Taktik.id – Pertandingan sore ini di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) bukan sekadar perebutan tiga poin biasa. Bagi Madura United, laga melawan Bali United pada Selasa (5/5) ini adalah misi “hidup dan mati” demi menjauh dari jeratan zona merah BRI Super League 2025/26.
Hasil pertandingan tim di papan bawah yaitu, PSBS Biak, Persis Solo, dan Semen Padang, sama-sama menelan kekalahan pekan ini, Laskar Sape Kerrab berpeluang besar untuk memperlebar jarak dari tiga pesaingnya. Kemenangan akan memberi mereka napas lega dengan keunggulan lima poin dari Persis Solo.
Namun, tantangan terbesarnya justru datang dari status Bali United yang tampil tanpa beban.Berada di posisi ke-8 dengan 45 poin, Serdadu Tridatu sudah tidak lagi mengejar gelar juara maupun terancam degradasi.
Dalam dunia sepak bola, tim yang bermain tanpa tekanan sering kali menjadi spoiler yang paling mematikan. Dimana mereka bermain tanpa tekanan, itu tentu menjadikan para pemain bisa bermain lepas
Menyadari bahaya tersebut, Caretaker Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, menolak untuk terbuai dengan situasi lawan yang terlihat santai.
“Saya pikir kalau dibilang keuntungan enggak juga ya, karena saya melihat Bali United juga punya kualitas pemain yang bagus, kedalaman skuat mereka juga sangat bagus. Jadi, saya pikir siapapun pemain Bali United yang diturunkan tidak akan mengurangi kekuatan Bali United, dan kami akan lihat juga apakah kami bisa memanfaatkan ini, tergantung dari kerja keras pemain,” ujarnya.
Meskipun menghadapi lawan dengan kedalaman skuat yang mumpuni, Rakhmad memastikan bahwa pasukannya sudah mengantongi strategi khusus untuk meredam agresivitas tim asuhan Johnny Jansen tersebut.
“Alhamdulillah, yang pertama kami bersyukur persiapannya berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar. Kami persiapan rencana bermain kami saat melawan Bali United. Ya mudah-mudahan apa yang kami rencanakan di latihan bisa kami bawa ke pertandingan dan bisa menghasilkan poin maksimal,” pungkasnya.