Beranda blog Halaman 10

Jelang Kick Off Persebaya Lawan Persis Solo, Bernardo Tavares Ingatkan Fokus Pemain

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya membawa modal meyakinkan jelang lawatan ke markas Persis Solo pada pekan ke-32 Super League 2025/26. Tiga kemenangan beruntun sukses mengangkat kepercayaan diri Bajol Ijo sebelum menjalani laga penting di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5).

Namun di balik tren positif tersebut, pelatih Bernardo Tavares justru memilih menyalakan alarm kewaspadaan untuk anak asuhnya. Bukan tanpa alasan, Persis Solo dinilai memiliki motivasi besar untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Laskar Sambernyawa saat ini masih berada dalam tekanan zona bawah. Situasi itu diyakini membuat Persis bakal tampil habis-habisan di depan pendukung sendiri demi mengamankan poin penting.

Apalagi, performa kandang Persis sedang dalam kondisi terbaik. Dalam empat pertandingan terakhir di Manahan, mereka selalu mampu meraih kemenangan.

“Saya melihat Persis adalah tim yang sangat kuat ketika bermain di kandang. Empat laga kandang terakhir juga mereka sapu bersih dengan kemenangan. Jadi kami tahu besok akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar Tavares.

Pelatih asal Portugal tersebut menilai laga melawan tim yang sedang berjuang keluar dari ancaman degradasi sering kali jauh lebih sulit diprediksi.

Menurutnya, tim dalam situasi tertekan biasanya memiliki semangat juang lebih tinggi dibanding pertandingan biasa.

“Kami percaya Persis akan melakukan segalanya untuk menang. Cara terbaik menghormati pertandingan ini adalah datang dengan fokus dan mencoba meraih kemenangan,” jelasnya.

Persebaya sendiri memang tengah berada dalam momentum positif. Konsistensi permainan mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir dan membuat peluang mereka menutup musim di papan atas semakin terbuka.

Meski demikian, Tavares tidak ingin skuadnya terlena hanya karena perbedaan posisi di klasemen. Ia mengingatkan bahwa Persebaya pernah mengalami kesulitan saat menghadapi tim papan bawah musim ini.

“Kami punya contoh saat kalah dari Madura dan juga saat menghadapi Persis sebelumnya. Itu bukti bahwa pertandingan seperti ini tidak pernah mudah. Karena itu kami harus fokus penuh sepanjang laga,” tegasnya.

Selain duel penting kedua tim, pertandingan nanti juga menghadirkan cerita reuni bagi dua eks pemain Persebaya, Dejan Tumbas dan Kadek Raditya, yang kini membela Persis Solo. Tavares menilai keduanya menunjukkan perkembangan positif bersama klub barunya.

“Saya pikir mereka berkembang dengan baik di Persis. (Dejan) Tumbas sekarang bermain di beberapa posisi berbeda, sementara Kadek juga mendapat lebih banyak kesempatan bermain. Tapi ketika pertandingan dimulai, kami tetap fokus pada tugas kami sendiri, yaitu mencoba memenangkan pertandingan,” tandasnya.

Kolaborasi Lintas Negara Antara Akademi Persebaya dengan Klub Inggris Jadi Sinyal Kemajuan Pesepak Bolaan

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya terus menunjukkan keseriusannya membangun kekuatan dari sektor pembinaan usia muda. Kali ini, perhatian datang langsung dari Inggris setelah klub League Two, Tranmere Rovers FC, mengunjungi Persebaya Future Lab di Lapangan B Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (7/5/2026) siang.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan antara delegasi Tranmere Rovers FC yang diwakili Matt Hunter dan Dan Odonnell dengan Kepala Persebaya Future Lab Ganesha Putera berlangsung intens selama kurang lebih 90 menit.

Fokus utama pembahasan adalah pengembangan pemain muda modern, mulai metode latihan, sistem pembinaan, hingga filosofi pengembangan talenta yang diterapkan kedua klub.

Langkah ini menjadi bukti Persebaya mulai membuka jaringan internasional demi mempercepat kualitas akademi dan menciptakan sistem pembinaan yang mampu bersaing di level global.

Diskusi berjalan terbuka karena kedua pihak memiliki perhatian besar terhadap pembinaan usia dini. Persebaya ingin memastikan pemain muda binaannya mendapatkan pendekatan pelatihan yang terus berkembang mengikuti tuntutan sepak bola modern.

Ganesha Putera menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam rencana jangka panjang Green Force.

“Untuk mewujudkan visi-visi tersebut, kita senantiasa berkolaborasi dengan banyak pihak dan para ekspert dari seluruh dunia sehingga kita bisa saling tukar-menukar informasi. Tentunya kita juga bisa saling mendapatkan manfaat dan pembelajaran,” ujar Ganesha.

Tranmere Rovers sendiri dikenal memiliki pengalaman panjang dalam membina pemain muda hingga mampu menembus level profesional. Hal itu membuat pertemuan ini dinilai sangat strategis bagi perkembangan Persebaya Future Lab.

Menariknya, kolaborasi ini tidak hanya berjalan satu arah. Persebaya juga dinilai memiliki sistem pembinaan yang menarik perhatian klub asal Inggris tersebut.

“Mereka sangat concern dengan pembinaan usia muda dan punya pengalaman mencetak pemain muda ke level profesional. Hari ini mereka datang ke sini ingin belajar dari Persebaya, dan Persebaya juga belajar dari mereka,” jelasnya.

“Ini kolaborasi yang baik dan progresif untuk sama-sama meningkatkan kemajuan kedua pihak,” sambungnya.

Kolaborasi lintas negara ini menjadi sinyal bahwa Persebaya tidak hanya ingin kuat di level kompetisi senior, tetapi juga sedang membangun fondasi jangka panjang melalui akademi yang lebih modern, terbuka, dan berstandar internasional.

Jadi ‘Senjata’ Madura United: Iran Junior Akhirnya Tampil Impresif Setelah Cedera Panjang

0

Taktik.id – Madura United mulai menemukan kembali kekuatan terbaiknya di penghujung musim Super League 2025/2026. Salah satu sorotan terbesar datang dari kebangkitan gelandang asal Brasil, Iran Junior, yang perlahan kembali menunjukkan kualitasnya setelah melewati masa sulit akibat cedera.

Iran Junior tampil impresif saat Madura United menumbangkan Bali United dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5/2026). Dalam laga pekan ke-31 itu, ia turut menyumbang satu gol penting yang menjadi penanda kembalinya performa sang gelandang.

Musim lalu, Iran Junior merupakan salah satu pemain kunci Madura United. Ia tampil konsisten dengan torehan 4 gol dan 2 assist dari 30 pertandingan.

Namun musim ini perjalanannya tidak berjalan mulus.
Sempat membuka musim dengan baik lewat gol ke gawang Persik Kediri pada pekan kedua saat Madura United menang 1-2 pada 16 Agustus 2026, Iran Junior kemudian harus menghadapi kenyataan pahit. Cedera membuatnya menepi cukup lama hingga absen dalam 12 pertandingan.

Setelah pulih pun, performanya belum langsung kembali seperti sebelumnya. Namun dalam tiga laga terakhir, pemain berusia 30 tahun tersebut mulai memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan dengan mencatatkan satu gol dan satu assist.

“Saya sangat senang bisa mencetak gol dan membantu tim meraih kemenangan,” kata Iran Junior.

“Situasi sebelumnya sangat sulit, tapi sekarang saya sudah tampil baik. Saya harap bisa terus membantu tim ini dengan mencetak gol atau assist,” tambahnya.

Iran Junior mengungkapkan bahwa kepercayaan dari tim pelatih menjadi salah satu faktor penting di balik meningkatnya performanya.

“Saya ucapkan terimakasih pada pelatih yang telah memberi kepercayaan diri saya setiap waktu, jadi saya sangat senang dengan situasi ini,” pungkas Iran Junior.

Kebangkitan Iran Junior pun mendapat sambutan positif dari pelatih karteker Madura United, Rakhmat Basuki. Kehadiran kembali sang gelandang dalam performa terbaik dinilai bisa menjadi tambahan kekuatan penting bagi Madura United dalam menuntaskan musim dengan hasil maksimal.

Rahasia dibalik Kebangkitan Persebaya di Momen Krusial

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya mulai menunjukkan wajah aslinya menjelang akhir musim BRI Super League 2025/26. Saat kompetisi hanya menyisakan tiga pekan, Bajul Ijo justru tampil semakin matang dan konsisten.

Tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan menjadi bukti bahwa Persebaya sedang berada dalam momentum terbaiknya. Tidak hanya menang, permainan tim juga terlihat jauh lebih solid dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Kini Persebaya tampil lebih tenang saat menguasai bola, lebih berani menekan lawan sejak awal laga, serta semakin disiplin menjaga lini belakang. Perubahan itu membuat tim kembali diperhitungkan dalam persaingan papan atas.

Padahal sebelumnya, performa Persebaya sempat naik turun meski permainan mereka sebenarnya cukup menjanjikan. Menurut pelatih Bernardo Tavares, faktor kemenangan menjadi titik penting yang mengubah atmosfer tim.

“Saya pikir ini bagus. Sepak bola adalah tentang menang. Melawan Madura United kita main bagus tapi tidak menang,” kata mantan pelatih PSM Makassar itu.


“Menang tiga kali beruntun saya pikir positif. Sekarang saatnya pemulihan dan bersiap untuk laga berikutnya,” imbuhnya.

Persebaya juga tampil tajam di lini depan dengan koleksi 10 gol dalam tiga pertandingan terakhir. Namun kekuatan utama tim bukan hanya produktivitas serangan, melainkan keseimbangan permainan yang mulai terbentuk.

Saat menyerang, tim terlihat efektif memanfaatkan peluang. Sementara ketika kehilangan bola, organisasi pertahanan tetap terjaga dengan baik sehingga lawan kesulitan menciptakan ancaman.

“Kuncinya adalah mencetak gol lebih banyak daripada kebobolan. Sikap tim bagus, kami berkembang dalam banyak hal,” ujar Bernardo Tavares.

“Tim sekarang lebih percaya diri. Semua orang tahu apa yang harus dilakukan dengan bola maupun tanpa bola. Jauh lebih mudah bekerja dengan kemenangan dan energi positif,” pungkasnya.

Hasil positif tersebut membuat Persebaya kini bertahan di papan atas klasemen sementara BRI Super League 2025/26. Bajul Ijo menempati posisi kelima dengan koleksi 51 poin dan masih berpeluang menutup musim dengan hasil yang lebih baik.

Kejurprov Panjat Tebing Jatim 2026 Jadi Lumbung Munculnya Atlet Muda Menuju PON 2028

0

Taktik.id – Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 bukan hanya soal perebutan podium juara. Ajang ini mulai diposisikan sebagai “mesin pencetak” atlet masa depan yang diproyeksikan menjaga kejayaan Jawa Timur di kancah nasional hingga persiapan menuju PON 2028.

Sebanyak 294 atlet dari 30 kabupaten/kota ikut ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan kelompok umur KU-9, KU-11, KU-13, KU-15, KU-17, hingga KU-19 tersebut. Kehadiran ratusan atlet muda itu menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi panjat tebing Jatim terus berjalan.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur, Henky Irawan, menegaskan Kejurprov memiliki peran penting dalam proses pencarian bibit atlet potensial.

“Dari Kejurprov ini diharapkan bisa mengirimkan atlet-atlet Jawa Timur ke Kejurnas dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Menurut Henky, mempertahankan dominasi Jawa Timur di cabang panjat tebing membutuhkan pembinaan jangka panjang. Karena itu, kompetisi usia muda terus diperbanyak agar atlet memiliki pengalaman bertanding yang matang sejak dini.

“Kami ingin semakin banyak event agar atlet punya jam terbang dan pengalaman bertanding,” katanya.

Langkah tersebut dinilai penting karena persaingan panjat tebing nasional semakin ketat. Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama nasional mulai mendapat tantangan serius dari berbagai daerah.

Meski demikian, Henky tetap optimistis Jatim mampu menjaga tradisi prestasi dengan dukungan pembinaan yang konsisten dari KONI Jatim dan Dispora.

“Kami optimistis tetap mempertahankan posisi juara umum di Kejurnas,” tegasnya.

Ajang ini sekaligus menjadi sarana evaluasi kemampuan atlet muda sebelum melangkah ke level lebih tinggi. Total peserta terdiri atas 160 atlet putra dan 130 atlet putri dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Tak hanya itu, Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026 juga dijadikan ajang seleksi menuju Kejuaraan Nasional Kelompok Umur di Jakarta. Seluruh peserta pun dituntut tampil maksimal sambil tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil, menyebut panjat tebing merupakan olahraga yang membutuhkan perpaduan teknik, kekuatan fisik, dan mental kompetitif.

“Semakin banyak mengikuti event, refleks ketika bertanding semakin tinggi. Skill kuat, power aman, dan mental bertanding juga terbentuk,” ujarnya.

Ia menilai pembinaan yang dilakukan FPTI Jatim sudah berada di jalur yang tepat. Namun, ancaman dari provinsi lain tidak bisa dianggap remeh.

“Daerah lain tentu ingin mengambil alih posisi juara umum. Karena itu pembinaan harus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.

Nabil menyebut Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Barat masih menjadi rival utama dalam perebutan prestasi nasional cabang panjat tebing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, M Hadi Wawan, mengaku antusias melihat tingginya partisipasi atlet usia dini dalam kejuaraan tersebut.

“Tadi ada peserta usia tujuh tahun. Ini potensi luar biasa. Saat memasuki usia emas nanti, kita berharap mereka bisa menjadi atlet terbaik untuk Jawa Timur,” ujarnya.

Pada Kejurprov Panjat Tebing Jawa Timur 2026, nomor yang dipertandingkan meliputi lead, speed world record, dan boulder. Untuk kategori KU-9 hingga KU-15 hanya bertanding di nomor speed world record, sedangkan KU-17 sampai KU-19 mengikuti seluruh nomor pertandingan.

Ketua Harian FPTI Jawa Timur, Dhanu Iswara, menilai kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi lahirnya atlet panjat tebing berprestasi dari Jawa Timur.

Dengan pembinaan usia dini yang terus diperkuat dan frekuensi kompetisi yang semakin tinggi, Jawa Timur berharap tetap menjadi salah satu kekuatan utama panjat tebing nasional menuju PON 2028.

KKO SMPN2 Sidoarjo Pecah Dominasi Nasional, Duet Aulia-Gendhis Bawa Pulang Emas dari GBK

0

Taktik.id – Sidoarjo kembali mencuri perhatian di panggung olahraga nasional. Kali ini datang dari cabang artistic swimming, setelah duet muda berbakat Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 2 Sidoarjo sukses menyabet medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Aulia Zulfa Ramadhani dan Gendhis Safirah Irfaniar tampil memukau di nomor Duet Artistic Swimming. Dengan sinkronisasi gerakan yang solid serta tingkat kesulitan tinggi, keduanya mampu mengungguli para pesaing dari daerah lain dan memastikan podium tertinggi untuk Sidoarjo.

Prestasi ini menjadi sorotan karena menunjukkan perkembangan signifikan pembinaan olahraga di daerah. Sidoarjo yang selama ini kerap dipandang sebagai penantang, kini mulai diperhitungkan sebagai kekuatan baru di olahraga akuatik nasional.

“Emas ini untuk Sidoarjo. Kami datang ke GBK bukan hanya untuk bertanding, tapi untuk membuktikan bahwa proses panjang di KKO tidak mengkhianati hasil. Kami sempat gugup melihat atmosfer GBK, tapi begitu musik dimulai, yang ada hanya fokus dan target juara,” ujar Aulia Zulfa Ramadhani yang diamini oleh Gendhis Safirah.

Keberhasilan tersebut disebut tidak hadir secara instan. Program pembinaan KKO hasil kolaborasi Disporapar Sidoarjo dengan SMPN 2 Sidoarjo dinilai menjadi fondasi utama lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di level elite.

Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, menilai kemenangan ini sebagai titik penting dalam pengembangan olahraga prestasi di Kota Delta. Menurutnya, pendekatan pembinaan modern yang diterapkan mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kemenangan Aulia dan Gendhis adalah ‘breakthrough’. Ini membuktikan bahwa sinergi KKO di SMPN 2 Sidoarjo telah berada pada jalur yang benar. Kami mendobrak pola latihan konvensional dengan integrasi ilmu keolahragaan modern. Ini baru awal dari kejayaan akuatik Sidoarjo di kancah nasional,” tegas Yudhi.

Tak hanya soal teknik di kolam, pembinaan mental dan akademik juga menjadi perhatian utama dalam sistem KKO. Guru olahraga sekaligus mentor SMPN 2 Sidoarjo, Indrajid, menyebut para atlet binaannya dibentuk dengan disiplin tinggi agar mampu menjaga keseimbangan antara pendidikan dan prestasi.

“Anak-anak ini memiliki mentalitas baja. Di KKO, kami tidak hanya melatih fisik, tapi menjaga keseimbangan antara performa akademik dan prestasi di kolam. Mereka adalah representasi nyata bahwa siswa KKO bisa menjadi yang terbaik di Indonesia,” ungkapnya bangga.

Keberhasilan Aulia dan Gendhis di GBK menjadi pesan kuat bahwa daerah kini mampu melahirkan atlet elite nasional melalui sistem pembinaan yang terstruktur. Sidoarjo pun mulai menegaskan diri sebagai salah satu pusat kekuatan baru olahraga akuatik Indonesia.

Duet Gustavo-Risto Menyulap Pertahanan Persebaya Menjadi Benteng Lapis Baja

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya tengah menunjukkan fenomena langka di Super League 2025/26. Bukan hanya soal tajamnya lini serang, namun keberhasilan mereka membangun “tembok” yang mustahil ditembus. Dalam 270 menit terakhir, gawang Bajol Ijo tetap suci berkat catatan tiga clean sheet beruntun yang impresif.

Korban ketangguhan lini belakang ini tidak main-main. Mulai dari Malut United yang ditekuk 0-2, rival abadi Arema FC yang dibungkam 0-4, hingga PSBS Biak yang digulung 4-0. Di balik dominasi skor tersebut, ada dua sosok sentral yang menjadi arsitek utama di jantung pertahanan, Gustavo Fernandes dan Risto Mitrevski.

Meski performa duet ini mengundang decak kagum, Gustavo Fernandes tetap membumi. Bek berusia 26 tahun asal Brasil ini menegaskan bahwa kesucian gawang Persebaya adalah hasil dari sinkronisasi seluruh lini, bukan hanya aksi heroik individu di area penalti.

“Menurut saya, kunci utamanya adalah kerja sama tim. Semua dimulai dari lini depan hingga belakang. Ketika lini tengah melakukan pressing dengan baik dan penyerang ikut membantu menutup ruang, kami di belakang tidak terlalu banyak menghadapi situasi berbahaya,” ujarnya.

Gustavo menambahkan bahwa kunci untuk tetap “perawan” di bawah mistar gawang adalah disiplin baja yang tidak boleh kendor sedetik pun.

“Yang terpenting adalah menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, membaca permainan lawan, serta disiplin dalam duel dan penempatan posisi,” tambahnya.

Senada dengan rekannya, Risto Mitrevski menolak anggapan adanya “ramuan ajaib” di balik kokohnya pertahanan mereka. Baginya, sepak bola adalah tentang tanggung jawab bersama yang dipikul oleh sebelas pemain di lapangan.

“Tidak ada rahasia khusus. Ini hasil dari kerja keras, dedikasi, dan permainan kolektif. Clean sheet adalah tanggung jawab semua pemain di lapangan,” tegas Risto.

Menariknya, duet ini sebenarnya masih tergolong baru. Pelatih Bernardo Tavares pertama kali menyatukan mereka pada pekan ke-28 saat melawan Madura United. Meski sempat menelan kekalahan di awal eksperimen tersebut, Tavares jeli melihat adanya potensi besar dalam kombinasi fisik dan visi keduanya.

Seiring berjalannya waktu, Gustavo mengakui bahwa ia dan Risto kini seolah memiliki “radar” yang saling terhubung satu sama lain.

“Kerja sama kami semakin baik. Di lapangan kami terus berkomunikasi untuk menjaga posisi dan membaca situasi,” ungkap Gustavo.

Risto pun mengamini hal tersebut. Baginya, kedekatan emosional dan komunikasi aktif adalah fondasi yang membuat organisasi pertahanan Persebaya kini lebih rapi dan sulit dieksploitasi lawan.

“Saya rasa chemistry kami sangat baik, dan itu terlihat dari hasil di lapangan. Yang penting adalah membangun koneksi dengan rekan setim, terutama dengan pemain di posisi terdekat,” jelas bek jangkung tersebut.

Bagi mereka, suara di lapangan adalah senjata tambahan. Tanpa komunikasi, semua taktik akan sia-sia. “Komunikasi sangat penting, baik untuk mengatur posisi, melakukan cover, maupun menjaga organisasi pertahanan. Dengan itu, pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat,” tutup Gustavo.

Rentetan hasil sempurna ini akan menghadapi ujian sesungguhnya pada pekan ke-32. Duet “tembok” Gustavo-Risto dijadwalkan mengawal pertahanan Persebaya saat bertandang ke markas Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (9/5).

Melihat dengan Hati: Saat Gema GBT Menjadi ‘Mata’ bagi Bonek Tunanetra

Taktik.id – Skor telak 4-0 atas PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (2/5) lalu, mungkin menjadi tajuk utama di berbagai media. Namun, di balik gemuruh suara penonton yang hadir di stadion, ada sebuah cerita tentang bagaimana sepak bola tetap “terlihat” indah meski dalam kegelapan.

Dewa, serta kakak beradik Brian dan Ade, membuktikan bahwa loyalitas kepada Persebaya tidak butuh retina yang berfungsi sempurna, cukup hati yang menyala. Bagi ketiga Bonek tunanetra ini, kunjungan perdana mereka ke stadion bukan tentang melihat visual, melainkan merasakan energi.

Bagi banyak orang, sepak bola adalah olahraga visual. Namun bagi Dewa dan rekan-rekannya, setiap operan dan tekel diubah menjadi gelombang suara yang mereka susun menjadi sebuah narasi.Dewa menjelaskan bagaimana ia tetap bisa “menonton” pertandingan dengan caranya sendiri.

“Kami menikmati pertandingan dari suara komentator. Dari situ kami bisa memahami jalannya permainan dan membayangkan apa yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Tidak hanya mengandalkan suara komentator, penguasaan mereka terhadap profil tim menjadi kunci untuk membangun visualisasi di dalam benak.

“Kalau sudah hafal nama-nama pemain, kami bisa tahu siapa yang menguasai bola. Dari situ kami membangun gambaran sendiri di pikiran, seperti menonton dengan cara kami,” tuturnya.

Kemenangan besar Bajol Ijo sore itu memang manis, tapi bagi mereka, momen yang paling membekas bukanlah saat gol tercipta, melainkan saat seluruh stadion bersatu dalam harmoni.

Sepak bola bagi Dewa bukan sekadar statistik, melainkan tentang keterlibatan emosional yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Ia mengenang momen magis saat anthem kebanggaan dikumandangkan.

“Senang sekali bisa jadi bagian dari suporter di stadion. Saya suka suasananya, apalagi saat semua menyanyikan Song for Pride bersama. Rasanya merinding,” katanya.

Kehadiran Dewa, Brian, dan Ade di tribun menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepak bola adalah ruang inklusif. Stadion harus menjadi tempat yang ramah bagi siapapun, tanpa memandang keterbatasan fisik.

Pada akhirnya, di tengah riuhnya GBT, mereka tidak hanya sekadar hadir. Mereka merasakan detak jantung klub kebanggaan mereka melalui getaran tribun dan suara ribuan orang. Karena bagi Bonek sejati, Persebaya bukan hanya tentang apa yang dilihat, tapi tentang apa yang dirasakan.

Madura United Tekuk Bali United di Bangkalan, Laskar Sape Kerrab Kian Menjauh dari Zona Merah

0

Taktik.id – Madura United berhasil mengamankan poin penuh dalam laga krusial pekan ke-31 BRI Super League 2025/26. Menjamu Bali United di Stadion Gelora Bangkalan pada Selasa (5/5/26) sore, tuan rumah sukses menyudahi perlawanan Serdadu Tridatu dengan skor 2-0 sekaligus memperlebar jarak dari ancaman degradasi.

Kemenangan ini menjadi angin segar bagi publik sepak bola Madura. Iran Junior membawa Madura United unggul cepat pada menit 6′. Gol kedua didapat pada paruh babak kedua melalui titik putih setelah bola mengenai tangan pemain bertahan Bali United, Junior Brando sebagai eksekutor berhasil menyelesaikan dengan baik (76′).

Tampil disiplin sepanjang laga, anak asuh Rakhmat Basuki mampu meredam agresivitas tim tamu dan memanfaatkan momentum transisi dengan sangat efektif.

Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, tidak bisa menyembunyikan rasa lega dan bangganya. Ia memuji disiplin para pemainnya yang menjalankan instruksi taktis dengan sempurna, terutama dalam menjaga kedalaman lini pertahanan.

“Tentunya sangat bersyukur atas kemenangan ini. Kami semakin bernapas lega karena semakin jauh dari degradasi,” ujar Rakhmat Basuki kepada awak media.

Rakhmat menekankan bahwa kunci kemenangan sore ini adalah etos kerja yang sudah dibangun sejak masa persiapan di sesi latihan. Menurutnya, motivasi untuk keluar dari papan bawah menjadi bahan bakar utama para pemain di atas lapangan.

Secara teknis, Madura United tidak memaksakan permainan terbuka melawan tim sekelas Bali United. Rakhmat mengungkapkan bahwa ia sengaja menginstruksikan pemainnya untuk bermain lebih menunggu guna memancing lawan keluar.

“Terima kasih pada semua pemain atas kerja keras dari persiapan sampai pertandingan hari ini. Mereka layak mendapatkan kemenangan ini, karena saya melihat di latihan kerja luar biasa, mereka fokus, dan tujuan mereka tetap sama, kami harus keluar dari zona degradasi,” tambah Rakhmat.

Ia juga menjelaskan detil instruksi yang diberikan di pinggir lapangan. Baginya Madura United memang pantas mendapat kemenangan pada pertandingan sore ini, berkat kerja keras para pemainya.

“Kerja keras pemain sangat luar biasa, terutama saat defense, mereka sangat sabar saat defense. Bahkan, beberapa momen tadi, saya bilang kami jangan melakukan high pressing, kita tunggu di bawah, kita rebut bola itu kita lakukan transisi.”

Dengan tambahan tiga poin ini, Madura United berhasil merangkak naik ke posisi yang lebih aman di klasemen sementara BRI Super League, memberikan modal kepercayaan diri tinggi untuk menatap sisa laga di akhir musim 2025/2026.

Balada “Setengah Babak” Arema FC yang Terlambat Panas

0

Taktik.id – Ada sebuah garis tipis antara kelelahan mental dan kegagalan taktik. Bagi Arema FC, kekalahan 3-2 dari Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro, Minggu (3/5), menjadi bukti sahih betapa “hantu” masa lalu bisa melumpuhkan kaki-kaki pemain di atas lapangan.

Singo Edan seolah tidak hadir di babak pertama. Mereka membiarkan tuan rumah mendikte permainan hingga tertinggal tiga gol tanpa balas sebelum turun minum. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mencium ada yang tidak beres dengan mentalitas anak asuhnya yang seolah belum selesai dengan urusan di laga sebelumnya.

“Sepertinya babak kedua dari laga klasik (derbi) sebelumnya belum berakhir. Kami memasuki pertandingan ini dengan postur dan sikap yang sama seperti saat kami memasuki jeda pertandingan terakhir,” ujar pelatih asal Brasil itu dengan nada kecewa.

Sadar bahwa timnya sedang menuju kehancuran, Marcos Santos mengambil langkah ekstrem di ruang ganti saat jeda antarpemain. Tidak ada lagi instruksi halus, yang ada hanyalah tuntutan harga diri.

“Dan di jeda pertandingan kami kali ini, saya harus menuntut para pemain untuk memberikan reaksi agar mereka bisa benar-benar masuk ke dalam permainan, karena jika tidak, kami akan kembali menanggung malu seperti pertandingan terakhir,” imbuhnya.

Hasilnya? Arema FC bertransformasi menjadi tim yang berbeda di babak kedua. Intensitas meningkat, keberanian muncul, dan lini belakang Persik mulai dipaksa bekerja ekstra keras. Namun, tembok pertahanan Persik sangat kokoh, membuat gol yang dinanti baru pecah di menit ke-86 melalui aksi Alberto.

Drama mencapai puncaknya di menit akhir saat sundulan Wallison Maia menggetarkan jala lawan. Meski sempat dianulir, teknologi VAR akhirnya mengesahkan gol tersebut.

Sayangnya, napas Arema FC habis di sisa waktu yang sempit. Dua gol tersebut hanya menjadi penghibur di tengah hasil yang pahit.

Salah satu pemain asal Brasil di skuat Arema mengakui bahwa terapi kejutan dari sang pelatih adalah satu-satunya alasan mereka mampu memberikan perlawanan di penghujung laga.

“Jadi pertandingan tadi itu seperti babak kedua lawan Persebaya, seperti kita bawa ke sini. Jadi pemain babak pertama belum siap. Jadi saat ruang ganti untuk masuk babak kedua, Coach panggil marah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tanpa amarah tersebut, Arema mungkin akan hancur lebih dalam. “Karena kalau nggak marah kita pasti malu hari ini juga. Jadi dari situ mungkin motivasi itu coba cari tiga gol di babak kedua,” imbuhnya.

Kekalahan ini memaksa Singo Edan harus rela turun ke posisi ke-10 klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan koleksi 39 poin. Sebuah alarm keras bagi tim kebanggaan Malang ini bahwa talenta saja tidak cukup tanpa kesiapan mental sejak peluit pertama dibunyikan.