Taktik.id – Persebaya Surabaya tampil luar biasa saat membantai Semen Padang dengan skor mencolok 7-0. Namun di balik kemenangan besar itu, pelatih Bernardo Tavares memilih tetap berpijak di bumi. Alih-alih larut dalam euforia, juru taktik asal Portugal tersebut justru mengungkap sejumlah kelemahan tim yang dinilai bisa menjadi ancaman saat menghadapi Persik pada laga berikutnya.
“Skornya memang besar, tetapi pertandingannya tidak semudah itu,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Green Force memang tampil sangat efektif sepanjang pertandingan. Meski hanya mencatat 49 persen penguasaan bola, Persebaya mampu memaksimalkan peluang dengan sangat baik. Dari total 19 tembakan, 10 di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Tak hanya itu, Bajol Ijo juga menciptakan 12 peluang matang serta membukukan 47 umpan sukses di area sepertiga akhir pertahanan lawan. Ketajaman tersebut semakin terlihat setelah turun minum.
Usai menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol, Persebaya langsung menggila di babak kedua. Serangan demi serangan sulit dibendung Semen Padang hingga laga berakhir dengan kemenangan telak tujuh gol tanpa balas.
Meski tampil dominan, Tavares menilai timnya sempat kehilangan fokus menjelang akhir babak pertama. Menurutnya, reaksi pemain ketika kehilangan bola masih belum sesuai harapan dan itu menjadi perhatian serius sebelum menghadapi Persik.
“Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama. Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegasnya.
Menurut Tavares, gol ketiga dan keempat menjadi momentum yang benar-benar mematahkan mental Semen Padang. Setelah itu, permainan praktis sepenuhnya berada di bawah kendali Persebaya.
Meski baru saja meraih kemenangan terbesar musim ini, pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut tetap meminta anak asuhnya menjaga kerendahan hati. Ia menegaskan fokus utama tim saat ini adalah pemulihan kondisi pemain mengingat beberapa nama belum berada dalam kondisi terbaik.
“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain. Beberapa pemain belum 100 persen fit. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” katanya.
Di tengah pesta kemenangan Persebaya, Tavares juga memberikan penghormatan khusus kepada Semen Padang. Ia berharap tim berjuluk Kabau Sirah itu tetap menjadi bagian penting di level tertinggi sepak bola Indonesia.
“Saya sangat menghormati Semen Padang. Indonesia membutuhkan tim seperti mereka di kompetisi tertinggi, apalagi dengan stadion baru dan atmosfer yang bagus,” pungkasnya.