Beranda blog Halaman 24

Misi Walisson Maia: Bawa Semangat ‘Big Match’ untuk Tekuk Semen Padang Pada Pekan ke-21 Super League

0

Taktik.id – Bek anyar Arema FC, Walisson Maia, tengah berada dalam motivasi tinggi. Setelah merasakan atmosfer luar biasa di laga debutnya, kini dirinya mengalihkan fokus sepenuhnya untuk membantu Singo Edan mengamankan poin penuh saat bersua Semen Padang di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2/26) sore.

Bagi pemain asal Brasil itu, kemenangan tipis di laga sebelumnya menjadi modal mental yang berharga. Pemain berusia 34 tahun tersebut mengaku antusiasme yang ia rasakan saat debut kini berubah menjadi ambisi untuk menjaga tren positif Arema FC di kompetisi.

Ada beberapa faktor kunci yang membakar semangat mantan pemain yang kenyang pengalaman di liga luar negeri ini salah satunya, ingin membuktikan bahwa kemenangan away Singo Edan bukanlah kebetulan. Ia bertekad membawa stabilitas di lini pertahanan agar tim bisa terus merangkak naik di klasemen.

Tidak bisa tampil 2×45 menit setelah ditarik keluar pada menit ke-66 di laga sebelumnya karena masalah kebugaran, Maia kini bekerja keras meningkatkan fisiknya.

“Saya ingin tampil penuh 90 menit dan memberikan kontribusi total di lapangan,” tegasnya.

Demi dapat adaptasi dengan cepat ia melalui diskusi intens dengan rekan setim sesama Brasil, Maia telah memahami gaya permainan di Indonesia dan siap meredam agresivitas lini depan Semen Padang.

Maia menyadari bahwa melawan tim seperti Semen Padang membutuhkan fokus ekstra. Belajar dari pengalamannya menghadapi tekanan suporter lawan, ia menekankan pentingnya minim kesalahan di barisan belakang.

“Setiap pertandingan adalah tantangan baru. Saya sangat bersemangat untuk melakukan persiapan lebih awal dan memastikan Arema FC meraih hasil maksimal,” ungkap Maia.

Dengan kembalinya kepercayaan diri tim, laga melawan Semen Padang akan menjadi ajang pembuktian bagi Walisson Maia bahwa dirinya adalah sosok tangguh yang dibutuhkan Singo Edan untuk tetap berada di jalur kemenangan.

Persebaya Tidak Bisa Tampil Dengan Kekuatan Penuh Saat Menjamu Bhayangkara FC

0

Taktik.id – Kabar kurang mengenakkan datang dari ruang ganti Persebaya Surabaya, pasalnya Malik Risaldi dan Mihailo Perovic terancam tidak bisa bermain pada laga menjamu Bhayangkara FC pada Sabtu (14/2/26) malam, di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Keduanya masih harus menjalani perawatan untuk pemulihan cedera yang dialaminya pasca pertandingan melawan Bali United (7/2) lalu.

Saat ditemui awak media pada sesi latihan Selasa (10/2) kemarin, Bernardo Tavares Pelatih Persebaya belum bisa memastikan apakah Malik dan Perovic bisa kembali bermain saat pada lanjutan pekan ke-21 BRI Super League.

“Kami tidak tahu, mari kita lihat setelah beberapa hari apakah mereka bisa pulih atau tidak,” katanya di sela-sela memimpin latihan Persebaya di Lapangan ABC, Stadion GBT Surabaya.

Malik mengalami cedera paha sedangkan Perovic mengalami cedera kepala. Akibat cedera itu, kedua pemain Persebaya itu tidak bisa melanjutkan permainan sejak pertandingan lawan Bali United belum tuntas.

Tavares mengungkapkan, tim masih menunggu perkembangan Malik dan Perovic dalam beberapa hari ke depan. Sembari mendukung kesembuhan kedua pemain tersebut, ia juga tengah memaksimalkan persiapan tim jelang lawan Bhayangkara FC.

“Kami tidak tahu berapa banyak pemain yang akan kami miliki, tapi kami berharap (bisa pulih),” ungkapnya.

Selain Malik dan Perovic, ia juga menyatakan bahwa beberapa pemain Persebaya masih ada yang belum sepenuhnya bugar, sebelumnya juga ada yang terkena diare juga.

“Jadi, target pertama untuk latihan hari ini adalah mencoba melihat siapa yang tersedia atau tidak untuk pertandingan berikutnya,” imbuhnya.

Dalam persiapan lawan Bhayangkara FC, selain mematangkan taktik, Tavares juga fokus melakukan perbaikan cara main tim untuk mengevaluasi hasil sebelumnya, meskipun Persebaya sudah mampu mengamankan tiga poin di laga tandang.

“Kami jakan beberapa hal yang kami anggap penting, hal-hal yang kami lakukan kurang baik pada pertandingan terakhir, yang kami rasa perlu kami tingkatkan sebagai tim,” pungkasnya.

Arema FC Berikan Kejutan di GBK, Brace Gabriel Silva Permalukan Persija Dihadapan Suporternya Sendiri

0

Taktik.id – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang penuh sesak oleh pendukung tuan rumah mendadak bungkam. Arema FC sukses menciptakan kejutan besar pada pekan ke-20 Super League 2025/2026, Minggu (8/2), setelah menumbangkan Persija Jakarta dengan skor telak 2-0.

Pahlawan kemenangan Singo Edan kali ini adalah Gabriel Silva. Penyerang tajam tersebut mencetak brace (dua gol) yang memastikan Persija harus menelan pil pahit di hadapan publiknya sendiri.

Pertandingan sejatinya berjalan sangat alot hingga memasuki fase akhir babak kedua. Namun, ketenangan Gabriel Silva menjadi pembeda. Ia memecah kebuntuan pada menit ke-82, sebelum akhirnya mengunci kemenangan melalui gol dramatis di masa injury time (90+11′).

Kemenangan ini membawa dampak signifikan bagi Arema FC, posisi mereka langsung naik ke peringkat ke-9 dengan raihan 27 poin dari 20 pertandingan. Hasil ini didapat berkat kemenangan di dua laga terakhir secara beruntun.

Meski berhasil mempermalukan Persija, pelatih Arema FC, Marcos Santos, tetap mengingatkan anak asuhnya untuk tidak jemawa. Ia mengibaratkan perjalanan Arema di musim ini seperti mendaki gunung yang masih sangat tinggi.

“Kemenangan yang sulit. Sekarang tim mulai menyatu dengan kehadiran pemain-pemain penting. Tapi kami masih jauh dari papan atas. Hasil ini memberi kami keberanian dan karakter untuk tetap rendah hati dan bekerja lebih keras,” ujar Santos saat seusai pertandingan.

Tambahan tiga poin dari Jakarta membuat Singo Edan kini hanya terpaut jarak tipis dengan tim-tim di atasnya. Hanya selisih 1 poin dari Bali United (posisi 8) dan terpaut 4 poin dari PSIM Jogjakarta (posisi 7).

Dengan performa Gabriel Silva yang sedang on-fire, Arema FC kini menatap optimis sisa kompetisi untuk merangsek masuk ke zona lima besar Super League.

Tidak Adanya Alessandro Lodi Membuat Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Kesulitan di Proliga Malang

0

Taktik.id – GOR Ken Arok menjadi saksi bisu runtuhnya keangkuhan raksasa Proliga 2026. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, yang selama ini tampil nyaris sempurna, harus tertunduk lesu setelah dipaksa menyerah 1-3 (17-25, 22-25, 25-22, 20-25) oleh Jakarta Livin Mandiri. Namun, sorotan utama bukan sekadar angka di papan skor, melainkan kursi kosong di bangku kepelatihan yang seharusnya diisi oleh Alessandro Lodi.

Kekalahan ini mengonfirmasi satu hal, Mediol Yoku dan kawan-kawan seperti kehilangan arah. Tanpa instruksi taktikal dari sang arsitek asal Italia tersebut, skuad bertabur bintang ini tampil tanpa pola yang jelas.

Koordinasi Lini Belakang: Pertahanan yang biasanya rapat kini mudah ditembus oleh serangan Jakarta Livin Mandiri. Bahkan saat tertinggal di set pertama dan kedua, tim tampak panik dan tidak memiliki skema itu terlihat dari beberapa kali pemain yang dirotasi.

JIka dilihat lebih dalam lagi sering kali penerimaan bola dari Gresik Phonska Plus yang buruk membuat alur serangan tidak jalan. Ditambah bola dari setter ke spiker kehilangan kreativitas yang menjadi ciri khas “Sistem Italia” musim ini.

Meski manajemen berdalih bahwa absennya Lodi selama sepekan terakhir disebabkan oleh masalah kesehatan, publik mulai meragukan alasan tersebut. Absensi yang terlalu lama di tengah jadwal padat Proliga memicu spekulasi mengenai stabilitas internal tim.

Asisten pelatih Gresik Phonska Plus, Niko Dwi tidak bisa memberi kepastian tentang absennya pelatih Alessandro Lodi, tapi ia memberikan isyarat jika di seri Bojonegoro besok ada kemungkinan sang juru taktik itu akan kembali.

“Saya hanya diberi tugas memimpin tim untuk di Malang saja,” ungkap Niko seusai pertandingan.

Kita tunggu saja apakah manajemen akan tetap menunggu kesembuhan sang Mister, ataukah ada langkah darurat untuk menyelamatkan ambisi juara sebelum trofi benar-benar menjauh? Satu yang pasti, fans menuntut kejelasan, bukan sekadar janji tentang kesehatan yang tak kunjung pulih.

Persebaya Bungkam Bali United di Stadkion I Wayan Dipta, Bernardo Tavares Puji Mentalitas “Young Guns” Bajol Ijo

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya sukses mencuri poin penuh dalam laga tandang pekan ke-20 BRI Super League 2025/26. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026) malam, tim berjuluk Bajol Ijo tersebut berhasil menundukkan tuan rumah Bali United dengan skor meyakinkan 1-3.

Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Persebaya membuka keunggulan melalui Mihailo Perovic pada menit ke-26. Di babak kedua, pemain muda Alfan Suaib (68′) dan bek tangguh Risto Mitrevski (73′) memperlebar jarak, sebelum akhirnya Jordy Dennis memperkecil ketertinggalan Bali United di menit ke-89.

Dalam sesi konferensi pers usai laga, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Meski didera badai cedera sebelum laga, skuat Bajol Ijo mampu menunjukkan performa yang solid.

“Suasana di stadion malam ini sangat luar biasa. Sayang sekali banyak pemain cedera, tapi saya melihat pemain hari ini berjuang dengan luar biasa di setiap momen, baik saat menguasai bola maupun tidak,” ujar Tavares seusai laga (7/2/26).

Pelatih asal Portugal tersebut juga menyoroti efektivitas timnya dalam memanfaatkan peluang, meski ia mengakui Bali United memberikan perlawanan yang sepadan di babak kedua.

“Kita memiliki banyak peluang dan tendangan sudut. Di babak kedua kedua tim punya kesempatan mencetak gol lebih banyak, tapi akhirnya kami menang atas tim yang sangat bagus,” tambahnya.

Salah satu sorotan utama jatuh pada Alfan Suaib. Pemain muda ini membuktikan bahwa pembinaan usia dini Persebaya berjalan baik. Tavares bahkan memberikan pesan khusus kepada para pemain di akademi untuk mencontoh kerja keras Alfan.

Sementara itu, Alfan Suaib tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mendedikasikan gol perdananya di laga besar ini untuk orang-orang terdekatnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada pelatih yang sudah memberikan kesempatan bermain. Gol ini saya persembahkan untuk orang tua saya serta seluruh Bonek dan Bonita yang selalu mendukung kami,” ucap Alfan dengan haru.

Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya terus menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sementara BRI Super League 2025/26, sekaligus memutus tren positif Bali United di kandang sendiri.

Hasil Proliga 2026: Jakarta Bhayangkara Presisi Masih Terlalu Tangguh Bagi Medan Falcon Tirta Bhagasasi

0

Taktik.id – Setelah kalah pada pertandingan hari Kamis (5/2/26) lalu, Jakarta Bhayangkara Presisi kali ini melampiaskan kekesalannya terhadap Medan Falcon Tirta Bhagasasi dengan menggulungnya dengan skor meyakinkan 0-3 (20-25, 25-27, 20-25)

Tampil dengan diperkuat, Alfin Daniel, Arjuna Mahendra, Rendy Tamamilang, Agil Angga, Yuda, Gumilar dan Fahreza Rakha Abhinaya, Bhayangkara Presisi bermain sangat solid.

Jakarta Bhayangkara Presisi menunjukkan keperkasaannya di awal laga lewat Agil Angga yang berhasil mencetak tiga kali ace beruntun dan memaksa Medan Falcon mengambil time out di poin 1-5. Mereka tampil konsisten dan berhasil unggul di set pertama 20-25.

Pada set kedua Medan Falcon bermain dengan lebih rapi, alhasil mereka bisa meredam kekuatan Nizar dkk. Tapi saat keadaan duece 25-25 Bhayangkara Presisi mampi mengambil alih situasi dan menang dengan skor 25-27.

Berkaca pada set kedua, Bhayangkara Presisi tidak ingin membiarkan Falcon Bhagasasi mengembangkan permainan, Fahreza Rakha dkk tampil terus menekan dan menjaga keunggulan dengan selisih tiga angka. Meski sempat mengejutkan dengan membalas ketertinggalan 20-23 menjadi 24 sama, Rendy Tamalilang menuntaskan set ketiga dengan skor 24-26.

Drama sedikit terjadi pada pertengahan set kedua saat setter Bhayangkara Presisi, Alfin Daniel mengalami cedera setelah jatuh dengan kaki kirinya menginjak kaki dari Hayun yang melewati garis pembatas lapangan. Untungnya masih ada sang kapten Nizar Julzikar yang melanjutkan pertandingan.

Kemenangan atas Falcon Tirta Bhagasasi adalah hasil yang diinginkan pelatih Bhayangkara Presisi, coach Toiran ingin selalu memaksimalkan setiap pertandingan demi bisa menjaga peluang lolos ke babak Final Four.

“Kita maksimalkan poin ini untuk peluang masuk final 4. Kita berikan kesempatan kepada para pemain lokal untuk maksimalkan kemampuan mereka,” terangnya seusai pertandingan.

Tetap Pada Jalur Perebutan Tiket Final Four, Jakarta Electric PLN Mobile Sapu Bersih 3 Set Atas Bandung BJB Tandamata

0

Taktik.id – Jakarat Electric PLN Mobile memperkokoh posisinya di peringkat tiga klasemen sementara Proliga 2026 setelah menaklukan Bandung BJB Tandamata 3-0 tanpa balas dengan skor per set 25-23, 25-20, 25-21 di Gor Ken Arok, Malang, pada Sabtu (7/2/26) malam.

Anak asuhan Chamman Dokmai itu terus menjaga asah agar tetap dijalur perebutan tiket menuju Final Four. Sedangkan di sisi lain BJB Tandamata memperpanjang tren negatifnya yang masih kesulitan mendapat poin sejak putaran kedua dimulai.

Sebenarnya jika diliat dari segi permainan set 1 berjalan cukup ketat, kedua tim saling berbalas poin tapi saat memasuki penghujung set BJB Tandamata yang awalnya unggul 21-22 malah kehilangan fokus membuat mereka kalah dengan skor 25-22.

Khalisa mengambil komando serangan Electric PLN Mobile, memberikan perlawanan yang cukup menyulitkan tim lawan. ​Meski sempat menipiskan jarak menjadi 13-15, bjb yang hanya diperkuat satu pemain asing, Anastasia Guerra, tampak kesulitan meladeni power serangan Neriman Ozsoy dkk. Sebuah spike keras dari Ersandrina Devega akhirnya menyudahi perlawanan bjb Tandamata di set kedua dengan skor 25-20.

Set 3 Electric PLN Mobile tampak semakin enjoy dalam bermain, sebaliknya tim lawan justru sering lebih banyak eror dari mulai serangan sampai penerimaan bola. Tepatnya saat BJB Tandamata semakin tertinggal di poin 22-16 dan membuat mereka dengan kekalahan 25-21.

Risco Herlambang, pelatih BJB Tandamata merasa kecewa atas hasil yang didapat anak didiknya. Ia merasa para pemain bukan kehilangan poin karena tim lawan tapi justru karena kesalahan sendiri.

“Kita kehilangan poin bukan dari serangan musuh malah karena kesalahan sendiri termasuk saat kita menyerang tidak bisa langsung menjadi poin, malah kita mati karena serangan balik lawan,” ujarnya Risco seusai pertandingan.

Untuk Jakarta Electric PLN Mobile hasil ini membawa mereka naik di posisi ketiga menggeser Popsivo Polwan dengan poin 14. Asisten pelatih Electric PLN, Ermansyah Erwiandi Manganang, menyebut meski meraih kemenangan masih ada beberapa kesalahan yang harus diperbaik untuk pertandingan berikutnya.

“Meski kita menang tapi masih byk yg harus kita evaluasi termasuk receive karna pertandingan masih panjang,” tegasnya.

Laga Pembuktian Diri Francisco Rivera, Untuk Bisa Kalahkan Bali United di Gianyar

0

Taktik.id – Gelandang kreatif Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, kembali menjadi pusat perhatian jelang laga panas kontra Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2). Meski timnya datang dengan motivasi tinggi, Rivera secara pribadi mengusung misi besar, mematahkan kutukan laga tandang di Pulau Dewata.

Bagi Rivera, Bali United bukanlah lawan yang asing, namun kerap menjadi batu sandungan. Dari empat pertemuan terakhirnya dengan tim asal Bali tersebut, pemain berusia 31 tahun ini baru merasakan satu kali kemenangan.

Meski demikian, kontribusi individunya tergolong fantastis pada Agustus 2025 lalu ia mencetak 1 gol dan 2 assist saat Persebaya melibas Bali United 5-2. Pada pertemuan yang lain Rivera juga mencatatkan namanya di papan skor meski Bajul Ijo harus tunduk 1-3.

Walaupun memiliki catatan gol yang apik saat melawan Bali United, Rivera menegaskan bahwa ambisi pribadinya tidak boleh melampaui kepentingan kolektif. Ia sadar betul bahwa transisi cepat lawan menjadi ancaman yang harus diredam dengan kerja keras seluruh lini tengah.

“Semoga saya bisa membantu dengan gol atau assist, tapi yang paling penting Persebaya dapat tiga poin,” tegas pemain asal Meksiko tersebut.

Bermain di Gianyar selalu menjadi momok bagi Persebaya yang tercatat menelan tiga kekalahan beruntun di sana. Rivera melihat hadirnya beberapa pemain baru di bursa transfer kali ini sebagai “darah segar” yang bisa membantu dirinya mengubah sejarah buruk tersebut.

Bagi Rivera, malam ini bukan hanya soal mengolah bola, tapi soal membuktikan bahwa ia bisa menjadi pembeda di bawah tekanan ribuan suporter lawan.

Modal Kemenangan di Putaran Pertama, Persebaya Tetap Waspadai Permainan Bali United

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya akan bertandang ke markas Bali United dalam laga pekan ke-20 Super League 2025-2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026) malam. Meski datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat kemenangan telak 5-2 pada pertemuan pertama, pelatih Bernardo Tavares enggan jumawa.

Bagi Tavares, skor mencolok di Surabaya tahun lalu sudah menjadi sejarah. Ia menegaskan bahwa bermain di hadapan pendukung lawan adalah tantangan yang sepenuhnya berbeda dan memerlukan fokus ekstra.

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut meminta anak asuhnya untuk tidak terbuai dengan statistik masa lalu. Ia menekankan pentingnya meminimalisir kesalahan sekecil mungkin agar tidak menjadi bumerang bagi tim.

“Sekarang kita perlu mengembalikan diri dulu, memiliki rancangan baik, dan mencoba tidak membuat banyak kesalahan di sana karena mereka juga memiliki pemain bagus,” ujar Tavares pada konferensi sebelum pertandingan (6/2/26).

Tavares menyoroti beberapa poin krusial yang dianggap sebagai kekuatan utama Serdadu Tridatu, di antaranya kecepatan Bali United dalam transisi menyerang ke bertahan dan sebaliknya.

Ada juga suplai bola yang efektivitas melakukan umpan silang yang memanjakan bomber mereka, Boris Kopitovic dan tidak lupa ia menyebut kualitas pemain nomor 10 lawan yang piawai melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti.

“Kita harus hati-hati dengan semua pemain. Kesalahan kecil bisa menjadi pembeda di laga seimbang seperti ini,” pungkasnya.

Perebutan Tiket Final Four Semakin Ketat Setelah Jakarta Livin’ Mandiri Tumbangkan Medan Falcons 3-0

0

Taktik.id – Persaingan memperebutkan tiket menuju Final Four Proliga 2026 kian memanas. Jakarta Livin’ Mandiri baru saja mengirimkan sinyal bahaya bagi tim yang berada diatasnya setelah berhasil menundukkan Medan Falcons dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-22, 25-19).

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan langkah krusial untuk menjaga asa mereka tetap terjaga dalam jalur menuju Final Four, karena jarak antara posisi 3 sampai 4 hanya terpaut 3 poin saja.

Meskipun skor berakhir dengan kemenangan mutlak, namun sepanjang jalannya pertandingan Livin’ Mandiri seperti tidak terlalu mendominasi. Menurunkan skuat utama seperti Yolla Yuliana, Weronica Szlagowska, dan Ana Bjelica, Livin’ Mandiri masih sering kali melakukan kesalahan sendiri yang berbuah poin bagi tim lawan.

Medan Falcons yang dihuni banyak pemain muda sempat memberikan perlawanan sengit, terutama di set kedua saat skor menyentuh angka 21-23. Namun, pengalaman berbicara di poin-poin kritis. Spike terukur dari Ana Bjelica menjadi pembeda yang mengamankan set kedua sekaligus mematahkan momentum Falcons.

Set ketiga menjadi bukti bahwa konsistensi adalah kunci di liga seketat Proliga. Sempat terjadi kejar-mengejar angka hingga 11-11, namun kesalahan-kesalahan kecil dari kubu Falcons mampu dimanfaatkan dengan dingin oleh anak asuh Jakarta Livin’ Mandiri.

“Kami bersyukur bisa menang hari ini, meski masih banyak yang harus dibenahi. Kami sempat memberi terlalu banyak poin gratis kepada lawan,” ujar Wilda Siti Nurfadila, asisten pelatih Livin’ Mandiri, seusai pertandingan.

​Di sisi lain, kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Medan Falcons. Pelatih Marcos Sugiyama menyoroti lemahnya pengambilan keputusan para pemain mudanya di lapangan. Pemain dinilai belum paham menentukan serangan yang tepat di saat poin – poin penting.

“Saya berikan kebebasan kepada para pemain dalam pengambilan keputusan dilapangan tapi yah, memang benar di poin kritis yang seharusnya tidak boleh membuat kesalahan kita malah melakukannya,” ungkap Sugiyama kepada awak media.

Dengan hasil ini, Jakarta Livin’ Mandiri membuktikan bahwa mereka memiliki ketenangan yang dibutuhkan untuk bersaing dengan tim yang lainnya. Bagi para pesaing di papan tengah, kemenangan Livin’ Mandiri ini menjadi alarm bahwa satu kesalahan kecil saja bisa membuat tiket Final Four melayang.

Kini, setiap pertandingan sisa di Proliga 2026 akan menjadi “final” bagi tim-tim yang ingin mengamankan posisi.