Beranda blog Halaman 22

Sambut Bulan Ramadan, Obati Makanan Khas Ternate

0

Taktik.id – Bulan Ramadan tahun ini menjadi momen yang berbeda bagi Alfan Suaib. Pemain asal Ternate itu akan menjalani ibadah puasa jauh dari kampung halamannya di Maluku Utara. Ia merasakan suasana sahur dan berbuka di Kota Pahlawan bersama keluarga besar Persebaya.

Meski begitu, Alfan mengaku sudah menyiapkan diri secara fisik maupun mental. Baginya, Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan intensitas latihan. Justru sebaliknya, bulan suci menjadi momentum untuk semakin disiplin menjaga kondisi.

“Puasa bukan halangan untuk tetap maksimal di latihan. Yang penting pintar jaga pola makan dan istirahat. Saya sudah terbiasa sejak kecil latihan sambil puasa,” ujar Alfan.

Pemain yang dikenal memiliki kecepatan dan determinasi tinggi itu menyadari tantangan berpuasa di tengah jadwal latihan yang padat. Apalagi cuaca Surabaya yang cukup terik menuntutnya lebih cermat menjaga hidrasi saat sahur dan berbuka.

“Biasanya saya perbanyak minum air putih saat sahur dan konsumsi makanan yang cukup. Setelah berbuka juga jangan berlebihan supaya badan tetap ringan saat latihan,” jelas pemain kelahiran 2004 itu.

Namun di balik kesiapannya, terselip rasa rindu pada kampung halaman. Ramadan identik dengan kebersamaan keluarga di Ternate. Termasuk soal hidangan khas yang selalu tersaji di meja makan.

“Kalau sudah Ramadan, yang paling saya kangen itu papeda sama ikan kuah kuning. Itu makanan khas di rumah. Biasanya kami makan bareng keluarga besar setelah tarawih,” katanya sambil tersenyum.

Papeda dengan teksturnya yang kenyal berpadu kuah kuning berbumbu rempah menjadi menu favorit Alfan sejak kecil. Meski di Surabaya cukup sulit menemukan cita rasa yang benar-benar sama, ia berharap suatu saat bisa kembali menikmatinya bersama keluarga.

“Insya Allah nanti kalau ada kesempatan pulang, pasti langsung cari itu,” ucapnya.

Di sisi lain, Ramadan juga menjadi ajang introspeksi diri bagi Alfan. Ia berharap bisa menjalani ibadah dengan lancar sekaligus tetap memberikan kontribusi terbaik untuk tim.

“Semoga Ramadan ini membawa berkah, bukan hanya untuk saya pribadi tapi juga untuk tim. Kami ingin terus berkembang dan memberikan yang terbaik untuk Persebaya,” tandasnya.

Pilu di GBLA: Wasit Al-Shamrani Jadi Sorotan Atas Kegagalan Persib di Babak 16 Besar AFC Champions League

0

Taktik.id – Persib Bandung harus mengakhiri petualangannya di AFC Champions League (ACL) 2 2025-2026 dengan kepala tegak namun hati yang panas. Meski sukses menaklukkan Ratchaburi FC 1-0 pada leg kedua babak 16 besar (18/2), Maung Bandung harus merelakan tiket perempat final karena kalah agregat 1-3.

Namun, bukan skor akhir yang menjadi headline utama, melainkan sosok pengadil di tengah lapangan yang menyita perhatian. Majed Mohammed Al-Shamrani, wasit yang memimpin pertandingan penting Persib malam tadi mendapat banyak protes keras atas keputusannya yang dianggap merugikan tim tuan rumah.

​Bagi pendukung sepak bola Indonesia, nama Al-Shamrani adalah sinyal bahaya. Wasit asal Arab Saudi ini seolah menjadi “antagonis” bagi tim asal Indonesia. Ingatan kolektif kita tentu masih segar pada Piala Asia U-23 2024, di mana keputusannya menjauhkan mimpi Olimpiade dari Garuda Muda dan ​Rabu malam kemarin, sejarah kelam itu terulang.

Kepemimpinannya di GBLA dinilai tidak berimbang, saat lelanggaran keras pemain Ratchaburi terhadap kepala Adam Alis hanya dianggap angin lalu tapi sangat “dermawan” memberikan kartu kepada penggawa Persib.

​Drama VAR pun terjadi ketika gol Berguinho yang dianulir serta pengesahan gol Andrew Jung (menit ke-39) yang diwarnai drama pengecekan posisi Alfeandra Dewangga membuat tensi penonton di tribun mendidih.

Mimpi comeback Persib praktis menjadi misi mustahil sejak menit ke-50. Uilliam Barros, mesin penggerak Maung Bandung, diusir keluar lapangan setelah tekelnya terhadap Jonathan Khemdee langsung diganjar kartu merah tanpa ampun.

Meski layar VAR tersedia, Al-Shamrani menolak untuk goyah. Bermain dengan 10 orang melawan tim sekelas Ratchaburi—yang sudah unggul agregat—membuat strategi Bojan Hodak berantakan. Persib memang menang secara angka di leg kedua, tapi kalah secara momentum akibat keputusan-keputusan kontroversial.

Persib Bandung kini harus pulang ke kompetisi domestik dengan segudang evaluasi. Meski gagal melaju, dominasi permainan yang mereka tunjukkan dengan 10 orang membuktikan bahwa kelas Maung Bandung sebenarnya sudah layak bersaing di level Asia, andai saja “faktor non-teknis” tidak ikut campur.

Setelah Penantian Lama, Stadion Kanjuruhan Siap Jadi Panggung Derbi Jatim!

0

Taktik.id – Stadion Kanjuruhan perlahan kembali menemukan “ruhnya”. Sukses menggelar laga kontra Semen Padang dengan catatan zero accident, Panpel Arema FC kini mulai menatap laga yang paling dinanti musim ini derbi Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya.

Setelah sempat sepi di awal musim, kehadiran 2.223 Aremania saat menjamu Semen Padang (15/2) menjadi bukti bahwa kepercayaan publik mulai pulih. Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardivono, menegaskan bahwa kelancaran laga tersebut adalah modal utama untuk menggelar big match pada 28 April mendatang.

“Hal-hal positif yang terus ditunjukkan dalam penyelenggaraan pertandingan ini (kontra Semen Padang) tentu akan berpengaruh besar terhadap kesiapan kami menyambut laga-laga besar ke depan,’ kata Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardivono, dalam keterangan resmi klub.

Mungkin angka itu masih terbilang kecil untuk sekelas stadion Kanjuruhan. Namun, bagi Singo Edan angka ini adalah sebuah lonjakan drastis dibandingkan rata-rata penonton yang sebelumnya tidak pernah menyentuh angka 1000 penonton.

Tidak dipungkiri banyaknya antusiasme Aremania yang menontong langsung di Stadion, imbas dari performa tim yang mulai naik. Tercatat anak asuhan Marcos Santos ini sudah mengantongi tiga kemenangan di kandang dan terakhir berhasil menaklukan Persija Jakarat di Stadion Gelora Bung Tomo (8/2).

​Bagi Aremania, ini adalah pesan kuat bahwa Kanjuruhan telah siap kembali menjadi panggung sepak bola yang megah, aman, dan penuh sportivitas. Erwin pun tak dapat menahan rasa bangganya terhadap pendukung setia Singo Edan yang sudah dewasa, sekaligus berterima kasih kepada semua pihak yang

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pertandingan ini, termasuk Aremania vang telah menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim kebanggaannya,” tandasnya.

Joel Vinicius Jadi Bintang, Arema FC Gilas Semen Padang di Kanjuruhan

0

Taktik.id – Arema FC sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan Semen Padang dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 di Stadion Kanjuruhan. Sosok penyerang asing, Joel Vinicius, menjadi pusat perhatian setelah memborong dua gol dalam laga tersebut.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya, terutama lini depan yang tampil klinis. Menurut Santos, gol pembuka yang dicetak oleh Vinicius menjadi titik balik krusial bagi mentalitas tim di lapangan.

“Kita tahu Semen Padang adalah tim yang gigih, tapi gol cepat dari Joel (Vinicius) memberikan kami kepercayaan diri untuk mengontrol jalannya pertandingan,” ujar Marcos Santos dalam sesi konferensi pers usai laga.

Pelatih asal Brasil itu, juga menekankan bahwa kemenangan ini bukan sekadar soal skor akhir, melainkan kedisiplinan taktik dan keberhasilan menjaga clean sheet yang sangat ia hargai.

Meski menjadi pahlawan dengan torehan brace, Joel Vinicius tetap bersikap rendah hati. Pemain asal Brasil tersebut menegaskan bahwa performa apiknya adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen tim selama latihan.

“Kami bekerja keras di sesi latihan untuk memperbaiki penyelesaian akhir, dan hari ini semuanya berjalan sesuai rencana,” ungkap Vinicius.

Ia juga mempersembahkan gol-gol tersebut untuk Aremania yang memadati stadion dan menyebut energi dari tribun sangat membantu performanya di lapangan.
​Baginya, kemenangan tim jauh lebih penting daripada ambisi pribadi untuk mencetak gol.

Kemenangan ini membawa Arema FC merangkak naik ke peringkat 8 klasemen sementara, sekaligus memberikan modal positif sebelum menghadapi jadwal padat di laga-laga berikutnya.

Menang Telak, Arema FC Gulung Semen Padang 3-0 Tanpa Balas

0

Taktik.id – Arema FC kembali menunjukkan tajinya saat menjamu Semen Padang dalam lanjutan pekan ke-21 BRI Super League 2025/26. Membekuk lawannya dengan skor yang cukup mencolok 3-0 dan berhasil mencatatkan clean sheet.

Pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2/26), berjalan cukup berimbang. Kedua tim bermain terbuka dan saling melancarkan serangan satu sama lain.

Joel Vinicius muncul sebagai pembeda di babak pertama berkat golnya di menit 29′, setelah menerima umpan tarik dari Gustavo Franca yang berhasil lolos dari pengawalan pemain bertahan Semen Padang dan merubah kedudukan menjadi 1-0.

Memasuki paruh kedua giliran Gustavo Franca yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-52, berkat sepakannya yang gagal di antisipasi oleh Rendy Oscario, penjaga gawang Semen Padang.

Hanya berselang enam menit Singo Edan kembali menambah keunggulan lewat gol kedua Vinicius yang menerima umpa dari Valdeci dan langsung berhadapan dengan kiper tim tamu di menit 58′.

Hingga wasit meniup peluit panjang skor tidak berubah, pertandingan berakhir dengan skor 3-0. Hasil ini sekaligus menjadi clean sheet ketiga kali secara beruntun yang didapat oleh Arema FC.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengucapkan selamat kepada para pemainnya atas hasil yang didapat. Ini tidak lepas dari gol cepat dari Joel Vinicius yang membuat kepercayaan diri Hansamu dkk meningkat.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain saya. Hari ini mereka bermain dengan hati dan disiplin taktik yang sangat luar biasa. Kita tahu Semen Padang adalah tim yang gigih, tapi gol cepat dari Joel (Vinicius) memberikan kami kepercayaan diri untuk mengontrol jalannya pertandingan,” ujar pelatih asal Brasil itu.

Santos menekankan bawah tiga poin yang didapat sore ini sangat penting untuk menjaga momentum karena jadwal liga yang begitu padat.

“Kemenangan 3-0 ini sangat penting. Bukan hanya soal tiga poin, tapi soal menjaga momentum dan clean sheet di kandang sendiri. Kami akan menikmati hasil ini malam ini, tapi besok fokus kami sudah beralih ke pertandingan berikutnya karena jadwal liga sangat padat, ” pungkasnya.

Paul Munster Berhasil Permalukan Mantan Timnya di Hadapan Pendukungnya Sendiri

0

Taktik.id – Emosi campur aduk menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Paul Munster kembali ke Surabaya, namun kali ini sebagai pemberi luka bagi mantan tim asuhannya. Dalam duel antara Persebaya Surabaya menghadapj Bhayangkara FC, Munster sukses memimpin timnya mencuri poin penuh dan memutus rekor apik tuan rumah di hadapan ribuan pendukung fanatiknya.


Dalam sesi konferensi pers usai laga (14/2/26), Paul Munster tidak bisa menyembunyikan kepuasannya atas performa anak asuhnya. Ia mengakui bahwa bermain di Stadion GBT tidak pernah menjadi tugas yang mudah bagi tim tamu mana pun.

“Ya, ini adalah kemenangan penting bagi kami. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit di Stadion GBT (Stadion Gelora Bung Tomo),” ujar Munster dengan tegas.

Keberhasilan mempermalukan mantan timnya ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan Munster. Ia menekankan bahwa kedisiplinan pemain dalam menjalankan instruksi menjadi kunci utama keberhasilan mereka membawa pulang tiga poin.

“Tapi kami tetap fokus, kami menerapkan strategi 100 persen untuk pertandingan ini, dan kami berhasil menyelesaikannya dengan mengambil poin penuh. Jadi, itulah hasilnya,” tambahnya.

Kemenangan ini terasa semakin dramatis mengingat jalannya pertandingan yang sangat ketat. Meski tuan rumah berusaha menekan sejak awal, efektivitas strategi Munster terbukti lebih unggul.

Gol Bhayangkara Fc dibuka oleh Bernard Henry 26′, lewat bola mati yang gagal.di antisipasi lini pertahanan Bajol Ijo ​Bernard Henry (26′) dan Mihailo Perovic 64′. Sempat memperkecil ketertinggalan bagi Persebaya, namun tidak cukup untuk menyelamatkan muka tuan rumah dari kekalahan di kandang sendiri

Bagi publik Surabaya, kekalahan ini terasa menyesakkan karena aktor utamanya adalah sosok yang sudah sangat mengenal seluk-beluk kekuatan tim mereka. Paul Munster membuktikan bahwa pemahamannya terhadap gaya bermain mantan timnya menjadi senjata makan tuan yang paling mematikan dalam laga malam ini.

Dengan hasil ini, Paul Munster berhasil membawa timnya merangkak naik di klasemen, sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi tuan rumah tentang pentingnya kewaspadaan selama 90 menit penuh.

Bernardo Tavares Soroti Keputusan Wasit Sepanjang Pertandingan Persebaya vs Bhayangkara FC

0

Taktik.id – Kekalahan tipis 1-2 yang diderita Persebaya Surabaya dari Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang pelatih, Bernardo Tavares. Bukan hanya soal hasil akhir, Tavares secara terbuka mengkritik kinerja wasit yang dinilai kurang tegas dalam memimpin jalannya pertandingan.

Kritik utama Tavares tertuju pada durasi tambahan waktu (injury time) di babak kedua yang dianggap tidak mencerminkan kejadian di lapangan. Menurutnya, pemain lawan berkali-kali melakukan aksi mengulur waktu agar ritme pertandingan terganggu.

“Saya terkejut wasit hanya memberikan tambahan waktu lima menit. Padahal, satu tim (lawan) terus-menerus mencoba membuang waktu, baik di babak pertama maupun babak kedua,” ujar Tavares dengan nada kecewa dalam konferensi pers pasca laga.

Tavares juga menyoroti keputusan wasit yang baru memberikan kartu kuning kepada penjaga gawang lawan di menit-menit akhir pertandingan, padahal aksi mengulur waktu sudah terjadi jauh sebelumnya.

“Pemain lawan mencoba segala cara agar laga terhenti. Saya pikir ini tidak bagus untuk sepak bola,” tambahnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Portugal tersebut bahkan membawa nama instruktur wasit PSSI asal Jepang, Mr. Ogawa, untuk meninjau kembali performa sang pengadil lapangan.

“Ini bukan alasan atas kekalahan kami, ini adalah kenyataan. Jadi, tolong Pak Ogawa, periksa wasit ini,” tegasnya.

Meski vokal terhadap wasit, Tavares tetap mengakui adanya kelengahan di barisan pertahanannya. Ia menjelaskan bahwa dua gol lawan yang dicetak oleh Bernard Henry (26′) dan Mousa Sidibe (45+2′) lahir dari efektivitas lawan dalam memanfaatkan peluang terbatas.

Persebaya yang sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Mihailo Perovic (64′) sebenarnya mendominasi babak kedua dengan banyak tembakan dan tendangan pojok, namun dominasi tersebut gagal berbuah poin akibat faktor penyelesaian akhir dan waktu yang dirasa “dirampas” oleh keputusan wasit.

Tertunduk Lesu, Rekor Tak Terkalahkan Persebaya Surabaya Terputus di Tangan Bhayangkara FC

0

Taktik.id – Tren positif Persebaya Surabaya akhirnya menemui jalan buntu. Langkah tim berjuluk Bajul Ijo untuk terus merangkak naik di papan klasemen terpaksa terhenti setelah takluk dari tamunya, Bhayangkara FC, dalam laga sengit yang penuh drama di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/26).

Petaka bagi tuan rumah dimulai sejak paruh pertama. Bhayangkara FC tampil sangat klinis dengan memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persebaya. Bernard Henry membuka keunggulan pada menit ke-26 melalui skema bola mati yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan belakang Green Force.

Belum sempat bangkit, gawang Persebaya kembali bergetar di penghujung babak pertama. Lewat skema transisi cepat yang mematikan, Mousa Sidibe berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-45+2, sekaligus menutup babak pertama dengan skor 0-2 untuk keunggulan tim tamu.

Memasuki babak kedua, pelatih Persebaya mencoba mengubah strategi dengan memasukkan sejumlah pemain muda untuk menambah daya gedor. Upaya ini membuahkan hasil pada menit ke-64 ketika Mihailo Perovic berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang melalui tendangan sudut serta tembakan ke gawang, Persebaya gagal mencetak gol penyama kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.

Seusai laga, pelatih Persebaya mengakui bahwa kekalahan ini disebabkan oleh buruknya efektivitas timnya dibandingkan lawan.

“Di babak pertama, lawan hanya punya dua tembakan ke gawang dan keduanya menjadi gol. Sementara kami punya banyak peluang tapi hanya bisa mencetak satu gol,” ungkap Tavares dalam sesi konferensi pers.

Selain menyoroti performa pemainnya yang gagal memenangkan second ball, pelatih juga melayangkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit. Ia menilai tambahan waktu 5 menit yang diberikan tidak cukup mengingat banyaknya aksi mengulur waktu yang dilakukan tim lawan.

“Saya terkejut wasit hanya memberikan lima menit. Padahal lawan terus mencoba membuang waktu sepanjang pertandingan. Tolong Pak Ogawa (instruktur wasit PSSI), periksa wasit ini,” tegasnya.

Dengan hasil ini, Persebaya harus segera berbenah untuk memperbaiki koordinasi lini belakang, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati dan transisi cepat lawan agar bisa kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya.

Siasat Tavares Redam Agresivitas Bhayangkara FC: Masa Lalu Tak Lagi Relevan!

0

Taktik.id – Menjelang laga pekan ke-21 Super League 2025/2026, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menunjukkan kepercayaan diri tinggi meski harus menghadapi tantangan berat.

Laga kontra Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2/2026), diprediksi akan menjadi ujian taktik yang sengit bagi sang arsitek asal Portugal tersebut.

Mewaspadai Transisi Cepat dan Tembakan Jarak Jauh
​Tavares secara terbuka mengakui bahwa Bhayangkara FC telah bertransformasi menjadi tim yang jauh lebih berbahaya di putaran kedua ini. Kehadiran pemain asing baru yang berpengalaman membuat skema ofensif lawan semakin solid.

Terbukti transisi cepat yang dimainkan dipadukan dengan pemain yang memiliki kecepatan di atas rata-rata mampu menghukum pertahanan lewat serangan balik. Bukan hanya itu saja, anak asuhan Paul Munster itu juga bisa membuat ancaman dari luar kotak penalti lewat tembakan jarak jarak jauh.

​”Mereka tim yang suka bermain dengan transisi ofensif dan memiliki pemain yang bisa menembak dengan sangat baik dari luar kotak penalti. Kami sangat mewaspadai hal ini,” ujar Tavares Jum’at (13/2/26).

Enggan terbuai dengan rekor pertemuan atau hasil imbang 1-1 pada putaran pertama, Tavares menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah berbeda total. Baginya, sejarah tidak akan membantu memenangkan pertandingan besok.

Untuk itu, Tavares telah menyiapkan formula khusus guna menetralisir daya gedor lawan. Optimismenya kian berlipat seiring kembalinya dua pilar utama, ​Bruno Moreira dan ​Milos Raickovic dari akumulasi kartu kuning.

Meski mengakui laga ini tidak akan berjalan mudah, pelatih berusia 45 tahun ini percaya penuh pada kemampuan skuadnya untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

“Kami akan mencoba menemukan strategi terbaik agar para pemain bisa memberikan yang maksimal. Kami fokus pada hasil terbaik di sini (GBT),” pungkasnya dengan tegas.


Popsivo Polwan Harus Bermain Full Set Demi Mengambil Kemenangan Dari Electric PLN

0

Taktik.id – Perjuangan luar biasa harus ditunjukkan oleh Jakarta Popsivo Polwan dalam lanjutan putaran kedua Proliga 2026. Bermain di GOR Utama, Bojonegoro, pada Jumat (13/2/2026) malam, tim asuhan Darko Dobriskov ini dipaksa bermain hingga full set untuk bisa menumbangkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor tipis 3-2 (19-25, 25-15, 25-18, 16-25, 16-14).

Kemenangan ini menjadi sangat krusial bagi Popsivo Polwan guna membuka lebar asa mereka melaju ke babak final four. Namun, poin penuh tersebut tidak didapatkan dengan mudah karena perlawanan sengit yang diberikan oleh skuad Jakarta Electric PLN Mobile.

Pertandingan dimulai dengan tekanan berat bagi Popsivo. Di set pertama, duo asing Electric PLN, Neriman Ozsoy dan Celeste Plak, tampil mendominasi dan membuat Popsivo menyerah 19-25. Namun, Arsela Nuari dkk bangkit pada set kedua dan ketiga. Lewat spike keras Yonkaira Pena dan strategi matang Darko Dobriskov, Popsivo berbalik unggul dengan skor telak 25-14 dan 25-18.

Saat kemenangan seolah sudah di depan mata, Electric PLN kembali bangkit di set keempat. Dominasi Ozsoy memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan setelah Popsivo kalah 16-25.

Set kelima menjadi puncak ketegangan. Sempat unggul 7-3, Popsivo hampir terkejar saat PLN menyamakan kedudukan 12-12 hingga terjadi deuce 14-14. Dalam poin kritis yang penuh tekanan, ketenangan pemain Popsivo menjadi kunci untuk menutup laga dengan skor 16-14.

Usai laga, kubu Electric PLN melalui asisten pelatihnya, Yudianto, mengakui ketangguhan lawan.

“Sebenarnya Ersandrina Devega dkk bermain cukup bagus, tapi Popsivo hari ini bermain luar biasa,” ungkap Yudianto, sembari menambahkan bahwa faktor kelelahan jadwal berturut-turut turut memengaruhi performa timnya.

Di sisi lain, pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, mengakui laga ini sangat menguras energi dan mental. Ia menyebut motivasi tim bangkit karena persaingan poin di klasemen yang semakin ketat.
​Pemain andalan Popsivo, Arsela Nuari, tak menampik adanya ketegangan di lapangan:

“Kami tadi telat panas dan sempat melakukan banyak kesalahan di awal. Meski diliputi ketegangan di poin akhir, kami bersyukur bisa meraih kemenangan penting ini.” Ujar sang pemain.