Taktik.id – Napas lega akhirnya bisa dihembuskan oleh kubu Laskar Sape Kerrab. Kemenangan dramatis di markas Semen Padang pada pekan ke-30, Rabu (29/4/2026), sukses membawa Madura United keluar dari pekatnya zona merah degradasi.
Lewat torehan tiga poin sempurna yang dicuri dari Stadion Gelora Haji Agus Salim, asa armada asal Pulau Garam ini untuk terus bernapas di kasta tertinggi sepakbola Indonesia kembali menyala terang.
Meski sukses merangsek ke posisi 15 klasemen dengan koleksi 29 poin, posisi Lulinha dan kawan-kawan sejatinya masih berada di ujung tanduk. Mereka hanya berjarak sehelai benang, tepatnya dua poin dari Persis Solo di jurang degradasi, sekaligus tertinggal tipis dari Persijap Jepara dan PSM Makassar di atasnya.
Rekor 31 gol berbanding 49 kebobolan dari 30 laga menjadi bukti nyata betapa terjalnya badai yang harus dilalui Madura United musim ini. Menyadari ancaman mematikan yang masih mengintai, Karateker Madura United FC, Rakhmad Basuki, menolak keras pasukannya larut dalam euforia sesaat.
Pria yang akrab disapa Coach RB ini menegaskan bahwa misi penyelamatan ini sama sekali belum usai.
“Kompetisi ini belum selesai, dan kita harus terus kerja keras dan berjuang agar tetap layak berada di Super League,” kata Rakhmad Basuki, Kamis (30/4/2026).
Dalam situasi penuh tekanan dan pertaruhan hidup-mati seperti ini, adu taktik di atas lapangan hijau saja tidak akan cukup. Coach RB sangat memahami bahwa ketahanan mental dan ego sektoral yang dikesampingkan adalah senjata paling ampuh.
“Kami berharap para pemain tidak mudah menyerah dan tetap percaya pada kemampuan diri sendiri maupun tim secara kolektif,” ungkapnya.
Sisa laga di musim ini ibarat rentetan partai final yang tak boleh sedikit pun diwarnai kelengahan. Setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan mengubur mimpi mereka untuk berlaga di liga bergengsi musim depan.
“Tidak kalah penting, kami juga selalu mengingatkan pemain bahwa setiap pertandingan ke depan akan menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, fokus dan disiplin harus menjadi prioritas utama agar bisa meraih hasil maksimal di sisa laga musim ini,” tegasnya.
Kendati jalan di depan penuh dengan rintangan, api optimisme sang juru taktik tetap berkobar terang. Ia menaruh kepercayaan penuh pada ikatan kebersamaan dan mental petarung yang perlahan bangkit dalam skuadnya.
“Dengan semangat pantang menyerah, kami optimistis mampu melewati masa sulit dan mengamankan posisi di Super League,” pungkasnya.
Ujian nyali dan konsistensi sesungguhnya bagi pasukan Madura United akan langsung dibuktikan dalam hitungan hari. Sebuah pertarungan super berat sudah menanti di depan mata, di mana mereka harus menjamu raksasa Bali United pada pekan ke-31 Super League di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, Selasa (5/5/2026) mendatang.

