Beranda blog Halaman 8

Ricky Pratama Termotivasi Bangkit Bersama Persebaya, Bernardo Tavares Jadi Sosok Kunci

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya resmi memperkuat sektor sayap dengan mendatangkan Ricky Pratama pada bursa transfer musim ini. Pemain berusia 23 tahun asal Sidoarjo itu dikontrak dengan durasi multiyears sebagai bagian dari proyek jangka panjang Bajol Ijo.

Bergabung dengan klub kota kelahirannya menjadi tantangan baru bagi Ricky. Ia datang dengan tekad untuk mengembalikan performa terbaiknya sekaligus memberikan kontribusi maksimal bagi Persebaya.

“Target pribadi saya di musim baru nanti adalah mendapatkan lebih banyak menit bermain, berkontribusi maksimal untuk Persebaya, dan memperbaiki performa yang musim lalu belum sesuai dengan harapan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa memberikan dampak positif bagi tim,” terangnya.

Di balik keputusannya menerima tawaran Persebaya, Ricky mengungkapkan ada satu sosok yang memiliki pengaruh besar, yakni pelatih kepala Bernardo Tavares. Hubungan keduanya sudah terjalin sejak masih bersama PSM Makassar.

“Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan saya. Beliau adalah pelatih yang pertama kali memberi kesempatan kepada saya untuk bermain di level senior,” ujar Ricky.

Di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut, Ricky mulai membangun karier profesionalnya. Kepercayaan yang diberikan Tavares membuatnya berkembang hingga mampu menembus Timnas Indonesia U-23.

“Saya banyak berkembang di bawah arahan beliau, mulai dari proses menembus tim utama hingga akhirnya bisa menjadi pemain tim nasional,” lanjut Ricky.

Bernardo Tavares pun mengaku sudah memahami karakter permainan Ricky karena pernah bekerja sama sebelumnya. Menurutnya, winger tersebut memiliki fleksibilitas tinggi karena mampu dimainkan di beberapa posisi di lini depan.

“Ricky merupakan pemain asal Surabaya yang memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi. Saya pernah bekerja sama dengannya sebelumnya dan mengetahui kualitas yang dimilikinya,” ujar Coach Tavares.

Meski telah mengenal kemampuan anak asuhnya, Tavares menegaskan bahwa Ricky tetap harus membuktikan diri melalui kerja keras. Kesempatan bermain hanya bisa diraih dengan menunjukkan performa terbaik di setiap sesi latihan maupun pertandingan.

“Sekarang semuanya kembali kepada Ricky. Dia harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali ke level performa terbaik dan membantu Persebaya mencapai target yang diinginkan,” tegas Coach Tavares.

Musim lalu, Ricky memang belum memperoleh kesempatan bermain secara reguler. Bersama klub sebelumnya, ia tampil dalam 12 pertandingan dan menyumbangkan satu assist. Namun, catatan tersebut tidak mengurangi keyakinan Persebaya terhadap potensi yang dimiliki pemain muda tersebut untuk berkembang bersama Green Force.

Pulang ke Green Force, Dicky Kurniawan Ingin Ukir Prestasi Lebih Besar Bersama Persebaya

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya kembali memperkuat skuadnya untuk menghadapi Super League 2026/27 dengan mendatangkan lima pemain baru. Salah satu nama yang paling menyita perhatian adalah Dicky Kurniawan Arifin, pemain asal Surabaya yang akhirnya kembali mengenakan seragam Green Force.

Kembalinya Dicky bukan sekadar perpindahan klub. Baginya, ini merupakan momen kembali ke tempat yang memiliki ikatan emosional kuat sejak awal perjalanan kariernya sebagai pesepak bola.

“Saya tentu sangat bangga dan bahagia ketika kembali mendapat kesempatan dari Persebaya. Begitu mendapat kabar, orang pertama yang saya hubungi adalah keluarga di rumah. Setelah itu saya langsung mantap menerima tawaran ini,” ujar Dicky.

Di balik keputusan tersebut, sang ayah menjadi sosok pertama yang diajak berdiskusi. Dicky mengungkapkan bahwa ayahnya merupakan orang yang mengenalkannya pada sepak bola sejak kecil dan memberikan dukungan penuh agar dirinya menerima pinangan Persebaya.

“Saat pertama kali mengetahui ada ketertarikan dari Persebaya, saya langsung menghubungi bapak. Beliau adalah sosok yang pertama kali mengajarkan saya bermain sepak bola. Respons beliau sangat positif dan meminta saya untuk kembali ke Persebaya,” jelasnya.

Persebaya memang bukan tempat yang asing bagi Dicky. Sebelum bergabung dengan akademi Green Force, ia mengasah kemampuan di Akademi Assyabaab pada 2007-2014, kemudian melanjutkan pembinaan di Bintang Timur Surabaya hingga 2018.
Performa impresifnya saat mengikuti seleksi membawanya masuk ke skuad Persebaya U-17.

Bersama tim muda Bajol Ijo, Dicky menikmati salah satu pencapaian terbaik dalam karier awalnya.
Pada 2018, ia sukses mengantarkan Persebaya U-17 menjuarai Piala Soeratin sekaligus menyabet penghargaan sebagai Pemain Terbaik turnamen.

“Saya pernah menjadi bagian dari Persebaya U-16 pada 2018. Saat itu kami berhasil menjadi juara di Blitar. Itu menjadi salah satu momen yang sangat berkesan dalam perjalanan saya bersama Persebaya,” kenang Dicky.

Penampilannya yang konsisten membuat Dicky dipromosikan ke tim utama Persebaya pada Maret 2021 bersama sejumlah pemain muda berbakat, termasuk Marselino Ferdinan. Setelah sempat melanjutkan karier di klub lain demi menambah pengalaman, kini ia kembali dengan bekal yang lebih matang.

Musim lalu menjadi bukti perkembangan Dicky sebagai pemain profesional. Dari 21 pertandingan di Super League, pemain berkaki kiri tersebut mampu mencatatkan dua gol dan enam assist, statistik yang menunjukkan kontribusinya dalam membangun serangan tim.

Meski kini datang sebagai pemain yang lebih berpengalaman, Dicky menegaskan bahwa Persebaya tetap memiliki tempat istimewa di hatinya.

“Di Persebaya, saya tidak hanya mendapatkan tempat untuk berkembang sebagai pemain, tetapi juga merasakan kebersamaan seperti keluarga. Itu yang membuat klub ini selalu memiliki tempat spesial di hati saya,” terangnya.

Kini, Dicky memiliki target yang lebih tinggi dibanding saat pertama kali membela Green Force. Ia berharap dapat mengulang kesuksesan yang pernah diraih di level usia muda, bahkan membawa Persebaya meraih prestasi lebih besar di tim utama.

“Sekarang saya kembali dengan status pemain senior. Tentu saya berharap bisa mengulang kesuksesan yang pernah dirasakan saat di kelompok usia muda, bahkan dengan pencapaian yang lebih besar bersama tim utama,” tegasnya.

Dengan pengalaman yang semakin matang, performa yang terus berkembang, serta ikatan emosional yang kuat dengan klub, Dicky Kurniawan siap memulai babak baru dan memberikan kontribusi terbaik untuk Persebaya pada musim 2026/27.

Syahrul Lasinari Siap Berikan Kontribusi Terbaik untuk Persebaya di Super League 2026/27

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya terus mematangkan komposisi tim menjelang bergulirnya Super League 2026/27. Salah satu langkah yang diambil manajemen adalah mendatangkan bek serbabisa Syahrul Lasinari untuk memperkuat kedalaman skuad Green Force.

Pemain asal Ternate itu resmi menjadi bagian dari Persebaya setelah menyepakati kontrak berdurasi satu musim. Kehadirannya diharapkan mampu menambah kekuatan di sektor pertahanan sekaligus memberikan lebih banyak opsi bagi tim pelatih.

Pelatih Bernardo Tavares mengaku tidak asing dengan kualitas Syahrul. Keduanya pernah bekerja sama sebelumnya sehingga sang pelatih memahami karakter permainan bek berusia 26 tahun tersebut.

“Syahrul adalah pemain yang sudah pernah bekerja sama dengan saya sebelumnya. Dia memiliki pengalaman yang cukup baik dan mampu bermain di beberapa posisi di lini pertahanan,” jelas Coach Tavares.

Menurut pelatih asal Portugal itu, kemampuan Syahrul yang bisa ditempatkan di berbagai posisi menjadi salah satu alasan utama Persebaya merekrutnya.

“Kehadirannya memberi tambahan kualitas sekaligus kompetisi di lini belakang, dan itu menjadi salah satu alasan kami merekrutnya,” tandas Coach Tavares.

Di sisi lain, Syahrul mengaku sangat bahagia mendapat kesempatan bergabung dengan salah satu klub terbesar di Indonesia. Baginya, mengenakan seragam Persebaya merupakan kebanggaan tersendiri dalam perjalanan kariernya.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan Persebaya. Kita semua tahu Persebaya adalah salah satu klub besar di Indonesia dengan sejarah dan basis suporter yang luar biasa. Karena itu, saya merasa bangga mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari tim ini,” ujar Syahrul.

Mantan pemain PSM Makassar tersebut juga mengungkapkan bahwa ambisi besar yang dimiliki Persebaya menjadi faktor penting dalam keputusannya menerima tawaran Green Force.

“Salah satu alasan saya memilih Persebaya adalah karena saya ingin merasakan pengalaman baru bersama klub yang memiliki ambisi besar. Saya melihat Persebaya memiliki target yang jelas untuk musim depan, dan itu menjadi motivasi tersendiri bagi saya,” katanya.

Selain memiliki pengalaman di level kompetisi tertinggi Indonesia, Syahrul dikenal sebagai pemain bertahan yang fleksibel. Ia dapat dimainkan sebagai bek sayap maupun bek tengah, sehingga memberi keuntungan tersendiri bagi tim dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan.

Syahrul pun menegaskan komitmennya untuk bekerja keras dan memberikan kemampuan terbaiknya demi membantu Persebaya meraih target pada musim 2026/27.

“Saya sangat antusias menyambut tantangan ini. Sebagai pemain profesional, saya siap memberikan seratus persen kemampuan saya untuk membantu tim mencapai target yang telah ditetapkan manajemen dan seluruh keluarga besar Persebaya,” pungkasnya dengan semangat.

Reuni dengan Bernardo Tavares, Ramadhan Sananta Bidik Kebangkitan Bersama Persebaya

0

Taktik.id – Ramadhan Sananta membuka lembaran baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya untuk menghadapi Super League 2026/27. Kepindahan penyerang Timnas Indonesia itu tak hanya menghadirkan harapan baru bagi lini depan Bajol Ijo, tetapi juga mempertemukannya kembali dengan pelatih Bernardo Tavares.

Sananta direkrut Persebaya dengan status bebas transfer usai mengakhiri kebersamaannya bersama DPMM FC di Liga Malaysia. Penyerang berusia 23 tahun tersebut diharapkan mampu kembali menunjukkan performa terbaiknya setelah menjalani musim yang tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan.

Bagi Sananta, kehadiran Bernardo Tavares menjadi salah satu alasan utama menerima pinangan Persebaya. Ia mengaku memiliki hubungan yang baik dengan pelatih asal Portugal tersebut sejak sama-sama memperkuat PSM Makassar.

“Kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya,” ujar Sananta.

Pemain yang telah mencatatkan 18 penampilan bersama Timnas Indonesia itu juga mengungkapkan bahwa Tavares memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan permainannya, baik dari aspek teknik maupun mental.

“Coach Tavares memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan karier saya. Beliau memahami karakter pemain dengan baik, selalu memberikan motivasi, dan membantu saya bermain lebih efektif. Saya merasa banyak berkembang berkat arahan beliau,” tambahnya.

Sementara itu, Bernardo Tavares menyambut kembalinya Sananta dengan optimisme tinggi. Menurutnya, penyerang tersebut pernah menunjukkan perkembangan luar biasa saat diasuhnya di PSM Makassar.

“Ramadhan Sananta adalah pemain yang berkembang pesat saat bekerja bersama saya di PSM Makassar. Ketika pertama kali datang, namanya belum banyak dikenal. Namun, seiring waktu ia mampu menunjukkan kualitasnya hingga menembus Timnas Indonesia,” ujar Coach Tavares.

Keduanya memang pernah bekerja sama dalam keberhasilan PSM Makassar menjuarai Liga 1 musim 2022/23. Pada musim tersebut, Sananta tampil impresif dengan mencetak 11 gol dari 24 pertandingan dan menjadi salah satu striker lokal paling produktif di kompetisi.

Meski penampilannya bersama DPMM FC belum memenuhi ekspektasi, Tavares menegaskan bahwa kualitas Sananta tidak hilang begitu saja. Ia percaya sang pemain masih memiliki potensi besar untuk kembali bersinar.

“Saya percaya Sananta bisa tampil lebih baik lagi. Dia adalah pemain lokal, pemain tim nasional, dan jika berada dalam kondisi terbaiknya, dia mampu memberikan dampak besar bagi tim. Itulah yang kami harapkan darinya di Persebaya,” tegasnya.

Pelatih berusia 46 tahun itu menilai Persebaya memiliki peran penting untuk membantu Sananta mengembalikan performa terbaiknya. Di saat yang sama, ia berharap sang striker dapat memberikan kontribusi maksimal demi membawa Bajol Ijo mencapai target musim ini.

“Kami memahami karakter dan kualitas yang ia miliki. Sekarang tugas kami adalah membantunya kembali mengeluarkan kemampuan terbaiknya, sementara dia juga harus membantu tim mencapai target yang sudah ditetapkan,” tandasnya.

Persebaya Gandeng Mayapada Hospital, Bangun Sistem Medis Terintegrasi untuk Sambut Super League 2026/27

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya mengambil langkah baru dalam mempersiapkan diri menghadapi Super League 2026/27. Tak hanya memperkuat komposisi pemain, Green Force kini menjalin kemitraan dengan Mayapada Hospital Surabaya sebagai Official Medical Partner guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh pemain.

Kerja sama yang diumumkan pada Rabu (24/6) di Mayapada Hospital Surabaya ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem sports medicine terintegrasi pertama di Indonesia. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung kesehatan pemain mulai dari pencegahan cedera, peningkatan performa, hingga rehabilitasi secara berkelanjutan.

Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menyebut kolaborasi ini didasari kesamaan visi kedua belah pihak dalam menghadirkan standar pelayanan medis yang lebih modern dan menyeluruh.

“Kami ingin melangkah lebih jauh dengan membangun sebuah ekosistem, di mana para dokter spesialis menjadi bagian dari sistem pendukung Persebaya dan terintegrasi dengan tim medis klub,” ujar Candra.

Dalam kemitraan ini, Persebaya akan mendapat dukungan dari tim multidisiplin Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital Surabaya. Sebanyak 20 dokter spesialis dari berbagai disiplin ilmu akan terlibat, mulai dari kedokteran olahraga, ortopedi, rehabilitasi medik, kardiologi, radiologi, penyakit dalam, gizi klinik, hingga psikolog.

Layanan yang diberikan tidak hanya difokuskan pada penanganan cedera. SITPEC juga menerapkan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi faktor risiko cedera, memantau kondisi fisik pemain, meningkatkan performa, hingga mendampingi proses pemulihan selama kompetisi berlangsung.

Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja, menegaskan bahwa aspek medis memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi performa atlet sepanjang musim.

“Melalui SITPEC, kami menghadirkan pendekatan menyeluruh yang mencakup pencegahan cedera, pemantauan kondisi atlet, rehabilitasi, peningkatan performa, hingga dukungan kesehatan mental,” jelas Hendy.

Ia menambahkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya dibutuhkan saat pemain mengalami cedera, tetapi juga untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap optimal di setiap pertandingan.

“Dukungan medis yang profesional dan komprehensif merupakan bagian penting untuk memastikan para pemain Persebaya tetap berada dalam kondisi terbaik sehingga mampu menjalani kompetisi dengan maksimal,” tambahnya.

Gagasan membangun sistem kesehatan terintegrasi ini berawal dari pengalaman Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO atau dr Tommy, saat mengikuti Isokinetic Conference FIFA di Madrid pada 2025. Dari forum tersebut, ia melihat banyak klub elite Eropa telah menjadikan rumah sakit sebagai bagian dari sistem pendukung tim.

Menurut Dokter Tommy, model seperti itu membuat seluruh proses pelayanan kesehatan atlet berjalan lebih efektif karena berada dalam satu jaringan yang saling terhubung.

“Dengan sistem terintegrasi, seluruh proses mulai dari diagnosis, penanganan, rehabilitasi, hingga pemantauan kondisi dapat berjalan dalam satu alur yang berkesinambungan,” jelasnya.

Melalui sistem tersebut, proses diagnosis hingga pemantauan kebugaran pemain dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan terukur sehingga membantu tim pelatih dalam mengambil keputusan terkait kesiapan pemain.

Manfaat kerja sama ini pun langsung dirasakan oleh para pemain. Rekrutan anyar Persebaya, Dicky Kurniawan, mengaku puas dengan layanan saat menjalani medical check-up di Mayapada Hospital.

“Pemeriksaan kesehatan yang saya lalui di Mayapada Hospital sangat lengkap. Belum pernah saya dapatkan ketika masih membela klub lain,” ujarnya.

Menurut Dicky, keberadaan sistem kesehatan yang terintegrasi memberikan rasa aman karena seluruh kebutuhan medis pemain ditangani secara menyeluruh dengan dukungan teknologi modern.

Kerja sama ini telah mulai diterapkan melalui pemeriksaan kesehatan pemain baru Persebaya. Ke depan, Mayapada Hospital juga akan mendukung berbagai agenda klub, termasuk memberikan layanan kesehatan pada ajang Green Force Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni.

Melalui kolaborasi tersebut, Persebaya berharap dapat menghadirkan standar baru dalam pengelolaan kesehatan atlet di Indonesia. Dengan dukungan sistem medis yang terintegrasi, Green Force ingin memastikan setiap pemain memperoleh pendampingan terbaik agar mampu tampil maksimal sepanjang musim dan terus membawa kebanggaan bagi Surabaya, Bonek, serta Bonita.

Dua Gol Junior Brandao Bawa Madura United Selamat dari Degradasi

0

Taktik.id – Madura United FC memastikan diri bertahan di Super League musim depan setelah menaklukkan PSM Makassar dengan skor 2-1 pada laga terakhir musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu.

Dua gol kemenangan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab dicetak oleh striker andalan mereka, Junior Brandao, yang tampil gemilang sepanjang pertandingan. Hasil ini sekaligus memastikan Madura United lolos dari ancaman degradasi dan mengakhiri musim di peringkat ke-14 klasemen dengan koleksi 35 poin.

Sementara itu, PSM Makassar harus puas berada di posisi ke-15 dengan 34 poin. Kemenangan krusial ini juga membuat Persis Solo menjadi tim terakhir yang dipastikan turun kasta ke Liga 2 musim depan.

Pelatih caretaker Madura United, Rakhmad Basuki, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tampil disiplin dan kompak sepanjang laga penentuan tersebut.

“Kemenangan kali ini tidak lepas dari pola permainan kompak antarlini, sehingga peluang yang tercipta mampu dikonversi menjadi gol,” kata Pelatih Caretekar Madura United FC Rakhmad Basuki setelah pertandingan.

Sejak menit awal, Madura United langsung tampil agresif di hadapan pendukung sendiri. Bahkan pada menit pertama, kombinasi Lulunha dan Junior Brandao hampir membuka keunggulan cepat bagi tuan rumah.

PSM Makassar mencoba mengimbangi permainan dengan skema serangan balik, namun lini pertahanan Madura United tampil solid dan mampu meredam setiap ancaman tim tamu.

Meski mendominasi jalannya pertandingan, Madura United baru berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-42. Junior Brandao memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper PSM untuk membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSM meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Peluang emas sempat diperoleh melalui sundulan Rasyid Bakri, namun penyelesaiannya belum mampu mengarah tepat sasaran.

Saat PSM asyik menyerang, Madura United justru berhasil menggandakan keunggulan lewat skema bola mati. Bermula dari tendangan sudut Taufani yang diteruskan Pedro Monteiro, Junior Brandao sukses menanduk bola dengan akurat pada menit ke-53 untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Gol kedua tersebut semakin membakar semangat para pemain Madura United dan pendukung yang memadati Stadion Gelora Bangkalan. Hingga laga usai, Madura United mampu mempertahankan keunggulan dan memastikan diri tetap bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

Hidup Mati Madura United di Bangkalan, Wajib Menang atas PSM demi Bertahan di BRI Super League

0

Taktik.id – Madura United FC menghadapi laga paling krusial musim ini saat menjamu PSM Makassar pada pekan terakhir BRI Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu sore (23/5).

Pertandingan tersebut menjadi penentu nasib Laskar Sape Kerrab untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sorotan publik tertuju pada duel ini karena Madura United masih berada dalam ancaman degradasi.

Persaingan ketat terjadi dengan Persis Solo yang hanya terpaut satu poin di klasemen sementara. Situasi itu membuat Madura United tidak memiliki banyak pilihan selain meraih kemenangan di kandang sendiri.

Jika gagal menang, nasib Madura United akan bergantung pada hasil pertandingan Persis Solo kontra Persita Tangerang yang digelar pada waktu bersamaan. Kondisi tersebut membuat tekanan besar berada di pundak para pemain dan tim pelatih.

Caretaker Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, menegaskan timnya telah melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi laga penentuan tersebut. Ia optimistis motivasi pemain akan menjadi modal penting untuk mengamankan tiga poin.

“Kami persiapan dengan bagus, karena target besok tidak ada pilihan lagi, kecuali menang. Mentalitas pemain dan motivasi pemain akan dibawa ke pertandingan besok untuk menghasilkan tiga poin,” ungkapnya.

Atmosfer Stadion Gelora Bangkalan diprediksi akan penuh tekanan sekaligus harapan. Dukungan suporter dinilai menjadi faktor penting untuk membakar semangat tim menghadapi PSM Makassar yang juga dikenal sebagai lawan tangguh.

Kapten Madura United, Luis Marcelo Morais dos Reis atau Lulinha, mengajak seluruh suporter memenuhi stadion dan berjuang bersama demi menyelamatkan tim dari degradasi.

“Persiapan bagus. Kami selalu berikan 100 persen dalam latihan untuk fokus pertandingan terakhir musim ini. Sangat penting jika suporter datang mendukung kami. Saya dan rekan saya akan berikan yang terbaik untuk Madura United,” kata bomber Brasil ini.

Laga kontra PSM Makassar bukan sekadar pertandingan penutup musim bagi Madura United. Duel ini menjadi pertaruhan harga diri sekaligus kesempatan terakhir untuk memastikan tetap berlaga di BRI Super League musim depan.

Arema FC Tutup Musim dengan Manis, Kanjuruhan Bergemuruh Sambut Kemenangan Atas PSIM

0

Taktik.id – Arema FC sukses menutup perjalanan mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan hasil membanggakan. Bermain di hadapan ribuan Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (22/5/2026), Singo Edan menaklukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-1.

Kemenangan ini menjadi jawaban atas harapan publik Malang yang ingin melihat tim kebanggaannya mengakhiri musim dengan senyuman. Sejak awal laga, Arema tampil agresif dan penuh determinasi demi memberikan hadiah spesial bagi Aremania di pertandingan penutup musim.
Atmosfer Stadion Kanjuruhan pun terasa hidup.

Sebanyak 6.502 penonton hadir langsung memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka. Sorak sorai Aremania menjadi suntikan semangat bagi para pemain Arema FC sepanjang pertandingan.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengaku puas dengan performa anak asuhnya pada laga terakhir musim ini. Ia juga memberikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan Aremania kepada tim.

“Kami puas dengan hasil laga penutup ini. Tentu, tim pelatih senang, dan berterima kasih untuk semua. Dukungan Aremania dan anda semua di sini sangat baik bagi pelatih,” ungkap coach Marcos Santos, saat konferensi pers usai laga kontra PSIM.

Kemenangan atas PSIM sekaligus melanjutkan tren positif Arema FC di penghujung musim. Pada pekan sebelumnya, Singo Edan juga tampil impresif usai membungkam PSBS Biak dengan skor telak 5-2.

Dengan tambahan tiga poin dari laga ini, Arema FC menutup kompetisi di posisi kesembilan klasemen akhir dengan koleksi 48 poin. Meski belum mampu bersaing di papan atas, performa tim di akhir musim memberikan optimisme baru bagi Aremania menyambut kompetisi berikutnya.

“Saya optimis, semoga di musim kompetisi berikutnya, Arema bisa meraih hasil terbaiknya,” demikian Marcos Santos.

Persebaya Minta Bonek-Bonita Tertib Tidak Nyalakan Flare dan Petasan Saat Lawan Persik

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya mengajak seluruh Bonek dan Bonita menjaga ketertiban dan keamanan saat laga penutup musim Super League 2025/2026 melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (23/5). Imbauan itu disampaikan agar pertandingan berlangsung aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh penonton.

Manajemen Persebaya menegaskan larangan membawa maupun menyalakan flare, petasan, serta benda berbahaya lainnya di area stadion. Kehadiran suporter dengan dukungan positif dinilai jauh lebih penting untuk memberikan semangat kepada tim di pertandingan terakhir musim ini.

“Kami mengimbau seluruh Bonek dan Bonita untuk mematuhi aturan yang berlaku, tidak membawa flare, petasan, maupun benda berbahaya lainnya agar pertandingan dapat berjalan aman, nyaman, dan kondusif,” kata Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman.

Menurut Ram, atmosfer tribun yang tertib dan kreatif akan menjadi energi besar bagi Bajol Ijo saat menghadapi Persik. Ia berharap para pendukung Persebaya bisa menunjukkan dukungan dewasa demi menjaga nama baik klub dan menciptakan laga penutup musim yang sportif.

Selain mengingatkan soal keamanan, panitia pelaksana juga meminta penonton datang lebih awal ke stadion. Langkah itu dilakukan untuk menghindari antrean panjang di pintu masuk karena pemeriksaan barang bawaan akan dilakukan secara ketat sesuai prosedur keamanan.

Duel Persebaya kontra Persik sendiri diprediksi berlangsung sengit. Pada pertemuan pertama di Kediri, kedua tim bermain imbang 1-1. Hasil tersebut membuat laga di GBT diperkirakan berjalan ketat sejak menit awal karena kedua tim sama-sama ingin menutup musim dengan kemenangan.

Dukungan penuh dari tribun diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi skuad Bajol Ijo untuk mengakhiri musim dengan hasil manis di hadapan pendukung sendiri.

Ram juga berharap seluruh elemen suporter dapat bersama-sama menciptakan suasana stadion yang aman dan nyaman bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dan keluarga yang hadir langsung ke stadion.

“Mari kita jadikan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai rumah yang aman dan nyaman untuk semua. Dukungan positif dari tribun akan sangat berarti bagi pemain di laga melawan Persik,” tandasnya.

Bernardo Tavares Ingin Akhiri Musim di Posisi Empat Klasemen Super League 2025/26

0

Taktik.id — Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, meminta para pemainnya tidak terlena dengan performa impresif yang ditunjukkan dalam beberapa laga terakhir. Menjelang duel kontra Persik Kediri pada pekan terakhir Super League 2025/26, Tavares menilai pertandingan tersebut bakal menjadi ujian berat bagi Bajol Ijo.

Persebaya dijadwalkan menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu sore (23/5). Laga ini menjadi penentu langkah Green Force untuk mengamankan posisi empat besar klasemen akhir musim.

Meski tampil meyakinkan dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk kemenangan telak 7-0 pada laga sebelumnya, Tavares menegaskan timnya tidak boleh jemawa. Apalagi, Persik dikenal sebagai lawan yang kerap menyulitkan Persebaya dalam beberapa musim terakhir.

Dalam dua pertemuan terakhir, kedua tim selalu bermain imbang. Statistik itu menunjukkan bahwa duel Persebaya kontra Persik selalu berlangsung ketat dan penuh tensi.

“Mengenai pertandingan besok, saya pikir ini tidak akan menjadi laga yang mudah, terutama setelah kita meraih hasil bagus di pertandingan sebelumnya. Persik Kediri adalah tim yang bagus,” ujar pelatih asal Portugal tersebut dalam sesi konferensi pers.

Saat ini Persebaya memang sedang berada dalam tren positif setelah membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir. Catatan itu membuat optimisme suporter meningkat menjelang laga penutup musim.

Namun, Tavares tetap mengingatkan skuadnya untuk menjaga fokus sepanjang pertandingan. Menurutnya, kemenangan besar sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan bahwa laga melawan Persik akan berjalan mudah.

“Setelah kemenangan besar 7-0 di laga terakhir, jangan sampai ada anggapan pertandingan besok akan mudah. Tidak akan mudah. Kita juga akan bermain sore hari dengan kondisi cuaca yang mungkin panas,” jelasnya.

Pelatih berusia 46 tahun itu juga menekankan pentingnya meraih kemenangan demi memastikan posisi terbaik di klasemen akhir. Baginya, finis di empat besar menjadi pencapaian penting yang menunjukkan konsistensi tim sepanjang musim.

“Finis di empat besar tentu sangat penting. Posisi keempat berbeda dengan posisi kelima. Terlihat hanya selisih satu tingkat, tetapi maknanya besar karena itu menunjukkan kami melakukan pekerjaan dengan baik sepanjang musim,” tegasnya.

Selain mengejar target klasemen, Tavares ingin kemenangan di laga terakhir menjadi hadiah spesial bagi Bonek dan Bonita yang terus memberikan dukungan sepanjang musim.

“Namun yang paling penting sekarang adalah memenangkan pertandingan besok. Kalau ingin bahagia, kami harus menang. Sekali lagi, ini tidak akan menjadi laga mudah,” pungkasnya.