Beranda blog Halaman 23

Kejutan di Bojonegoro: Jakarta Livin Mandiri Tumbangkan Sang Pemuncak Klasemen

0

Taktik.id – Kejutan besar mewarnai lanjutan Proliga 2026 Putaran 2 Seri Bojonegoro. Jakarta Livin Mandiri secara tak terduga berhasil menumbangkan pemuncak klasemen, Jakarta Pertamina Enduro, dengan skor meyakinkan 3-1 (25-12, 25-20, 15-25, 25-20) pada Jumat (13/2/2026) sore.

Bertanding di GOR Utama Bojonegoro yang penuh sesak, Jakarta Livin Mandiri tampil tanpa beban dan berhasil meredam agresivitas tim bertabur bintang milik Pertamina Enduro.

Di luar dugaan Livin Mandiri mendominasi jalannya pertandinga sejak awal set, Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat Megawati “Megatron” Hangestri dan Wilma Salas tampak kesulitan menemukan ritme di set pertama. Banyaknya kesalahan sendiri, terutama servis yang menyangkut net, dimanfaatkan dengan baik oleh trio Weronika, Ana Bjelica, dan Salsabila. Set pertama ditutup dengan skor telak 12-25 untuk keunggulan Livin Mandiri.

Tembok Kokoh Yolla Yuliana: Memasuki set kedua, Pertamina Enduro mencoba bangkit. Namun, pertahanan Livin Mandiri yang digalang kapten Yolla Yuliana tampil sangat solid. Block yang rapat membuat serangan Megatron dkk. sering mentah. Livin Mandiri kembali mencuri set ini dengan skor 20-25.

Sempat bangkit di set ketiga setelah tertinggal 0-2, Wilma Salas dan Yana Shcherban akhirnya “mengamuk”. Mereka mendominasi serangan hingga unggul jauh dan menutup set dengan skor 25-15. Harapan untuk melakukan comeback pun sempat muncul bagi pendukung Pertamina Enduro.

Memasuki set keempat pertarunganpun semakin sengit terjadi di set keempat dengan kejar-mengejar poin hingga kedudukan 13-13. Namun, performa Megatron yang sedang di tidak maksimal serta rentetan servis error menjadi celah bagi Livin Mandiri. Tim asuhan Livin Mandiri berhasil menjauh di poin-poin kritis dan menyudahi perlawanan sang pemimpin klasemen dengan skor 20-25.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Jakarta Livin Mandiri untuk merangkak naik di klasemen, sekaligus menjadi alarm waspada bagi Jakarta Pertamina Enduro agar tidak kehilangan momentum di sisa putaran kedua ini.

Drama Terjadi di Gelora Joko Samudro, PSIM Yogyakarta Mampu Tahan Imbang Persik Kediri

0

Taktik.id – Pertandingan pekan ke-21 BRI Super League antara Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta berakhir tanpa pemenang. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Jumat (13/2/2026), berakhir imbang 2-2 setelah terjadi aksi kejar-mengejar angka yang dramatis.

Persik Kediri sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan dan sempat unggul dua kali melalui gol Jon Toral pada menit ke-31 serta eksekusi penalti Ezra Walian di menit ke-57. Namun, kelengahan dalam menjaga detail permainan membuat tim Macan Putih harus membayar mahal dengan kegagalan meraih poin penuh.

​Di sisi lain, pelatih PSIM Yogyakarta, Paul Van Gastel, mengakui bahwa pertandingan ini merupakan “pertempuran taktis” yang sangat berat bagi timnya. Ia memuji fleksibilitas Persik Kediri yang melakukan rotasi posisi pemain secara efektif di babak pertama, yang sempat membuat anak asuhnya kewalahan dalam mengantisipasi pergerakan lawan.

“Persik bermain sangat baik dan posisi rotasi mereka membuat kami sulit berkembang di awal. Kami tidak bermain sebaik biasanya,” ungkap Paul di hadapan awak media seusai pertandingan.

Meski begitu, ia sangat mengapresiasi mentalitas fight back para pemain Laskar Mataram yang mampu menyamakan kedudukan dua kali melalui brace dari Ezequiel Vidal.

Bagi PSIM, hasil satu poin di kandang lawan dianggap sebagai pencapaian positif mengingat tekanan besar yang diberikan Persik sepanjang laga.

Persik Kediri Gagal Taklukkan PSIM Yogyakarta, Marcos Reina Torres: Kami Kehilangan Dua Poin

0

Taktik.id – Persik Kediri harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2 oleh PSIM Yogyakarta dalam laga lanjutan pekan ke-21 BRI Super League yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (13/2/2026). Meski sempat unggul, tim Macan Putih gagal mempertahankan kemenangan.

Pelatih kepala Persik Kediri, Marcos Reina Torres, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dalam sesi konferensi pers pascapertandingan. Menurutnya, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan karena timnya mendominasi jalannya laga.

“Hari ini kami kehilangan dua poin. Kami tampil dominan dan menciptakan banyak peluang emas, termasuk satu tendangan yang membentur tiang gawang,” ujar Marcos Reina saat konferensi pers seusai pertandingan.

Baginya sekecil apapun yang terjadi dilapangan sangat berdampak pada pertandingan, termasuk ketika tim kehilangan konsentrasi maka lawan bisa mengambil kesempatan itu.

“Namun, dalam sepak bola profesional, detail kecil sangat menentukan. Sedikit kelengahan membuat lawan bisa menyamakan kedudukan,” imbuhnya.

Persik sebenarnya memulai laga dengan baik. Gelandang asal Spanyol, Jon Toral, membuka keunggulan pada menit ke-31. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Ezequiel Vidal menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-37.
​Di babak kedua, Persik kembali memimpin lewat eksekusi penalti Ezra Walian pada menit ke-57.

Sayangnya, lini pertahanan Macan Putih kembali bobol oleh aksi kedua Ezequiel Vidal di menit ke-62 yang memaksa laga berakhir dengan skor kembar 2-2.
​Jon Toral, yang hadir dalam konferensi pers, mengaku kecewa meski dirinya berhasil mencatatkan nama di papan skor.

“Rasanya pahit hanya membawa pulang satu poin. Target kami adalah tiga poin penuh. Kami harus belajar dari hasil ini dan fokus meraih kemenangan di pertandingan berikutnya,” tegas Toral.

Menanggapi performa tim yang belum stabil, Marcos Reina meminta para pendukung untuk bersabar. Ia menjelaskan bahwa tim masih dalam tahap adaptasi karena banyaknya pemain baru yang bergabung, sementara dirinya baru menangani tim sekitar dua bulan.

“Kami terus berproses. Setiap minggu ada peningkatan kualitas permainan, tapi kami harus lebih klinis di depan gawang. Statistik menunjukkan kami menguasai 52% penguasaan bola dengan 12 tembakan, namun efektivitas tetap menjadi evaluasi utama kami,” tutup pelatih asal Spanyol tersebut.

Dengan hasil ini, Persik Kediri tertahan di papan tengah klasemen sementara, sementara PSIM Yogyakarta sukses mencuri satu poin krusial dalam lawatan mereka ke Jawa Timur.

Dominasi Mutlak: LaVani Livin Transmedia Juara Putaran 2 dan Sapu Bersih Babah Reguler Proliga 2026

0

Taktik.id – Jakarta LavAni Livin Transmedia resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa voli tanah air setelah memastikan gelar Juara Putaran 2 Proliga 2026. Kemenangan terbaru atas Surabaya Samator memperpanjang rekor impresif sebagai tim yang tak terkalahkan sepanjang babak reguler musim ini.

Pertandingan berlangsung panas sejak awal, terutama pada set kedua yang menjadi penentu arah laga. LavAni sempat memimpin 13-9 melalui back attack mematikan dari Sander. Namun, Samator yang pantang menyerah sempat membalikkan keadaan menjadi 24-23 dan memaksa terjadinya deuce panjang.

Momentum krusial terjadi saat Boy Arnez melakukan monster block yang meredam serangan lawan secara telak. LavAni akhirnya mengunci set ini dengan skor ketat 30-28.

Memasuki set ketiga, LavAni menunjukkan kematangannya. Meski Samator memberikan perlawanan sengit di awal set, kombinasi smes tajam Reyval Deho dan serangan lini belakang Boy Arnez memastikan kendali tetap di tangan tim asuhan Nicolas Vives tersebut. Set ketiga pun ditutup dengan skor 25-20.

​Berkat menyapu bersih semua pertandinganngan LaVani mengoleksi total 24 poin dan membawa mereka kokoh di puncak klasemen putaran kedua. Menjadi tim yang tak terkalahkan serta mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta.

Dengan performa yang sangat konsisten dan kedalaman skuad yang merata, tim milik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono ini, kini menyongsong babak Final Four dengan kepercayaan diri penuh. LavAni bukan sekadar peserta, melainkan standar tertinggi di Proliga musim ini.

Jakarta Electric PLN Mobile Tunjukkan Ambisinya Untuk Lolos Final Four Proliga 2026 Setelah Tekuk Medan Falcon 3-0

0

Taktik.id – Jakarta Electric PLN Mobile semakin menegaskan ambisinya untuk mengamankan tiket Final Four Proliga 2026. Dalam laga pembuka seri Bojonegoro yang berlangsung di GOR Utama Bojonegoro, Kamis (12/2/2026), klub putri tersukses di tanah air ini sukses membungkam Medan Falcons dengan skor telak 3-0 (25-21, 25-16, 25-22).

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan pernyataan tegas bahwa Ersandina Devega Salsabila dan kawan-kawan tidak ingin kehilangan momentum di putaran kedua ini.

Tambahan poin penuh ini mengokohkan posisi Electric PLN di peringkat ketiga klasemen sementara. Berikut adalah peta persaingan di papan tengah saat ini.

Dengan keunggulan dua kemenangan atas para pesaing di bawahnya, tim asuhan Chamnan Dokmai kini memiliki ruang napas yang sedikit lebih lega, meski tiket empat besar belum sepenuhnya dalam genggaman.

Ambisi Electric PLN musim ini membawa misi besar: Lolos ke Final Four dalam tiga musim berturut-turut. Setelah bangkit dari keterpurukan di musim 2022 dan 2023, Electric PLN sempat mencicipi partai puncak pada 2024 sebelum akhirnya kalah dramatis dari Jakarta BIN. Kegagalan menyakitkan di masa lalu tersebut menjadi bahan bakar utama bagi skuad musim ini untuk kembali ke partai final.

Pelatih Chamnan Dokmai mengaku sangat puas dengan performa anak asuhnya yang tampil dominan di Bojonegoro.

​”Permainan hari ini luar biasa, semua pemain bisa menunjukkan hasil latihan di lapangan. Dari servis, penerimaan bola pertama, blok, hingga smash semua berjalan baik. Strategi dijalankan dengan sempurna,” kata Chamnan seusai pertandingan.

Meski baru saja meraih kemenangan, langkah Jakarta Electric PLN ke depan tidaklah mudah. Coach Chamnan mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus karena lawan terakhir di babak reguler memyisahkan tiga tim tangguj yaitu, Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Livin Mandiri dan Gresik Phonska Plus Indonesia.

“Persaingan di sektor putri sangat ketat, hampir semua tim masih punya peluang. Kami harus menjaga kondisi dan fokus di setiap sisa pertandingan,” tutup pelatih asal Thailand tersebut.

Ingin Ciptakan Persaingan yang Sehat di Dalam Persebaya, Bernardo Tavares Promosikan Pemain Akademi

0

Taktik.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa slot pemain muda dalam timnya bukan sekadar formalitas administratif untuk memenuhi regulasi U23. Memasuki paruh musim BRI Super League 2025/26, Tavares secara aktif mendorong persaingan internal yang kompetitif dengan mempromosikan talenta dari akademi sendiri.

Langkah ini diambil menyusul perombakan skuat setelah dilepasnya tiga pemain lokal yaitu, Kadek Raditya, Rizky Dwi Pangestu, dan Rendy Oscario. Meski telah mendatangkan Riyan Ardiansyah dari Malut United untuk menambah pengalaman, Tavares tetap memprioritaskan “darah muda” dari internal klub untuk memberikan tekanan bagi pemain senior.

“Kami butuh kompetisi di dalam skuat kami. Saya ingin setiap posisi punya persaingan sehat,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.

Salah satu langkah konkret Tavares adalah mempromosikan Ahmad Mujtaba Ilham Akbar. Bek sayap jebolan tim internal PSAL yang bersinar di Persebaya U20 ini resmi naik kelas ke tim senior. Kehadiran Mujtaba diharapkan menjadi pesaing baru bagi nama-nama yang sudah mapan.

Keseriusan Tavares dalam memantau pemain muda terbukti efektif dengan mengorbitkan beberapa nama diantaranya, Sadida Nugraha yang bergabung 1 Juli 2025, ia sudah beberapa kali menjadi starter dan meraih predikat Man of the Match.

Berikitnya ada nama Algan Suaib yang sudaj menunjukkan ketajaman dengan mencetak gol perdana saat Persebaya menaklukkan Bali United 3-1. Terakhir terdapat ​Dimas Wicaksono & Ichsas Baihaqi yang mulai mendapatkan menit bermain rutin di kompetisi kasta tertinggi.

Tavares mengirimkan pesan jelas kepada seluruh pemain di kelompok umur Persebaya. Baginya, usia bukanlah penghalang selama pemain memiliki atribut mental yang tepat.

“Kami memantau U20, U18, hingga U16. Jika mereka menunjukkan mentalitas, kerja keras, dan keinginan berkembang, pintu tim utama selalu terbuka,” tandasnya.

Dengan strategi ini, dominasi pemain seperti Toni Firmansyah dan Mikael Tata kini mendapatkan tantangan nyata. Hal ini menciptakan ekosistem di mana setiap pemain harus memberikan performa 100% di setiap sesi latihan demi mendapatkan tempat di susunan starting eleven Bajul Ijo.

Berada di Situasi Sulit Tidak Membuat Persik Kediri ‘Ciut’ Hadapi PSIM Yogyakarta

0

Taktik.id – Persik Kediri kembali harus menghadapi tantangan berat saat melakoni laga kandang rasa “tandang” di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Meski bermain jauh dari basis massa mereka dan dihantui catatan kurang memuaskan di stadion tersebut, skuat Macan Putih menegaskan tidak akan gentar menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/26, Jumat (13/2).

Sejauh ini, Stadion Gelora Joko Samudro memang belum memberikan keberuntungan bagi Persik. Di bawah asuhan pelatih sebelumnya, mereka sempat takluk 1-2 dari Madura United dan ditahan imbang Persebaya 1-1. Namun, pelatih saat ini, Marcos Reina, meminta anak asuhnya untuk membuang jauh-jauh pengalaman pahit tersebut.

“Situasi kami memang sulit karena harus bermain di kota lain. Saya minta pemain menganggap besok kita bermain seperti di Stadion Brawijaya. Dengan begitu, secara mental kita sangat siap menghadapi PSIM,” ujar Marcos di konferensi pers sebelum pertandingan, Kamis (12/2).

​Kondisi sulit semakin terasa karena laga ini diputuskan berjalan tanpa kehadiran penonton. Meski tribun akan terasa sepi tanpa kehadiran Persikmania, mentalitas Ezra Walian dkk. tetap membara untuk mengincar kemenangan ketiga secara beruntun.

Macan Putih tetap menargetkan tiga poin demi menjaga tren positif yang sudah di dapat. Tim yakin doa suporter dari layar kaca tetap menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.

Menyadari PSIM Yogyakarta adalah lawan yang variatif di bawah asuhan Jean Paul Van Gastel, Marcos Reina telah menyiapkan game plan khusus. Ia tidak ingin skema permainannya mudah terbaca oleh lawan.

“Semua lini PSIM bagus, tapi kami juga punya kekuatan di semua sektor. Mental pemain sedang di puncak setelah dua kemenangan terakhir. Kami siap menjalankan rencana besok,” pungkas pelatih asal Spanyol tersebut.

Persik Kediri Kehilangan Pilar Utamanya Saat Menjamu PSIM Yogyakarta

0

Taktik.id – Badai cedera menghantam skuad Macan Putih menjelang laga krusial melawan PSIM Yogyakarta yang dijadwalkan berlangsung Jumat (13/2). Persik Kediri dipastikan kehilangan salah satu pilar utamanya di lini pertahanan, Yoga Adiatama, yang harus menepi akibat cedera serius.

Fullback kiri andalan tersebut mengalami cedera lutut kiri saat menjamu Bali United di Stadion Brawijaya pada akhir Januari lalu. Insiden terjadi di menit ke-14 ketika Yoga salah melakukan tumpuan kaki setelah berduel udara.

Saat ini, tim medis tengah waspada menunggu hasil pemeriksaan MRI untuk memastikan tingkat kerusakan pada lututnya. Jika terdapat kerusakan pada Anterior Cruciate Ligament (ACL), Yoga diprediksi absen hingga 6 bulan, kalaupun dinyatakan aman proses pemulihan diperkirakan memakan waktu sekitar 3 bulan.

Kehilangan Yoga Adiatama menjadi pukulan telak bagi strategi pelatih. Pasalnya, peran Yoga di sektor kiri pertahanan selama ini nyaris tak tergantikan. Sebagai langkah antisipasi, Henhen Herdiana kemungkinan besar akan kembali dipercaya mengisi posisi tersebut.

Tak hanya kehilangan pemain kunci, Persik Kediri juga harus menghadapi tantangan non-teknis. Laga kontra PSIM Yogyakarta ini terpaksa digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, sebagai laga kandang usiran. Hal ini tentu mengubah atmosfer pertandingan karena dukungan langsung dari suporter fanatik di Kediri dipastikan berkurang.

Meski tampil pincang tanpa pilar utama dan jauh dari rumah, manajemen Persik Kediri menegaskan bahwa mentalitas tim tidak goyah.

“Absennya Yoga memang kerugian besar, namun kami tetap fokus menjaga rekor kemenangan. Skuad yang ada saat ini sudah disiapkan untuk menutup celah di pertahanan dan siap memberikan performa maksimal,” tulis pernyataan resmi klub.

Kini, fokus utama tim pelatih adalah meracik taktik alternatif demi meredam agresivitas PSIM Yogyakarta sekaligus membuktikan bahwa kedalaman skuad Macan Putih tetap solid meski ditinggal pemain intinya.

Laga Melawan PSIM Yogyakarta Jadi Kali Ketiga Persik Terusir Dari Stadion Brawijaya di Super League Musim 2025/26

0

Taktik.id – Persik Kediri kembali harus terusir dari rumahnya sendiri dalam lanjutan pekan ke-21 Super League 2025/26. Laga kandang menjamu PSIM Yogyakarta yang dijadwalkan pada Jumat (13/2/2026) dipastikan batal digelar di markas kebesaran mereka, Stadion Brawijaya.

Keputusan ini memperpanjang catatan buruk bagi skuad Macan Putih yang kembali terusir dari rumah sendiri. Laga kontra Laskar Mataram ini resmi menjadi kali ketiga Persik Kediri berstatus sebagai tim musafir sepanjang musim ini, setelah sebelumnya juga gagal menjamu Madura United dan Persebaya Surabaya di Kediri.

Alasan Keamanan dan Trauma Masa Lalu
​Pihak kepolisian setempat secara tegas tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan pertandingan di Stadion Brawijaya. Hal ini didasari oleh catatan kelam pertemuan kedua tim di masa lalu yang dinilai berisiko tinggi.

Adanya trauma kerusuhan antar suporter pada tahun 2019 saat kedua tim masih berlaga di Liga 2 menjadi rapor merah bagi Macan Putih. Mempertimbangkan kenyamanan Polres Kediri Kota tetap memprioritaskan stabilitas keamanan wilayah sehingga izin keramaian tidak diterbitkan.

Mengungsi ke Gresik Tanpa Penonton
​Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo, mengonfirmasi bahwa tim akhirnya memilih Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, sebagai venue alternatif. Ironisnya, selain harus bermain jauh dari pendukung setianya, laga ini juga dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton.

“Polres Kediri Kota tak memberikan izin karena history yang kurang baik. Jadi mau tak mau Persik harus mencari venue pengganti, dan Stadion Gelora Joko Samudro menjadi pilihannya,” ujar Tri Widodo pada Rabu (11/2/2026) dikutip dari tribunjatim.

Langkah pengosongan tribun ini diambil sebagai langkah preventif total guna menghindari potensi gesekan, baik bagi pendukung tuan rumah maupun tim tamu. Kondisi ini tentu menjadi tantangan berat bagi Persik yang kehilangan keuntungan bermain di depan publik sendiri untuk ketiga kalinya musim ini.

Badai Cedera Hantam Persebaya, Bernardo Tavares Siapkan Lapis Kedua

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya tengah menghadapi situasi pelik menjelang laga krusial menjamu Bhayangkara FC, Sabtu (14/2/26) mendatang. Badai cedera yang menimpa sejumlah pilar utama memaksa pelatih Bernardo Tavares untuk memutar otak dan mulai menyiapkan barisan pemain pelapis (lapis kedua).

Dua nama utama, Malik Risaldi dan Mihailo Perovic, diragukan tampil akibat cedera yang didapat saat melawan Bali United pekan lalu. Malik diketahui mengalami cedera paha, sementara Perovic harus menepi karena cedera kepala.

Dalam sesi latihan di Lapangan ABC Stadion GBT, Selasa (10/2), Tavares mengakui bahwa kondisi tim sedang tidak ideal. Selain duo Malik-Perovic, beberapa pemain lain juga dilaporkan belum bugar sepenuhnya, bahkan ada yang sempat terserang diare.

Menghadapi kendala ini, Tavares mengambil langkah taktis dengan memprioritaskan para pemain yang siap bermain pada latihan kali ini. Serta menyiapkan pemain cadangan agar lebih matang untuk mengisi kekosonhan posisi yang ditinggalkan pilar utama Bajol Ijo, dan membenahi kekurangan yang ada pada laga sebelumnya.

“Target pertama latihan hari ini adalah melihat siapa yang tersedia atau tidak untuk pertandingan berikutnya. Kami akan menjalankan hal-hal yang kurang baik pada laga terakhir yang perlu ditingkatkan sebagai tim,” ujar Tavares.

Pelatih asal Portugal ini berharap proses pemulihan berjalan cepat, namun ia menegaskan tidak ingin bergantung pada keberuntungan semata. Persiapan taktik tetap digenjot demi mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo.