Taktik.id – Kekalahan tipis 1-2 yang diderita Persebaya Surabaya dari Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang pelatih, Bernardo Tavares. Bukan hanya soal hasil akhir, Tavares secara terbuka mengkritik kinerja wasit yang dinilai kurang tegas dalam memimpin jalannya pertandingan.
Kritik utama Tavares tertuju pada durasi tambahan waktu (injury time) di babak kedua yang dianggap tidak mencerminkan kejadian di lapangan. Menurutnya, pemain lawan berkali-kali melakukan aksi mengulur waktu agar ritme pertandingan terganggu.
“Saya terkejut wasit hanya memberikan tambahan waktu lima menit. Padahal, satu tim (lawan) terus-menerus mencoba membuang waktu, baik di babak pertama maupun babak kedua,” ujar Tavares dengan nada kecewa dalam konferensi pers pasca laga.
Tavares juga menyoroti keputusan wasit yang baru memberikan kartu kuning kepada penjaga gawang lawan di menit-menit akhir pertandingan, padahal aksi mengulur waktu sudah terjadi jauh sebelumnya.
“Pemain lawan mencoba segala cara agar laga terhenti. Saya pikir ini tidak bagus untuk sepak bola,” tambahnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Portugal tersebut bahkan membawa nama instruktur wasit PSSI asal Jepang, Mr. Ogawa, untuk meninjau kembali performa sang pengadil lapangan.
“Ini bukan alasan atas kekalahan kami, ini adalah kenyataan. Jadi, tolong Pak Ogawa, periksa wasit ini,” tegasnya.
Meski vokal terhadap wasit, Tavares tetap mengakui adanya kelengahan di barisan pertahanannya. Ia menjelaskan bahwa dua gol lawan yang dicetak oleh Bernard Henry (26′) dan Mousa Sidibe (45+2′) lahir dari efektivitas lawan dalam memanfaatkan peluang terbatas.
Persebaya yang sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Mihailo Perovic (64′) sebenarnya mendominasi babak kedua dengan banyak tembakan dan tendangan pojok, namun dominasi tersebut gagal berbuah poin akibat faktor penyelesaian akhir dan waktu yang dirasa “dirampas” oleh keputusan wasit.

