Beranda blog Halaman 39

Perombakan Kursi Kepelatihan Persebaya Surabaya

0

Kedatangan pelatih baru membuat Persebaya harus merombak tim kepelatihannya. Eduardo Perez tidak datang sendiri, kedatangannya di Surabaya juga diikut dua asistennya yaitu, Shin Sang-gyu dan Felipe Americo Matins.

Gerbong baru yang bergabung bersama Persabaya untuk Liga 1 musim 2025/2026 ini menjadikan adanya pergeseran di jajaran kepelatigan. Mereka berdua menggantikan posisi Benny Van Brukuelen sebagai pelatih kiper dan Muhammad Alimudan yang salama tiga tahun menjadi pelatih fisik Greem Force.

Mereka bertiga resmi diperkenalkan melalui Instagram resmi Persabaya @officialpersebaya Selasa 3 Juni kemarin.

“Kabinet kepelatihan yang akan menahkodai Green Force Liga 1 musim 2025/2026 yaitu Eduardo Perez Moran (Pelatih Kepala), Shin Sang-gyu (Asisten Pelatih), Uston Nawawi (Asisten Pelatih) dan Felipe Americo Martins Goncalves (Pelatih Kiper),” ujar Media Officer Persebaya Jonathan Yohvinno kepada wartawan Selasa (3/6).

Jika dilihat dari nama-nama tersebut kabinet kepelatihan di musim kemarin hanya menyisahkan Uston Nawawi seorang. Posisinya sebagai asisten pelatih masih selamat dari evaluasi manajemen.

Vino juga menambahkan kalau staf kepelatihan yang baru saja dibentuk ini sudah berkumpul di Kota Pahlawan dan sedang menyusun tim kebanggan arek-arek Suroboyo agar siap mengarungi kompetisi di musim depan.

“Tim pelatih sudah intens mengevaluasi dan menyusun skuad sejak beberapa pekan lalu. Pekan ini, tim pelatih sudah di Surabaya dan mulai menyusun program untuk menyambut musim depan,” lanjutnya.

Mereka memiliki waktu kurang lebih satu bulan sebelum melakukan pemusatan latihan yang rencananya akan digelar di Australia pada 6 Juli mendatang. Masih ada kesempatan untuk mencari materi pemain mana yang mereka inginkan.

Gali Freitas Meramaikan Persaingan di Lini Depan Persebaya

0

Persebaya Surabaya sudah mulai mengumumkan pemain-pemainnya yang akan mengarungi Liga 1 2025/2026. Gali Freitas pemain yang baru diperkenalkan, berposisi sayap kiri resmi berseragam hijau dan akan meramaikan persaingan di lini serang musim depan.

Melalui instagram Persebaya @officialpersebaya merilis pemain berkebangsaan Timor Leste itu untuk mengisi slot pemain asing. Kedatangan Gali tentu bertujuan agar menambah daya gedor buat tim berjuluk Bajol Ijo.

Pemain yang sebelumnya bermain untuk PSIS Semarang ini akan bersaing dengan beberapa nama yang sudah lebih dulu bergabung bersama Green Force yaitu, Bruno Moureira, Flaivo Silva dan Dejan Tumbas. Sama-sama berposisi di lini depan tentu membuat persaingan antar pemain asing semakin ketat.

Apalagi Persebaya pada musim lalu sering kali melakukan rotasi untuk pemain depannya. Jika diliat dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, Gali bisa ditempatkan di sayap kanan maupun striker, posisi yang dimana dia sudah pernah mainkan di PSIS.

Selain beberapa pemain asing ada nama Malik Rishaldi dimana sebelumnya ia di plot untuk mengisi posisi yang sama dengan Gali. Opsi lainnya adalah pemain Timnas Timor Leste itu bermain di sayap kiri menggantikan peran Bruno Moureira.

Pada musim depan kita akan sering diperlihatkan rotasi pada lini depan Persebaya yang mengoptimalkan sistem tiga penyerang fleksibel.

Turun ke Liga 2 Skuad PSS Sleman Dibubarkan!

0

Tidak mampu bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, PSS Sleman terdegradasi ke Liga 2 musim 2025/2026. Lantas bagaimana nasib para pemainnya setelah kompetisi resmi sudah selesai.

Kami mengutip dari detikjogja, skuad PSS musim 2024/2025 sudah dibubarkan setelah pertandingan terakhir melawan Madura United di Stadion Bangkalan, Madura Sabtu (23/5) lalu. Bukan hanya pemain tapi juga semua staf kepelatihan juga kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

“Betul, skuad (PSS di Liga 1 kemarin) sudah dibubarkan. Pak manajer sudah di Jakarta dan pemain juga udah bubar balik ke rumah masing-masing” ungkap Juan Tirta Abditama selaku Media Officer PSS Slemani (30/5).

Tidak ada kepastian siapa-siapa saja baik pelatih maupun pemain yang masih bertahan. Super Elang Jawa saat ini hanya fokus mempersiapkan diri untuk musim depan di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia.

“Saat ini kami sedang fokus untuk mempersiapkan diri jelang musim depan,” tegasnya.

Pada pertandingan terakhir PSS meraih kemenangan telak 0-3 atas tim tuan rumah Madura United, tapi itu juga masih belum cukup untuk menyelamatkan mereka dari degradasi.

Tim yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo, Sleman, finish di peringkat 16 dengan perolehan 34 poin dan berselisih dua poin dengan tim diatasnya.

Tidak Mau Banyak Perubahan, Persebaya Pertahankan 80 Persen Pemain

0

Liga 1 musim 2025/2026 masih dua bulan lagi tapi beberapa tim sudah mulai ramai tentang pemain yang datang dan pergi, beda halnya dengan Persebaya Surabaya yang justru akan mempertahankan 80 persen skuadnya untuk musim depan.

Melalui Direktur Operasional Candra Wahyudi justru menjelaskan mereka sebenarnya membangun klub ini untuk jangka panjang jadi tidak akan ada perombakan yang dilakukan oleh Perabaya.

“Gambarannya, sebenarnya sejak musim lalu kami sudah membuat perencanaan. Beberapa pemain kontrak jangka panjang dan sebagainya,” ujar Candra, dikutip dari beritajatim.com Sabtu (31/5).

Dirinya juga menambahkan bahwa sejak musim lalu sudah ada beberapa pemain yang dikontrak multi years atau jangka panjang. Bukan tanpa alasan itu dijadikan pilar untuk membangun Green Force di masa mendatang.

“Kalau teman-teman lihat, komposisi tim ini hampir 70-80 persen adalah multi years (jangka panjang), itu jadi fondasi kami,” terangnya.

Ada beberapa nama yang sudah dikontrak hingga musim 2026 baik lokal maupun asing. Mereka itu adalah Ernando Ari, Andhika Ramadhani, Toni Firmansyah, Bruno Moreira, Flavio Silva, dan Dejan Tumbas.

Bahkan pria berusia 48 tahun itu menambahkan kalaupun Persebaya merekrut pemain baru di bursa transfer kali ini, ia juga akan memberikan kontrak selama dua tahun untuk pemain itu. Langkah itu diambil demi keseimbangan tim agar tidak melakukan perombakan tiap tahunnya.

“Beberapa pemain yang nanti kami siapkan untuk musim depan juga konsepnya akan multi years. Karena Persebaya nggak mau tiap tahun bongkar pasang,” lanjutnya.

Persebaya akan di nahkodai oleh pelatih baru, itu juga akan berpengaruh dalam skema tim serta susunan pemain yang dibutuhkan untuk mengarungi kompetisi mendatang.

“Setiap ada yang baru kan pasti akan adaptasi, ada perubahan dan sebagainya, cuma nanti seperti apa kan temen-temen bisa lihat sendiri, yang jelas dari manajemen kita ingin musim depan harus lebih baik dari musim ini,” pungkas pria asal Bojonegoro itu.

Target dari manajemen sudah jelas, jadi tinggal kita tunggu pengumumannya. Siapa pemain yang tidak lanjut dan siapakah nama yang akan bergabung bersama Persebaya di musim depan.

Panpel Persebaya Pastikan Ada Konsekuensi Untuk Pelaku Setelah Denda Rp 200 Juta

0

Laga terakhir Persebaya Surabaya saat menjamu Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jum’at (22/5) diwarnai ulah suporter yang tidak baik. Penyalaan flare yang menganggu jalannya pertandingan membuat komite disiplin (Komdis) PSSI menjatuhi hukuman denda sebesar Rp 200 juta.

Padahal sempat ada himbauan dari Panpel Persebaya agar sama-sama menjaga stadion bebas dari asap flare. Akibat perilaku oknum suporter yang tidak dibenarkan ini membuat Ram Surahman angkat bicara.

“Yang pasti, akan ada konsekuensi yang diterima (oleh suporter yang menyalakan flare),” tegas Ram dikutip dari JawaPos.com (31/5).

Hal ini patut disayangkan, niat ingin memberikan dukungan tapi malah membuat rugi timnya sendiri. Ram juga menambahkan kalau Persebaya masih memikirkan hukuman apa yang pas untuk para pelaku.

“Masih kami godok seperti apa. Karena pola pikir seperti menyalakan flare itu merugikan klub,” imbuhnya.

Kasus seperti ini tidak sekali dialami bagi tim berjuluk Bajol Ijo, sebelumnya pada 1 Maret 2025 saat Persebaya menjamu Persib Bandung ada oknum suporter yang menyalakan flare dan berakibat sanksi denda Rp 50 Juta.

Ram Surahman pun memberikan hukuman yang cukup berat bagi pelaku tersebut berupa larangan menonton Persebaya di kandang selamanya. Dan tentu saja pelanggaran kali ini akan ada sanksi yang lebih berat dari sebelumnya.

“Kami pastikan tidak ada tempat untuk mereka,” imbuhnya. Dirinya menekankan agar hal seperti ini tidak sampai terulang lagi.

Persebaya harus membayar denda setelah Komdis PSSI resmi menjatuhkan sanksi berdasarkan bukti-bukti yang sudah terkumpul.

“Bahwa Klub Persebaya Surabaya melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023,” begitu isi surat dari Komdis yang ditandatangani Ketua Komdis Eko Hendro Prasetyo.

Rashid dan Gilson Menyusul Slavko Pergi dari Persebaya

0

Kompetisi BRI Liga 1 musim 2024-2025 sudah berakhir pada 23 Mei 2025 lalu, rumor pemain yang keluar dan masuk di Persebaya Surabaya semakin santer. Setelah sebelumnya Slavko Damjanovic yang sudah berpamitan, sekarang ada dua nama yang diisukan juga bakal ikutan hengkang.

Mohammed Rashid dan Gilson Costa dikabarkan tidak masuk pada skema Persebaya di musim depan. Pertama Rashid, pemain asal Palestina itu sebenarnya berkontribusi cukup baik untuk Green Force. Dia mencatatkan enam gol dari 33 penampilannya selama berseragam hijau, namun rumornya ia ikut diangkut oleh Paul Munster ke Bhayangkara FC.

Gilson sudah pasti tidak akan mendapat tandatangan perpanjangan kontrak karena performanya sejak didatangkan pada awal kompetisi kurang memuaskan, bahkan banyak menghabiskan musim di bangku cadangan.

Masih ada empat pemain asing lagi yang belum ada isu keluar dari Persebaya yaitu, Bruno moureira, Francisco Rivera, Flavio Silva, Dejan Tumbas dan Dime Dimov. Pihak manajemen juga masih belum membuka suara tentang rumor pemainnya di bursa tranfer musim ini.

“Evaluasi ini kan memang terus berjalan. Apalagi saat akhir kompetisi, (evaluasi) jauh lebih serius. Tentu saja kami tidak bisa sampaikan sekarang. Karena ini menyangkut konfiden pemain. Jadi keputusan (melepas pemain) harus kami umumkan di saat yang tepat,” kata Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi, dikutip dari JawaPos.com.

Saat ini tim kebanggaan arek-arek Suroboyo itu sedang fokus untuk mendatangkan pelatih baru dan hengkangnya beberapa pemain akan diumumkan dalam waktu dekat.

Kedatangan Pelatih Baru dan Kabinetnya, Persebaya Masih Enggan Beri Tahu Siapa yang Akan Digantikan

0

Ada hal baru yang dilakukan Persebaya Surabaya dalam mendatangkan pelatih baru untuk musim 2025-2026 mendatang. Kali ini akan ada jajaran kepelatihan yang ikut bersamaan dengan Juru Taktik baru.

Dari unggahan resmi Persebaya di Instagram, mereka menyampaikan akan mendatangkan pelatih beserta jajarannya.

“Persebaya tidak mendatangkan head coach semata, namun pelatih bersama kabinetnya,” tulis postingan @officialpersebaya (24/5).

Dengan hadirnya beberapa staf kepelatihan yang akan datang itu berarti kursi kepelatihan di Persebaya ada yang digantikan. Saat ini hanya ada tiga nama yaitu, Uston Nawawi sebagai asisten pelatih, Benny Van Brukuelen pelatih kiper dan Muhammad Alimudin selaku pelatih fisik.

Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi juga mengisyaratkan bahwa jajaran kepelatihan tidak luput dari evaluasi dari manajemen.

“Seperti yang saya sampaikan, entah itu pemain, ofisial, maupun coaching staf, semuanya tidak lepas dari evaluasi. Kami terus melakukan evaluasi di semua lini,” kata Candra dikutip dari Jawa Pos (29/5).

Namun ketika ditanyai soal siapa pelatih yang akan didepak, pria asal Bonojegoro itu enggan menanggapinya. Dirinya hanya membenarkan jika ada pelatih baru pasti ada perubahan yang terjadi.

“Karena setiap ada pelatih baru, pasti akan ada perubahan yang dilakukan,” lanjutnya.

Green Force masih menutup rapat-rapat soal rumor transfer pelatih, tapi kembali lagi kami mengutip dari JawaPos.com ada petunjuk tentang siapa pelatih yang didepak.

“Dari info yang didapat Jawa Pos, Uston Nawawi dan Benny van Breukelen masih aman. Sebab, mereka dipastikan ikut terbang bersama skuad Green Force dalam training camp di Australia,” dilansir dari webset JawaPos.com.

Maka hanya posisi coach Ali saja yang belum jelas, apakah tetap atau pergi dari Persebaya musim depan.

Jadi Tuan Rumah Pembukaan Pomprov III Jatim 2025, Unesa Siap Bawa Pulang Juara

0

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi tempat pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur yang ketiga atau Pomprov III Jatim 2025. Peresmian ini diadakan tepat di Lapangan Rektorat kampus II Lidah Wetan, Rabu (28/5) malam.

Event yang akan berlangsung sampai 4 Juni 2025 ini diikuti oleh 103 perguruan tinggi se-Jawa Timur dan ada 23 cabang kompetisi olahraga. Sebanyak 3.137 peserta akan bersaing demi memperebutkan sebanyak 231 medali.

Sebagai koordinator kegiatan Unesa juga membeberkan target mereka pada Pomprov III Jatim 2025 ini. Tidak main-main Rektor Unesa Nurhasan semua atlet terbaiknya guna membawa pulang Juara.

“Unesa menurunkan atlet terbaik pada Pomprov kali ini. Harapannya, atlet tidak hanya bisa kembali juara, tetapi bisa berkembang, baik karakter, mental, maupun kemampuannya dalam bertanding,” terang pira yang sering disapa Cak Hasan itu.

Selain itu Wakil Rektor I Unesa, Martadi juga menyampaikan jika event sebesar ini tidak hanya baik untuk kampus tapi juga baik untuk para atlet muda yang nantinya menjadi kebanggan kampus, daerah bahkan Negara.

“Event ini bukan hanya momen penting bagi Unesa, dan olahraga di Jatim, tetapi juga ajang unjuk gigi atlet muda kita. Harapannya, mereka bisa menjaga nilai-nilai sportivitas dan semangat kesatuan di Jawa Timur,” tegasnya.

Dwi Cahyo Kartiko Wakil Rektor IV Unesa melanjutkan kalau Pomprov ini bisa menjadi kolarborasi antar kampus melalui olahraga.

“Bagi kami, Pomprov bukan sekadar tentang perolehan medali. Nilai lebihnya ada pada kebersamaan dan kekompakan antar perguruan tinggi yang tercipta dalam interaksi selama kompetisi berlangsung,” ucap guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu.

Dalam acara Pomprov III Jatim semalam Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, selaku pembuka acara memberikan sambutan yang berisi dukungan pemerintah untuk event seperti ini, ajang bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuannya dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Pemerintah Jatim akan terus mendukung penyelenggaraan event seperti ini yang menjunjung tinggi sportivitas. Fokus kami adalah pembinaan atlet muda agar bisa meraih prestasi nasional, terutama agar bisa juara di Pomnas 2025 nanti,” terang Adhy.
 
Sebagai simbol dimulainya Pomprov III Jatim 2025, kegiatan diwarnai dengan penyerahan piala juara umum bergilir dari Unesa yang diserahkan oleh Rektor Cak Hasan kepada Ketua Bapomi Jatim, Martadi.

Tundukkan Vietnam, Timnas U16 Lolos FIBA U16 Asia Cup dan Kembali Tantang Filipana

0

Timnas Basket Putra U16 akhirnya memastikan diri lolos ke FIBA U16 Asia Cup setelah menundukkan Vietnam di Brens Z, Quaio Sports Complex Pampanga, Filipina, Kamis sore tadi (29/5).

Indonesia tampil sangat mengesankan dengan mendominasi permainan dari kuarter pertama sampai kuaryer keempat. Bahkan mereka menang dengan selisih yang cukup jauh dari 26-13, 38-28, 58-34, sampai 74-51.

Penampilan yang apik ini juga membuktikan mentalitas para pemain setelah sempat menelan kekalahan dari Filipina Rebu kemarin (28/5) mereka bisa kembali meraih kemenangan keempatnya pada FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025.

The Young Guns Indonesia menempati peringkat pertama untuk sementara sambil menunggu hasil pertandingan Filipina. Jika tuan rumah menang atas Malaysia, Timnas tetap lolos karena masih berada di posisi runner up.

“Iya kita lolos FiBA U16 Asia Cup, dengan kemenangan ini kita sudah pasti posisi nomer 2 di bawah Filipina,” ujar Manajer Timnas Putra U16 Rony Gunawan.

Setalah sudah dipastikan lolos, Indonesia masih harus menyelesaikan satu pertandingan terakhir menghadapi tim tuan rumah kembali untuk merebutkan gelas juara SEABA.

“Kita ke fina SEABA dan kembali menghadapi Filipina untuk merebutkan title juara SEABA,” lanjutnya.

Timnas Putra U16 melakukan persiapan untuk pertandingan besok (30/5). Pada pertemuan kedua tim sebelumnya berakhir dengan kemenang Filipina dengan kedudukan yang tidak terlalu jauh 68-77.

Meski Kalah Timnas U16 Melakukan Perlawanan yang Luar Biasa

0

Belum mampu meraih kemenangan tapi Timnas Putra U16 tunjukan permaian yang luar biasa hadapi tuan rumah Filipina di FIBA U16 Asia Cup Qualifiers 2025.

Dimulai dengan pertandingan yang cukup sengit dari kedua tim, kuarter pertama berakhir dengan skor yang hanya berjarak empat poin 22-18. Indonesia tertinggal meskipun sudah menampilkan permainan terbaik mereka.

Berlanjut di kuarter kedua tim pun masih saling tidak mau kalah, bahkan masing-masing dari mereka mengoleksi 10 poin dan membuat kedudukan berakhir 28-32 keunggulan tetap untuk Filipina.

Sayang pada kuarter ketiga tampak Timnas Basket Putar U16 sedikit kerepotan. Hal itu ditunjukkan setelah tim tuan rumah semakin menjauh dengan perolehan 57-47.

Sampai kuarter keempat berakhir, Indonesia tetap harus mengakui keunggulan Filipina meskipun sudah berjuang dengan keras. Tampil all out sampai bisa mengoleksikan poin terbanyak dalam satu kuarter sebanyak 21 poin dan mengakhiri pertandingan dengan kedudukan 68-77.

Manajer Timnas Putra U16 Rony Gunawangsa salut terhadap perjuangan para pemainnya yang sudah tampil luar biasa menghadapi Filipina.

“Anak-anak bermain luar biasa. Mereka bermain nothing to lose melawan Filipina yang bermain di kandang sendiri. Pekerjaan rumah kita adalah rebounf, kita kalah jauh. Mereka dapatkan poin dari second chance 21 poin. Itu terlalu banyak,” terang Rony.

Kekalahan atas tim tuan rumah ini menunda langkah anak asuh Abrizalt Hasiholan untuk lolos ke FIBA U16. Selanjutnya mereka akan berhadapan dengan Vietnam, mereka diunggulan pada pertandingan yang berlangsung pada (29/5) ini karena Vietnam sudah menelan tiga kekalahan.

“Melawan Vietnam? Meski mereka kalag 3 kali, kira harus tetap bermain sesuai standar kita sendiri. Jangan sampai melawan tim yang dibawah kita kendor. Itu bisa jadi bumerang. Jadi kita harus main sesuai standar kita. Saya percaya bahwa anak-anak bisa ambil lawan Vietnam,” pungkasnya.

Peluang menuju FiBA U16 masih terbuka untuk Indonesia dengan syarat mengalahkan Vietnam pada pertandingan nanti.