Beranda blog Halaman 21

Unggul Tipis 1-0 Dari PSM Makasar, Persebaya Kembali Raih Kemenangan Setelah Rentetan Hasil Negatif

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya yang kembali bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/26), kedatangan tamu yang cukup berat, PSM Makasar pada lanjutan pekan ke-23 Super League 2025/26. Setelah sebelumnya tim kebangkaan arek-aeek Surboyo ini menelan dua kali kekalahan beruntun.

Sebagai tuan rumah, Persebaya mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Mendapat tekanan bertubi-tubi membuat pertahanan PSM goyah, tepatnya pada menit 27, Gali Freitas yang melakukan penetrasi dari sisi kiri pertahanan tim tamu melepaskan tendangan keras yang berujung gol untuk Bajol Ijo.

Berada dalam keadaan unggul membuat anak asuh Bernardo Tavares semakin percaya diri dalam melakukan kreasi serangan. Berulang kali pemain Juku Eja harus menghentikan pergerakan Bruno Moureira dkk yang berbuah kartu kuning diantaranya, Savio Roberto 29′ dan Dusan Lagator 36′.

Persebaya tampak sudah belajar dari dua kekalahan yang diterima dengan tidak memberikan ruang sedikitpun bagi PSM untuk mengembangkan permainannya. Sampai waktu tambahan berakhir 45+2′ kedudukan tidak berubah bagi keunggulan tuan rumah 1-0.

Setelah jeda turun minum pertandingan mengalami penurunan tempo. Green Force yang tampil agresif pada paruh pertama kali ini lebih banyak menunggu dan mencari kesempatan serangan balik.

PSM yang banyak menguasai bola justru tampak kesulitan saat memasuki kotak pinalti lawan, tidak ada peluang yang bisa membahayakan penjaga gawang Persebaya, Ernando Ari.

Malahan di penghujung babak kedua tepatnya menit ke-90+1, Bruno Moureira yang lolos dari jebakan offside hampir menambah keunggulannya namun sayang tendangannya masih bisa diamankan oleh Reza Arya.

Sampai peluit panjang ditiup kedudukan tidak berubah dan membuat Persebaya kembali meraih kemenangan setelah dua laga tanpa mengantongi poin sama sekali.

Fokus Profesionalisme, Bernardo Tavares Siap Hadapi Sang Mantan di GBT

0

Taktik.id – ​Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) akan menjadi arena pembuktian profesionalisme bagi pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/26, Rabu (25/02/2026) malam. Laga ini terasa emosional mengingat kedekatan historis Tavares dengan skuad Juku Eja.

Meski memiliki ikatan batin yang kuat dengan PSM, Tavares menegaskan bahwa loyalitasnya saat ini sepenuhnya milik Green Force. Baginya, hubungan layaknya keluarga dengan mantan timnya harus dikesampingkan selama 90 menit di lapangan.

“Banyak pemain di PSM sudah seperti keluarga bagi saya. Tapi sekarang saya seorang profesional, saya berada di Persebaya. Saat bermain nanti, saya akan bersikap profesional 200% dan memberikan yang terbaik untuk tim kami,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.

Tavares tidak menampik bahwa Persebaya menghadapi kendala non-teknis menjelang laga krusial ini. Selain kondisi mental tim yang baru saja menelan hasil minor, ia menyoroti ketimpangan masa pemulihan (recovery) antar kedua tim.

PSM Makassar dinilai memiliki waktu persiapan satu hari lebih banyak satu hari dibandingkan Persebaya. Dilain sisi Green Force harus tampil tanpa Rachmat Irianto dan Toni Firmansyah karena sanksi, ditambah badai cedera yang menyelimuti para pemain inti.

Walaupun melewati minggu yang sulit setelah kekalahan beruntun dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persijap Jepara, Tavares tetap menaruh kepercayaan penuh pada skuad yang tersisa. Ia berharap para pemain cadangan yang diturunkan mampu menjadi pembeda di lapangan.

“Minggu lalu memang tidak mudah, tetapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik. Saya percaya pemain-pemain akan memberikan segalanya untuk membantu tim keluar dari situasi ini,” pungkasnya.

Pertandingan besok malam bukan sekadar adu taktik antara Tavares dan Thomas Trucha di kubu PSM, melainkan ujian apakah profesionalisme 200% sang pelatih mampu membakar semangat juang Green Force untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

Memiliki Rekam Pertandingan Sama Kuat, Pelatih Persebaya Akan Hadapi Mantan Timnya PSM Makasar

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya akan melakoni laga kandang melawan PSM Makasar dalam pekan ke-23 Super League 2025/26. Kedua tim memiliki rekam pertandingan yang masih sama kuat.

Bernardo Tavares, pelatih Green Force akan bertemu dengan tim yang pernah ia bawa juara Liga 1(sebelum jadi Super League) musim 2022-2023, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Rabu (25/2/2026) mendatang. Pertandingan itu dijadwalkan kick off pukul 20.30 WIB.

Dalam pertemuan terakhir, Bajol Ijo berhasil menahan imbang Juku Eja dengan skor 1-1 dalam laga tandang saat putaran pertama Super League 2025/26. Tuan rumah cetak gol terlebih dahulu lewat Savio Roberto menit ke-8, sedangkan Persebaya mencetak gol penyama kedudukan lewat Bruno Moreira.

PSM Makassar saat ini tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara, sedangkan Persebaya menempati peringkat ke-5, delapan peringkat di atas Juku Eja.

Kedua tim sama-sama mengusung misi bangkit usai takluk dalam laga terakhir. Pasukan Ramang kalah di markas Persija, sementara Bajul Ijo takluk di kandang Persijap.

Secara historis, rekor pertemuan keduanya menunjukkan persaingan yang sangat sengit dan seimbang. Menariknya, pertemuan kedua tim belakangan ini kerap berakhir dengan skor tipis atau bahkan kacamata.

Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim telah bentrok sebanyak 13 kali sejak 2018 dari era Liga 1 hingga Super League. PSM Makassar mengantongi 5 kemenangan, sementara Persebaya meraih 5 kemenangan, dan 3 laga sisanya berakhir imbang.

Dibandingkan dengan Persebaya, PSM Makasar memiliki waktu istirahat lebih lama satu hari. Untuk mengantisipasi jadwal yang padat, anak asuhan Tavares rela langsung pulang setelah pertandingan melawan Persijap (21/2) kemarin.

Alarm Bahaya di Surabaya! ‘Magis’ Persebaya Sudah Lenyap

0

Taktik.id – Sempat terbang tinggi dengan rekor 13 laga tanpa tersentuh kekalahan, Persebaya Surabaya kini justru terjun bebas ke dalam tren negatif. Bertandang ke markas Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke-22 Super League 2025/2026, Sabtu (21/2), tim berjuluk Bajul Ijo dipaksa menyerah dengan skor telak 3-1.

Kekalahan ini seolah menjadi “deja vu” pahit setelah pekan lalu mereka juga dipermalukan oleh Bhayangkara FC, dikandangnya sendiri. Dua kekalahan beruntun ini tidak hanya merusak mental bertanding tim, tapi juga membuat posisi mereka di peringkat lima klasemen kini berada di ujung tanduk.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Arsitek asal Portugal ini blak-blakan menyebut performa anak asuhnya jauh dari standar normal.

Ada dua lubang menganga yang menjadi penyebab menurunnya performa arek-arek Suroboyo. Transisi dari menyerang ke bertahan yang tidak berjalan dan antisipasi bola mati, dalam dua laga terakhir, total 4 gol bersarang ke gawang Persebaya hanya melalui skema tendangan bebas dan sepak pojok.

“Jujur saja, kami melakukan terlalu banyak kesalahan. Tidak normal bagi tim kami kebobolan lewat situasi transisi dan bola mati berkali-kali,” ungkap Tavares..

Waktu untuk meratapi nasib sangatlah sempit. Tavares harus segera memutar otak karena jadwal padat sudah menanti di depan mata. Setelah menyelesaikan laga melawan Persijap, Bruno Moureira dkk langsung kembali menuju Surabaya.

Pasalanya PSM Makasar sudah menunggu mereka dalam lanjutan Super League pekan ke-23 pada Rabu, (25/2) di Stadion Gelora Bung Tomo.

Dukungan penuh dari Bonek di GBT akan menjadi suntikan moral krusial. Jika tak segera berbenah, bukan tidak mungkin Persebaya akan terlempar dari persaingan papan atas musim ini.


Hasil yang Tidak Diinginkan, Arema FC Gagal Raih 3 Poin di Kandang Madura United

0

Taktik.id – Arema FC menunjukkan mentalitas baja setelah berhasil mengamankan satu poin dalam laga sengit bertajuk Derby Jawa Timur melawan Madura United. Meski sempat tertinggal, tim berjuluk Singo Edan ini sukses memaksakan hasil imbang 2-2 melalui kebangkitan dramatis di babak kedua.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui bahwa timnya telat panas dan sempat kehilangan ritme di awal laga. Ia menyoroti perbedaan intensitas permainan anak asuhnya antara babak pertama dan kedua.

“Kami tahu Madura United berkembang di setiap pertandingan, dan laga ini memang sulit. Di babak pertama, kami tidak bermain dengan intensitas yang diinginkan. Namun di babak kedua, tim memberikan segalanya,” ujar Santos di sesi post-match pressconference.

Meski berhasil membawa pulang poin, pelatih asal Brasil tersebut mengaku memiliki perasaan campur aduk. Timnya berhasil menciptakan peluang yang cukup banyak namun justru tidak bisa mendapat kemenangan.

“Saya tidak senang dengan hasil akhirnya karena kami pantas mendapatkan yang lebih baik, tapi saya sangat bangga dengan perjuangan pemain di babak kedua. Itulah sepak bola,” tambahnya.

​Senada dengan sang pelatih, penyerang Arema FC, Joel Vinicius, membeberkan apa yang terjadi di balik layar saat jeda antar babak. Komunikasi intens antara pemain dan staf pelatih di ruang ganti menjadi titik balik performa tim di lapangan.

“Di babak pertama performa kami kurang maksimal. Pas turun minum, kami berkomunikasi dengan pelatih. Hasilnya, di babak kedua kami langsung tancap gas dan berhasil mencetak dua gol,” ungkap Vinicius.

Pemain bernomor punggung sembilan tersebut menegaskan bahwa kepuasan tim kali ini bukan terletak pada skor akhir, melainkan pada kerja keras yang ditunjukkan rekan-rekannya sepanjang pertandingan.

Mendonca Menyelamatkan Madura United dari Kekalahan Atas Arema FC di GMRP

0

Taktik.id – Pekan ke-22 BRI Super Leagua 2025/26 mempertemukan derbi Jatim antara Madura United melawan Arema FC, Sabtu (21/2/26) malam. Singo Edan menantang tim tuan rumah dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi setelah meraih tiga kali kemenangan beruntun dan tiga kali clean sheet.

Angin kencang di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, membawa tempo permainan sedikit lambat. Kedua tim belum menemukan ritme permainannya sampai menit ke-20, Arema FC tampak kesulitan menerobos garis pertahanan Madura United yang dijaga oleh Pedro Monteiro dan Rizki Maulana.

Laskar Sape Kerrab menerapkan taktik yang lebih efektif, tapi sayang saat memasuki kotak pinalti Singo Edan selalu mengalami kebuntuan.

Setelah melakukan serangan bertubi-tubi akhirnya gol pun terjadi dipenghujung babak pertama lewat kaki Julio Brandao pada menit 45+1′, tapi setelah mencetak gol tampak sedikit mengalami cedera dan langsung mendapat perawatan di pinggir lapangan.

Babak kedua baru berjalan satu menit, Dalberto striker Singo Edan memberikan kejutan untuk pertahanan Madura United yang terlihat belum siap dan membuat skor imbang 1-1 pada menit ke-46. Tak berselang lama memanfaatkan kelengahan tuan rumah, kali ini Joel Vinicius kembali berhasil menjebol gawang yang Mochammad Dicky di menit 51′.

Berada dalam posisi tertinggal mebuat Madura United tampil all out menggempur pertahanan Arema FC. Gol yang ditunggu akhirnya tiba lewat tandukan Mendonca tepat di penghujung laga 88′. Sampai 6′ waktu tambahan berakhir kedudukan tidak berubah, kedua tim berbagi poin 2-2.

Hasil ini memperpanjang rentetan negatif Madura United yang belum merasakan kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhirnya.

Bernardo Tavares: Persebaya Tidak Boleh Lengah Jika Ingin Menang!

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya sedang berdiri di persimpangan jalan. Setelah tersungkur di tangan Bhayangkara Presisi, tim berjuluk Bajol Ijo ini harus terbang ke Jepara untuk menghadapi Persijap Jepara dalam lanjutan Super League, Sabtu (21/02/2026).

Namun, laga di Stadion Gelora Bumi Kartini ini bukan sekadar laga tandang biasa. Ini adalah ujian mental bagi skuad asuhan Bernardo Tavares.

Jangan tertipu oleh posisi klasemen. Persijap Jepara sedang mengubah kandang mereka menjadi “kuburan” bagi tim-tim besar. Korban terakhir mereka tidak main-main, PSM Makassar dan Madura United pulang dengan tangan hampa.

​”Jangan remehkan lawan hanya karena posisi mereka di bawah, atau kita akan hancur,” tegas Tavares saat konferensi pers sebelum pertandingan (20/2).

Pelatih Persebaya itu, tidak menutupi fakta bahwa timnya sedang tidak baik-baik saja. Selain membawa beban kekalahan di laga sebelumnya, Persebaya dihantam badai cedera yang menimpa beberapa pemain kunci.

Untuk menyiasati kelelahan, manajemen mengambil langkah taktis dengan melakukan perjalanan malam tepat sebelum laga. Strategi ini diharapkan mampu menjaga sisa-sisa energi pemain agar tetap prima saat peluit kick-off dibunyikan.

Memasuki minggu pertama bulan suci Ramadhan, intensitas latihan menjadi tantangan tersendiri. Tavares harus memutar otak agar fisik pemain tidak “anjlok”.

​Gelandang andalan, Milos Raickovic, memastikan mentalitas tim tetap baja. Baginya, tidak ada pilihan selain membawa pulang tiga poin ke Surabaya.

“Kami ingin kembali ke jalur kemenangan. Kami akan berikan segalanya,” pungkasnya.

Uji Nyali di Bumi Kartini: Milos Raickovic Tidak Ingin Lengah, Tetap Waspadai Persijap Jepara

0

Taktik.id – Lupakan skor telak 4-0 di Gelora Bung Tomo. Lupakan pula status Persijap yang masih “terjebak” di papan bawah. Sabtu malam ini (21/2), Stadion Gelora Bumi Kartini bukan sekadar tempat pertandingan sepak bola, melainkan arena pembuktian bagi dua tim dengan misi yang bertolak belakang.

Gelandang jangkar Persebaya, Milos Raickovic, sudah mencium aroma bahaya. Meski secara klasemen Green Force bertengger di posisi kelima unggul jauh dari Laskar Kalinyamat yang terjebak di posisi bawah klasemen, Milos menegaskan bahwa statistik hanyalah angka di atas kertas yang bisa menipu.

“Tim ini sudah bertransformasi. Mereka punya wajah-wajah baru dan mentalitas yang jauh lebih kuat dibanding putaran pertama,” ujar Milos pada konferensi pers sebelum pertandingan (20/2).

  • Ada tiga alasan kuat mengapa laga ini menjadi “jebakan batman” bagi skuad asuhan Bajul Ijo:
  • Luka Rekor yang Terputus: Persebaya datang dengan kondisi mental yang goyah setelah rekor 13 laga tak terkalahkan mereka dihancurkan Bhayangkara FC pekan lalu.
  • Skuad Pincang: Kehilangan pilar kunci di saat krusial menjadi pekerjaan rumah berat bagi tim pelatih untuk menjaga kedalaman skuad.
  • Angkernya Gelora Bumi Kartini: Persijap bukan lagi lumbung gol. Dalam dua laga kandang terakhir, mereka menjelma menjadi pembunuh raksasa dengan menumbangkan PSM Makassar (2-0) dan Madura United (1-0) tanpa kebobolan satu gol pun.

Perombakan di bursa transfer paruh musim mengubah Persijap menjadi tim yang pragmatis namun efektif. Mereka tidak lagi bermain terbuka yang berisiko, melainkan lebih rapat dalam bertahan dan mematikan dalam serangan balik.

Akankah Persebaya berhasil membawa pulang 3 poin untuk tetap bersaing di papan atas, atau justru Jepara kembali memakan korban tim besar malam ini?

Hujan Gol Terjadi di Stadion Brawijaya, Persik Dipaksa Tunduk Oleh Tamunya Bhayangkara FC

0

Taktik.id – Persik Kediri berjuang mati-matian demi mendapat poin di kandang sendiri saat menghadapi Bhayangkara FC pada Jum’at (20/2) malam, dalam lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/26.

Laga baru berjalan 6′ tim tamu langsung memberi kejutan kepada seluruh pendukung Macan Putih yang memadati Stadion Brawijaya malam ini. Berawal dari tendangan bebas dari Ryo Matsumura disambut dengan tandukan tajam oleh Slavko Damjanovic di sudut gawang.

Menjawab gol cepat itu, Ezra Wallian dkk langsung mengurung pertahanan Bhayangkara FC, setelah beberapa kali percobaan akhirnya tendangan Kiko dari luar kotak pinalti meluncur deras ke gawang Aqil Savik pada menit ke-33, sekaligus merubah skor 1-1.

Tak berselang lama, tepatnya pada menit ke-38 Ryo Matsumura kembali memberikan assist kepada rekannya, kali ini Nehar Sadiki yang berhasil yang mencatatkan namanya di papan skor lewat kepalanya. Sundulan bek tengah Bhayangkara sekaligus menjadi gol terakhir yang tercipat pada babak pertama.

Paruh kedua dimulai dengan intensitas yang lebih agresif, Persik memulai lebih dulu dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-51. Jose Rodriguez berhasil memanfaatkan kemelut didepan gawang dan membobol gawang tim tamu.

Delapan menit berselang Jean Befalo Mbarga membuat Bhayangkara kembali unggul lewat transisi cepat pada menit ke-59. Namun keunggulan tidak bertahan lama, Ernesto Gomez berhasil menipu Aqil Savik dan membuay skor kembali imbang 3-3 di menit 64′.

Taktik Paul Munster dalam menerapkan serangan balik kembali membuahkan hasil, Bernard Henry tampil menjadi pembeda setelah golnya di menit ke-87 menutup pesta gol di Kota Kediri dengan kekalahan 3-4.

Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan perdana bagi Persik di kandangnya sendiri setelah

Misi Persik Kediri Menambal ‘Lubang’ Pertahanan Untuk Hadapi Bhayangkara FC

0

Taktik.id – Stadion Brawijaya bersiap menjadi saksi apakah Persik Kediri telah belajar dari luka lama. Menjelang laga krusial pekan ke-22 Super League 2025/2026 melawan Bhayangkara FC, Jumat (20/2/2026) malam, skuad Macan Putih mengusung satu misi utama: Berhenti memberikan “sedekah” gol kepada lawan.

Bayang-bayang dari hasil melawan PSIM Yogyakarta pekan lalu masih terasa menyesakkan. Pelatih kepala, Marcos Reina Torres, tidak menutup-nutupi kekecewaannya terhadap kerapuhan lini belakang yang sempat kehilangan fokus di momen krusial.

“Gol pertama (lawan PSIM) itu kesalahan buruk, gol yang konyol. Seharusnya tidak terjadi,” ungkap Marcos dikutip dari SURYAMALANG.com

Bagi pelatih asal Spanyol itu, laga nanti malam bukan sekadar mencari tiga poin, melainkan pembuktian bahwa lini belakang Persik bukan lagi “pintu tol” yang mudah dilewati.

Dalam sepekan terakhir, kamp latihan Persik Kediri lebih berfokus dalam memperkuat lini pertahanan. Marcos Torres menitikberatkan evaluasi pada tiga aspek vital yaitu, kedisiplinan posisi, komunikasi antar pemain, dan clearens bola yang harus efektif.

“Kami terus bekerja dan saya yakin kami akan menjadi lebih baik di setiap pertandingan. Tim ini punya kapasitas untuk berkembang menjadi unit yang jauh lebih tangguh,” tambahnya dengan optimis.

Selain itu faktor nonteknis juga diperlukan dari dukungan penuh Persikmania diharapkan mampu membakar semangat skuad Macan Putih. Akankah tembok pertahanan baru racikan Marcos Torres mampu meredam gempuran Bhayangkara FC?