Beranda blog Halaman 25

Rekor Tak Terkalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Terhenti di Tangan Popsivo Polwan

0

Taktik.id – Tren positif Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia akhirnya menemui titik henti. Setelah tampil dominan sepanjang putaran pertama, tim asal Kota Pudak ini terpaksa menelan kekalahan perdana mereka di Proliga 2026 setelah ditaklukkan oleh Jakarta Popsivo Polwan dengan skor 1-3 di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (7/2/2026).

Kekalahan ini menjadi kejutan mengingat Phonska Plus merupakan pemuncak klasemen putaran pertama yang sebelumnya belum tersentuh kekalahan. Imbas absennya pelatih kepala Phonska Plus, Alessandro Lodi, membuat mereka harus mengakui kekuatan Popsivo Polwan dengan skor set 17-25, 25-21, 18-25, dan 24-26.

Popsivo yang bermain langsung menekan sejak set awal membuktikan dominasinya dengan unggul jauh 14-8 sebelum mengamankan set pertama 17-25. Sempat kembali menemukan ritme permainannya di set 2 Phonska Plus berhasil bangkit melalui aksi Annie Mitchem dan Shella Bernadheta untuk menyamakan kedudukan dengan skor 25-21.​

Namun sayang saat laga memasuki set ketiga Phonska Plus justru sering kehilangan poin akibat kesalahan sendiri dan membuat mereka kalah 18-25. Popsivo akhirnya tampil lebih percaya diri dan semakin menekan mental lawannya. Meski saling berebut poin Bhethania De La Cruz dan Yonkaira Pena, memegang kendali saat drama deuce terjadi, dan mengakhiri dengan skor 24-26.

Asisten pelatih Phonska Plus, Nico Dwi, tidak menampik bahwa anak asuhnya sempat didera rasa gugup pada awal-awal pertandingan.

“Tim bermain nervous sejak awal,” ujarnya seusai pertandingan.

Namun, ia tetap mengapresiasi perjuangan tim yang telah mempertahankan rekor sejauh ini. ​Di kubu lawan, pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, mengungkapkan bahwa kunci kemenangan mereka adalah persiapan matang dalam membedah taktik lawan.

“Kami diuntungkan dengan tidak adanya satu pemain asing di pihak lawan. Hari ini semua sistem berhasil dijalankan pemain,” ujar Darko.

Pemain Popsivo, Chelsa Berliana, mengaku sangat puas dengan hasil ini karena mampu menjadi obat penawar atas performa tim yang kurang maksimal di laga-laga sebelumnya. Dengan hasil ini, persaingan di papan atas Proliga 2026 dipastikan semakin memanas karena sang penguasa klasemen kini sudah terbukti bisa dikalahkan.

Dominasi Tanpa Celah: Jakarta LavAni Belum Terbendung di Malang

0

Taktik.id – Jakarta LavAni Livin’ Transmedia kembali menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat juara Proliga 2026. Dalam laga pembuka seri Malang di GOR Ken Arok, Kamis (5/2), sang juara bertahan tampil tanpa celah saat melibas Jakarta Bhayangkara Presisi lewat kemenangan telak tiga set langsung (25-19, 25-17, 25-21).

Kemenangan ini bukan sekadar soal skor, melainkan bukti keberhasilan transformasi gaya bermain di bawah arahan pelatih David Lee. Asisten pelatih, Erwin Rusni, menyoroti bagaimana transisi dari bertahan ke menyerang yang diperagakan para pemain kini jauh lebih matang.

Blok yang rapat dan receive bola yang akurat menjadi fondasi serangan, sedangkan dalam eksekusi serangan serve tajam sejak awal set berhasil merusak ritme permainan Bhayangkara Presisi. Seluruh lini pemain tampil optimal tanpa bergantung pada satu individu saja.

Bintang muda Boy Arnes Arabi menjadi simbol solidnya skuad LavAni. Meski baru berusia 22 tahun, pemain bertinggi 188 cm ini menunjukkan kematangan luar biasa di lapangan. Namun, alih-alih jemawa dengan rekor tak terkalahkan timnya, Boy justru menekankan pentingnya mawas diri.

“Kami tetap melakukan evaluasi, terutama pada kekompakan tim. Harapannya, tren positif di babak reguler ini bisa terus terjaga hingga ke Final Four nanti,” ujar Boy Arnes.

Dengan kemenangan ini, catatan “Clean Sheet” Jakarta LavAni di Proliga 2026 masih belum tercoreng. Ujian konsistensi berikutnya akan hadir pada Minggu (8/2), saat Dio Zulfikri dkk ditantang oleh tim muda Jakarta Garuda Jaya.

Jakarta Pertamina Enduro Masih Terlalu ‘Digdaya’ Bagi Electric PLN di Proliga 2026

0

Taktik.id – Harapan Jakarta Electric PLN Mobile untuk mencuri poin di markas Jakarta Pertamina Enduro (JPE) pupus sudah. Dalam laga pembuka putaran kedua Proliga 2026 yang digelar di GOR Ken Arok, Kamis (5/2/2026) malam, tim asuhan Chamman Dokmai harus menyerah kalah dengan skor telak 0-3 (13-25, 21-25, 17-25).

Kekalahan ini menjadi sorotan tajam lantaran performa Neriman Ozsoy dkk dinilai menurun drastis jika dibandingkan dengan penampilan mereka pada seri sebelumnya di Gresik.

Meski diperkuat bintang dunia seperti Celeste Plak dan Neriman Ozsoy, Electric PLN seolah kehilangan taji di hadapan pendukung tuan rumah. Berikut adalah poin-poin krusial yang menyebabkan kegagalan mereka:

Rapuhnya Pertahanan: Di set pertama, Electric PLN sempat mengimbangi 4-4, namun koordinasi pertahanan mereka goyah menghadapi gempuran servis JPE, hingga kalah jauh 13-25.

Set kedua sebenarnya menjadi peluang emas bagi Electric PLN saat sempat memimpin 11-8. Namun, mereka gagal menjaga konsistensi saat JPE menyamakan kedudukan 16-16, hingga akhirnya kembali menyerah 21-25.

Pada set penentu, harapan sempat muncul saat mereka unggul 5-2. Sayangnya, rentetan kesalahan sendiri di fase akhir membuat JPE dengan mudah membalikkan keadaan.

Asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Alim Suseno, tidak menampik bahwa anak asuhnya tampil di bawah performa standar.

“Terus terang performa anak-anak kurang baik hari ini, sehingga harus mengakui keunggulan lawan,” ungkapnya singkat usai laga.

Di sisi lain, pelatih JPE, Bullent Karsioglu, membeberkan bahwa strategi utamanya memang mematikan alur serangan lawan lewat servis yang agresif.

“Kami tidak hanya mengandalkan attack saja, tapi juga servis yang baik untuk merusak fokus mereka,” jelasnya.

Hasil ini membuat Jakarta Electric PLN harus segera berbenah jika ingin mengamankan posisi di zona final four, mengingat persaingan di putaran kedua akan semakin sengit. Sementara itu, JPE semakin kokoh di papan atas klasemen Proliga 2026.

Bulent Karslioglu Ingin Suguhkan Hiburan Berkualitas Bagi Penggemar Voli SelurUH indonesia

0

Taktik.id – Pelatih kepala Jakarta Pertamina Enduro (JPE), Bulent Karslioglu, menegaskan ambisinya untuk membawa tim asuhannya mempertahankan gelar juara di musim ini. Juru taktik asal Turki yang dikenal memiliki rekam jejak unik—langsung mengawali kariernya sebagai pelatih kepala tanpa pernah menjadi asisten—menyadari bahwa tantangan musim ini akan jauh lebih berat.

Mengawali musim dengan status juara bertahan diakui Bulent bukanlah perkara mudah. Ia menyoroti pentingnya membangun kedekatan antar pemain (chemistry) dalam susunan tim yang baru.

​”Setiap awal musim itu sulit karena adanya tim baru, pemahaman baru, dan kami perlu membangun chemistry,” ujar Bulent pada konferensi pers Rabu (4/2).

Meski demikian, ia merasa optimistis karena memiliki skuad yang memiliki kecintaan mendalam terhadap bola voli. Menurutnya, pemahaman antar pemain mulai terbentuk secara bertahap.

​Mengenai target terdekat, pelatih asal Turki ini tidak ingin sesumbar. Ia menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mengamankan tiket ke babak playoff. Dalam perjalanannya, ia menekankan pentingnya kekompakan tim, terlepas dari hasil menang atau kalah di lapangan.

“Terkadang kami kalah, terkadang kami menang, tapi hal yang sangat baik adalah kami tidak pernah menyerah dan kami selalu tetap kompak setiap saat. Inilah rahasia kami,” tegasnya.

Bulent juga membawa filosofi modern ke dalam permainan JPE. Ia memandang bola voli bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari industri hiburan (show business). Baginya, penggemar adalah prioritas utama yang berhak mendapatkan tontonan berkualitas tinggi.

“Semua orang datang ke arena untuk menonton pertandingan yang seru. Kami mencoba menunjukkan permainan voli yang berkualitas agar setiap penggemar bisa menikmati permainannya,” pungkas Bulent.

Dengan kombinasi strategi yang matang dan kecintaan mendalam terhadap voli, Bulent Karslioglu yakin Jakarta Pertamina Enduro siap memberikan performa terbaiknya di setiap langkah musim ini.

Proliga 2026 di Malang: Tak Sekadar Panggung Voli, Sekaligus Hadirkan 32 UMKM Lokal

0

Taktik.id – Gelaran Proliga 2026 seri Malang yang berlangsung di GOR Ken Arok pada 5–8 Februari 2026 tidak hanya menjadi panggung persaingan atlet voli nasional. Lebih dari itu, ajang ini bertransformasi menjadi “booster” ekonomi bagi pelaku usaha lokal melalui pelibatan puluhan UMKM di sepanjang area pertandingan.

Dukungan penuh dari Pertamina Group memastikan bahwa euforia olahraga ini memberikan dampak nyata yang masuk ke kantong masyarakat Malang secara langsung.

Ekonomi Lokal yang Turut “Berkompetisi” Penyelenggaraan Proliga tahun ini secara khusus mengalokasikan ruang strategis bagi para pelaku usaha kecil.

Total ada 32 UMKM yang diterlibat dan dibagi menjadi dua yaitu 22 UMKM akan mengisi area festival di sekitar GOR Ken Arok. Sedangkan 10 UMKM Mitra Binaan merupakan pelaku usaha kategori Food & Beverage (F&B) yang berada di bawah bimbingan Pertamina.

Selain melibatkan UMKM lokal ada juga aktivasi Booth Interaktif yang tidak hanya menjual produk, terdapat berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk mendekatkan penonton dengan brand lokal.

Manager Corporate Brand PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, menyebutkan bahwa kehadiran Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Malang bertujuan membawa energi yang lebih luas.

“Kami ingin menghadirkan energi yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya lewat pertandingan, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi lokal,” ujarnya pada Rabu (4/2).

Akses Penonton dan Kesiapan Teknis

Ketua Pelaksana Tuan Rumah, Berno Syamsul Fisahwan, memastikan bahwa selain kenyamanan berbelanja di booth UMKM, kenyamanan menonton juga menjadi prioritas utama.

Tiket sudah bisa dibeli secara online via aplikasi MyPertamina sejak 3 Februari, atau secara langsung di GOR Ken Arok terbagi dua kategori yaitu, VIP: Rp250.000 dan Reguler: Rp100.000.

Sinergi Sportivitas dan Profitabilitas

Keterlibatan UMKM dalam rangkaian kegiatan Proliga ini menjadi bukti bahwa event olahraga nasional mampu menjadi katalisator perputaran uang di daerah. Dengan atmosfer penonton Malang yang dikenal solid, para pelaku UMKM diharapkan mampu meraih omzet maksimal selama seri ini berlangsung.

“Penyelenggaraan event olahraga sebesar Proliga adalah etalase yang sempurna untuk menunjukkan kualitas produk lokal Malang kepada publik nasional.” Ujarmya.

Dewa United Masih Jadi ‘Momok’ Bagi Persebaya Usai Gol Perovic Dianulir

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya melakoni laga syarat gengsi pada lanjutan pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Tim asuhan Bernardo Tavares menjamu Dewa United, klub yang selama tiga tahun menjadi momok bagi Bajol Ijo.

Bermain dihadapan puluhan ribu pendukung, Persebaya langsung tampil menekan sejak menit awal. Tidak membutuhkan waktu lama tepatnya di menit 23′ Francisco Rivera membawa Green Force unggul lebih dulu atas tamunya, memanfaatkan umpak tarik dari Catur Pamungkas melalui sisi kiri pertahanan Dewa United.

Selang tujuh menit Dewa United yang tampil sedikit menunggu akhirnya berhasil mendapat peluang dan dapat menyamakan kedudukan. Theo yang menerima bola rebound di luar kotak pinalti langsung dengan cepat memberikan umpan kepada Kafiatur yang berdiri bebas dan terciptalah gol di menit 30′.

Pada menit ke-35′ Alex Martins hampir membobol gawang Ernando Ari setelah lolos dari penjagaan Risto Mitrovski tapi sayang sudut yang terlalu sempit membuat sepakannya masih sedikit menyamping disisi kanan.

Setelah menerima serangan, Persebaya melakukan transisi cepat yang membuat Nick Kuipers harus menarik Malik Rishaldi yang sudah berlari bebas tanpa pengawalan. Akibatnya wasit langsung mengeluarkan kartu merah 37′.

Unggul jumlah pemain tidak membuat Green Force bisa menciptakan ancaman yang berbahaya bagi lini pertahanan Dewa United di sisa babak pertama.

Sulitnya Bruno Moureira dkk melakukan serangan tidak lepas dari peran Jon Olde Reikerink sang juru taktik Dewa United dalam melakukan pergantian cepat dengan memasukkan Cassio Fernando dan mengorbankan Noah Sadaoui demi mengisi kekosongan di lini belakang.

Setelah jeda turun minum permainan dari kedua tim tidak banyak berubah, tim tuan rumah masih saja kesulitah menembus pertahan lawannya. Sampai pada menit 87′ Perovic berhasil menceploskan bola ke gawang Sonny Stevens.

Namun gol yang tercipta dari bola mati itu dianulir oleh wasit Nendy Rohaendy karena dianggap sudah terjadi pelanggaran terlebih dahulu dari Mihailo yang menjatuhkan Alta Bala.

Sampai peluit panjang dibunyikan kedudukan tidak berubah Persebaya harus puas berbagi poin dengan Dewa United 1-1. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Green Force yang tidak pernah menang saat berhadapan dengan anak asuhan Jan Olde Reikerink.

Arema FC Ekspor Dua Bek Tangguh Milik Persija Jakarta

0

Taktik.id – Ada kabar segar nih buat pendukung Arema FC Aremania. Menjelang lanjutan Super League 2025/26, lini pertahanan Singo Edan dipastikan bakal makin kokoh. Arema FC baru saja meresmikan kedatangan dua bek jempolan, Rio Fahmi dan Hansamu Yama, dengan status pinjaman dari Persija Jakarta.

Keputusan Manajemen Arema dalam memilih kedua pemain itu tidak asal pilih. Dikutip dari Aremafc.com perekrutan ini adalah hasil “bisikan” tim pelatih yang merasa skuad Singo Edan butuh tambahan tenaga di sektor belakang.

“Perekrutan Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata merupakan hasil evaluasi kami bersama jajaran pelatih. Arema FC membutuhkan tambahan kualitas dan kedalaman skuad untuk menghadapi sisa kompetisi, dan kedua pemain ini dinilai sesuai dengan kebutuhan tersebut,” ujar Yusrinal Fitriandi General Manager Arema FC.

Fitriandi, menyebut kalau langkah ini murni untuk memperkuat tim agar lebih kompetitif di sisa musim ini.

“Kami butuh pemain yang siap pakai dan punya kualitas. Rio dan Hansamu adalah jawaban dari hasil evaluasi kami dengan pelatih,” tambahnya.

Beliau juga nggak lupa berterima kasih ke Persija Jakarta karena proses peminjamannya berjalan lancar. Harapannya, kedua pemain ini bisa langsung nyetel dengan gaya main Arema dan cepat beradaptasi di Malang.

Dengan bergabungnya duo eks Persija ini, Arema FC makin optimis bisa tampil lebih garang dan bersaing di papan atas klasemen. Sekarang tinggal kita tunggu aksi mereka di lapangan!

Rekap BRI Super League: Persib Semakin Digdaya, Bhayangkara FC Curi Poin di Kandang Malut United

0

Taktik.id – Pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 menyajikan drama menarik pada hari Sabtu (31/1/26) ini. Persib Bandung berhasil memperlebar jarak di puncak klasemen, sementara Malut United harus menelan pil pahit di kandang sendiri meski mendominasi jalannya pertandingan.

Malut United 1-2 Bhayangkara FC: Dominasi Tanpa Hasil
​Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Kie Raha, Malut United tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 69%. Namun, efektivitas menjadi pembeda dalam laga ini.

Bhayangkara FC justru unggul lebih dulu melalui aksi Mousa Sidibe pada menit ke-25, disusul gol dari Moises di menit ke-52 yang membungkam publik Ternate. Malut United hanya mampu membalas lewat gol David Da Silva pada menit ke-70. Meski terus menekan, agresivitas kedua tim tergolong imbang dengan catatan shots on target 5 berbanding 6 untuk keunggulan tim tamu.

Persis Solo 0-1 Persib Bandung: Maung Bandung Tak Terbendung
​Stadion Manahan menjadi saksi betapa tangguhnya sang pemuncak klasemen. Persib Bandung tampil percaya diri dengan penguasaan bola mencapai 62%. Kemenangan tipis namun krusial ini ditentukan oleh gol semata wayang Andrew Jung pada menit ke-39.

Persis Solo yang hanya memegang 38% penguasaan bola tampak kesulitan membongkar pertahanan rapat anak-anak Bandung. Hasil ini membuat Persib semakin kokoh dan sulit dikejar di posisi teratas klasemen sementara.

Madura United 0-0 PSBS Biak: Duel Taktis yang Berakhir Buntu
​Pertandingan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan berakhir tanpa gol. Baik Madura United maupun PSBS Biak bermain sangat hati-hati sepanjang laga. Minimnya peluang berbahaya dan penguasaan bola yang relatif berimbang membuat kedua tim harus puas berbagi satu angka.

Hadapi Mantan Tim, Risto Mitrevski Optimis Persebaya Bisa Amankan Tiga Poin dari Dewa United

0

Taktik.id – Bek andalan Persebaya Surabaya, Risto Mitrevski, memberikan perhatian khusus menjelang laga melawan Dewa United Minggu (1/2/26) besok. Pertandingan pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 terasa emosional bagi Risto, mengingat tim yang akan dia lawan adalah klub yang pernah diperkuatnya dan memiliki tempat spesial dalam perjalanan kariernya.

Pemain asal Makedonia Utara ini tidak memungkiri bahwa menghadapi tim berjuluk Tangsel Warriors di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, akan menjadi tantangan yang berbeda secara personal.

“Ini adalah pertandingan yang spesial bagi saya. Namun, seperti biasa, saya akan mencoba memberikan yang terbaik untuk tim yang saya bela sekarang,” ujar Risto pada konferensi pers sebelum pertandingan (31/1).

Dewa United sebagai tim bertabur pemain bintang itu mendapat pujian langsung oleh Risto sebagai klub yang memiliki kekuatan komposisi yang komplit musim ini. Menurutnya, calon lawan Green Force tersebut merupakan salah satu kandidat pemilik skuad paling mumpuni di kompetisi liga saat ini.

“Secara pribadi, saya pikir mungkin mereka (Dewa United) memiliki skuad terbaik di liga. Kami sangat menghormati mereka sebagai lawan,” ungkapnya.

Meski mengakui kualitas mewah sang lawan, Risto tetap membawa optimisme tinggi. Ia merasa Persebaya saat ini sedang berada dalam tren positif (momentum) yang harus dimanfaatkan untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

Ia menekankan bahwa kerja keras kolektif adalah syarat mutlak jika ingin mengalahkan tim bertabur bintang seperti Dewa United. Risto menuntut rekan-rekannya untuk tampil habis-habisan tanpa sisa.

“Karena kami sedang dalam momentum yang bagus, saya pikir kami bisa memenangkan tiga poin. Tapi syaratnya, semua pemain harus memberikan 100 persen kemampuan mereka, sama seperti di setiap pertandingan lainnya. Itulah satu-satunya cara untuk memenangkan pertandingan di liga ini,” tutup Risto dengan tegas.

Misi Putus Rekor Buruk, Bernardo Tavares Tuntut Persebaya Tampil Agresif Lawan Dewa United

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya bersiap menghadapi tantangan berat saat menjamu Dewa United Minggu 1 Februari 2026. Pelatih kepala, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan misi besar untuk memutus rekor buruk yang telah bertahan selama hampir tiga tahun.

Perlu diketahui dalam lima pertemuan terakahir Green Forec tak pernah sekalipun menang atas Dewa United. Bahkan saat bermain di stadionnya sendiri Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya hanya pernah sekali merasakan kemenangan di tahun 2023 silam.

Dalam sesi konferensi pers, Tavares mengakui bahwa Dewa United adalah lawan yang tangguh secara finansial maupun komposisi pemain. Berdasarkan data bursa transfer, tim lawan merupakan salah satu dari empat klub dengan pengeluaran terbesar dan nilai skuad tertinggi di BRI Super League 2025/26.

“Jika kita melihat pertandingan terakhir antara Dewa dan Persebaya, sayangnya Persebaya selalu kalah atau seri. Terakhir kali Persebaya menang adalah April 2023, sudah hampir tiga tahun. Jika ingin mengubah sejarah ini, kita harus menjadi tim yang kuat di dalam lapangan,” ujar Tavares saat konferensi pers sebelum pertandingan (31/1).

Di beberapa waktu Pelatih yang baru bergabung pada 4 Januari lalu itu, tampak selalu berapi – api dalam memberikan motivasi kepada para pemainnya sesaat sebelum latihan dimulai. Tavares menjelaskan bahwa hal tersebut adalah bagian dari tuntutannya terhadap profesionalisme pemain. Ia ingin para pemain sadar betapa beruntungnya mereka bisa membela klub sebesar Persebaya.

“Banyak orang ingin berada di posisi pemain kami. Target saya adalah memastikan mereka tetap fokus, lebih agresif, dan lebih intens di lapangan. Terkadang, ketika kualitas dua tim sangat setara, perbedaan hasil akhir ditentukan oleh tingkat fokus dan agresivitas tersebut,” jelas pelatih asal Irlandia Utara itu.

Mengenai strategi khusus untuk meredam kekuatan Dewa United, ia menekankan pentingnya organisasi permainan yang disiplin di semua lini. Dirinya menyadari lawan memiliki individu-individu yang mampu mengubah hasil pertandingan dalam sekejap.

“Dewa punya pemain yang bisa menentukan hasil laga secara mandiri. Kita tidak boleh memberi mereka ruang atau kesempatan untuk menendang ke gawang. Jika kita tidak bermain sebagai tim dalam transisi maupun bola mati, lawan akan memanfaatkannya,” pungkasnya.

Tavares juga berharap kehadiran Bonek dan Bonita di stadion dapat memberikan “energi ekstra” bagi para pemain untuk tampil lebih percaya diri. Baginya, kemenangan sebelumnya tidak akan membantu jika tim tidak mampu membuktikannya lagi di Gelora Bung Tomo besok.