Taktik.id – Lupakan skor telak 4-0 di Gelora Bung Tomo. Lupakan pula status Persijap yang masih “terjebak” di papan bawah. Sabtu malam ini (21/2), Stadion Gelora Bumi Kartini bukan sekadar tempat pertandingan sepak bola, melainkan arena pembuktian bagi dua tim dengan misi yang bertolak belakang.
Gelandang jangkar Persebaya, Milos Raickovic, sudah mencium aroma bahaya. Meski secara klasemen Green Force bertengger di posisi kelima unggul jauh dari Laskar Kalinyamat yang terjebak di posisi bawah klasemen, Milos menegaskan bahwa statistik hanyalah angka di atas kertas yang bisa menipu.
“Tim ini sudah bertransformasi. Mereka punya wajah-wajah baru dan mentalitas yang jauh lebih kuat dibanding putaran pertama,” ujar Milos pada konferensi pers sebelum pertandingan (20/2).
- Ada tiga alasan kuat mengapa laga ini menjadi “jebakan batman” bagi skuad asuhan Bajul Ijo:
- Luka Rekor yang Terputus: Persebaya datang dengan kondisi mental yang goyah setelah rekor 13 laga tak terkalahkan mereka dihancurkan Bhayangkara FC pekan lalu.
- Skuad Pincang: Kehilangan pilar kunci di saat krusial menjadi pekerjaan rumah berat bagi tim pelatih untuk menjaga kedalaman skuad.
- Angkernya Gelora Bumi Kartini: Persijap bukan lagi lumbung gol. Dalam dua laga kandang terakhir, mereka menjelma menjadi pembunuh raksasa dengan menumbangkan PSM Makassar (2-0) dan Madura United (1-0) tanpa kebobolan satu gol pun.
Perombakan di bursa transfer paruh musim mengubah Persijap menjadi tim yang pragmatis namun efektif. Mereka tidak lagi bermain terbuka yang berisiko, melainkan lebih rapat dalam bertahan dan mematikan dalam serangan balik.
Akankah Persebaya berhasil membawa pulang 3 poin untuk tetap bersaing di papan atas, atau justru Jepara kembali memakan korban tim besar malam ini?

