aman bagi atlet untuk berbicara dan mendapatkan dukungan, pembinaan di Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan atlet yang tidak hanya kuat secara fisik dan kompetitif di lapangan, tetapi juga memiliki mental yang sehat dalam menghadapi tekanan prestasi.
TAKTIK.ID — Dunia olahraga prestasi Jawa Timur kini menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebanyak 14 mahasiswa mendapat kesempatan menjalani magang di sejumlah cabang olahraga (cabor) Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur.
Program tersebut menjadi bagian dari skema magang berdampak yang melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa. Tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, mahasiswa diajak melihat secara langsung bagaimana proses pembinaan atlet berlangsung di lingkungan olahraga prestasi.
Para mahasiswa berasal dari Program Studi Kepelatihan Olahraga (PKO), Manajemen Olahraga, dan Pendidikan Jasmani. Mereka akan berinteraksi dengan pelatih serta mengikuti aktivitas pembinaan yang selama ini lebih banyak dipelajari melalui teori di bangku perkuliahan.
Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Irmantara Subagio, menilai lingkungan Puslatda dapat menjadi tempat yang tepat bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan.
“Ini sebenarnya program wajib dari seluruh perguruan tinggi, magang berdampak yang diwajibkan seluruh mahasiswa untuk melihat dunia nyata, khususnya dunia industri, baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata Irmantara.
Belajar Langsung dari Pelatih dan Atlet Puslatda Jatim Bagi mahasiswa Kepelatihan Olahraga, pengalaman berada di tengah program Puslatda memberikan kesempatan untuk memahami pembinaan atlet secara lebih konkret.
Mereka tidak hanya melihat proses latihan, tetapi juga dapat mempelajari bagaimana program latihan disusun, diterapkan, hingga dievaluasi berdasarkan perkembangan atlet.
“Mereka sudah bertemu langsung dengan para pelatih untuk bisa melaksanakan kegiatan kurang lebih selama dua bulan,” ujarnya.
Sebanyak 14 mahasiswa PKO tersebut ditempatkan di enam cabor, yakni renang, muay thai, IBCA MMA, pencak silat, taekwondo, dan wushu.
Selama menjalani program, mereka diharapkan aktif mengikuti proses latihan sekaligus memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
“Mereka akan membantu maksimal untuk mengaplikasikan ilmu yang ada dan diterapkan dalam dunia nyata. Mereka mungkin nanti akan mendapatkan pengalaman yang cukup banyak dan bisa diimplementasikan dalam sistem SKS,” jelasnya.
Tak Hanya Melatih, Mahasiswa Belajar Mengelola Olahraga Kolaborasi KONI Jatim dan Unesa juga tidak hanya menyasar mahasiswa yang memiliki latar belakang kepelatihan.
Sekitar 10 mahasiswa Manajemen Olahraga turut terlibat dalam program tersebut. Mereka diarahkan untuk mendapatkan pengalaman di bidang administrasi dan pengelolaan kegiatan olahraga di lingkungan KONI.
Sementara itu, dua mahasiswa Pendidikan Jasmani juga memperoleh kesempatan untuk berkontribusi. Penempatan mereka dapat disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk membantu kegiatan teknis seperti tes fisik maupun pekerjaan administrasi.
Dengan demikian, program magang tersebut memberikan gambaran yang lebih luas mengenai ekosistem olahraga prestasi. Mahasiswa dapat melihat bahwa keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada proses latihan, tetapi juga membutuhkan manajemen dan administrasi yang berjalan baik.
KONI Jatim Buka Peluang Kolaborasi Lebih Luas Irmantara berharap program magang ini dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman profesional, sedangkan KONI dan cabor mendapatkan tambahan sumber daya untuk mendukung proses pembinaan.
“Mudah-mudahan dengan program magang ini terjadi simbiosis mutualisme. Mahasiswa dapat pengalaman banyak, cabor bisa terbantu dan ada percepatan untuk monitoring kegiatan latihan maupun sistem latihannya,” tuturnya.
Pengalaman selama dua bulan di lingkungan Puslatda juga diharapkan menjadi modal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional. Terlebih, mereka berkesempatan memahami secara langsung standar kerja dan tantangan yang dihadapi dalam olahraga prestasi.
Tidak menutup kemungkinan, mahasiswa yang menunjukkan kemampuan serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dapat memperoleh ruang keterlibatan lebih jauh dalam pembinaan olahraga prestasi.
Kolaborasi KONI Jatim dan Unesa ini pada akhirnya tidak hanya menjadi program magang mahasiswa. Lebih jauh, kegiatan tersebut berpotensi menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan sumber daya manusia olahraga yang memahami kebutuhan pembinaan atlet secara langsung.
Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga pun diharapkan dapat terus berkembang, sehingga ekosistem olahraga prestasi Jawa Timur memiliki tenaga profesional yang tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga matang melalui pengalaman di lapangan.
TAKTIK.ID – Atlet Muaythai Kabupaten Kediri, Dwi Nur Halimah, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai 2026 di GOR Bang Yan, Kota Bekasi.
Kejurnas Muaythai tersebut berlangsung pada 4-9 Agustus 2026. Keberhasilan Dwi meraih podium tertinggi menjadi catatan penting bagi olahraga Kabupaten Kediri sekaligus membuka peluang besar bagi sang atlet untuk menjadi salah satu andalan daerah pada Porprov Jawa Timur 2027.
Dwi menjadi satu-satunya atlet asal Kabupaten Kediri yang lolos seleksi untuk tampil mewakili daerah di ajang nasional tersebut. Kesempatan itu berhasil dimaksimalkan dengan torehan medali emas.
Bagi Kabupaten Kediri, prestasi Dwi tidak sekadar menambah koleksi medali di tingkat nasional. Capaian tersebut juga menjadi gambaran keberhasilan proses pembinaan atlet Muaythai yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, memberikan apresiasi atas keberhasilan Dwi. Ia menilai prestasi tersebut membuktikan bahwa atlet Kabupaten Kediri memiliki kemampuan untuk bersaing di level nasional.
“Alhamdulillah, kami dari KONI Kabupaten Kediri menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dwi Nur Halimah atlet Muaythai Kabupaten Kediri yang berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional Muaythai di Bekasi,” ujarnya Selasa (11/8/2026).
Menurut Hakim, keberhasilan menjadi juara nasional tidak diperoleh secara instan. Ada proses panjang yang melibatkan kedisiplinan atlet, kerja keras dalam latihan, pendampingan pelatih, dukungan keluarga, hingga pembinaan dari organisasi olahraga.
“Menjadi juara di tingkat nasional adalah sebuah kebanggaan, bukan hanya bagi atlet dan keluarga, tetapi juga bagi Kabupaten Kediri. Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Kabupaten Kediri mampu bersaing dan berprestasi di level nasional,” terangnya.
Emas Kejurnas Jadi Modal Menuju Porprov Jatim 2027 Medali emas di Bekasi kini menjadi modal berharga bagi Dwi untuk menatap agenda yang lebih besar. Atlet tersebut masuk dalam proyeksi kekuatan Muaythai Kabupaten Kediri untuk Porprov Jawa Timur 2027.
Karena itu, capaian di Kejurnas Muaythai 2026 diharapkan menjadi awal bagi Dwi untuk terus berkembang, bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. KONI Kabupaten Kediri meminta Dwi mempertahankan konsistensi latihan sekaligus meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental bertanding.
“Kami berharap keberhasilan ini jangan sampai membuat kita cepat puas. Juara 1 adalah awal dari perjalanan yang lebih besar. Tetap rendah hati, terus berlatih, tingkatkan kemampuan, jaga disiplin dan mental bertanding, sehingga ke depan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi, bahkan membawa nama Kabupaten Kediri dan Jawa Timur ke tingkat internasional,” jelasnya.
“Wakil Ketua Muaythai Kabupaten Kediri, Acm. Kurniawan Dwi S, juga berharap prestasi tersebut menjadi pemacu semangat bagi Dwi dalam menghadapi persaingan berikutnya.
“Saya pribadi berharap dwi tidak berpuas diri dengan hasil kejurnas ini sehingga tetap rajin berlatih dan terus menempa diri agar bisa menjadi salah satu penyumbang medali untuk kab kediri di ajang porprov 2027 nanti,” ungkapnya.
Muaythai Kediri Bidik Lima Medali di Porprov 2027 Selain mempersiapkan Dwi sebagai salah satu calon andalan, Pengurus Muaythai Kabupaten Kediri juga telah memasang target untuk Porprov Jawa Timur 2027. Target tersebut adalah mengulang capaian positif pada Porprov 2025 dengan membidik sedikitnya lima medali.
“Untuk terget kami selaku pengurus berharap bisa mengulang hasil positif di proprov 2025 kemarin dengan target minimal memperoleh 5 medali,” katanya. Dengan demikian, keberhasilan Dwi Nur Halimah di Kejurnas Muaythai 2026 memiliki arti penting dalam persiapan Kabupaten Kediri menuju Porprov Jatim 2027. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi atlet terus berjalan sekaligus memberikan tambahan kepercayaan diri bagi cabang olahraga Muaythai.
KONI Kabupaten Kediri pun memastikan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan atlet berprestasi, terutama cabang olahraga yang memiliki potensi menyumbangkan medali bagi daerah.
“KONI Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan olahraga prestasi, termasuk memberikan ruang dan dukungan kepada cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” pungkas Hakim.
TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya sukses menorehkan sejarah dengan menjuarai Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Persib Bandung melalui drama adu penalti 6-5. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada laga final yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8) malam.
Gelar ini menjadi trofi pertama Persebaya di ajang Piala Presiden sekaligus menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Bajol Ijo menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027.
Seperti pertandingan – pertandingan sebelumnya pada babak kedua, pelatih Bernardo Tavares melakukan pergantian untuk penyegaran pemainnya. Salah satu yang paling krusial di posisi penjaga gawang dengan memasukkan Reza Arya menggantikan Ernando Ari.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari strategi rotasi tim untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus memberi kesempatan kepada seluruh anggota skuad berkontribusi di partai puncak. Jika dilihat dari jadwal pertandingan antara semifinal dengan partai final yang hanya berselang satu hari, pergantian ini memang sangat penting untuk kondisi pemain.
Selepas turun minum, Persib tampil lebih agresif dan mengambil alih penguasaan bola. Maung Bandung terus menekan melalui kombinasi serangan dari kedua sisi lapangan, namun pertahanan disiplin Persebaya mampu meredam berbagai ancaman.
Pada menit ke-50, Riyan Ardiansyah melakukan penyelamatan krusial dengan memutus serangan berbahaya Persib sebelum berkembang menjadi peluang emas.
Persebaya kemudian merespons lewat bola mati pada menit ke-62. Sundulan Yuran Fernandes yang menyambut umpan dari situasi set piece hampir membuahkan gol, tetapi masih berhasil disapu pemain bertahan Persib tepat di depan garis gawang.
Bernardo Tavares kembali melakukan penyegaran pada menit ke-64 dengan memasukkan Toni Firmansyah, Ricky Pratama, dan Yann Mabella menggantikan Arief Catur Pamungkas, Malik Risaldi, serta Rachmat Irianto.
Laga berlangsung semakin terbuka memasuki pertengahan babak kedua. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan, namun rapatnya organisasi pertahanan membuat skor tetap tidak berubah.
Pada menit ke-80, Gledson Paixao masuk menggantikan Ramadhan Sananta untuk menambah keseimbangan lini tengah. Tiga menit berselang, Risto Mitrevski hampir membawa Persebaya unggul melalui tendangan bebas, namun bola masih melebar tipis dari sasaran.
Hingga lima menit tambahan waktu berakhir, skor 1-1 tetap bertahan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.
Persebaya langsung menggebrak pada awal babak tambahan waktu. Baru satu menit berjalan, Miguel Pereira nyaris mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan umpan dari sisi sayap. Sayangnya, bola masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Persib. Pertandingan kembali berjalan sengit dengan kedua tim saling bergantian menguasai permainan. Namun, disiplin pertahanan membuat tidak ada gol tambahan hingga babak pertama extra time usai.
Memasuki babak kedua extra time, intensitas pertandingan tetap tinggi. Momen penting terjadi pada menit ke-111 ketika Persib harus bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Francisco Rivera.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Di momen inilah Reza Arya tampil sebagai pahlawan Persebaya. Kiper berusia 26 tahun itu berhasil menggagalkan dua tendangan penalti pemain Persib. Meski satu eksekusi Yuran Fernandes gagal berbuah gol, para penendang Persebaya lainnya mampu menjalankan tugas dengan sempurna. Bajol Ijo pun memastikan kemenangan 6-5 dan berhak mengangkat trofi Piala Presiden 2026.
Keberhasilan tersebut bukan hanya mengakhiri perjalanan Persebaya di turnamen pramusim dengan hasil sempurna, tetapi juga menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Bernardo Tavares untuk menatap kompetisi resmi musim 2026/2027 dengan penuh optimisme.