Beranda blog Halaman 9

Sidoarjo Pasang Target Juara PORPROV 2027, Bupati Subandi Kumpulkan KONI dan Cabor

0

Taktik.id — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai memanaskan mesin menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) X Jawa Timur 2027. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyiapkan langkah strategis dengan menggelar konsolidasi besar bersama jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan seluruh pengurus cabang olahraga (cabor).

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan Pemkab Sidoarjo untuk mengangkat prestasi olahraga daerah sekaligus menantang dominasi kota dan kabupaten lain di Jawa Timur. Konsolidasi ini juga akan menjadi forum penyusunan blueprint pembinaan olahraga jangka panjang menuju PORPROV 2027.

Komitmen itu ditegaskan langsung oleh H. Subandi saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Woodball Jatim Open Piala Gubernur Jawa Timur di Stadion Jenggolo, Sidoarjo. Ia menilai Sidoarjo memiliki modal lengkap untuk menjadi salah satu kekuatan utama olahraga di Jawa Timur.

“Sidoarjo memiliki segala prasyarat untuk menjadi kiblat prestasi. Kita ditopang oleh infrastruktur dan sarana-prasarana yang nyaris menyentuh standardisasi nasional bahkan internasional. Dari sisi pembiayaan, alokasi stimulus dana yang disiapkan sangat rasional dan proporsional untuk memacu prestasi atlet,” ujar H. Subandi di hadapan awak media.

Menurut Subandi, pembangunan olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga menyangkut sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, hingga komunitas olahraga. Karena itu, pertemuan besar dengan seluruh cabor dinilai penting untuk menyamakan visi dan target prestasi.

Respons positif pun datang dari Plt. Ketua KONI Sidoarjo, Imam Purwanto. Ia menyebut agenda konsolidasi tersebut sebagai momentum besar yang dapat menjadi titik balik kebangkitan olahraga Sidoarjo.

“Ini adalah momentum yang luar biasa. Sebuah langkah konkret yang menyatukan visi politik, anggaran, dan teknis kepelatihan. KONI Sidoarjo siap mengorkestrasi seluruh cabor untuk menerjemahkan instruksi Bupati ke dalam program kerja yang terukur,” tegas Imam Purwanto.

Optimisme serupa juga disampaikan Rizky Rahmawati, Pembina sekaligus Pelatih Horseback Archery (HBA) di bawah naungan Sidoarjo Stable & Archery (SSA). Ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap seluruh cabang olahraga, termasuk cabor non-mainstream, menjadi energi baru bagi para atlet dan pelatih.

“Inisiasi dari Bapak Bupati ini sangatlah istimewa. Bagi kami, baik sebagai pembina, pelatih, maupun pemerhati olahraga SSA. Ini adalah ruang krusial untuk menyinkronkan kebutuhan cabor khusus seperti HBA. Kami optimistis Sidoarjo mampu mengamankan takhta juara di PORPROV X Jatim 2027 nanti,” tutur Rizky Rahmawati.

Dengan dukungan fasilitas olahraga yang terus berkembang, pendanaan yang dinilai memadai, serta soliditas antarstakeholder olahraga, Sidoarjo kini tidak sekadar ingin menjadi peserta di PORPROV 2027. Lebih dari itu, Kota Delta mulai memancang ambisi besar untuk tampil sebagai kandidat kuat juara umum Jawa Timur.

Kritik Keras Piala Presiden, Bernardo Tavares Permasalahkan Jadwal yang Tak Masuk Akal

0

Taktik.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, melontarkan kritik tajam terhadap draf jadwal Piala Presiden 2026 yang dinilai tidak ideal bagi klub maupun kondisi pemain.

Turnamen pramusim tahunan gagasan PSSI itu kembali menjadi sorotan menjelang berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026. Persebaya sendiri sebelumnya sempat memilih absen dari ajang tersebut, sehingga peluang tampil pada edisi 2026 menarik perhatian publik dan Bonek.

Bernardo Tavares menegaskan pada dasarnya Persebaya mendukung adanya lebih dari satu kompetisi di Indonesia. Menurutnya, tambahan turnamen dapat membantu meningkatkan atmosfer sepak bola nasional sekaligus memberi ruang kompetitif bagi pemain.

“Saya pikir semua klub ingin memiliki lebih dari satu kompetisi dan saya rasa Persebaya juga menginginkannya,” ujar Bernardo Tavares.

Namun, pelatih asal Portugal itu mempertanyakan konsep jadwal yang disusun penyelenggara. Berdasarkan draft yang diterima klub, Piala Presiden 2026 akan dimulai pada 28 Juni dan berakhir pada 11 Juli jika sebuah tim berhasil mencapai final.

“Masalahnya adalah jadwal Piala Presiden yang diberikan oleh penyelenggara kepada kami mengatakan bahwa dimulai pada 28 Juni, dan jika kami pergi ke final selesai pada 11 Juli,” kata Bernardo Tavares.

Menurut Bernardo Tavares, persoalan terbesar justru muncul setelah turnamen berakhir. Ia menilai jeda terlalu panjang sebelum dimulainya kompetisi resmi akan menyulitkan tim pelatih menjaga kebugaran pemain.

Jika kompetisi baru dimulai kembali pada awal September, maka klub yang tampil hingga final berpotensi tidak memiliki pertandingan kompetitif selama hampir dua bulan.

“Jadi saya pikir itu tidak masuk akal. Bayangkan jika kami masuk ke final, kami akan menganggur dari sejak 11 Juli sampai 4 September. Apa yang akan kami lakukan di waktu luang sepanjang itu. Saya pikir itu tidak masuk akal,” tegas Bernardo Tavares.

Situasi tersebut dinilai dapat berdampak pada ritme permainan, kondisi fisik pemain, hingga stabilitas program latihan tim. Kritik Bernardo Tavares pun menjadi sinyal bahwa klub-klub peserta menginginkan sinkronisasi jadwal yang lebih matang antara turnamen pramusim dan kompetisi resmi musim depan.

Madura United Kejar Lolos Super League Musim Depan! Achsanul Qosasih: Nasib Tim Ada di Tangan sendiri

0

Taktik.id – Madura United FC masih harus berjuang keras untuk keluar dari ancaman degradasi di BRI Super League 2025/26. Hingga memasuki pekan-pekan akhir kompetisi, Laskar Sape Kerrab belum mampu memastikan diri aman dan kini berada dalam tekanan besar untuk meraih kemenangan pada laga penentuan, Sabtu (23/5) besok.

Hasil kurang maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir membuat posisi Madura United di papan bawah klasemen semakin rawan. Tim asal Pulau Garam itu kini dituntut tampil maksimal saat menjamu PSM Makasar, demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasih, menegaskan bahwa timnya tidak boleh bergantung pada hasil pertandingan klub lain. Ia meminta seluruh pemain fokus meraih kemenangan saat menghadapi PSM Makassar.

“Madura united tidak ada pilihan lawan PSM, tentunya laga yang harus kita menangkan. Memang tidak pas jika kita bergantung kepada tim lain. Nasib Madura United ada ditangan kira sendiri,” ujar Achsanul Qosasih.

Pernyataan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi skuad Madura United yang sedang berada dalam situasi sulit. Dukungan suporter juga diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi tim untuk bangkit dan mengakhiri musim dengan hasil positif.

Pelatih dan jajaran tim kini terus mempersiapkan strategi terbaik menghadapi laga krusial tersebut. Kemenangan atas PSM menjadi target mutlak agar Madura United tetap memiliki peluang bertahan di BRI Super League musim depan.

Atmosfer tegang dipastikan akan menyelimuti pertandingan nanti. Seluruh mata publik Madura akan tertuju pada perjuangan Laskar Sape Kerrab untuk mempertahankan eksistensi mereka di kompetisi elite sepak bola Indonesia.

Posisi Madura United Kian Tertekan di Klasemen, Harus Menunggu Nasib Hingga Laga Terakhir

0

Taktik.id – Madura United FC kembali menelan hasil buruk usai takluk 2-1 dari PSIM Yogyakarta pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu malam (17/5). Kekalahan ini membuat posisi Laskar Sape Kerrab semakin terancam di papan bawah klasemen.

Sejak awal pertandingan, PSIM tampil agresif dan mampu menekan pertahanan Madura United. Tim tuan rumah membuka keunggulan melalui Norberto Ezequiel Vidal pada menit ke-18 sebelum Muhammad Iqbal menggandakan skor di menit ke-34.

Madura United yang tertinggal dua gol mencoba bangkit pada babak kedua. Upaya tersebut membuahkan hasil lewat gol Junior Brandao yang memperkecil ketertinggalan. Namun hingga laga usai, Madura United gagal menyamakan skor.

Caretaker Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, menilai pertandingan berlangsung dengan tensitas tinggi. Ia mengakui PSIM tampil dominan pada babak pertama, tetapi timnya mampu memberikan respons lebih baik setelah jeda.

“Pertandingan yang luar biasa. Intensitasnya sangat tinggi. Kami ucapkan selamat kepada PSIM yang malam ini dapat tiga poin. Saya juga apresiasi sangat tinggi kepada pemain kami yang tidak berhenti berjuang sampai menit terakhir,” ujar RB.

Senada dengan sang pelatih, pemain Madura United Ilhamsyah menilai timnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, khususnya pada babak kedua.

“Pertandingan berjalan sangat menarik ya, saling menyerang, saling counter attack, mungkin PSIM lebih beruntung daripada Madura United,” pungkasnya.

Kekalahan ini membuat situasi Madura United semakin sulit. Mereka kini hanya unggul satu poin dari Persis Solo di klasemen sementara. Persaingan untuk menghindari zona degradasi dipastikan berlangsung ketat hingga akhir musim.

Francisco Rivera Semakin Bersinar Bersama Persebaya, Jadi Otak Serangan di Setiap Pertandingan

0

Taktik.id – Francisco Rivera kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Persebaya Surabaya musim ini. Gelandang asal Meksiko itu tampil gemilang saat membawa Bajol Ijo meraih kemenangan telak 7-0 atas Semen Padang FC pada pekan ke-33 Super League 2025/26 di Stadion H. Agus Salim, Jumat sore (15/5).

Dalam laga yang bersejarah tersebut, Rivera menjadi pusat permainan Persebaya. Ia mencetak satu gol dan menyumbang dua assist yang membuat lini pertahanan Semen Padang kesulitan sepanjang pertandingan.

Permainannya terlihat begitu dominan. Rivera tampil tenang saat menguasai bola, memiliki visi bermain yang tajam, serta mampu mengatur tempo serangan dengan sangat baik. Pergerakannya yang dinamis membuat serangan Persebaya terus mengalir hingga akhirnya pesta tujuh gol tercipta di Padang.

Kemenangan itu terasa semakin spesial karena menjadi kemenangan pertama Persebaya di kandang Semen Padang. Rivera pun mengaku senang bisa kembali memberikan kontribusi besar untuk tim.

“Saya selalu menjaga diri, baik saat latihan maupun pertandingan. Saya menikmati setiap momen di lapangan dan senang bisa membantu tim meraih tiga poin,” ujarnya.

Musim ini menjadi salah satu musim terbaik Rivera bersama Persebaya. Hingga pekan ke-33, pemain asal Meksiko tersebut telah mengoleksi 13 gol dan sembilan assist. Catatan itu melampaui torehan musim lalu ketika dirinya mencetak delapan gol dan tujuh assist dari 29 pertandingan.

Statistik tersebut menegaskan peran penting Rivera dalam perjalanan Persebaya musim ini. Ia bukan hanya piawai mencetak gol, tetapi juga menjadi kreator serangan utama Bajol Ijo.

Meski tampil impresif secara individu, Rivera tetap menempatkan kepentingan tim di atas segalanya. Baginya, kemenangan Persebaya tetap menjadi target utama dibandingkan pencapaian pribadi.

“Yang paling penting tetap kemenangan Persebaya. Statistik tentu jadi tambahan motivasi buat saya untuk terus berkembang, tapi target utama kami adalah memenangkan pertandingan,” pungkasnya.

Tak hanya tampil luar biasa di atas lapangan, Rivera juga menunjukkan sikap sportif seusai pertandingan. Ia bersama para pemain Persebaya memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan sebagai bentuk penghormatan kepada Semen Padang yang tengah berada dalam situasi sulit.

Persebaya Pecahkan Kutukan 10 Tahun di Padang, Toni Firmansyah Berikan Pesan Penting Bagi Bajol Ijo!

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya akhirnya mengakhiri penantian panjang untuk meraih kemenangan di tanah Minang. Tidak tanggung-tanggung, Bajol Ijo membungkam Semen Padang FC dengan skor mencolok 0-7 dalam laga pekan ke-33 Super League 2025/26 di Stadion H. Agus Salim, Padang, Jumat (15/5).

Kemenangan tersebut terasa sangat spesial bagi Persebaya. Sebab, untuk pertama kalinya sejak 2015, tim asal Kota Pahlawan itu berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Kabau Sirah.

Persebaya tampil begitu dominan sejak awal pertandingan. Hattrick Bruno Paraiba, dua gol Francisco Rivera, serta tambahan gol dari Catur Pamungkas dan Bruno Moreira membuat Semen Padang tidak mampu keluar dari tekanan sepanjang laga.

Meski menang besar, gelandang muda Persebaya Toni Firmansyah memilih tetap merendah. Ia menyebut kemenangan telak itu lahir dari kerja keras seluruh tim yang tampil disiplin dan agresif sejak menit pertama.

“Pertama-tama tentu kami bersyukur bisa meraih kemenangan di Padang. Pertandingan sebenarnya cukup sulit, tetapi kami bekerja keras sejak menit awal dan bermain agresif hingga bisa unggul,” ujarnya dalam sesi konferensi pers.

Pemain jebolan akademi Persebaya itu juga menegaskan bahwa keberhasilan mencatat clean sheet dan mencetak tujuh gol bukan hasil kerja individu semata. Menurut Toni, seluruh pemain hingga tim pelatih punya kontribusi besar dalam kemenangan bersejarah tersebut.

“Ini berkat kerja keras semua pemain, pelatih, dan staf. Kami tetap fokus sepanjang pertandingan dan bisa menjaga clean sheet,” jelasnya.

Hasil ini sekaligus mematahkan catatan buruk Persebaya yang selama bertahun-tahun kesulitan menang di Padang. Atmosfer Stadion H. Agus Salim yang dikenal angker bagi tim tamu akhirnya berhasil ditaklukkan oleh skuad Bajol Ijo dengan cara yang sangat meyakinkan.

Namun di tengah euforia kemenangan besar, Toni tetap menunjukkan rasa hormat kepada Semen Padang FC yang sudah dipastikan terdegradasi ke kasta bawah musim depan.

Ia meminta rekan-rekannya untuk tidak cepat puas karena kompetisi masih menyisakan satu pertandingan penting melawan Persik Kediri di kandang sendiri.

“Kami harus tetap rendah hati dan bekerja keras lagi untuk pertandingan selanjutnya, terutama saat bermain di kandang nanti melawan Persik Kediri,” ucapnya.

Toni juga mengingatkan bahwa Persebaya masih memiliki sejumlah kekurangan yang wajib dibenahi jika ingin tampil lebih konsisten pada laga berikutnya.

“Kami masih punya beberapa catatan evaluasi, seperti salah passing dan kontrol bola. Itu yang harus kami perbaiki untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Pesta 7 Gol Tak Bikin Persebaya Puas, Bernardo Tavares Sorofi Titik Lemah Tim

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya tampil luar biasa saat membantai Semen Padang dengan skor mencolok 7-0. Namun di balik kemenangan besar itu, pelatih Bernardo Tavares memilih tetap berpijak di bumi. Alih-alih larut dalam euforia, juru taktik asal Portugal tersebut justru mengungkap sejumlah kelemahan tim yang dinilai bisa menjadi ancaman saat menghadapi Persik pada laga berikutnya.

“Skornya memang besar, tetapi pertandingannya tidak semudah itu,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Green Force memang tampil sangat efektif sepanjang pertandingan. Meski hanya mencatat 49 persen penguasaan bola, Persebaya mampu memaksimalkan peluang dengan sangat baik. Dari total 19 tembakan, 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Tak hanya itu, Bajol Ijo juga menciptakan 12 peluang matang serta membukukan 47 umpan sukses di area sepertiga akhir pertahanan lawan. Ketajaman tersebut semakin terlihat setelah turun minum.

Usai menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol, Persebaya langsung menggila di babak kedua. Serangan demi serangan sulit dibendung Semen Padang hingga laga berakhir dengan kemenangan telak tujuh gol tanpa balas.

Meski tampil dominan, Tavares menilai timnya sempat kehilangan fokus menjelang akhir babak pertama. Menurutnya, reaksi pemain ketika kehilangan bola masih belum sesuai harapan dan itu menjadi perhatian serius sebelum menghadapi Persik.

“Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama. Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegasnya.

Menurut Tavares, gol ketiga dan keempat menjadi momentum yang benar-benar mematahkan mental Semen Padang. Setelah itu, permainan praktis sepenuhnya berada di bawah kendali Persebaya.

Meski baru saja meraih kemenangan terbesar musim ini, pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut tetap meminta anak asuhnya menjaga kerendahan hati. Ia menegaskan fokus utama tim saat ini adalah pemulihan kondisi pemain mengingat beberapa nama belum berada dalam kondisi terbaik.

“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain. Beberapa pemain belum 100 persen fit. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” katanya.

Di tengah pesta kemenangan Persebaya, Tavares juga memberikan penghormatan khusus kepada Semen Padang. Ia berharap tim berjuluk Kabau Sirah itu tetap menjadi bagian penting di level tertinggi sepak bola Indonesia.

“Saya sangat menghormati Semen Padang. Indonesia membutuhkan tim seperti mereka di kompetisi tertinggi, apalagi dengan stadion baru dan atmosfer yang bagus,” pungkasnya.

Persebaya Mengamuk di Padang, Bruno Paraiba Cetak Hattrick dalam Kemenangan 7 Gol Tanpa Balas!

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya tampil menggila saat bertandang ke markas Semen Padang pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion H. Agus Salim, Jumat (15/5) sore, Bajol Ijo tanpa ampun membantai tuan rumah dengan skor mencolok 0-7.

Kemenangan besar ini bukan hanya mempertegas ketajaman lini serang Persebaya, tetapi juga membawa tim asuhan Bernardo Tavares naik ke posisi empat klasemen sementara dengan torehan 55 poin.

Dominasi Persebaya semakin tak terbendung selepas jeda pertandingan. Memasuki babak kedua, pelatih Persebaya Bernardo Tavares langsung melakukan perubahan untuk menambah daya gedor. Koko Ari masuk menggantikan Riyan Ardiansyah.

Pergantian itu langsung memberikan dampak besar. Baru lima menit babak kedua berjalan, Persebaya memperbesar keunggulan lewat aksi Bruno Moreira.

Berawal dari visi bermain Francisco Rivera yang melihat pergerakan Bruno dari tengah lapangan, umpan terobosan dikirim ke ruang kosong. Bruno menggiring bola masuk ke kotak penalti, mengecoh Achmad Iqbal, lalu menceploskan bola ke gawang. Skor berubah 0-3.

Situasi Semen Padang makin sulit setelah kehilangan satu pemain pada menit ke-60. Ade Kristiano menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Bruno Moreira. Unggul jumlah pemain membuat Persebaya semakin leluasa menguasai pertandingan.

Empat menit kemudian, Mihailo Perovic ikut mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan terukur Jefferson Silva di dalam kotak penalti, Mihailo dengan mudah mencocor bola ke gawang. Persebaya menjauh 0-4.

Usai gol tersebut, Coach Tavares kembali melakukan pergantian. Bruno Paraiba masuk menggantikan Mihailo Perovic untuk menjaga intensitas serangan.

Masuk sebagai pemain pengganti, Bruno Paraiba langsung menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Semen Padang. Menit ke-66, Persebaya mendapat hadiah penalti setelah Bruno Moreira dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Bruno Paraiba yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bajol Ijo unggul telak 0-5.

Dominasi Persebaya belum berhenti. Pada menit ke-74, Bruno Paraiba mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan umpan silang Jefferson Silva. Dengan sontekan tenang di depan gawang, bola kembali bersarang ke gawang Semen Padang. Skor berubah menjadi 0-6.

Meski sudah unggul jauh, Coach Tavares tetap menjaga agresivitas tim. Gali Freitas dan M. Ichas dimasukkan menggantikan Francisco Rivera dan Toni Firmansyah.

Persebaya terus menggempur pertahanan tuan rumah hingga akhir pertandingan. Puncaknya terjadi pada masa injury time menit 90+3. Bruno Paraiba menuntaskan pesta gol Bajol Ijo lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang Milos Raickovic. Tanpa kawalan berarti, Paraiba mengarahkan bola ke tiang jauh dan mencetak hattrick. Skor 0-7 bertahan hingga laga usai.

Kemenangan fantastis ini menjadi sinyal kuat bahwa Persebaya tengah berada dalam performa terbaiknya menjelang akhir musim. Ketajaman lini depan dan efektivitas pergantian pemain menjadi senjata utama Bajol Ijo dalam pesta gol di Padang.

Bawa Pulang Satu Poin, Persebaya Kehilangan Sentuhan Tajamnya di Manahan

0

Taktik.id – Laju impresif Persebaya Surabaya akhirnya terhenti di Stadion Manahan. Setelah mencatat tiga kemenangan beruntun, Bajol Ijo harus puas membawa pulang satu poin usai bermain imbang tanpa gol melawan Persis Solo pada pekan ke-32 Super League 2025/26, Sabtu malam (9/5).

Meski gagal mempertahankan tren kemenangan, hasil ini tetap dianggap penting oleh pelatih Bernardo Tavares. Bermain di markas Persis yang dikenal sulit ditaklukkan, Persebaya dinilai tetap menunjukkan karakter permainan yang kuat.

Sejak menit awal, Persebaya sebenarnya tampil lebih agresif. Bruno Moreira dan rekan-rekannya beberapa kali mampu menembus pertahanan tuan rumah. Statistik mencatat lima tembakan tepat sasaran dilepaskan Bajol Ijo sepanjang laga, namun tak satu pun mampu berbuah gol.

Dominasi Persebaya paling terlihat pada babak pertama. Tekanan demi tekanan membuat Persis lebih banyak bertahan sambil menunggu peluang melalui skema serangan balik cepat.

“Menurut saya pertandingan berjalan sangat intens. Pada babak pertama, kami sebenarnya memiliki lebih banyak peluang dibanding lawan. Hingga sekitar 15 menit pertama kami mampu mengontrol permainan dengan cukup baik,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers.

Pelatih asal Portugal tersebut mengakui Persis tampil disiplin dalam menjaga ruang. Strategi bertahan rapat dan mengandalkan transisi cepat membuat Persebaya kesulitan menemukan celah di area pertahanan lawan.

“Persis lebih banyak menunggu dan mencoba memanfaatkan situasi transisi. Mereka juga berusaha menutup ruang agar kami sulit mengembangkan permainan,” imbuhnya.

Salah satu hal yang paling disorot Tavares adalah penyelesaian akhir timnya yang belum maksimal. Sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, padahal menurutnya laga bisa berakhir berbeda jika Persebaya lebih efektif di depan gawang.

“Jika kami bisa memaksimalkan peluang-peluang di babak pertama maupun kedua, mungkin hasilnya akan berbeda dan kami punya peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Walau hanya meraih hasil imbang, Tavares tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan para pemainnya. Baginya, membawa pulang satu poin dari Stadion Manahan tetap menjadi hasil yang layak disyukuri.

“Tentu kami ingin menang, tetapi satu poin di stadion yang sulit seperti ini tetap harus disyukuri. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang sudah berjuang keras,” pungkasnya.

Tampil Ganas, Arema FC Libas PSM Makasar 3-0 Tanpa Balas!

0

Taktik.id – BRI Super League sudah sampai pada pekan ke-32, mempertemukan Arema FC dengan PSM Makasar. Stadion Kanjuruhan menjadi momok menakutkan bagi Juku Eja setelah dipermalukan tuan rumah dengan skor telak 3-0.

Pertandingan yang digelar pada Sabtu (8/5/26) sore, berjalan sengit. Menang penguasaan bola PSM Makasar justru mengalami kebuntuan, justru trio Arema FC berhasil memporak pondakan pertahan yang dipimpin oleh Yuran Fernandes.

Pelatih Arema FC Marcos Santos mengapresiasi perjuangan para pemainnya setelah berhasil mengamankan tiga poin. Menurutnya, laga berjalan sulit sejak awal, namun Singo Edan mampu menunjukkan mental kuat hingga meraih tiga poin penting.

Marcos mengakui gol cepat yang dicetak Arema FC menjadi titik penting dalam jalannya pertandingan. Gol tersebut membuat permainan PSM Makassar mulai terganggu dan memberi kepercayaan diri lebih kepada para pemain Arema.

“Ini pertandingan yang sulit sejak babak pertama, tapi kita bisa langsung mencetak gol jadi permainan PSM mulai terganggu tapi di ruang ganti saya kembali berkomunikasi dengan pemain,” ujar Marcos Santos dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Brasil itu juga menilai kondisi mental para pemain Arema FC sedang berada dalam situasi positif. Semangat juang tinggi yang ditunjukkan sepanjang pertandingan menjadi faktor utama kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

“Dan mental para pemain memang sedang bagus, perjuangan Arema FC berbuah 3 poin luar biasa,” lanjutnya.

Selain kemenangan, Marcos Santos juga merasa puas dengan performa lini depan Arema FC. Tiga pemain penyerang Singo Edan sukses mencatatkan nama di papan skor dan menunjukkan efektivitas serangan tim.

Tak hanya sektor depan, lini pertahanan Arema FC juga mendapat pujian. Arema mampu menjaga konsentrasi sepanjang laga hingga mencatatkan clean sheet saat menghadapi tekanan dari PSM Makassar.

“Saya senang 3 pemain depan kami masing-masing mencetak gol semua dan pemain belakang bermain bagus dengan tidak kebobolan,” pungkas Pelatih asal Brasil itu.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Arema FC untuk menjaga tren positif di kompetisi musim ini, sekaligus menambah kepercayaan diri tim dalam menghadapi laga-laga berikutnya.