Beranda blog Halaman 20

Tampil Tanpa Striker, Persebaya Justru Berhasil Rusak Rekor ‘Clean Sheet’ Persib Bandung

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya menunjukkan taringnya dalam laga sengit melawan Persib Bandung meski berakhir dengan skor imbang 2-2. Sorotan utama pertandingan malam ini (2/3/26), tertuju pada keberhasilan Bajol Ijo yang mampu menyarangkan dua gol ke gawang Maung Bandung, tim yang selama ini dikenal memiliki barisan pertahanan paling solid di BRI Super League 2025/26.

Sebelum pertandingan ini, Persib memiliki catatan impresif dengan rekor tidak kebobolan (clean sheet) dalam enam laga berturut-turut. Namun, tembok kokoh tersebut akhirnya runtuh di tangan anak asuhan Bernardo Tavares yang tampil agresif meski tanpa diperkuat striker murni.

Pelatih Persebaya tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya dalam sesi konferensi pers usai pertandingan. Ia menyebut bahwa mencetak dua gol ke gawang tim sekelas Persib bukanlah perkara mudah.

“Hal positif hari ini adalah kami mencetak dua gol melawan tim yang sudah sangat lama tidak kemasukan gol. Saya sangat senang dengan sikap para pemain,” ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

Tavares menekankan bahwa kunci keberhasilan membongkar pertahanan Persib bukanlah pada individu tertentu, melainkan pada permainan kolektif yang dinamis. Gol kedua Persebaya yang dicetak melalui skema serangan terorganisir menjadi bukti nyata.

Berawal dari pergerakan dari sisi kiri ke kanan lini serang Peraebaya, bola kemudian dikuasai oleh Tony Firmansyah, yang pada laga kali ini bermain sebagai sayap kanan. Ia melakukan aksi impresif dengan teknik tinggi sebelum melepaskan umpan matang kepada Rivera yang berujung gol di menit ke-83.

“Kami tidak punya striker murni dalam pertandingan ini, tapi dalam permainan kolektif; dinamika, sikap, fokus, dan intensitas terkadang membuat perbedaan. Dan hari ini ada momen-momen bagus di mana kami menunjukkan hal tersebut,” terang pelatih asal Portugal itu.

Meskipun gagal mengamankan poin penuh, keberhasilan mencetak dua gol ini menjadi modal berharga bagi Persebaya. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas lini tengah dan adaptasi posisi pemain seperti yang ditunjukkan Tony Firmansyah mampu menjadi solusi mematikan untuk menghadapi tim dengan pertahanan berlapis.

Pemain muda Persebaya, Tony Firmansyah, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada dukungan Bonek dan Bonita yang memadati stadion Gelora Bung Tomo, yang menurutnya memberikan energi ekstra bagi tim untuk terus menekan pertahanan lawan hingga menit akhir.

“Tentunya ini bukan hasil (menang) yang kami inginkan, tapi kami sudah berjuang maksimal. Semoga laga selanjutnya kami bisa meraih tiga poin,” tutup Tony.

Drama 4 Gol di GBT: Persebaya Tahan Laju Sang Pemuncak Klasemen!

0

Taktik.id – Gelora Bung Tomo (GBT) benar-benar membara pada Senin (2/3/26) malam. Duel klasik antara Persebaya Surabaya melawan pemuncak klasemen, Persib Bandung, berakhir tanpa pemenang dalam drama kejar-kejaran skor yang berakhir imbang 2-2.

Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Bajol Ijo tampil agresif dengan melakukan pressing tinggi sampai ke area pertahanan tim tamu, membuat Persib susah mengembangkan permainannya.

Persebaya akhirnya memecah kebuntuan lebih dulu di akhir babak pertama melalui eksekusi penalti dingin Bruno Moreira 43’. Penalti diberikan setelah intervensi VAR mengonfirmasi pelanggaran Federico Barba terhadap Bruno Moureira setelah dijatuhkan didalam kotak pinalti.

Memasuki babak kedua, Maung Bandung mengamuk. Hanya butuh enam menit bagi Luciano Guaycochea untuk menyamakan kedudukan. Persib bahkan sempat membungkam pendukung tuan rumah saat Andrew Jung membalikkan keadaan menjadi 1-2 pada menit ke-73.

Namun, mentalitas arek-aeek Suroboyo berbicara. Francisco Rivera muncul sebagai pahlawan penyelamat lewat golnya di menit ke-83, memastikan satu poin krusial tetap bertahan di Surabaya.

Meski gagal membawa pulang tiga poin, Persib Bandung tetap kokoh di puncak klasemen dengan 54 poin. Sementara itu, Persebaya tertahan di posisi kelima dengan koleksi 39 poin, terpaut tipis dari kejaran tim di bawahnya, Persita Tangerang.

Pelatih Persebaya Sebut Tekanan Ada di Pihak Persib: “Kami Hanya Perlu Menikmati Pertandingan”

0

Taktik.id – Menjelang laga big match pekan ke-24 BRI Super League melawan juara bertahan Persib Bandung, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan pesan kuat mengenai mentalitas anak asuhnya.

Alih-alih merasa terintimidasi oleh statistik mentereng tim lawan, Tavares justru menegaskan bahwa skuad Bajul Ijo akan tampil lepas dan tanpa beban di hadapan pendukungnya sendiri.

Tavares menilai Persib Bandung datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai pemuncak klasemen dan tim dengan pertahanan terkuat. Namun, status tersebut sekaligus membawa tekanan besar bagi mereka untuk mempertahankan tren positif.

“Mereka ada di posisi pertama dan juara tahun lalu. Jika melihat pasar transfer, Anda bisa melihat kekuatan finansial dan kualitas skuad mereka. Saya rasa tekanan ada di pihak mereka,” ujar pelatih asal Portugal dalam konferensi pers sebelum pertandingan (1/2/26).

Di sisi Persebaya, Tavares menginstruksikan para pemainnya baik yang berpengalaman maupun pemain muda untuk melepaskan segala beban pikiran dan fokus menunjukkan identitas permainan tim di lapangan.

“Di sisi kami, kami tidak merasa terbebani. Kami hanya perlu menikmati pertandingan dan menunjukkan sikap yang benar. Jika kami menunjukkan sikap yang sama seperti babak pertama pertandingan lalu, kami punya peluang besar,” tambahnya.

Dukungan Bonek dan Bonita yang datang di Stadion akan menjadi tambahan motivasi bagi Bruno Moureira dkk. Meskipun tampil “santai” secara mental, Tavares tetap menuntut intensitas tinggi di lapangan.

“Mari percaya bersama, dan saya harap Bonek-Bonita menciptakan atmosfer luar biasa agar kita bisa meraih hasil bagus bersama-sama,” tutupnya.

Strategi psikologis ini diharapkan mampu membuat para penggawa Persebaya bermain lebih lepas dan efektif, sekaligus menjadi kunci untuk meruntuhkan tembok pertahanan kokoh milik Maung Bandung.

Bruno Moreira Tegaskan Kemenangan Besar Musim Lalu Tak Jamin Apa Pun Lawan Persib

0

Taktik.id – Kapten sekaligus penyerang andalan Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, meminta rekan-rekannya untuk tidak terbuai dengan memori manis masa lalu saat menjamu Persib Bandung dalam lanjutan pekan ke-24 BRI Super League 2025/26.

Meski musim lalu tim berjuluk Bajul Ijo tersebut sukses melumat Maung Bandung dengan skor telak 4-1 di kandang, Bruno menegaskan bahwa situasi saat ini sudah jauh berbeda.

Dalam konferensi pers pralaga, pemain asal Brasil tersebut menyatakan bahwa kemenangan besar di pertemuan sebelumnya tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk pertandingan besok, Senin (2/3/26).

“Ya, kami menang 4-1 terakhir kali di sini, tapi itu tidak berarti apa-apa untuk besok. Besok adalah pertandingan yang berbeda, sejarah yang baru,” ujar kapten Persebaya tersebut.

Bruno menyadari bahwa Persib Bandung yang datang kali ini adalah tim dengan status juara bertahan dan memiliki pertahanan yang sangat solid. Menurutnya, jika ingin mengamankan tiga poin, skuad Persebaya harus menunjukkan kerja keras yang lebih dari biasanya dan tidak boleh kehilangan fokus sedikit pun.

“Jika ingin menang lagi, kami harus berjuang keras, bermain sepak bola dengan baik, dan memberikan yang terbaik. Lupakan apa yang terjadi di masa lalu, besok adalah tantangan yang benar-benar berbeda,” tambahnya.

Selain kesiapan teknis, Bruno juga menyoroti pentingnya kehadiran pendukung setia Persebaya, Bonek dan Bonita, untuk memadati Stadion Gelora Bung Tomo, demi memberikan energi positif untuk pemain dilapangan.

Baginya, dukungan langsung dari tribun adalah “bahan bakar” utama bagi para pemain untuk menghadapi tim kuat seperti Persib.

“Kami berharap para pendukung bisa datang mendukung kami. Mereka sangat penting bagi kami. Kami ingin memberikan permainan yang luar biasa di kandang sendiri dan mendapatkan tiga poin untuk terus berjuang di posisi atas klasemen,” tutup Bruno.

Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama berada di papan atas. Persebaya mengusung misi menjaga kehormatan kandang, sementara Persib datang dengan rekor pertahanan terbaik di liga musim ini.

Hadapi Sang Juara, Persebaya Siapkan Taktik Khusus Demi Redam Persib Bandung

0

Taktik.id – Atmosfer panas menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, jelang laga big match pekan ke-24 BRI Super League 2025/26 yang mempertemukan Persebaya Surabaya melawan juara bertahan, Persib Bandung, pada Senin, 2 Maret 2026.

Dalam konferensi pers pra-pertandingan, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa timnya telah melakukan analisis mendalam untuk meredam kekuatan Maung Bandung yang dikenal memiliki pertahanan baja.

Tavares tidak segan memuji kualitas yang dimiliki oleh tim lawan. Secara statistik, Persib merupakan tim dengan pertahanan terkuat yang baru kebobolan 11 gol, berbanding jauh dengan Persebaya yang sudah kebobolan 23 kali.

Menurutnya, Persib memiliki kemewahan skuad yang luar biasa, bahkan mampu memarkir pemain kelas dunia di bangku cadangan.

“Persib adalah tim yang solid. Mereka bahkan punya mantan pemain Paris Saint-Germain di bangku cadangan. Itu menunjukkan kualitas mereka,” ujar Tavares.

Ia juga menyoroti ancaman bola atas dan transisi cepat lawan dengan menyiapkan strategi khusus untuk laga yang akan dimulai 20.30 WIB besok.

“Kami tahu mereka kuat dalam umpan silang dan set pieces. Kami sudah menyiapkan rencana A, B, hingga C untuk mengantisipasi segala kemungkinan di lapangan,” imbuh pelatih asal Portugal.

Senada dengan sang pelatih, kapten sekaligus motor serangan Persebaya, Bruno Moreira, meminta rekan-rekannya untuk tidak terlena dengan memori manis musim lalu saat Bajol Ijo berhasil melumat Persib dengan skor telak 4-1 di kandang.

“Ya, kami menang 4-1 terakhir kali di sini, tapi itu tidak berarti apa-apa untuk besok. Besok adalah sejarah yang baru. Jika ingin menang lagi, kami harus berjuang keras dan melupakan masa lalu,” tegas Bruno.

Pemain asal Brasil ini menekankan bahwa fokus utama tim adalah meraih tiga poin demi terus bersaing di papan atas klasemen.

Satu poin penting yang terus ditekankan oleh pihak Persebaya adalah kehadiran suporter setia mereka. Tavares menilai dukungan langsung di stadion akan menjadi pembeda, terutama saat tim membutuhkan intensitas tinggi untuk meladeni permainan berpengalaman anak asuh Bojan Hodak.

“Saya berharap Bonek dan Bonita datang ke stadion. Kehadiran mereka memberi energi ekstra dan kepercayaan diri bagi pemain. Kami tidak merasa tertekan, tekanan justru ada di pihak Persib sebagai juara bertahan. Kami hanya perlu menikmati pertandingan dan menunjukkan sikap yang benar,” tambah Tavares.

Laga ini diprediksi akan berjalan sengit sejak menit awal. Persebaya berambisi mengulang intensitas permainan babak pertama mereka dari laga sebelumnya guna meruntuhkan dominasi sang pemuncak klasemen.

Bukan Sekadar Dokter Biasa: KONI Jatim & RS Ubaya Siapkan “Benteng Kesehatan” Canggih untuk Atlet

0

Taktik.id – Dibalik medali emas yang berkilau, ada fisik atlet yang harus dijaga. Menyadari hal tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) melakukan langkah progresif dengan menggandeng RS Universitas Surabaya (RS Ubaya) untuk menciptakan ekosistem kesehatan atlet yang lebih modern dan terintegrasi.

Pertemuan strategis antara Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, dan manajemen RS Ubaya pekan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya “upgrade” besar-besaran terhadap standar penanganan cedera dan pemulihan atlet Puslatda Jatim.

1. Rekam Medis Khusus: Prioritas Tanpa Diskriminasi
​Salah satu poin krusial yang ditekanan Muhammad Nabil adalah pemisahan data. Atlet Puslatda tidak akan dicampur adukkan dengan pasien umum dalam sistem administrasi.

Hal ini demi mempermudah pemantauan (monitoring) kondisi fisik secara real-time, supaya dalam pengambilan kebijakan di KONI bisa langsung tahu siapa yang siap bertanding dan siapa yang butuh istirahat total hanya lewat satu klik data.

2. Mencari Dokter “Plus”: Paham Medis, Paham Matras
​KONI Jatim tidak hanya butuh dokter yang pintar menjahit luka atau membaca hasil rontgen. Mereka butuh Dokter “Plus”. Apa itu?

“Dokter harus paham periodesasi latihan. Penanganan atlet yang cedera di awal musim latihan tentu beda dengan mereka yang cederanya sebulan sebelum PON. Kita butuh pendekatan holistik, termasuk gizi khusus untuk percepatan pemulihan,” tegas Muhammad Nabil.

Singkatnya, dokter di RS Ubaya dituntut untuk menjadi “asisten pelatih” dari sisi medis—tahu kapan harus menarik rem dan kapan boleh tancap gas.

3. Sinergi Medis dan Taktik di Lapangan
​Menanggapi tantangan tersebut, Direktur Utama RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, menyatakan kesiapannya. Namun, ia juga memberikan catatan penting mengenai preventif (pencegahan).

Langkah ini menandai era baru di mana olahraga prestasi tidak lagi hanya mengandalkan otot dan semangat, tapi juga Sport Science yang presisi. Dengan penanganan medis yang “manusiawi” dan terstruktur, atlet Jawa Timur kini bisa berlaga dengan rasa aman, tahu bahwa ada tim ahli yang menjaga setiap inci kebugaran mereka.

Debut Alan Maulana, Bukti Kesabaran Tak Pernah Mengkhianati Proses

0

Taktik.id – Satu nama baru lahir di Stadion Gelora Bung Tomo. Aleandro Alan Maulana akhirnya mencatatkan debutnya bersama tim senior Persebaya. Momen itu datang di detik-detik akhir laga, tepatnya menit 90+7, saat ia masuk menggantikan Francisco Rivera.

Masuk di masa injury time bukan perkara mudah. Apalagi itu adalah laga perdananya bersama tim utama. Namun, Alan menjawab kepercayaan tersebut dengan keberanian. Di hadapan ribuan Bonek dan Bonita, ia menapakkan kaki untuk pertama kalinya dengan seragam senior Bajol Ijo.

Alan bukan sosok asing di Green Froce. Ia adalah produk asli Persebaya Future Lab. Bersama Persebaya U-20, gelandang serang itu tampil dalam 16 pertandingan, mencetak 2 gol dan 4 assist. Catatannya juga impresif. Dari 31 tembakan yang dilepaskan, 17 di antaranya tepat sasaran. Naluri menyerang dan visi bermainnya menjadi nilai lebih.

Perjalanannya menuju tim utama bukan tanpa proses. Pada pramusim 2024/2025 saat tim dinakhodai Paul Munster, Alan sudah merasakan atmosfer latihan bersama skuad senior. Ia bahkan dibawa dalam training camp di Yogyakarta. Namun, namanya belum masuk dalam daftar akhir untuk kompetisi Liga 1 saat itu.

Alih estafet kepelatihan tak menghentikan langkahnya. Eduardo Perez juga sempat memanggilnya berlatih bersama tim utama. Alan terus ditempa, berduel dengan pemain-pemain berpengalaman, dan perlahan menunjukkan perkembangan signifikan.

Kini, di tangan Bernardo Tavares, kesempatan itu benar-benar datang. Alan mendapatkan tempat di tim utama dan mencatatkan debut resminya. Kepercayaan tersebut dijawab Alan dengan rasa syukur. Ia menyebut debutnya sebagai momen yang telah lama dinantikan.

“Benar-benar tidak nyangka soal debut kemarin dan syukur Alhamdulilah diberi debut untuk pertama kalinya di level tertinggi,dan tentunya harus berlatih lebih giat lagi karna perjalanan masih,” ujar pemain jebolan tim internal Persebaya, El Faza itu.

“Coach Tavares memberikan motivasi banyak untuk saya dari sebelum pertandingan dan saat latihan pun coach banyak memberikan saya arahan dan motivasi lebih,,” tambahnya.

Keputusan memainkan Alan di menit-menit akhir bukan tanpa alasan. Pelatih Bernardo Tavares menilai sang gelandang muda memang layak mendapatkan kesempatan setelah menunjukkan performa menjanjikan dalam sesi latihan terakhir.

“Lalu pemain muda, Alan, juga bisa masuk. Kami punya masalah di lini tengah. Dia adalah salah satu pemain yang di latihan terakhir memiliki tembakan terbaik, performanya bagus, dia layak bermain,” tandasnya.

45 Menit Pertama Jadi Alasan Bagi Arema FC Tumbang di Kandang Pesut Etam

0

Taktik.id – Arema FC harus merelakan poin penuh terbang setelah ditumbangkan Borneo FC dengan skor telak 1-3 dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Kamis (26/2/2026) malam. Sempat tampil loyo di awal laga, kebangkitan Singo Edan di babak kedua ternyata tak cukup untuk membalikkan keadaan.

Skuad asuhan Marcos Santos seolah kehilangan taring sejak peluit kick-off dibunyikan. Bermain di bawah tekanan ribuan suporter tuan rumah, Arema FC gagal menemukan ritme permainan. Akibatnya fatal, Borneo FC yang tampil agresif berhasil menyarangkan tiga gol sekaligus sebelum turun minum.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, secara ksatria mengakui bahwa anak asuhnya bermain jauh di bawah standar pada paruh pertama.

“Pertandingan yang sulit. Kami tidak bermain dengan baik di babak pertama, intensitas sangat rendah. Kami gagal mengimbangi ritme tinggi yang diterapkan Borneo FC,” ungkap Marcos usai laga.

Enggan pulang dengan rasa malu, Marcos melakukan perombakan besar di babak kedua. Masuknya tenaga baru seperti Gustavo Franca, Johan Alfarizi, dan Pablo Oliveira terbukti mengubah wajah permainan.

Strategi ini membuahkan hasil di menit ke-64. Lewat skema serangan yang lebih tertata, Dalberto berhasil mencetak gol melalui sundulan tajam yang memperkecil kedudukan menjadi 3-1.

Meski sempat mengurung pertahanan Borneo FC hingga akhir laga mirip dengan performa impresif mereka saat melawan Madura FC pekan lalu Singo Edan gagal menambah pundi-pundi gol. Skor 1-3 bertahan hingga peluit panjang ditiup.

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Arema FC bahwa di level Super League, bermain apik di satu babak saja tidak akan pernah cukup untuk membawa pulang poin.

Rahasia di Balik Kebugaran Atlet Jatim: KONI Terus Menggandeng Hope Physiotherapy

0

Taktik.id – Prestasi gemilang atlet Jawa Timur di kancah nasional ternyata punya “resep rahasia” di balik layar. Bukan sekadar latihan fisik yang keras, melainkan perlindungan medis kelas wahid. Menyadari hal tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur resmi memperpanjang kolaborasinya dengan Hope Physiotherapy untuk memastikan para pahlawan olahraga Jatim tetap dalam kondisi tempur terbaik.

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa kerja sama jilid dua ini bukan lagi soal mengobati atlet yang sudah tumbang. Fokus utamanya kini bergeser ke arah Sport Science yang lebih canggih, yakni tindakan preventif.

“Kami ingin atlet merasa aman. Fokus kita sekarang adalah edukasi pelatih soal teknik pemanasan dan gerakan yang benar agar cedera tidak perlu terjadi sejak awal,” tegas Nabil.

Mengapa harus Hope Physiotherapy? Alasan pilihan KONI Jatim sangat relevan karena jika dibandingkan dengan rumah sakit konvensional, penanganan melalui manual therapy di Hope diklaim lebih cepat dan fleksibel secara waktu.

Selain itu akses yang mudah dengan banyaknya cabang di Surabaya dan sekitarnya, membuat atlet tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan perawatan. Dan yang terpenting Hope bukanlah pemain baru, mereka adalah tim yang menyokong klub raksasa sepak bola, Persebaya Surabaya.

Bagi Jovita Elizabeth Simon, pemilik Hope Physiotherapy, kerja sama ini adalah bentuk dedikasi untuk nama baik Jawa Timur. Misi mereka jelas, membantu KONI Jatim menyapu bersih gelar Juara Umum di ajang nasional mendatang.

“Melihat atlet kembali pulih dan mampu bertarung di level internasional adalah kebanggaan luar biasa bagi kami,” ujar Jovita penuh optimisme.

Gol Sematang Wayang Gali Freitas Membangun Kepercayaan Diri Persebaya

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya kembali rasakan kemenangan setelah paceklik poin di dua laga terakhir. Satu-satunya gol dalam pertandingan pada Rabu (25/2/26) malam ini, dicetak oleh Gali Freitas yang mebuat Green Force unggul 1-0 atas PSM Makasar.

Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, jadi laga balas dendam Persebaya atas rentetan hasil negatif yang sudah dialaminya. Bermain penuh motivasi didepan ribuan pendukung setianya, Green Force langsung melancarkan serangan tanpa henti kepada Juku Eja.

Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-27 lewat penetrasi yang dilakukan pemain asal Timor Leste tersebut dan melepaskan tendangan keras dari luar kotak pinalti. Itu menjadi satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan malam ini.

Pelatih PSM Makasar mengakui jika kelengahan para pemainnya yang tidak mampu mengeluarkan semua kemampuan di babak pertama menjadi alasan mereka dapat kebobolan.

“Kami tidak melakukan permainan terbaik kami di babak pertama dan membuat kita kebobolan 1 gol. Di babak kedua kita sudah menyalurkan semua energi untuk menyamakan kedudukan tapi ini lah perrandingan,” ujar Tomas Trucha kepada awak media.

Dilain sisi Bernardo Tavarea, pelatih Persebaya yang sekaligus mantan pelatih PSM, puas dengan penampilan para pemainnya.

“Saya pikir kami menciptakan banyak peluang di babak pertama. Kami bermain dengan baik di babak pertama,” ungkap Tavares.

Meski puas pelatih asal Portugal itu menyayangkan dengan banyaknya peluang yang diciptakan namum hanya ada tiga tembakan saja yang mengarah ke gawang.

“Banyak peluang, banyak tembakan ke arah gawang, tapi akurasinya kurang bagus. Saya rasa ada sekitar 20 tembakan total, tapi hanya 3 yang tepat sasaran,” pungkasnya.

Poin kemenangan yang didapat Persebaya ini akan sangat penting untuk menjadi bekal mereka menghadapi pertandingan berikutnya yang tak kalah penting saat menjamu pemuncak klasemen Persib Bandung pada Senin (2/3) mendatang.