Taktik.id – Satu nama baru lahir di Stadion Gelora Bung Tomo. Aleandro Alan Maulana akhirnya mencatatkan debutnya bersama tim senior Persebaya. Momen itu datang di detik-detik akhir laga, tepatnya menit 90+7, saat ia masuk menggantikan Francisco Rivera.
Masuk di masa injury time bukan perkara mudah. Apalagi itu adalah laga perdananya bersama tim utama. Namun, Alan menjawab kepercayaan tersebut dengan keberanian. Di hadapan ribuan Bonek dan Bonita, ia menapakkan kaki untuk pertama kalinya dengan seragam senior Bajol Ijo.
Alan bukan sosok asing di Green Froce. Ia adalah produk asli Persebaya Future Lab. Bersama Persebaya U-20, gelandang serang itu tampil dalam 16 pertandingan, mencetak 2 gol dan 4 assist. Catatannya juga impresif. Dari 31 tembakan yang dilepaskan, 17 di antaranya tepat sasaran. Naluri menyerang dan visi bermainnya menjadi nilai lebih.
Perjalanannya menuju tim utama bukan tanpa proses. Pada pramusim 2024/2025 saat tim dinakhodai Paul Munster, Alan sudah merasakan atmosfer latihan bersama skuad senior. Ia bahkan dibawa dalam training camp di Yogyakarta. Namun, namanya belum masuk dalam daftar akhir untuk kompetisi Liga 1 saat itu.
Alih estafet kepelatihan tak menghentikan langkahnya. Eduardo Perez juga sempat memanggilnya berlatih bersama tim utama. Alan terus ditempa, berduel dengan pemain-pemain berpengalaman, dan perlahan menunjukkan perkembangan signifikan.
Kini, di tangan Bernardo Tavares, kesempatan itu benar-benar datang. Alan mendapatkan tempat di tim utama dan mencatatkan debut resminya. Kepercayaan tersebut dijawab Alan dengan rasa syukur. Ia menyebut debutnya sebagai momen yang telah lama dinantikan.
“Benar-benar tidak nyangka soal debut kemarin dan syukur Alhamdulilah diberi debut untuk pertama kalinya di level tertinggi,dan tentunya harus berlatih lebih giat lagi karna perjalanan masih,” ujar pemain jebolan tim internal Persebaya, El Faza itu.
“Coach Tavares memberikan motivasi banyak untuk saya dari sebelum pertandingan dan saat latihan pun coach banyak memberikan saya arahan dan motivasi lebih,,” tambahnya.
Keputusan memainkan Alan di menit-menit akhir bukan tanpa alasan. Pelatih Bernardo Tavares menilai sang gelandang muda memang layak mendapatkan kesempatan setelah menunjukkan performa menjanjikan dalam sesi latihan terakhir.
“Lalu pemain muda, Alan, juga bisa masuk. Kami punya masalah di lini tengah. Dia adalah salah satu pemain yang di latihan terakhir memiliki tembakan terbaik, performanya bagus, dia layak bermain,” tandasnya.

