Beranda blog Halaman 52

Malut United Waspada Kebangkitan Persebaya Surabaya

0

Taktik.id – Malut United mewaspadai kebangkitan Persebaya Surabaya. Alasannya Bajul Ijo baru menelan kekalahan.

Malut United akan menghadapi calon lawan kuat di pekan ke-19 kompetisi Liga 1, yaitu Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/1/2025).

Menyadari hal tersebut, pelatih Malut United Imran Nahumarury telah melakukan persiapan maksimal.

“Persiapan kami sangat baik. Kami banyak melakukan evaluasi,” katanya dalam konferensi pers.

Eks pelatih PSIS Semarang ini mengungkapkan, semua pemainnya dalam kondisi bugar menjelang laga besok.

Pemain Malut United Ahmad Wadil menambahkan, menjelang laga melawan Persebaya besok. Semua pemain sudah menggelar evaluasi.

“Laga kemarin menjadi pelajaran berharga buat kami. Pelatih membekali persiapan kepada kami dengan matang,” katanya.

Persiapan tersebut, katanya tak hanya dari fisik saja, namun juga mental. Hal ini penting mengingat laga besok melawan salah satu tim kuat, Persebaya Surabaya.

“Kami juga yakin bisa mendapatkan poin buat laga besok,” tambahny

Laga Dipimpin Wasit Asing

Duel Persebaya Surabaya vs Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/1/2025) bakal dipimpin wasit asing.

Menanggapi informasi ini pelatih Malut United, Imran Nahumarury menanggapinya dengan santai.

“Yang penting wasit mau lokal, kalau dipimpin sesuai dengan role tidak ada masalah. Yang paling penting laga berjalan lancar, aman dan berjalan dengan sukses,” bebernya.

Sebagaimana diketahui wasit yang memimpin Persebaya Surabaya vs Malut United besok, kabarnya berasal dari Korea Selatan. (*)

Main di Kandang, Persebaya Surabaya Fokus Kalahkan Malut United

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya fokus kalahkan Malut United, terlebih mereka bermain di kandang. Paul Munster sudah menyiapkan taktik dan strategi maksimal.

Persebaya Surabaya kembali menjalani pertandingan Liga 1 pekan ke-19 melawan Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/1/2025).

Bajul Ijo sudah melakukan persiapan maksimal untuk pertandingan besok demi meraih kemenangan.

Ya, kemenangan menjadi target Persebaya yang wajib diraih. Mengingat pada laga sebelumnya mereka kalah 1-3 melawan PSS Sleman.

“Latihan terakhir kami sangat bagus. Intensitas kami tinggi dan fokus menghadapi laga kali ini,” katanya saat konferensi pers pada Kamis (16/1/2025).

Disinggung mengenai kekuatan Malut United, pelatih asal Irlandia Utara ini tetap menaruh kewaspadaan.

“Mereka tim (Malut, red) sangat bagus. Semua pemain bagus. Tapi fokus kami adalah kami sendiri,” bebernya.

Sementara itu pemain Persebaya Surabaya, Toni Firmansyah juga optimistis mampu meraih kemenangan di laga besok.

“Saya mewakili pemain, semuanya sudah berlatih bekerja keras dan semoga besok mendapatkan hasil yang terbaik,” katanya.

Toni juga fokus pada Persebaya Surabaya tidak mempedulikan Malut United menjelang pertandingan.

“Laga besok yang penting bagi tim kami fokus untuk tim kami sendiri,” bebernya kepada awak media.

Head to Head

Persebaya Surabaya di atas kertas lebih diunggulkan. Bajul Ijo menduduki papan atas klasemen sementara Liga 1.

Malut United saat ini bertengger di urutan ke-12 atau papan tengah. Nah meski begitu ada fakta menarik.

Kedua tim pada laga sebelumnya sama-sama menelan kekalahan. Persebaya kalah 1-3 dari PSS Sleman.

Malut United kalah 0-1 dari Madura United.Sedangkan di pertemuan sebelumnya, kedua tim bermain imbang 0-0.

Melihat histori keduanya, sangat menarik dinantikan bagaimana kedua pelatih meramu taktik tim.Pastinya pada laga besok, kedua tim bakal tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan. (*)

FIFA Futsal Matchday, FFI Gelar 4 Nations World Series 2025

0

Taktik.id – FFI menggelar 4 Nations World Series 2025. Ajang turnamen bergengsi bertepatan FIFA Futsal Matchday.

Federasi Futsal Indonesia (FFI) menyelenggarakan turnamen bertajuk 4 Nations World Series 2025.

Turnamen ini berlangsung bertepatan dengan FIFA Futsal Matchday atau pertandingan yang berpotensi mendongkrak ranking tim.

Acara ini berlangsung mulai 30 Januari hingga 2 Februari 2025 mendatang di Jakarta Internasional Velodrome.

Seperti namanya, ada empat negara termasuk Indonesia di dalamnya yang bakal bertanding di turnamen tersebut.

Adapun peserta 4 Nations World Series 2025 adalah, Indonesia, Jepang, Arab Saudi, dan Argentina.

Ketua LOC 4 Nations World Series 2025, Farazandi Fidiansyah dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun Instagram Federasi Futsal Indonesia menjelaskan diadakannya 4 Nations World Series ini.

Ia menerangkan, 4 Nations World Series 2025 ini diselenggarakan atas dasar semangat bersama Federasi Futsal Indonesia.

“Kami langsung gas pada 2025 sepakat untuk menyelenggarakan satu kegiatan besar. Bisa dibilang ini pertama kali federasi menjadi host pada ajang internasional,” jelasnya dikutip dari Instagram resmi Federasi Futsal Indonesia, Rabu (15/1/2025).

Di samping itu ia juga menambahkan, keputusan FFI menyelenggarakan turnamen di FIFA Futsal Matchday untuk menjaga performa Timnas Futsal Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Timnas Futsal Indonesia baru saja menyabet juara AFF Futsal 2024.

“Kami juara AFF setelah, mungkin 14 tahun. Setelah juara itu banyak tawaran, kami sambut dengan world series,” jelasnya.

Di samping itu dengan adanya turnamen 4 Nations World Series 2025, dimana terdapat nama-nama negara yang memiliki tim futsal bagus. Diharapkan mampu menarik penggemar lebih banyak.

“Kami berharap tidak hanya kepada penonton yang suka futsal. Tapi untuk masyarakat yang belum suka futsal menonton dan akhirnya bisa suka futsal,” harapnya. (*)

Kalahkan Line Christophersen, Gregoria Melaju Babak 16 Besar India Open 2025

0

Taktik.id – Gregoria Mariska Tunjung melaju babak 16 besar India Open 2025 usai mengalahkan Line Christophersen.

Gregoria Mariska Tunjung berhasil melaju ke babak 16 besar turnamen BWF World Tour, India Open 2025.

Ya, sebelumnya tunggal putri Indonesia ini gagal melaju ke babak yang sama saat berlaga di Malaysia Open 2025 melawan Putri KW.

Pebulutangkis ranking 5 dunia ini berhasil mengalahkan perwakilan tinggal Denmark Line Christophersen.

Meski berhasil memenangkan pertandingan, Gregoria tidak meraihnya dengan mudah. Sebaliknya ia harus menjalani 3 gim untuk bisa meraih kemenangan.

Pertandingan Gregoria Mariska Tunjung vs Line Christophersen berakhir dengan skor 25-27, 21-12, 21-11.

” Di gim awal saya cukup kesulitan untuk menyesuaikan keadaan karena cuaca cukup dingin di sini. Pemanasan sudah ekstra tapi belum konsisten permainannya,” katanya dikutip dari situs resmi PBSI pada Rabu (15/1/2025).

Beruntung, di gim kedua Gregoria bisa dengan cepat beradaptasi di lapangan dan perlahan bangkit.

“Bersyukur di gim kedua dan ketiga bisa lebih tenang dan menguasai permainan,” ungkapnya.

Sementara itu di gim tersebut, juga terasa spesial karena Gregoria didampingi pelatih baru, yaitu Imam Tohari.

“Hari pertama Mas Imam (Tohari, red) berada di kursi pelatih mendampingi saya,” katanya.

Meskipun diakui belum tune, namun ia optimistis seiring berjalannya waktu bisa beradaptasi.

“Kami merasa kami masih dalam penyesuaian tapi kurang lebih mas Imam mirip dengan kak Herli (Djaenudin), dengan pembawaan yang tenang,” pungkasnya. (*)

Hasil Komdis PSSI Deltras FC vs Persibo, Gol Dibatalkan, Laga Dilanjutkan

0

Taktik.id – Komisi Disiplin PSSI telah mengeluarkan hasil laga Deltras FC vs Persibo Bojonegoro di Liga 2. Berikut penjelasannya.

Drama laga babak penyisihan akhir Grup 3, mempertemukan Deltras FC vs Persibo Bojonegoro mulai tampak titik terang.

Hal ini diketahui melalui keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bernomor 109/L2/SK/KD-PSSI/I/2025, tertanggal 12 Januari 2025, dan sudah diketahui oleh publik.

Di dalam keterangan yang dikeluarkan Komdis PSSI dikatakan, jika gol Persibo Bojonegoro yang dicetak menit 90+5 dibatalkan.

Komdis PSSI menjelaskan pada saat terjadi gol Persibo Bojonegoro diawali pelanggaran yang dilakukan pemain Deltras FC terhadap pemain Persibo Bojonegoro.W

Wasit tidak menegakkan Laws of The Game atau lalai menegakan sanksi atas pelanggaran disiplin.

Selain itu pertandingan dua tim asal Jawa Timur ini harus dilanjutkan di tempat netral sesuai dengan instruksi Komdis PSSI.B

Berikut ini adalah keterangan lengkap yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI, duel Deltras FC vs Persibo Bojonegoro yang berlangsung pada Sabtu (11/1/2025) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.(*)

Fakta dan Pertimbangan Hukum

Bahwa pada tanggal 11 Januari 2025 bertempat di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo berlangsung pertandingan Pegadaian Liga 2 Tahun 2024/2025 antara Deltras FC melawan Persibo Bojonegoro.

Bahwa pada saat terjadinya gol Persibo Bojonegoro sebagai gol penyama kedudukan diawali pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Deltras FC terhadap pemain Persibo Bojonegoro.

Bahwa Wasit tidak menegakan Laws of The Game atau lalai menegakan sanksi atas pelanggaran disiplin yaitu:

1. Bahwa Wasit menerangkan tidak melakukan sinyal advantage (keuntungan) yang mengartikan diijinkan dilakukan tendangan quick free kick (tendangan bebas cepat) akan tetapi Wasit melakukan sinyal indirect free kick atau direct free kick (tendangan bebas tidak langsung atau tendangan bebas langsung) sehingga seharusnya pertandingan dihentikan dan quick free kick (tendangan bebas cepat) tidak terjadi.

2. Bahwa Wasit menerangkan saat permainan dimulai setelah sinyal indirect free kick atau direct free kick (tendangan bebas tidak langsung atau tendangan bebas langsung) membiarkan posisi bola tidak berada pada saat permainan dihentikan.

3. Bahwa saat permainan dimulai setelah Wasit melakukan sinyal indirect free kick atau direct free kick (tendangan bebas tidak langsung atau tendangan bebas langsung), Asisten Wasit 1 (satu) menerangkan pemain Persibo Bojonegoro atas nama Osas Marvellous Ikpefua dalam posisi offside saat menerima bola dari pemain Persibo Bojonegoro atas nama Enzo Nicolas Jacques Celestine.Dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.

Keputusan

Merujuk kepada Law 5, Law 11, Law 13 Laws of The Game Tahun 2024/2025 jo Pasal 75, Pasal 78, Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, maka:

1. Membatalkan gol Persibo Bojonegoro pada menit 90+4 sehingga skor tidak berubah sebelum terjadi gol Persibo Bojonegoro.

2. Pertandingan antara Deltras FC melawan Persibo Bojonegoro harus dilanjutkan sampai selesai di tempat netral tanpa penonton.

3. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.

Sementara itu dari pihak Deltras FC sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait adanya kabar dari Komdis PSSI.

“Assalamualaikum, mohon maaf, bersabar ya teman-teman (media, red). Untuk konfirmasi dari manajemen masih harus menunggu PT LIB memberikan pernyataan dan mengupload hasil dan kelanjutan dan putusan dari Komdis, terima kasih. Rilis akan segera kami update,” jelas Media Officer Deltras FC, Wahyu Hestiningdyah pada Selasa (14/1/2025). (*)

Cedera Tangan, Anthony Ginting Mundur India Open 2025

0

Taktik.id – Anthony Sinisuka Ginting memutuskan mundur dari turnamen India Open 2025 karena cedera tangan.

Atlet bulu tangkis, tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting mundur dari ajang turnamen India Open 2025.

Mundurnya pemain berusia 28 tahun ini dari turnamen BWF Word Tour Super 750 itu karena cedera tangan.

Keputusan mundur dilakukan sehari sebelum bergulirnya turnamen India Open 2025, Senin (13/1/2025).

“Anthony Sinisuka Ginting mendapat cedera tangan saat berlaga di Malaysia Open pekan lalu, sehingga kami memutuskan untuk menarik dia di turnamen India Open 2025,” kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas, Eng Hiang dikutip dari Instagram PBSI.

Nah meskipun sudah keluar kabar, jika Anthony mundur. Ia dikabarkan masih berada di New Delhi, India.

Hal ini dikarenakan Anthony menghadiri managers meeting sebagai bagian dari peraturan top committed players.

Sementara itu akankah ia bisa ikut dalam turnamen Indonesia Masters 2025, Eng Hiang belum bisa memastikan.

“Untuk Daihatsu Indonesia Masters, kami masih melihat kondisinya dahulu setelah diperiksa tim medis di Jakarta,” tambahnya.

Dengan mundurnya Anthony, membuat berkurangnya penampilan tunggal putra. Saat ini perwakilan tinggal putra Indonesia hanya satu, yaitu Jonatan Christie. (*)

Dokter Persik Kediri Beberkan Kondisi Terkini Hambra Hehanusa

0

Taktik.id – Dokter Persik Kediri membeberkan kondisi terkini pemainnya Hambra Hehanusa, begini penjelasannya.

Satu pemain Persik Kediri, Hambra Hehanusa dikabarkan mengalami cedera usai laga Bali United vs Persik Kediri.

Hambra Hehanusa diketahui mengalami benturan pada laga yang dimenangkan Macan Putih 1-3 dengan pemain Bali United Ousmane Fane.

Usai laga, dokter Persik Kediri, Wildan Djauhari membeberkan kondisi terkini salah satu pemainnya.

“Dari benturan tersebut ada luka di bagian pelipis kiri dan lokasinya hampir sama dengan dideritanya musim lalu,” jelasnya dikutip dari keterangan resmi Persik pada Senin (13/1/2025).

Wildan menambahkan, setelah pertandingan Hambra langsung mendapatkan perawatan.

“Kami bersama tim medis Panpel Bali United langsung melakukan tindakan penjahitan di bagian luka tersebut sekitar 2-3 cm,” ungkapnya.

Saat ini Hambra Hehanusa hanya memerlukan waktu beberapa hari kedepan untuk proses pemulihan.

“Hambra masih bisa berlatih seperti biasa, mungkin 4-6 hari sebelum luka kemarin sudah bisa dilepas jahitannya,” lanjut Dokter Wildan.

“Semoga di laga berikutnya melawan PSS Sleman Hambra nanti bisa bermain seperti biasanya,” imbuhnya.

Sementara itu, pujian dilontarkan oleh pelatih Persik Kediri, Marcelo Rospide usai laga melawan Bali United.

“Saya senang dengan mentalitas petarung, tidak mau menyerah dan saling melindungi satu sama lainnya,” katanya.

Marcelo mengaku tidak bisa menutup rasa khawatirnya, ketika melihat salah satu pemainnya cedera hingga dijahit.

“Awalnya saya berpikir setelah benturan tersebut kami sudah harus melakukan pergantian pemain, namun Hambra tetap menginginkan bermain walau di babak kedua kami tidak ingin mengambil resiko lebih besar,” pungkasnya. (*)

Patrick Kluivert Usung Taktik Baru Timnas Indonesia

0

Taktik.id – Patrick Kluivert mengungkapkan bakal mengusung taktik baru untuk Timnas Indonesia yang saat ini berjuang di kualifikasi babak 3 Piala Dunia 2026.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah resmi memperkenalkan pelatih baru Timnas Indonesia, yaitu Patrick Kluivert.

Perkenalan pelatih baru ini berlangsung pada Minggu (12/1/2025) di Hotel Mulia, Jakarta.

Nah usai resmi didapuk menjadi nahkoda baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert langsung membeberkan rencananya, salah satunya mengusung taktik baru.

Pria kelahiran 1 Juli 1976 ini bakal menerapkan pendekatan permainan menyerang untuk Timnas Indonesia.

“Saya suka permainan sepak bola menyerang. Saya familiar dengan segala sistem. Saya pernah jadi asisten Louis Van Gaal di (Piala Dunia) 2014,” katanya dikutip dari situs PSSI pada Senin (13/1/2025).

Pada kesempatan yang sama, Patrick Kluivert juga mengungkapkan formasi apa yang bakal diterapkan di Timnas Indonesia

“”Saya suka 4-3-3, tapi tergantung tentang pemain nyaman di mana. Saya bisa implementasikan gaya apa pun,” ungkapnya.

Pernyataan itu ia beberkan karena di dalam sepak bola tidak selalu sama dengan teori, melainkan harus dinamis.

Nah dengan penjabaran Patrick Kluivert mengenai cara bermain dan formasi apa yang hendak diterapkan di Timnas Indonesia, artinya sangat berbeda dengan Shin Tae-yong.

Eks pelatih Timnas Indonesia itu sebelumnya cukup favorit memainkan formasi 3-5-2, dimana cenderung bermain bertahan. (*)

Profil Patrick Kluivert, Pelatih Baru Timnas Indonesia

0

Taktik.id – Patrick Kluivert sudah resmi diperkenalkan PSSI. Ia bakal menukangi Timnas Indonesia, berikut profilnya.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengumumkan pelatih baru Timnas Indonesia, pada Minggu (12/1/2025).

PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong.

Tugas berat bakal menanti mantan pemain Timnas Belanda tersebut, pasalnya ia memimpin sisa laga kualifikasi ronde tiga Piala Dunia 2026 zona Asia.

Melansir laman resmi PSSI, Patrick Kluivert dikontrak dua tahun, yaitu mulai 2025 hingga 2027 dengan opsi perpanjangan kontrak.

Selama melatih Timnas Garuda, ia tidak sendiri. Dua asisten pelatih, Alex Pastoor dan Denny Landzaat bakal mendampingi Patrick Kluivert serta dua pelatih lokal Indonesia.

Bagi para pecinta sepak bola, mendengar nama Patrick Kluivert tentu sudah tidak asing lagi.

Kluivert merupakan pemain legenda Timnas Belanda, sekaligus menjadi striker Orenje – julukan Timnas Belanda terbaik di eranya.

Sejumlah klub papan atas Eropa pernah dibela Patrick Kluivert, saat dirinya masih aktif sebagai pemain.

Beberapa klub yang pernah dibelanya adalah, Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, CF Valencia, Newcastle United, PSV, dan Lille.

Setelah pensiun sebagai pemain. Pria kelahiran 1 Juli 1976 ini melanjutkan karier sebagai pelatih.

Beberapa tim itu adalah asisten pelatih AZ Alkmaar, NEC Nigmegen, Brisbane Roar. Kemudian sebagai pelatih, ia pernah menukangi Jong Twente dan meraih juara.

Di tim nasional, Patrick Kluivert pernah menjabat sebagai asisten pelatih Louis Van Gaal di Timnas Belanda yang berhasil bertengger di peringkat 3 Piala Dunia 2014 di Brasil.

Pada 2015, ia ditunjuk sebagai pelatih kepala Tim Nasional Curaçao untuk kualifikasi Piala Dunia 2018 dan kualifikasi Piala Karibia 2017. (*)

Indonesia Masters 2025 Bakal Jadi Pembuktian Lanny/Fadia

0

Taktik.id – Indonesia Masters 2025 tampaknya bakal menjadi ajang pembuktian Lanny/Fadia ganda putri Indonesia.

Pasangan ganda putri Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silvia Ramadhani harus mengakui keunggulan pasangan China Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian di ajang Malaysia Open 2025.

Di turnamen tersebut Lanny/Fadia kalah dua gim langsung atas pasangan China tersebut dengan skor 12-21, 11-21.

Hasil kekalahan tersebut diterima oleh Siti Fadia. Ia mengungkapkan saat pertandingan, lawan mempunyai kualitas di atas mereka.

“Lawan sudah tahu apa yang mau dimainkan. Kami keteteran dengan pola no lob dan serangan mereka yang sangat baik,” katanya dikutip dari situs resmi PBSI pada Minggu (12/1/2025).

Lanny menambahkan, pasangan China Jia/Zhang mempunyai power yang lebih unggul daripada mereka.

“Serangan saya juga bisa dimentahkan oleh lawan. Ketika dibanting pengembaliannya, kecepatan kaki saya juga tidak siap,” timpalnya.

Dengan hasil ini, Siti Fadia langsung mengungkapkan apa saja yang perlu dievaluasi sebelum turnamen selanjutnya.

“Kami harus lebih siap untuk menghadapi lawan seperti ini,” tegasnya.

Siti Fadia juga bertekad untuk membalas kekalahan, sekaligus pembuktian pada turnamen Indonesia Masters 2025.

“Pastinya kami akan mencoba melakukan yang terbaik di Indonesia Masters nanti. Apalagi tampil di hadapan publik sendiri. Kami mau all out untuk pendukung di Istora dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (*)