Beranda blog Halaman 19

Simalakama Voli Indonesia: Tanpa Megawati, Mampukah Bandung BJB Tandamata ‘Guncang’ Asia?

0

Taktik.id – Dunia voli tanah air sedang dilanda dilema besar. Pengurus Pusat PBVSI resmi menunjuk Bandung BJB Tandamata sebagai wakil tunggal Indonesia dalam ajang bergengsi AVC Champions League 2026 Women di Incheon, Korea Selatan.

Namun, keputusan ini membawa satu kabar pahit lantaran Timnas Voli Putri Indonesia harus berangkat tanpa sang ikon, Megawati “Megatron” Hangestri. Absennya sang mega bintang karena jadwal yang berbenturan antara Final Four Proliga dengan ajang ini.

Penunjukan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena “tabrakan” jadwal yang pelik. AVC Champions League dimulai pada 26 April 2026, tepat saat Proliga 2026 sedang panas-panasnya menggelar partai Grand Final.

PBVSI memilih tim yang sudah gugur di babak reguler agar tidak mengganggu fokus tim-tim yang lolos ke Final Four. Hanya ada dua kandidat yang tersisa antara Jakarta Livin Mandiri atau Bandung BJB Tandamata.

Tidak adanya nama Megawati dalam susunan nama pemain yang dipanggil timnas tentu menjadi sorotan tajam. Sebagai pilar utama Jakarta Pertamina Enduro, Megawati terikat kontrak profesional untuk membawa timnya meraih misi back-to-back juara Proliga.

Kehilangan Megawati di level Asia dianggap sebagai kerugian besar secara teknis, mengingat statusnya sebagai salah satu opposite terbaik di Asia saat ini.

Meskipun absennya Megawati mengurangi daya gedor di lini serang Timnas Voli Putri kita, namun disisi lain ajang ini bisa menjadi panggung emas bagi para pemain lokal dan talenta muda untuk mencicipi jam terbang internasional.

Mampukah skuad racikan baru ini berbicara banyak di kandang lawan, ataukah partisipasi ini hanya sekadar formalitas pengisi jadwal? Semua mata akan tertuju pada Incheon tanggal 26 April mendatang.

Persebaya Berikan Sinyal Kebangkitan di Sisa Kompetisi Super League 2025/2026!

0

Taktik.id – Setelah jeda Idulfitri yang menenangkan, mesin Persebaya Surabaya kini mulai dipanaskan kembali. Skuad asuhan Bernardo Tavares resmi mengakhiri masa libur dan menggelar latihan perdana di Lapangan C Gelora Bung Tomo, Senin (23/3/26) sore. Namun, ini bukan sekadar latihan biasa; ini adalah misi penebusan dosa.

Banyak yang khawatir performa pemain akan melorot akibat “opor dan rendang” selama Lebaran, namun Tavares justru memberikan apresiasi tinggi. Sang pelatih asal Portugal tersebut mengungkapkan bahwa Bruno Moreira dkk. tetap menjaga profesionalisme mereka meski jauh dari lapangan hijau.

“Kondisi pemain sangat positif. Mereka disiplin menjalankan program mandiri. Kini, fokus kami adalah mengembalikan intensitas pertandingan yang hilang selama jeda,” ujar Tavares di sesi latihan Senin (23/3) sore.

Latihan ini juga menjadi momentum penting untuk memulihkan mentalitas tim. Sebelum kompetisi rehat, Persebaya sempat terkapar lewat kekalahan menyakitkan 1-5 dari Borneo FC.

Dari jeda dua pekan ini dimanfaatkan tim untuk melakukan evaluasi total dari tim kepelatihan dan juga penyegaran psikologis bagi seluruh pemain terutama yang bermain pada laga itu.

Tavares menegaskan bahwa tidak ada rahasia khusus untuk mengembalikan kepercayaan diri selain tumpahan keringat di lapangan.

“Cara terbaik membangun mentalitas adalah kerja keras di setiap sesi latihan. Kami ingin kembali dengan versi yang lebih kuat,” pungkasnya.


Arema FC Tidak Bisa Bersantai, Hasil Minor di 4 Laga Terakhir Ditambah Rumor Hengkangnya Marcos Santos

0

Taktik.id – Jeda internasional telah usai, namun bagi Arema FC, ketenangan adalah kemewahan yang belum bisa dinikmati. Memasuki pekan ke-26 BRI Super League 2025/26, klub berjuluk Singo Edan ini berada di persimpangan jalan yang menentukan nasib mereka musim ini.

Performa Arema FC belakangan ini tengah menjadi sorotan tajam. Di bawah komando Marcos Santos, tim seolah kehilangan taringnya tepat di bulan Ramadan. Catatan empat laga tanpa kemenangan—termasuk hattrick kekalahan dari Borneo FC, Bali United, dan Bhayangkara Presisi—membuat posisi Arema terlempar ke peringkat ke-11 klasemen dengan 31 poin.

Di tengah keterpurukan tersebut, sebuah kabar mengejutkan datang dari Amerika Latin. Klub asal Brasil, Guarani Futebol Clube, dikabarkan terang-terangan menggoda Marcos Santos untuk meninggalkan Malang dan kembali ke tanah kelahirannya.

Bagi banyak pelatih, tawaran pulang kampung saat tim sedang terpuruk mungkin menjadi “jalan pintas” yang menggiurkan. Namun, Marcos memilih jalan yang berbeda.

“Saya memilih tetap di Arema FC karena sudah nyaman di sini. Saya mau bertahan untuk membantu sembilan pertandingan sisa musim ini,” tegas Marcos Santos.

Keputusan Marcos untuk bertahan bukan sekadar formalitas. Dalam pertemuan terbaru dengan manajemen, alih-alih membahas pemutusan kontrak, fokus utama justru diletakkan pada cara menyikapi tawaran luar negeri tersebut sambil membenahi performa tim.

Pilihan untuk setia akan langsung diuji pada Jumat (3/4) mendatang. Arema FC dijadwalkan menjamu Malut United FC di Stadion Kanjuruhan. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian apakah kenyamanan yang dirasakan Marcos Santos bisa bertransformasi menjadi kemenangan di lapangan hijau.

Apakah loyalitas Marcos Santos akan berbuah manis, atau justru menjadi beban di sisa musim yang kian berat? Publik Malang akan segera mendapatkan jawabannya.

Sinyal Hijau dari Sang Petarung! Catur Pamungkas Siap Tempur Lawan Persita

0

Taktik.id – Kabar gembira datang dari barisan pertahanan Persebaya Surabaya. Bek kanan andalan, Arief Catur Pamungkas, mengonfirmasi dirinya telah “sembuh total” dan siap menjaga marwah Stadion Gelora Bung Tomo, saat menjamu Persita Tangerang, Sabtu (4/4/26) mendatang.

Kembalinya Catur bukan sekadar tambahan pemain, melainkan suntikan nyali bagi skuat Bajul Ijo. Setelah sempat mengalami cedera kepala akibat duel udara mengerikan kontra Persib Bandung, pemain jebolan internal Persebaya ini membuktikan bahwa ia punya determinasi baja.

Meski baru saja merayakan hari raya, Catur mengaku tak pernah benar-benar “libur” dari urusan fisik. Di bawah pantauan ketat pelatih Bernardo Tavares, ia rutin menyetor video latihan mandiri meliputi,

​Menu Latihan: Latihan beban, treadmill, hingga penguatan otot inti.
​Progres Fisik: “Sekarang sudah di angka 80-an persen. Masih perlu peningkatan lagi, tapi saya senang bisa kembali berlatih untuk laga melawan Persita,” ujar Catur dengan optimisme tinggi.

Statistik menunjukkan betapa berpengaruhnya pemain yang debut pada Juli 2022 ini bagi stabilitas pertahanan tim. Dari total 24 penampilan, pemain bertubuh tegap ini telah mencatatkan 52 tekel sukses, 79 intersep, dan 56 sapuan yang krusial dalam mematahkan serangan lawan.

Tak hanya tangguh dalam bertahan, Catur juga terbukti aktif membantu penyerangan dengan torehan 1 gol dan 2 assist, menjadikannya salah satu bek kanan paling komplet di liga saat ini.

​”Alhamdulillah sudah sembuh, senang bisa gabung latihan lagi. Anak-anak juga tetap terpantau lewat grup-grup latihan selama libur kemarin,” pungkasnya.

Dengan pulihnya Catur, lubang di sektor kanan yang sempat goyah kini kembali tertutup rapat. Kehadirannya diharapkan menjadi motor penggerak bagi skuat asuhan Bernardo Tavares untuk mengamankan tiga poin penuh di hadapan puluhan ribu pendukung setia di GBT.

‘Saksi Bisu’ Timnas Indonesia! Stadion Gelora Delta Sidoarjo Akan Kembali Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-17

0

Taktil.id – Stadion Gelora Delta bukan sekadar tumpukan beton dan tribun melingkar. Bagi sepak bola Indonesia, tempat ini adalah lahirnya para juara. Kini, setelah menjalani proses transformasi intensif, stadion legendaris ini telah bersolek total, siap kembali menjadi saksi sejarah saat Timnas Indonesia berlaga di ajang Piala AFF U-17 akhir April mendatang.

Wajah Baru Berstandar Internasional
​Lupakan kesan kusam. Gelora Delta kini tampil dengan wajah segar yang memanjakan mata. Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, mengonfirmasi bahwa renovasi telah mencapai 100%.

Karpet hijau stadion yang dulu kini sudah disulap jadi rumput kelas dunia dan siap menunjang aliran bola-bola pendek khas Garuda. Bukan hanya itu bench pemain yang ergonomis hingga ruang ganti juga sudah berstandar internasional.

​”Alhamdulillah, semua sudah tuntas. Bukan hanya rumput yang hijau sempurna, tapi seluruh area gedung sudah kita segarkan,” ujar Yudhi dengan nada optimis.

Mengulang Memori Indah 2013
​Mengapa publik Sidoarjo begitu yakin? Jawabannya ada pada sejarah. Gelora Delta adalah tempat di mana Indra Sjafri dan skuad U-19 memutus dahaga gelar juara Indonesia pada 2013 silam. Sorak-sorai puluhan ribu penonton kala itu seolah masih menggema di sudut-sudut tribun.

Optimisme serupa disuarakan oleh tokoh suporter lokal, Syaiful Baqiro. Ia percaya ada energi tambahan yang menyelimuti stadion ini setiap kali Timnas berlaga.

“Gelora Delta itu punya nyawa. Kalau main di sini, mental lawan seolah ciut sebelum peluit dibunyikan. Sidoarjo selalu ramah untuk Garuda, tapi ‘angker’ untuk lawan. Kami siap menghijaukan tribun!” tegas Baqiro.

Pusat Perhatian Asia Tenggara
​Bukan hanya sebagai venue pertandingan, Gelora Delta juga akan menjadi markas latihan bagi negara-negara peserta mulai April ini. Dengan segala persiapannya, Sidoarjo siap membuktikan bahwa mereka adalah rumah yang paling hangat sekaligus menantang bagi sepak bola Asia Tenggara.

Apakah “Tuah Sidoarjo” akan kembali membawa Indonesia ke podium juara? Kita tunggu pembuktiannya di akhir April nanti!

Sidoarjo Siap Membara! Kejurprov Renang Jatim 2026 Segera Digelar di GOR Sendang Delta Sidoarjo

0

Taktik.id – Genderang persaingan olahraga air di Jawa Timur resmi ditabuh. Pengprov Akuatik Indonesia Jawa Timur mengonfirmasi bahwa Sidoarjo akan menjadi panggung bagi para “hiu muda” dalam gelaran Kejurprov Renang 2026.

Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh, yakni pada 10–12 April 2026, bertempat di lintasan cepat Kolam Renang GOR Sendang Delta.

Bukan Sekadar Lomba: Tiket Menuju Kejurnas
​Ketua Umum Pengprov Akuatik Indonesia Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, menegaskan bahwa Kejurprov tahun ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah ajang pembuktian sekaligus seleksi ketat menuju level nasional.

“Kejuaraan ini adalah tes prestasi. Kami ingin mengukur sejauh mana hasil latihan para perenang Jatim selama ini. Ini juga menjadi pintu masuk menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026,” ujar sosok yang juga anggota DPRD Jawa Timur tersebut, Selasa (10/3/2026).

Menjaring Talenta Emas Jatim
​Eks Walikota Batu ini berharap seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur mengirimkan talenta terbaik mereka. Tujuannya jelas: menemukan bibit-bibit potensial yang kelak akan mengharumkan nama Jatim di kancah nasional maupun internasional.

Bagi perenang yang saat ini tengah berada di Puslatda, Pelatnas, DBON, atau bahkan berlatih di luar negeri, jangan khawatir. Jika berhalangan hadir di Sidoarjo, pencatatan prestasi mereka tetap diakui melalui kejuaraan resmi lain yang terafiliasi dengan PB Akuatik Indonesia atau World Aquatics.

Aturan Main & Syarat Peserta
​Untuk menjaga integritas kompetisi, Pengprov menetapkan standar pendaftaran yang ketat:

​Delegasi Resmi: Atlet wajib didaftarkan oleh Pengkab/Pengkot yang resmi menjadi anggota Pengprov Jatim.
​Digitalisasi: Data atlet harus terdaftar di aplikasi PB Akuatik Indonesia.
​Status Verified: Setiap perenang wajib memiliki Nomor Induk Atlet Nasional (NISNAS) yang sudah terverifikasi.
​Validitas Data: Pengkab/Pengkot bertanggung jawab penuh atas keabsahan data atlet, terutama terkait kelompok umur (tanggal lahir).

Mengapa Persebaya Bisa Luluh Lantak di Kandang Borneo FC?

0

Taktik.id – Misi Persebaya Surabaya untuk mencuri poin di Stadion Segiri pada Sabtu (7/3/2026) berakhir menjadi mimpi buruk. Skor telak 5-1 untuk kemenangan Borneo FC menjadi kekalahan terbesar di era kepelatihan Bernardo Tavares.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Jika menilik pernyataan sang juru taktik, ada beberapa faktor krusial yang menjadi “lubang” penyebab hasil tragis tersebut.

Salah satu alasan utama skor mencolok ini adalah keputusan Tavares untuk tetap tampil terbuka meski dalam posisi tertinggal. Persebaya menolak untuk sekadar “parkir bus” demi meminimalisir kekalahan justru menjadi bumerang.

“Ketika kami tertinggal, kami punya dua pilihan: menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang,” ungkap Tavares.

Pilihan berani ini meninggalkan celah besar di lini pertahanan. Saat Persebaya menaikkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan, organisasi pertahanan mereka menjadi longgar.

Borneo FC yang memiliki transisi cepat berhasil mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan Bajol Ijo berulang kali.

Meski kalah telak secara skor, Tavares menegaskan bahwa timnya bukan tanpa perlawanan. Persebaya sebenarnya mampu menciptakan beberapa peluang emas.

Namun, perbedaan kualitas penyelesaian akhir menjadi pembeda yang sangat kontras, tim tuan rumah sangat klinis dalam memanfaatkan setiap kesalahan lawan. Berbanding terbalik, Persebaya justru kesulitan mengkonfersi peluang dan hanya dapat memberikan satu gol balasan.

Secara persiapan, tim pelatih sebenarnya sudah melakukan “pekerjaan rumah” mereka. Tavares mengaku telah menganalisis video pertandingan Pesut Etam dan memberikan instruksi spesifik dalam latihan.

Namun, pada hari pertandingan, terdapat diskoneksi antara rencana taktis dan eksekusi pemain di lapangan.

“Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik,” katanya.

Kini, analisis mendalam menjadi agenda wajib sebelum laga berikutnya. Persebaya harus menemukan keseimbangan antara ambisi menyerang dan kedisiplinan bertahan agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Pekan ke-25 BRI Super League: Hujan Gol di 3 Partai Pembuka!

0

Taktik.id – ​Pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 dibuka dengan tensi tinggi dan produktivitas gol yang luar biasa. Dari laga-laga yang tersaji pada Sabtu (7/3/2026) malam WIB, jaring gawang seolah tak berhenti bergetar, memberikan tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola tanah air.

Borneo FC Pesta Gol, Persebaya Tak Berdaya

​Di Stadion Batakan, Balikpapan, Borneo FC tampil beringas saat menjamu Persebaya Surabaya. Pesut Etam melumat Bajul Ijo dengan skor yang sangat mencolok 5-1.

Juan Villa menjadi bintang pada laga tersebut pasalnya memotori serangan Borneo FC dengam torehan brace 15′ dan 59′. Dominasi tim tuan rumah semakin tak terbendung lewat gol Mariano Peralta (62′), Koldo Obieta 68′, dan ditutup oleh Marcos Astina 90+3′.

Persebaya yang tampil terseok-seok hanya mampu mencuri satu gol hiburan melalui sundulan Leo Lelis pada menit ke-73.

Kemenangan ini membawa Borneo FC meroket ke posisi kedua klasemen dengan 53 poin, hanya selisih satu angka dari Persib Bandung di puncak. Sebaliknya, kekalahan ini membuat Persebaya harus turun ke peringkat keenam.

Persita Tangerang Gilas Madura United

​Tak mau kalah dengan Borneo, Persita Tangerang juga menunjukkan taringnya di Utama Sport Center Kelapa Dua. Pendekar Cisadane menang meyakinkan dengan skor 4-1 atas Madura United.

Start yang bagus di perlihatkan Persita dengan langsung unggul 2-0 dalam sembilan menit awal lewat aksi Ahmad Hardianto dan Pablo Ganet. Sebelum turun minum Rayco Rodriguez memastikan kemenangan di babak pertama dengan dua gol tambahan 16′ dan 30′.

Pada babak kedua Madura United sempat memperkecil skor lewat Riquelme Sousa 52′, namun gol semata wayang Laskar Sappe Kerab itu tidak membawa dampak positif karena sampai peluit akhir ditiup mereka tetap takluk 4-1.

Hasil ini mengantarkan Persita naik ke urutan kelima klasemen sementara, sekaligus menggeser posisi Persebaya.

PSM Gagalkan Kemenangan Malut United

Laga panas antara Malut United vs PSM Makassar berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang 3-3. Meski penuh gol, drama sesungguhnya justru terjadi di menit-menit akhir.

PSM memimpin lebih dulu di menit ke-38 berkat gol bunuh diri Yakob Sayuri yang salah mengantisipasi bola. Memasuki babak kedua, tuan rumah langsung membalikkan keadaan dalam sekejap! David da Silva 48′, 67′ dan Tyronne 52′ membawa Malut unggul jauh 3-1.

Savio Roberto 70′ dan Media Themopole 87′ berhasil membawa Juku Eja comeback dari kekalahan dan menyamakan skor menjadi 3-3. David da Silva sebenarnya mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+4, namun, VAR menganulir gol tersebut karena offside.

Hasil ini membuat Malut United tergahan di posisi ke-4 dengan 45 poin, gagal memangkas jarak dari Borneo FC. Sementara PSM masih terpuruk di posisi ke-13.

Persaingan di papan atas semakin memanas. Borneo FC kini resmi menjadi ancaman serius bagi Persib Bandung dalam perebutan gelar juara musim ini.

Meski Persebaya Tampil Pincang, Tavares Enggan Menyerah dan Siap Tantang Borneo FC di Segiri!

0

Taktik.id – Stadion Segiri, Samarinda, dipastikan bakal membara Sabtu ini (7/3/26). Duel klasik antara Borneo FC melawan Persebaya Surabaya bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan panggung pembuktian harga diri. Di satu sisi, tuan rumah ingin pesta di hari jadi klub; di sisi lain, sang tamu datang membawa nyali meski raga tak lagi utuh.

Kondisi Persebaya saat ini sedang berada di titik nadir. Badai cedera menghantam jantung skuad Green Force, memaksa pelatih Bernardo Tavares memutar otak lebih keras dari biasanya. Namun, alih-alih memasang strategi “parkir bus” untuk mencuri satu poin, pelatih asal Portugal itu justru melempar tantangan terbuka.

“Kami tahu situasinya sulit, tapi Persebaya tidak datang ke Samarinda untuk menyerah. Kami datang untuk bertarung!” tegas Tavares, semalam (6/3) di ruang konferensi pers.

Sorotan kamera dipastikan akan tertuju pada Ernando Ari Sutaryadi. Kiper nomor satu Timnas Indonesia ini diprediksi akan menjalani “malam tersibuk” dalam kariernya. Ia akan menjadi benteng terakhir yang menahan gempuran lini depan Borneo FC yang dikenal sangat haus gol saat bermain di hadapan publik sendiri.

Tavares kemungkinan besar akan menurunkan barisan pemain muda untuk menutup lubang yang ditinggalkan para pilar utama, seperti yang dilakukan saat laga kontra Persib Senin (2/3) kemarin.

DI sisi yang lain motivasi tinggi tuan rumah untuk mengincar kemenangan mutlak sebagai kado ulang tahun klub yang manis bagi para suporter.

Akankah taktik gambling Tavares dapat membungkam gemuruh Stadion Segiri, atau justru Pesut Etam yang bakal berpesta di atas luka sang tamu? Satu yang pasti, sepak bola tidak pernah dimainkan di atas kertas!

Drama Injury Time Warnai Kekalahan Arema FC dari Bali United di Kanjuruhan

0

Taktik.id – Arema FC harus mengakui keunggulan Bali United dalam laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Jumat (6/3) malam WIB. Melalui drama tujuh gol yang penuh tensi, Singo Edan dipaksa menyerah dengan skor tipis 3-4.

Meskipun Arema FC mencoba mengambil inisiatif serangan di awal laga, efektivitas serangan balik Bali United menjadi pembeda. Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui sepakan indah Teppei Yachida.

Hanya berselang lima menit, kepercayaan diri Serdadu Tridatu semakin meningkat setelah Diego Campos menggandakan keunggulan menjadi 2-0, skor yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Arema FC tampil lebih agresif. Hasilnya, Dalberto Luan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-61. Gol ini sempat dianulir karena dugaan offside, namun intervensi VAR akhirnya mensahkan gol tersebut.

Pertandingan semakin sengit saat Bali United kembali menjauh lewat gol kedua Yachida (66′), yang kemudian dibalas lagi oleh penalti Dalberto pada menit ke-78. Drama memuncak di masa injury time dengan dua gol bunuh diri beruntun:

Betinho (90+4′) sempat membuat Bali United unggul 4-2, kemudian Delberto langsung membalas yang membuat skor menjadi 3-4 (90+5′).

Sayangnya, waktu tidak cukup bagi Arema untuk menyamakan kedudukan. Dengan hasil ini, Bali United naik ke peringkat ke-9 klasemen, menggeser Arema FC ke posisi ke-11.

Menanggapi hasil pahit di kandang sendiri, pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui adanya perbedaan performa yang kontras antara dua babak. Meski kecewa, ia tetap mengapresiasi kebangkitan anak asuhnya di paruh kedua.

“Penampilan kami di pertandingan babak yang pertama kami kurang, ini menyulitkan. Tapi di babak kedua kami bisa bermain bagus,” ujar Maecos Santos seusai pertandingan.

Tidak ada waktu banyak bagi Singo Edan untuk melakukan evaluasi pasalnya Selasa (10/3) esok, mereka harus kembali bersiap untuk terbang ke Lampung guna menantang Bhayangkara FC.

“Kami harus siap dan fokus untuk mengembalikan mental pemain sehingga mampu tampil lebih baik,” tandas pelatih asal Brasil tersebut.