Taktik.id – Sempat terbang tinggi dengan rekor 13 laga tanpa tersentuh kekalahan, Persebaya Surabaya kini justru terjun bebas ke dalam tren negatif. Bertandang ke markas Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke-22 Super League 2025/2026, Sabtu (21/2), tim berjuluk Bajul Ijo dipaksa menyerah dengan skor telak 3-1.
Kekalahan ini seolah menjadi “deja vu” pahit setelah pekan lalu mereka juga dipermalukan oleh Bhayangkara FC, dikandangnya sendiri. Dua kekalahan beruntun ini tidak hanya merusak mental bertanding tim, tapi juga membuat posisi mereka di peringkat lima klasemen kini berada di ujung tanduk.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Arsitek asal Portugal ini blak-blakan menyebut performa anak asuhnya jauh dari standar normal.
Ada dua lubang menganga yang menjadi penyebab menurunnya performa arek-arek Suroboyo. Transisi dari menyerang ke bertahan yang tidak berjalan dan antisipasi bola mati, dalam dua laga terakhir, total 4 gol bersarang ke gawang Persebaya hanya melalui skema tendangan bebas dan sepak pojok.
“Jujur saja, kami melakukan terlalu banyak kesalahan. Tidak normal bagi tim kami kebobolan lewat situasi transisi dan bola mati berkali-kali,” ungkap Tavares..
Waktu untuk meratapi nasib sangatlah sempit. Tavares harus segera memutar otak karena jadwal padat sudah menanti di depan mata. Setelah menyelesaikan laga melawan Persijap, Bruno Moureira dkk langsung kembali menuju Surabaya.
Pasalanya PSM Makasar sudah menunggu mereka dalam lanjutan Super League pekan ke-23 pada Rabu, (25/2) di Stadion Gelora Bung Tomo.
Dukungan penuh dari Bonek di GBT akan menjadi suntikan moral krusial. Jika tak segera berbenah, bukan tidak mungkin Persebaya akan terlempar dari persaingan papan atas musim ini.

