Beranda blog Halaman 14

Derby Suramadu akan Jadi Panggung Kebangkitan Persebaya!

0

Taktik.id – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bersiap membara! Jumat (17/4) malam ini, bukan sekadar laga biasa yang tersaji dalam lanjutan pekan ke-28 Super League 2025/26. Ini adalah derby suramadu, sebuah panggung bagi Persebaya Surabaya untuk membasuh luka sekaligus membuktikan bahwa taring sang “Bajol Ijo” belum tumpul.

Setelah terpeleset menyakitkan dengan skor 0-3 di tangan Persija Jakarta, laga melawan Madura United menjadi harga mati bagi anak asuh Bernardo Tavares untuk kembali ke jalur kemenangan.

Di atas kertas, Persebaya sebenarnya adalah “raja” di selat ini. Sejarah mencatat hijau selalu mendominasi dari 13 laga terakhir, dengan 7 kali kemenangan dan 3 hasil seri, sisanya milik Laskar Sape Kerrab.

Namun, Coach Tavares tidak ingin anak asuhnya terlena dengan angka-angka di masa lalu. Pelatih asal Portugal itu justru menantang mentalitas Bruno Moreira dkk di lapangan.

“Apa yang terjadi di masa lalu tidak akan menolong kita besok. Jika kami tidak bermain lebih baik dari laga terakhir, perubahan itu tak akan pernah datang,” tegas Tavares di konferensi pers sebelum pertandingan(16/4).

Kekalahan dari Persija meninggalkan lubang evaluasi yang besar. Sesi latihan terakhir difokuskan pada pembenahan kesalahan individu yang fatal dan penyelesaian akhir yang lebih klinis. Meski dihantui badai cedera yang membuat komposisi tim belum 100%, Tavares menuntut kontribusi maksimal dari siapapun yang dipercaya memakai *jersey* hijau di lapangan.

Di sisi lain, Madura United datang dengan kepala tegak. Modal kemenangan atas Persik Kediri membuat Laskar Sape Kerrab memiliki kepercayaan diri tinggi untuk merusak pesta di Surabaya.

Satu hal yang tidak dimiliki Madura United malam ini adalah atmosfer GBT yang intimidatif. Bernardo Tavares secara khusus meminta energi dari tribun untuk membakar nyali para pemainnya.

“Saya harap Bonek dan Bonita memenuhi stadion. Terkadang, energi dari suporterlah yang menjadi pembeda saat kaki pemain mulai lelah,” pungkas Tavares.

Mimpi Buruk Bajol Ijo di GBK: Diterkam Macan Kemayoran, Dihantu Kesalahan Sendiri

0

Taktik.id – Malam Minggu yang seharusnya menjadi panggung adu gengsi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) justru berubah menjadi pil pahit bagi Persebaya Surabaya. Dalam laga panas pekan ke-27 Super League 2025/26, skuad Bajol Ijo harus pulang dengan kepala tertunduk usai digilas habis 3-0 oleh sang tuan rumah, Persija Jakarta.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persebaya tampak kesulitan bernapas dan lepas dari kurungan taktik mematikan tuan rumah. Tekanan bertubi-tubi pressing ketat dari Macan Kemayoran memaksa lini pertahanan Green Force panik dan kerap melakukan blunder fatal.

Kondisi karut-marut di atas lapangan ini diakui secara jantan oleh sang pilar, Rachmat Irianto, seusai pertandingan.

“Kita bermain tidak bagus hari ini, dan banyak evaluasi karena banyak melakukan kesalahan di area sendiri dan di depan,” ujar pemain yang akrab disapa Rian tersebut.

Bicara soal serangan, Persebaya sebenarnya tidak tinggal diam dan sempat melepaskan 10 tembakan sepanjang laga. Sayangnya, penyelesaian akhir mereka seolah kehilangan arah peluru, tidak ada satu pun yang tercatat sebagai shot on target atau mengancam gawang Persija secara langsung.

Dewi Fortuna pun tampaknya enggan menoleh pada tim tamu. Di penghujung babak kedua, saat Risto Mitrevski dan Bruno Paraiba nyaris memecah kebuntuan lewat peluang emas, bola justru hanya membentur mistar gawang.

Di sisi lain, Persija tampil bak predator yang sangat efisien. Mendominasi permainan dengan penguasaan bola menyentuh angka 67 persen, tuan rumah membombardir pertahanan Persebaya lewat 12 tembakan, enam di antaranya sukses menemui sasaran dan berbuah tiga gol tanpa ampun.

Kekalahan telak ini jelas menjadi alarm bahaya yang berdering kencang bagi Persebaya. Waktu untuk meratapi hasil buruk sudah habis. Terdekat, Bajol Ijo dituntut untuk segera merapatkan barisan karena mereka akan menjamu Madura United di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (17/4) mendatang.

Menatap laga krusial tersebut, Rian memberikan sinyal bahwa timnya siap melakukan penebusan dosa. Tim harus memberikan torehan positif di depan pendukungnya sendiri.

“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Kami harus segera bangkit, memperbaiki kesalahan, dan menunjukkan reaksi yang tepat di laga berikutnya di kandang,” tandasnya.

Bebas Antre & Anti Ribet: Imigrasi Siapkan ‘Jalir VIP’ untuk Ekspansi Atlet Asing di Indonesia

0

Taktik.id – Kompetisi olahraga di Indonesia saat ini sedang berada di fase yang sangat kompetitif dan bertaraf internasional. Sadar atau tidak, lapangan pertandingan kita makin semarak dengan hadirnya talenta-talenta luar negeri. Salah satunya Indonesian Basketball League (IBL) yang baru saja menetapkan regulasi baru tentang pemain asing.

Demi mendukung itu semua, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) kini mengambil langkah taktis untuk memastikan kelancaran administrasi pahlawan-pahlawan lapangan ini sejak pertama kali mereka menapakkan kaki di pintu masuk Indonesia.

Tren penggunaan jasa atlet asing di liga domestik memang sedang meroket. Kebijakan-kebijakan baru membuat klub jauh lebih leluasa mendatangkan bintang internasional. Mari kita lihat komposisinya di musim ini:

  • BRI Super League: Klub diperbolehkan mengontrak hingga 11 pemain asing (7 boleh dimainkan bersamaan, 9 dibawa ke pertandingan).
  • IBL (Indonesian Basketball League) 2026: Regulasi baru mengizinkan setiap klub mengontrak 3 pemain asing dan memainkannya sekaligus di lapangan.
  • Proliga: Setiap klub diizinkan menggunakan **2 pemain asing.

Merespons gelombang ini, Direktur Jenderal Imigrasi Kemenimipas, Hendarsam Marantoko, hadir membawa gebrakan. Saat menyaksikan laga IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, ia menegaskan bahwa institusinya mendukung penuh kemajuan ekosistem olahraga nasional.

“Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi,” ujar Hendarsam.

Menariknya, kemudahan ini rupanya tidak hanya disiapkan untuk sektor olahraga. “Sebenarnya tidak hanya olahraga, ada tiga bidang yang ingin kami dorong dari sisi imigrasi. Ada olahraga, seni dan budaya (termasuk musik dan lain sebagainya) serta sains Ketiga bidang ini memiliki potensi besar untuk berkembang. Oleh karena itu, kami akan membentuk tim khusus untuk mempermudah proses-proses tersebut.”

Bagi atlet profesional, kelelahan fisik usai penerbangan jarak jauh yang ditambah dengan antrean panjang di bandara bisa menjadi mimpi buruk. Menyadari hal tersebut, Ditjen Imigrasi ingin memberikan first impression yang manis namun tetap tegas.

“Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia, mereka mendapatkan kesan yang kurang baik. Sebagai penjaga pintu negara, kita harus menunjukkan wajah yang ramah namun tetap berwibawa,” sambung Hendarsam.

Fasilitas konkret yang ditawarkan mencakup layanan bebas antre hingga pemangkasan birokrasi melalui platform digital.

“Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga. Dengan begitu, para atlet tidak perlu mengalami kesulitan dalam proses administrasi. Contoh paling konkret, kami akan menyediakan jalur khusus (fast track) bagi para atlet, sehingga mereka tidak perlu mengantre. Selain itu, proses administrasi akan dipermudah melalui sistem aplikasi, sehingga mereka tidak perlu melalui pemeriksaan yang berulang atau antre seperti penumpang lainnya.”

Lebih lanjut, Hendarsam sangat memahami korelasi antara kenyamanan birokrasi dengan performa atlet di lapangan.

“Bagi seorang atlet, antrean panjang bisa mengganggu suasana hati (mood), dan itu tentu berdampak pada performa mereka. Padahal, mereka juga bisa menjadi duta bagi Indonesia. Jika mereka mendapatkan kesan yang baik sejak di pintu masuk negara, maka mereka akan menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu mudah, ramah pengguna (user-friendly), namun tetap memiliki fungsi pengawasan,” terangnya.

Meski pintu masuk dipermudah, bukan berarti pengawasan menjadi longgar. Ditjen Imigrasi tetap memberlakukan kontrol ketat sesuai porsinya.

“Perlu diingat, ada dua pendekatan yang kami lakukan. Untuk atlet yang datang hanya untuk satu event (single entry), fungsi pengawasan tidak terlalu ketat. Namun, bagi mereka yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan,” ucap Hendarsam.

Tim khusus Imigrasi ini tak sekadar bertugas di liga domestik, tapi juga akan menjadi garda depan dalam mengamankan kelancaran event skala dunia. Kalender olahraga kita sedang padat, mulai dari MotoGP Mandalika yang memasuki tahun kelima pada April mendatang, hingga ekshibisi Clash of Legends di Gelora Bung Karno yang akan menghadirkan legenda dunia seperti Ronaldo dan Alessandro Del Piero.

“Tim ini akan segera terbentuk. Sebenarnya sudah ada tim yang menangani hal ini, tetapi saya ingin membuatnya lebih spesifik dan fokus pada sektor olahraga. Karena kegiatan olahraga ini tidak pernah berhenti, selalu ada event setiap tahun. Dalam waktu dekat juga akan ada event karate, kemudian otomotif, dan lainnya,” terang Hendarsam.

Target akhirnya bukan sekadar sukses penyelenggaraan, tetapi juga menghidupkan roda ekonomi masyarakat. “Kami tidak ingin citra Indonesia kurang baik di mata internasional. Selain itu, kehadiran event olahraga internasional juga berdampak pada pergerakan ekonomi. Di sini, imigrasi juga berperan sebagai fasilitator ekonomi. Ketika atlet datang, ekonomi masyarakat ikut bergerak.”

Gebrakan inovatif ini langsung disambut sumringah oleh para pemangku kepentingan olahraga, salah satunya Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi). Bagaimana tidak, Indonesia sudah ditunjuk menjadi tuan rumah rentetan event prestisius FIBA, mulai dari FIBA U16 Women’s Asia Cup 2027, FIBA U17 Women’s World Cup 2028, FIBA U18 Asia Cup 2028, hingga puncaknya FIBA U19 World Cup 2029.

Sekjen DPP Perbasi, Nirmala Dewi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas proaktifnya Ditjen Imigrasi dalam merangkul pelaku olahraga.

“Kita lihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Pak Dirjen Imigrasi terhadap basket. Selama ini belum pernah ada dukungan sebesar ini, bahkan sampai beliau datang langsung untuk menonton. Jadi, tidak ada keraguan dari kami terhadap dukungan dari Pak Dirjen, dari kementerian, maupun dari teman-teman yang lain. Hal ini tentu mempermudah kami dalam melaksanakan event-event olahraga, khususnya di bidang basket,” kata Nirmala.

Dengan sinergi manis antara Imigrasi dan federasi olahraga, Indonesia tak hanya bersiap menjadi panggung olahraga yang kompetitif, tetapi juga tuan rumah kelas dunia yang ramah dan suportif bagi talenta-talenta global.

Halal Bihalal KONI Kabupaten Kediri Mambawa Semangat Revolusi untuk Porprov Jatim 2027!

0

Taktik.id – Kabupaten Kediri sedang tidak bercanda. Ambisi besar untuk mengguncang peta kekuatan olahraga Jawa Timur pada Porprov X 2027 resmi dicanangkan. Bukan sekadar ikut serta, Bumi Panjalu kini membidik posisi lima besar.

Dalam suasana hangat Halal Bihalal di Kebun Belimbing Turus, Minggu (12/4/2026), agenda silaturahmi ini berubah menjadi ruang tunggu strategi besar. Dewan Penasehat KONI Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., menegaskan bahwa potensi besar dari 26 kecamatan harus dikelola dengan mentalitas juara.

“Tentu hari ini bagian dari ikhtiar untuk bersilaturahmi dengan para pengurus cabor, saling mengenal. Barangkali nanti dalam percakapan-percakapan akan ada diskusi-diskusi terkait dengan para atlet kita, yang mana saya memiliki keyakinan penuh melihat potensi penduduk kita yang besar dari 26 kecamatan ini,” ujar Muhsin.

Salah satu poin paling krusial yang dibahas adalah fenomena “bajak-membajak” atlet. Muhsin memberikan peringatan keras kepada seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) agar tidak membiarkan aset emas daerah hijrah ke wilayah lain hanya demi janji manis sesaat.

Pemerintah daerah tidak tinggal diam, skema proteksi disiapkan mulai dari payung hukum kompensasi hingga suntikan dana prestasi yang fantastis.

Pokoke pesene: Ojok gampang ngeculne atlet, wes! Apalagi atlet yang berpeluang mendulang medali. Hanya dengan iming-iming gitu ya. Kalau kita kan juga bukan sekadar iming-iming ya, kita fakta gitu ya. Ada uang pembinaan, ada beasiswa prestasi sekitar Rp400 juta untuk atlet-atlet yang berprestasi,” tegas pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kediri totalitas dalam memberikan dukungan. Tidak hanya sekadar retorika, ada tiga pilar utama yang sedang dibangun:

  1. Transformasi Birokrasi: Pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) secara mandiri pada 2027.
  2. Infrastruktur Masif: Kelanjutan proyek GOR Totok Kerot yang diproyeksikan menjadi fasilitas olahraga kelas wahid.
  3. Lonjakan Anggaran: Kenaikan dana hibah hingga ratusan persen sebagai bahan bakar prestasi.

Namun, ambisi besar harus dibarengi dengan data yang jujur. Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, memberikan rapor merah pada efektivitas pengiriman atlet di tahun sebelumnya. Mengirim banyak orang bukan jaminan membawa banyak pulang medali.

“Sekilas evaluasi dari kemarin tahun 2025, kita memberangkatkan kurang lebih sekitar 500 atlet. Dari hitungan 500 atlet, diperoleh medali kurang lebih hanya 100 atlet yang mendapatkan medali, baik itu secara beregu,” ungkap Hakim blak-blakan.

Ke depan, KONI akan lebih selektif. Fokusnya bukan lagi soal kuantitas, melainkan kualitas “pembunuh” di lapangan pertandingan.

“Berarti dari atlet yang kita kirimkan hanya 20% atlet yang berpotensi untuk mendapatkan medali. Sehingga ini menjadi dasar evaluasi kita untuk 2027 setidaknya minim 60% (potensi atlet meraih medali). Syukur-syukur bisa 100% (atlet meraih medali),” tambahnya.

Dengan sinergi antara regulasi yang ketat, fasilitas yang mumpuni, dan evaluasi berbasis data, Kabupaten Kediri kini siap menatap 2027 bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai ancaman nyata bagi penghuni papan atas klasemen.

Memburu ‘The Next Star’ dari Papa Loncat, Kejurprov Jatim 2026 Siap Digelar!

0

Taktik.id – Bukan sekadar kecipak air dan estetika di udara, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026 yang akan segera bergulir di Surabaya membawa misi besar yaitu, memutus jurang kualitas antara senior dan junior.

Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 April 2026 di Kolam Renang Primalaras ini menjadi panggung krusial bagi daerah untuk membuktikan hasil pembinaan mereka setelah “perang” di Porprov Jatim tahun lalu.

Ronaldy Herbintoro, Pelatih Tim Loncat Indah Jawa Timur, menegaskan pada Minggu (12/4/2026) bahwa kompetisi ini adalah instrumen pengukur yang vital.

“Kejurprov ini adalah ajang pencarian bibit atlet dari daerah, sekaligus untuk melihat perkembangan loncat indah di masing-masing wilayah setelah Porprov Jatim 2025,” ujarnya.

Salah satu sorotan utama dalam gelaran tahun ini adalah ambisi untuk melahirkan pesaing baru bagi para atlet senior. Ronaldy menggarisbawahi bahwa regenerasi yang sehat adalah kunci agar Jawa Timur tidak kehilangan tajinya di kancah nasional. Fokus khusus kini tertuju pada sektor putri yang dinilai masih perlu “gas pol” di tingkat daerah.

“Harapannya tidak ada lagi jarak kualitas antara atlet senior dan junior. Terutama di nomor putri, yang di beberapa daerah masih belum berkembang optimal,” katanya.

Ronaldy juga menekankan bahwa kesinambungan antara Kejurprov dan Porprov adalah dua pilar yang tidak bisa dipisahkan jika ingin melihat prestasi loncat indah Jatim terus melesat.

“Dengan adanya Kejurprov dan Porprov, kami berharap pembinaan atlet di daerah bisa lebih terpacu dan berkelanjutan,” tambahnya.

Kejuaraan ini diprediksi akan diramaikan oleh 70 hingga 80 atlet dari berbagai penjuru Jawa Timur. Hingga saat ini, 10 dari target 15 daerah sudah mengonfirmasi kehadiran mereka.

Sebanyak 36 nomor lomba disiapkan untuk memfasilitasi atlet di setiap level, mulai dari mereka yang sudah terbiasa meluncur dari menara setinggi 10 meter hingga para pemula yang baru pertama kali merasakan aura kompetisi resmi.

Lewat Kejurprov 2026 ini, Jawa Timur sedang bersiap untuk mengukuhkan posisinya sebagai pabrik atlet potensial yang siap mengharumkan nama bangsa di masa depan. Siapakah yang akan membuat gebrakan di kolam nanti? Kita tunggu pembuktiannya minggu depan!

Jeda Internasional Tak Bikin Unggul FC Santai, Panaskan Mesin Jelang Laga ‘Neraka’

0

Taktik.id – Libur kompetisi bukan berarti waktunya bersantai bagi Unggul FC Malang. Skuad asuhan Andre Brocanelo ini justru memilih tancap gas memanaskan mesin di tengah jeda internasional Pro Futsal League (PFL) 2025-2026.

Terbaru, mereka terlibat dalam duel adu gengsi yang menghibur melawan tim penantang dari kasta kedua (PFL 2) asal Surabaya, Hampton FC. Laga uji coba yang digelar di Unggul Sport Center (USC), Kabupaten Malang, pada Sabtu (11/4/2026) tersebut berakhir dengan drama kejar-kejaran gol yang berkesudahan imbang 3-3.

Menariknya, Unggul FC tetap tampil ngotot meski harus merelakan dua pilar utama mereka untuk sementara waktu. Saat ini, Andres Dwi Persada dan Angga Ariansyah tengah mengemban tugas negara, bahu-membahu membela Timnas Futsal Indonesia di ajang bergengsi Piala AFF Futsal 2026.

Sebelum ditahan imbang oleh Hampton FC, skuad asal Malang ini bahkan sudah lebih dulu cari keringat dengan menjajal kekuatan raksasa futsal Tanah Air sesama kasta pertama, Bintang Timur Surabaya (BTS), pada pekan lalu (3/4/2026).

Rangkaian uji coba ini adalah bukti nyata bahwa Unggul FC enggan kehilangan sentuhan magis mereka di lapangan. Asisten Pelatih Unggul FC, Agus Abdulrahman, menegaskan bahwa pantang bagi para pemain untuk berleha-leha di masa jeda ini.

“Kami menggelar uji coba ini tujuannya untuk menjaga ritme para pemain Unggul FC agar tetap dalam atmosfer kompetitif meskipun saat ini sedang libur kompetisi. Intinya, para pemain kami gak boleh berdiam diri saja saat jeda internasional,” terangnya.

Waktu terus bergulir dan kompetisi tak mau menunggu. PFL 2025-2026 dijadwalkan akan kembali mengentak arena pada 18-19 April 2026 mendatang. Artinya, Unggul FC hanya punya waktu kurang lebih satu pekan untuk mematangkan taktik penakluk lawan.

Ujian sesungguhnya menanti di Ibu Kota Jakarta. Pada Pekan 9 nanti, mereka harus bersiap menghadapi dua laga ekstra berat secara beruntun:

  1. Sabtu, 18 April 2026: Melawan tim tangguh, Cosmo JNE.
  2. Minggu, 19 April 2026: Menantang kekuatan dari Timur, Blacksteel Papua.

Terkait rentetan jadwal krusial tersebut, Agus memberikan pandangannya. Ia menekankan bahwa skor akhir 3-3 melawan Hampton FC bukanlah tolok ukur kegagalan, melainkan sebuah proses krusial untuk mematangkan amunisi jelang kembali berlaga di kasta tertinggi.

“Laga uji coba lawan tim PFL 2 ini juga menjadi bagian dari persiapan kami menghadapi dua pertandingan berat di Pekan 9. Tapi, soal skor akhir itu bukanlah tujuan utama kami di laga uji coba ini. Yang terpenting adalah proses yang dijalani tim ini terkait taktik dan strategi yang akan dipakai nanti,” pungkasnya.

Unggul FC jelas tidak main-main dalam mempersiapkan timnya. Akankah pemanasan gila-gilaan ini membuahkan hasil manis dan poin penuh di Jakarta nanti? Patut kita nantikan sepak terjang mereka!

Tiket Grand Final di Tangan! LavAni Tampil Sempurna Libas Skuad Muda Garuda Jaya

0

Taktik.id – Jakarta LavAni Livin’ Transmedia kembali membuktikan identitasnya sebagai kandidat terkuat kampiun Proliga 2026. Bermain di bawah gemuruh penonton GOR Sritex Arena, Solo, pada Sabtu (11/4/2026) malam, skuad asuhan David Lee ini sukses menyegel tiket ke Grand Final usai membungkam perlawanan skuad muda Jakarta Garuda Jaya dengan kemenangan mutlak 3-0 (25-19, 25-21, 25-18).

Kemenangan telak ini bukan sekadar mengamankan posisi puncak klasemen putaran kedua Final Four, tetapi juga menjadi panggung pembuktian mentalitas juara LavAni. Di sisi lain, Garuda Jaya yang berisi talenta-talenta masa depan voli Indonesia tetap patut diacungi jempol atas kegigihan mereka memberikan perlawanan sengit sepanjang laga.

LavAni langsung tancap gas menurunkan amunisi terbaiknya. Diotaki oleh sang setter andalan Dio Zulfikri, daya gedor yang dieksekusi Taylor Sander dan Boy Arnes langsung menghujani pertahanan Garuda Jaya.

Meski motor serangan Garuda Jaya, Dawuda dan Fauzan Nibras, sempat melawan ketat di menit-menit awal, kematangan mental Boy Arnes dkk tak terbendung saat memasuki pertengahan set. LavAni melesat memimpin 16-12 dan akhirnya mengunci set pertama dengan skor 25-19.

Memasuki set kedua, tim milik Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono ini memamerkan kedalaman skuadnya. Mereka melakukan rotasi dengan memasukkan amunisi senior, Sigit Ardian dan Dafa. Taktik ini terbukti brilian dan sukses membawa LavAni memimpin jauh 18-12.

Menariknya, mental pantang menyerah Garuda Jaya justru menyala! Memanfaatkan celah miskomunikasi di lini pertahanan LavAni, skuad muda ini mengejar hingga posisi kritis 21-24. Beruntung, ketenangan Malizi lewat eksekusi blocking krusialnya sukses mematikan momentum lawan, menutup set kedua dengan 25-21.

Tensi memanas di awal set penentuan. Tampil ngotot, Fauzan Nibras dan Dawuda berhasil menekan LavAni hingga kedudukan imbang 5-5, dan kembali imbang di angka 9-9 setelah pelatih Garuda Jaya mengambil dua kali time out strategis.

Namun, kualitas memang tidak bisa berbohong. Servis mematikan dan serangan kilat dari Hendra Kurniawan menjadi titik balik yang mengakhiri asa Garuda Jaya, membawa LavAni menjauh 15-10. Sebuah service error dari Dawuda di momen krusial akhirnya menjadi penutup laga, memastikan kemenangan 25-18 untuk LavAni.

Bagi Jakarta Garuda Jaya, kekalahan secara skor ini tetap menunjukkan progres permainan yang sangat signifikan. Usai laga, Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, menyoroti beberapa bahan evaluasi, khususnya pada receive dan blok timnya.

“Kalau servis kami tidak ada masalah,” kata Nur Widayanto.

Mengenai kendala kelelahan yang dinilainya murni persoalan jam terbang, ia tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya.

“Tapi hari ini melawan LavAni, anak-anak bisa tampil cukup baik,” tukas Nur Widayanto.

Di kubu pemenang, Asisten Pelatih LavAni, Erwin Rusni, memberikan penjelasan terkait keputusan timnya yang berani menurunkan barisan pemain lokal secara penuh.

“Ini bukan berarti meremehkan lawan, ini hanya masalah rotasi saja,” tandas Erwin.

Kemenangan sapu bersih ini menjadi modal emas bagi Jakarta LavAni untuk menatap sisa seri Final Four di Semarang pekan depan dengan kepala tegak!

Sempat Kesulitan Saat Berjumpa Popsivo Polwan, Gresik Phonska Plus Akhirnya Langkahkan Satu Kakinya di Grand Final!

0

Taktik.id – GOR Sritex Arena menjadi saksi panasnya persaingan Final Four Proliga 2026 pada Sabtu (11/4/2026). Tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia sukses menunjukkan mental juara mereka lewat comeback gemilang menumbangkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor meyakinkan 3-1 (23-25, 25-21, 25-23, 25-20).

Kemenangan krusial ini menjadi yang ketiga bagi Phonska Plus dari empat laga babak empat besar, membuat mereka kini hanya butuh satu langkah kecil untuk menyegel tiket emas ke babak Grand Final.

Pertandingan pembuka putaran kedua Final Four ini langsung menyajikan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Phonska Plus yang turun dengan kekuatan penuh diotaki oleh Medi Yoku, Arnetta Putri, dan duo legiun asing Annie Mitchem serta Oleksandra Bytsenko langsung tancap gas menggempur pertahanan lawan.

Namun, Popsivo Polwan bukanlah lawan yang mudah goyah. Mengandalkan motor serangan Yonkaira Pena dan Malwina Smarzek, serta ketenangan pemain senior Amalia Fajrina, Popsivo justru berhasil mencuri momentum. Lewat pertarungan sengit di poin-poin kritis, Popsivo sukses membungkam Phonska di set pertama dengan skor tipis 23-25.

Kecolongan di set pertama tidak membuat mental anak asuh Alessandro Lodi runtuh. Memasuki set kedua, adu taktik dan jual beli serangan semakin memanas. Blok-blok rapat dari duo Popsivo, Chelsa Berliana dan Naysila, berkali-kali menyulitkan.

Namun, di sinilah mentalitas kapten Medi Yoku dkk benar-benar diuji. Bermain lebih sabar, Phonska berhasil keluar dari tekanan dan merebut set kedua dengan skor 25-21.

Momen paling menegangkan terjadi di set ketiga. Popsivo yang enggan menyerah sempat memimpin perolehan angka menjelang akhir set. Namun, ketenangan luar biasa dari Annie Mitchem ditambah efektivitas counter-attack Phonska secara dramatis membalikkan keadaan. Set ketiga pun direbut Phonska dengan skor 25-23.

Berada di atas angin, Phonska Plus tak lagi memberikan ruang bernapas bagi Popsivo di set keempat. Dominasi mutlak terlihat saat mereka unggul jauh 18-12 di pertengahan set. Upaya keras Yonkaira Pena dkk untuk mengejar selalu menabrak tembok pertahanan kokoh yang dibangun Yulis Indah dan kawan-kawan. Phonska akhirnya menutup laga dengan kemenangan 25-20.

Kemenangan ini menjadi bukti kedewasaan bermain skuad Phonska Plus. Pelatih Alessandro Lodi mengungkapkan bahwa kunci kemenangan hari ini adalah kemampuan tim untuk tidak jemawa dan bangkit dari tekanan.

“Setiap pertandingan di Final Four itu sangat sulit. Kami masuk ke lapangan tidak boleh terlalu percaya diri karena sebelumnya kami sempat kalah. Kemenangan hari ini adalah bukti nyata ketangguhan tim,” tegas Lodi usai pertandingan.

Kapten Phonska Plus, Medi Yoku, juga tak menampik betapa sulitnya laga tersebut. “Kami sempat tertekan, tapi saya dan teman-teman berhasil keluar dari situasi itu dan mengambil poin penuh hari ini,” ujarnya lega.

Di kubu seberang, Pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, mengakui keunggulan lawan yang tampil lebih konsisten. Meski kalah, ia tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya.

“Lawan adalah tim yang bermain sangat stabil. Terus terang, pemain kami banyak yang masih muda sehingga performanya kadang naik turun. Tapi, saya sangat mengapresiasi mereka yang sudah berjuang sekuat tenaga,” puji Darko.

Senada dengan sang pelatih, Kapten Popsivo Polwan, Amalia Fajrina, menyebut timnya kehilangan banyak momentum berharga.

“Sebenarnya kami bermain baik di setiap setnya, tapi lawan terus menekan dengan intensitas tinggi sehingga kami harus mengakui kekalahan hari ini,” tuturnya.

Dengan hasil ini, Gresik Phonska Plus kini menatap laga berikutnya dengan kepercayaan diri penuh, siap mengamankan tempat di panggung tertinggi Proliga 2026.

Lautan Hijau di Surabaya: Tetap Militan Dukung Green Force Meski Terhalang Larangan Away

0

Taktik.id – Atmosfer panas jelang Big Match pekan ke-27 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya sudah mencapai titik didih. Meski laga klasik ini digelar di Gelora Bung Karno, semangat juang tak hanya milik Jakarta; Surabaya siap bergemuruh lewat pesta rakyat bertajuk Kapal Api Nobar Persebaya.

Dua Titik, Satu Nyali: Semuanya GRATIS!

Manajemen Persebaya paham betul kerinduan suporter untuk mengawal tim kebanggaan. Karena itu, keseruan nobar kali ini digandakan menjadi dua lokasi strategis:

  1. Alun-Alun Kota Surabaya
  2. Aiola Food Caravan
    Acara ini akan digebyar pada Sabtu, 11 April 2026, dengan pintu masuk (open gate) dibuka mulai pukul 16.30 WIB.
  3. Agenda lari ini juga menjadi pemanasan menuju Green Force Run, event lari terbesar di Surabaya yang akan menghentak pada 28 Juni 2026. Tersedia berbagai kategori mulai dari HM, 10K, 5K, hingga family run.

Ingat, registrasi masih terbuka melalui website resmi Green Force Run hingga 30 April mendatang. Jangan sampai kehabisan slot untuk menjadi bagian dari sejarah lari di Kota Pahlawan!

“Acara nobar ini menjadi bagian dari upaya manajemen Persebaya untuk mengajak suporter Persebaya memberikan dukungan penuh terhadap tim kebanggaan dengan cara yang aman dan nyaman, di tengah adanya larangan away untuk suporter tim tamu,” tulis manajemen dalam keterangannya.

Ini bukan sekadar nonton bareng biasa. Sejarah mencatat bahwa nobar Persebaya di Terminal Joyoboyo dan Lagoon Avenue Mall Sungkono selalu pecah berkat militansi Bonek-Bonita yang luar biasa.

Lebih dari Sekadar Nobar: Ada Meet & Greet!

Sambil menunggu kick-off pukul 19.00 WIB, para penonton akan dimanjakan dengan rangkaian acara eksklusif. Selain menonton laga krusial tersebut, akan ada meet & greet bersama pemain Persebaya, games interaktif dengan hadiah-hadiah menggiurkan, hingga deretan booth seru yang siap menemani sepanjang malam.

Mlayu Nang Tunjungan: Sehat Dulu, Teriak Kemudian

Bagi Bonek-Bonita yang punya energi ekstra, jangan lewatkan agenda Mlayu Nang Tunjungan. Aktivitas lari bareng ini dimulai pukul 17.00 WIB, mengambil titik start dan finish tepat di lokasi nobar Alun-Alun Surabaya.

Wakil Direktur Persebaya, Nanang Prianto, menjelaskan misi di balik kombinasi olahraga dan sepak bola ini

“Kami ingin menciptakan atmosfer yang positif untuk para pendukung Persebaya. Nonton sekaligus menjalankan gaya hidup sehat lewat lari bareng.”

Misi Curi Poin di GBK: Persebaya Siap Beri Kejutan di Kandang Persija

0

Taktik.id – Duel klasik yang menguras emosi kembali tersaji! Persebaya Surabaya bersiap menantang rival abadi mereka, Persija Jakarta, dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/26. Bertempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (11/4) malam, skuad Bajol Ijo datang dengan motivasi tinggi untuk membungkam tuan rumah.

Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan harga diri di papan klasemen. Meski bertindak sebagai tim tamu di stadion megah kebanggaan ibu kota, Persebaya tidak gentar dan justru melihat peluang besar untuk memperkokoh posisi mereka.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa timnya memiliki keuntungan dari segi waktu istirahat. Namun, ia juga sedang kuwalahan dengan masalah kondisi fisik beberapa pilar yang belum sepenuhnya bugar.

“Dalam persiapan kali ini, pemain bisa beristirahat lebih banyak dibandingkan persiapan sebelumnya. Itu bagus, tetapi sayangnya beberapa pemain belum 100 persen,” kata pelatih asal Portugal itu.

“Kami akan melihat kondisi mereka hari ini dan menjelang laga. Kami juga sudah menyiapkan rencana pertandingan,” imbuhnya.

Bagi Persebaya, merumput kembali di GBK membawa memori tersendiri. Atmosfer stadion yang masif tentu akan memberikan tekanan, namun Tavares percaya anak asuhnya bisa memberikan performa maksimal demi membawa pulang hasil positif ke Surabaya.

“Bagus dan kami berharap tim bisa tampil baik serta memberikan yang terbaik. Kami tahu sudah lima tahun tidak bermain di sini, jadi ini akan sulit, tetapi tim akan mencoba maksimal,” ujar Bernardo Tavares.

Tavares, yang sudah sangat mengenal seluk-beluk sepak bola Indonesia, tetap menaruh hormat pada Persija. Ia menyadari kedalaman skuat lawan tetap berbahaya meski kedua tim sama-sama tidak tampil dengan kekuatan penuh.

“Saya sudah empat tahun di Indonesia dan sering menghadapi Persija. Mereka selalu punya pemain bagus dan merupakan klub besar, begitu juga Persebaya,” kata eks pelatih PSM Makassar itu.

“Saat ini kami punya beberapa pemain yang tidak bisa tampil, tetapi ini jadi peluang bagi pemain lain. Persija juga memiliki pemain absen, namun kedalaman skuat mereka tetap kuat. Saya pikir ini akan jadi pertandingan yang bagus,” sambungnya.

Menghadapi Persija yang tengah dalam tren negatif tanpa kemenangan, Persebaya mencoba memanfaatkan momentum tersebut. Tekanan yang ada pada pundak lawan justru ingin dimanfaatkan oleh Bajol Ijo untuk menciptakan kejutan di hadapan puluhan ribu suporter lawan.

“Persija sedang dalam tekanan karena belum menang, sementara kami juga bersaing di papan klasemen. Kami selalu bermain untuk menang. Ini akan sulit, tetapi mungkin saja kami bisa membuat kejutan,” ujar Bernardo Tavares.

“Kami berharap pertandingan berjalan bagus dengan dukungan suporter yang besar,” pungkasnya.

Akankah strategi cerdik Tavares berhasil membawa Persebaya menjinakkan Macan Kemayoran di kandangnya sendiri? Menarik untuk dinantikan perjuangan Bonek di layar kaca saat tim kebanggaannya bertempur di lapangan hijau malam nanti.