Taktik.id – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bersiap membara! Jumat (17/4) malam ini, bukan sekadar laga biasa yang tersaji dalam lanjutan pekan ke-28 Super League 2025/26. Ini adalah derby suramadu, sebuah panggung bagi Persebaya Surabaya untuk membasuh luka sekaligus membuktikan bahwa taring sang “Bajol Ijo” belum tumpul.
Setelah terpeleset menyakitkan dengan skor 0-3 di tangan Persija Jakarta, laga melawan Madura United menjadi harga mati bagi anak asuh Bernardo Tavares untuk kembali ke jalur kemenangan.
Di atas kertas, Persebaya sebenarnya adalah “raja” di selat ini. Sejarah mencatat hijau selalu mendominasi dari 13 laga terakhir, dengan 7 kali kemenangan dan 3 hasil seri, sisanya milik Laskar Sape Kerrab.
Namun, Coach Tavares tidak ingin anak asuhnya terlena dengan angka-angka di masa lalu. Pelatih asal Portugal itu justru menantang mentalitas Bruno Moreira dkk di lapangan.
“Apa yang terjadi di masa lalu tidak akan menolong kita besok. Jika kami tidak bermain lebih baik dari laga terakhir, perubahan itu tak akan pernah datang,” tegas Tavares di konferensi pers sebelum pertandingan(16/4).
Kekalahan dari Persija meninggalkan lubang evaluasi yang besar. Sesi latihan terakhir difokuskan pada pembenahan kesalahan individu yang fatal dan penyelesaian akhir yang lebih klinis. Meski dihantui badai cedera yang membuat komposisi tim belum 100%, Tavares menuntut kontribusi maksimal dari siapapun yang dipercaya memakai *jersey* hijau di lapangan.
Di sisi lain, Madura United datang dengan kepala tegak. Modal kemenangan atas Persik Kediri membuat Laskar Sape Kerrab memiliki kepercayaan diri tinggi untuk merusak pesta di Surabaya.
Satu hal yang tidak dimiliki Madura United malam ini adalah atmosfer GBT yang intimidatif. Bernardo Tavares secara khusus meminta energi dari tribun untuk membakar nyali para pemainnya.
“Saya harap Bonek dan Bonita memenuhi stadion. Terkadang, energi dari suporterlah yang menjadi pembeda saat kaki pemain mulai lelah,” pungkas Tavares.

