Taktik.id – Paul Munster mengeluarkan kritik keras usai laga PSS Sleman vs Persebaya Surabaya. Ia melontarkan sindiran, jika laga tersebut mirip sirkus.
Persebaya Surabaya menelan kekalahan 1-3 di pekan ke-18 kompetisi Liga 1 musim 2024-2025 melawan PSS Sleman di Stadion Manahan, Solo pada Sabtu (11/1/2025).
Melihat hasil ini pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster melontarkan kritikan keras terhadap wasit.
Pelatih asal Irlandia Utara ini mengungkapkan, jika laga yang berlangsung kemarin sore mirip sirkus.
“Tidak hanya dari sudut pandang saya, tapi juga dari sudut pandang pelatih lainnya. Menurut kami, wasit selayaknya Liga 3 dan VAR seperti Liga 4. Jadi itu benar-benar seperti sirkus,” jelasnya.
Kritikan keras Paul Munster ini dari dua gol Persebaya yang dianulir wasit Gedion Dapaherang.
Gol pertama dicetak Bruno Moreira menit 22. Wasit menganulir gol Winger asal Brasil karena dianggap sebelum gol terjadi, Flavio Silva melakukan pelanggaran kepada Cleberson.
Kemudian gol Persebaya kembali dianulir menit 50 yang dicetak pemain baru Bajul Ijo, Dejan Tumbas. Wasit menganggap gol yang dicetak pemain asal Serbia dianggap offside.
“Banyak sekali keputusan yang menunjukkan wasit tidak mengontrol pertandingan dengan baik,” bebernya.
Melihat keputusan wasit yang ia nilai kontroversial, seakan tidak ada perubahan. Meskipun sudah 2025.
“Ini menyedihkan, sepak bola Indonesia sangat menyedihkan. Di tahun 2025 masih dengan kondisi yang sama,” keluhnya.
Paul Munster menambahkan, ingin bertemu dengan ketua umum PSSI Erick Thohir dan asosiasi wasit.
“Saya ingin bertemu karena liga ini mengalami penurunan, levelnya mengalami penurunan, pemain dari kedua tim juga merasa frustasi, standar yang diciptakan untuk wasit dan VAR sangat konyol. Itu jelas sekali sebuah skandal,” katanya.
Nah dengan hasil kekalahan 1-3 dari PSS Sleman. Posisi Persebaya Surabaya tertahan di peringkat 2 klasemen sementara dengan 37 poin. (*)
Taktik.id – Kronologi Kerusuhan di akhir laga Deltras FC vs Persibo Bojonegoro dalam lanjutan Liga 2.
Pertandingan Liga 2 mempertemukan Deltras FC vs Persibo Bojonegoro berakhir ricuh karena keputusan kontroversial wasit Idfi Akbar Patha Sanduan.
CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin memberikan keterangan kepada awak media setelah laga.”Inikan berawal dari kepemimpinan wasit. Jadi ketika tadi terjadi pelanggaran, kemudian pemain (Deltras, red) masih bersiap-siap. Bola digeser sama pemain lawan, nah terjadilah kick cepat,” katanya pada Sabtu (11/1/2025).
Ia melanjutkan, gol yang dicetak Amir Hamzah pemain Persibo Bojonegoro berbau offside.
“Nah ketika wasit meniup peluit, anak-anak masih protes. Ketika masih protes wasitnya lari duluan. Akhirnya dikoordinasikan sama Match Commisioner dan Match Commisioner memutuskan untuk melanjutkan pertandingan,” ulasnya.
Nah setelah ada keputusan itu, kedua tim sama-sama kembali bersiap untuk melanjutkan pertandingan.
Baik Deltras FC dan Persibo Bojonegoro tampak sudah bersiap-siap di pinggir lapangan dengan kondisi Stadion Gelora Delta yang sudah sepi dari suporter.
Namun hingga kurang lebih satu jam, wasit tidak kunjung masuk ke lapangan untuk memimpin pertandingan.
“Berita acara masih gantung ini hasil pertandingannya. Kembali kami lihat laporannya dari match commisioner nanti,” lanjutnya.
Gol Persibo Belum Disahkan
Amir Burhanuddin mengungkapkan, gol Persibo Bojonegoro belum disahkan oleh wasit utama.
“Kami merasa belum disahkan karena bola belum di tengah. Nah tadi anak-anak sudah siap main. Ada satu menit sekian, tapi wasitnya. Nah ini kan berarti ada sesuatu dari wasitnya kenapa dia tidak berani melanjutkan,” bebernya.
Pihak Deltras FC menunggu hasil keputusan Komdis setelah laga Deltras FC vs Persibo Bojonegoro. (*)
Taktik.id – Duel Deltras FC vs Persibo Bojonegoro di laga akhir fase grup Liga 2 menggantung. Berikut ini penyebabnya.
Pertandingan Grup 3 kompetisi Liga 2 musim 2024-2025 mempertemukan Deltras FC vs Persibo Bojonegoro di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo berakhir ricuh dan mengambang.
Kejadian diawali dari pelanggaran yang dilakukan pemain Deltras FC Wisal El-Burji ke salah satu pemain Persibo Bojonegoro.
Nah wasit Idfi Akbar Patha Sanduan langsung memberikan hadiah berupa tendangan bebas.
Pemain Persibo yang sudah tertinggal 1-0, langsung melakukan tendangan bebas cepat. Berharap mengejar ketertinggalan.
Saat tendangan bebas cepat itu dilakukan ternyata pemain Deltras FC masih bersiap-siap.
Osas Saha melepaskan tendangan keras, tapi membentur mistar gawang Panggih kiper Deltras FC.
Bola memantul dan ditambah oleh pemain lain, tapi menurut CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin offside.
Skor berubah 1-1.Hasil ini kemudian memantik protes pemain Deltras FC, sekaligus memancing suporter turun ke lapangan dan terjadi kerusuhan hingga wasit keluar lapangan.
Hasil gol belum bisa diputuskan karena bola belum kembali di lapangan tengah. Hingga saat ini akhir pertandingan belum diputuskan, siapakah yang menjadi pemenang dari laga sore tadi.
Sebagaimana diketahui, pertandingan ini sebenarnya berjalan lancar. Deltras FC tampil spartan.Sejak menit pertama anak didik Bejo Sugiantoro tampil menekan.
Skema ini dilakukan karena target The Lobster lolos babak 8 besar.Hasilnya Emerson Carioca berhasil mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-8.
Taktik.id – Madura United berhasil naik peringkat usai mengalahkan Malut United. Aktor penentu itu adalah Youssef Ezzejjari.
Madura United berhasil membawa pulang 3 poin dari Stadion Gelora Kie Raha, Ternate usai melawan Malut United pada Jumat (10/1/2025).
Laskar Sapeh Kerrab berhasil menang 1-0 melawan Malut United dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ke-18.
Gol semata wayang itu dicetak oleh striker baru Madura United asal Spanyol, Youssef Ezzejjari.Pemain berkepala plontos itu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-85.
Eks Persik Kediri ini mencetak gol memanfaatkan tepisana kiper Malut United yang tidak sempurna.
Dengan hasil ini, membuat peringkat Madura United naik dari sebelumnya di urutan 18. Sekarang beranjak ke peringkat 16 klasemen sementara.
Pelatih Madura United Rakhmat Basuki puas dengan hasil yang didapatkan timnya di Ternate.
“Kemenangan yang luar biasa. Malut United bermain bagus. Tapi kami memanfaatkan serangan balik dengan efektif,” katanya.
Lanjutnya, motivasi tinggi juga menjadi semangat pemain Madura United tampil semangat di lapangan untuk bisa mencuri poin.
Sementara itu gelandang Madura United, Iran Junior membeberkan kunci kemenangan timnya.
“Saya percaya Madura akan lebih baik dari sekarang,” tegasnya.
Di tempat terpisah, manajemen Madura United merayakan kemenangan timnya atas Malut United.
Kemenangan Laskar Sapeh Kerrab terasa istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun klub ke-9.
“Kalian membawa Sapeh Kerrab berlari kencang dengan tampil gagah. Membawa kado super spesial untuk semua dalam merayakan Molang Areh,” kata Dirut PT PBMB Annisa Zhafarina dalam keterangan tertulis klub.
Dirut PT PBMB Annisa Zhafarina juga memberikan hadiah berharga yang diberikan kepada Presiden Klub Madura United.
“Ini lebih dari sekadar tiup lilin. Terima kasih kalian berjuang tak kenal rasa lelah,” lanjutnya. (*)
Taktik.id – Putri Kusuma Wardani kalah dari Ratchanok Intanon. Meski begitu ia mengaku cukup senang dengan hasil yang diraih.
Langkah Putri Kusuma Wardani di turnamen Malaysia Open 2025 harus terhenti di babak 8 besar.
Tunggal putri Indonesia itu kalah melawan wakil Thailand Ratchanok Intanon dengan skor 13-21, 21-15, 16-21.
Walaupun kalah di babak 8 besar nyatanya tidak membuat Putri KW kecewa dengan hasil yang didapat.
“Saya cukup senang dengan performa saya. Cukup bagus untuk mengawali tahun 2025. Apalagi ini turnamen Super 1000,” katanya dikutip dari situs resmi PBSI pada Jumat (10/1/2025).
Usai tersingkir dari turnamen Malaysia Open 2025, Putri KW langsung melakukan evaluasi.”Faktor fisik dan mental harus ditingkatkan lagi, selain itu saya bagus bisa mengurangi kesalahan sendiri,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui saat pertandingan, Putri Kusuma Wardani tampil baik. Buktinya ia sempat unggul terlebih dahulu di gim pertama.
Namun karena lawan lebih berpengalaman, membuat permainan di gim kedua dan ketiga gagal dimenangkan Putri KW.
“Ratchanok bermain lebih rapat dibandingkan pertemuan pertama kami. Dia lebih ulet dengan mau menahan dan mengejar bola kemanapun saya tempatkan,” jelasnya. (*)
Taktik.id – Paul Munster belum bisa memastikan 2 pemain barunya bakal dimainkan sebagai starter atau tidak saat melawan PSS Sleman.
Kompetisi Liga 1 musim 2024-2025 telah masuk putaran kedua atau pekan 18. Sejumlah laga mulai berlangsung besok, Sabtu (11/1/2025).
Nah salah satu pertandingan yang tak kalah menarik di pekan ke-18 adalah PSS Sleman vs Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Solo pukul 15.30 WIB.
Laga Persebaya besok tampaknya bakal dimaksimalkan oleh Paul Munster agar tetap bersaing di papan atas.
Untuk merealisasikannya, pelatih asal Irlandia Utara ini menambah 2 pemain baru di bursa transfer paruh musim.
Dua pemain tersebut adalah Dime Dimov dan Dejan Tumbas, namun sayangnya eks pelatih Bhayangkara FC ini belum bisa memastikan akankah keduanya dipasang sebagai starter.
“Semua pemain harus bersaing untuk mendapatkan tempat. Kami sudah mempersiapkan untuk menghadapi laga pertama,” katanya.
“Kami lihat dulu apakah kondisi mereka siap,” lanjutnya.
Paul Munster tampaknya enggan gegabah. Ia masih ingin melihat PSS Sleman dengan tambahan kekuatan baru.
Sebagaimana diketahui, PSS Sleman juga aktif melakukan perburuan pemain di bursa transfer paruh pertama Liga 1.
Elang Jawa – Julukan PSS Sleman baru saja mendatangkan 2 pemain asing, yaitu Vinicius ‘Vico’ Duarte dan Marcelo Cirino.
PSS Sleman juga mendatangkan Riko Simanjuntak dari Persija Jakarta dengan status pinjaman.
Sementara itu di atas kertas Persebaya lebih diunggulkan daripada PSS Sleman. Di putaran pertama Liga 1, Bajul Ijo berhasil menang 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
Melihat hasil itu pastinya sangat menarik untuk dinantikan, apakah Persebaya mampu mempertahankan tren positif atau PSS Sleman yang berhasil memperbaiki keadaan. (*)
Taktik.id – Persik Kediri tampil tak maksimal saat melawan Bali United nanti. Tiga pemain Macan Putih dikabarkan absen.
Kompetisi BRI Liga 1 musim 2024-2025 kembali bergulir, tepatnya masuk putaran kedua pekan ke-18.
Nah dalam pertandingan tersebut, mempertemukan Bali United vs Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Minggu (12/1/2025).
Persik Kediri sebagai tim tamu sepertinya tampil tidak maksimal lantaran tiga pemainnya absen.Ketiga pemain Macan Putih yang absen tersebut adalah Leo Navachio, Muhammad Khanafi dan Dede Sapari.
Absennya tiga pemain tersebut jelas membuat pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide pusing.
“Kehilangan Leo Navachio tentu sebuah kerugian karena dia pemain yang sangat penting buat kami,” kata pelatih asal Brasil tersebut dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (10/1/2025).
Meskipun demikian Marcelo Rospide tetap harus memikirkan rencana lain untuk menutup posisi yang ditinggalkan Leo Navachio.
“Kami memiliki pemain lain yang siap menggantikannya seperti Husna Al Malik,” jelasnya.
Selain kiper Persik Kediri Leo Navachio yang absen karena cedera. Dua pemain Macan Putih, Muhammad Khanafi dan Dede Sapari absen karena pemulihan cedera.
“Dede Sapari sama seperti Leo Navachio, masih dalam pemulihan cedera sehingga terlalu riskan jika dipaksakan. Sementara Muhammad Khanafi absen karena sakit,” ungkapnya.
Meski dalam kondisi tim yang kurang optimal, Marcelo Rospide tetap optimistis Persik Kediri mampu membawa pulang poin dari Pulau Dewata. (*)
Taktik.id – Persibo Bojonegoro yakin mampu membawa poin maksimal saat melawan Deltras FC dalam lanjutan Liga 2.
Pertandingan Pegadaian Liga 2, Sabtu (11/1/2025) bakal mempertemukan Deltras FC vs Persibo Bojonegoro di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Persibo Bojonegoro datang sebagai tim tamu dengan kekuatan penuh lantaran semua pemain dalam kondisi bugar.
“Kami tahu sebelumnya, kebutuhan Persibo apa yang kami butuhkan untuk datang ke sini. Maka dari itu kami sudah melakukan persiapan kemarin setelah melawan RANS Nusantara,” jelas Kahudi Wahyu Widodo pelatih Persibo Bojonegoro.
Lanjutnya, laga melawan Deltras FC wajib dimenangkan. Harapannya dengan kemenangan membuat langkah Persibo Bojonegoro ke babak 8 besar semakin mantap.
“Kami sudah mulai berfikir bagaimana di pertandingan besok, kami bisa mendapatkan poin yang maksimal karena itu tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.
“Kami sekuat mungkin ingin memenangkan pertandingan,” lanjutnya saat konferensi pers pada Jumat (10/1/2025).
Pemain Persibo Bojonegoro, Osas Saha juga optimistis timnya mampu memetik kemenangan di Sidoarjo.
Semua pemain sudah siap dan saling menguatkan saat official training menjelang laga besok.”Bagi kami yang penting mengikuti instruksi pelatih dan anak-anak bisa disiplin dan memotivasi,” jelasnya.
Sekadar informasi di atas kertas Persibo Bojonegoro lebih diunggulkan daripada tuan rumah Deltras FC.
Di klasemen sementara Grup 3, Persibo Bojonegoro bertengger di urutan ke-2 dengan koleksi 23 poin. Deltras FC berada di urutan ke-4 dengan 22 poin. (*)
Taktik.id – Imam Ubaidillah begitu semangat ketika tahu Deltras FC akan bermain home. Dari Surabaya, penjual lumpia itu rela motoran sejauh 23 kilometer ke Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Dalam laga yang mempertemukan Deltras FC kontra Gresik United pada 5 Januari lalu, Imam melakukan pekerjaanya. Yakni, berjualan lumpia di tribun VIP. Dia memakai rompi berwarna oranye. Di belakangnya, ada tulisan ‘UMKM Pegadaian Peduli’.
Ternyata, tidak semua pedagang asongan bisa berjualan di tribun. “Karena pedagang asongan di Stadion Gelora Delta ini dikelola langsung oleh pihak Pegadaian,” ucap Imam kepada Taktik.id. Karena dikelola oleh Pegadaian, semua pedagang asongan harus didata secara lengkap.
Apa saja yang dijual, hingga benar-benar diperiksa kelayakan makanan. “Total yang boleh berjualan hanya 30 pedagang. Rinciannya, 15 pedagang makanan atau lumpia, 15 lagi pedagang minuman,” ungkap Imam. Semua pedagang itu harus setor KTP kepada pihak Pegadaian. Sebab, itu demi mempermudah pendataan.
Selain itu, semua pedagang juga wajib membayar iuran. “Untuk pedagang makanan atau lumpia, bayar 90 ribu. Lalu untuk pedagang minuman Rp 50 ribu,” beber Imam yang asli Surabaya.
Bagi Imam, jumlah iuran itu sangat kecil. “Daripada saya buka stan di luar stadion, biaya sewanya malah sampai Rp 260 ribu,” tambah Imam.
Dengan iuran yang lebih kecil, keuntungan yang didapat Imam sangat berlipat-lipat. “Dalam satu pertandingan saya bisa menjual sekitar 300 piece lumpia. Benar-benar alhamdulillah,” ungkap pria berkacamata tersebut. Satu lumpia, harganya Rp 10 ribu. Artinya, jika mampu menjual 300 lumpia, Imam bisa membawa pulang uang Rp 3 juta per laga.
Jumlah itu sangat besar bagi Imam. “Karena kalau jualan di hari biasa, paling lumpia yang laku nggak sampai separonya,” kata pria yang setiap hari berjualan di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, tersebut. Makanya, Imam benar-benar bersyukur dengan pengelolaan asongan oleh Pegadaian. “Lumpia bisa banyak terjual karena jumlah pedagang asongan dibatasi. Semua juga dikelola dengan baik,” tambahnya.
Dia pun merasa sangat nyaman saat berjualan. Sebab, tidak ada persaingan antar pedagang. Semua sudah dijatah berjualan di tribun masing-masing. “Ya memang harusnya seperti ini. Berjualan bisa enak, penonton juga nyaman. Semua tertata rapi,” kata Imam. Dia pun punya satu harapan. “Semoga semua stadion punya pengelolaan asongan seperti Pegadaian,” tambahnya.
Hal itu membuktikan bahwa Pegadaian Peduli UMKM Pada Pegadaian Liga 2 2024-2025. Bahkan, hal itu sampai diapresiasi oleh suporter Deltras FC. Sekretaris Deltamania Satriyo Adji Utomo merasa tribun jadi lebih nyaman. “Sangat membantu kenyamanan suporter saat di tribun. Lebih tertib dan lebih enak dipandang. Karena mereka memakai rompi saat berjualan,” kata pria yang akrab disapa Yoyok tersebut.
Aksi positif Deltamania usai menonton Deltras FC di Stadion, yakni membersihkan tribun sesuai slogan mereka “Mlebu Resik, Muleh Resik”. (Foto: Official Deltras FC)
Deltamania tidak langsung pulang usai laga antara Deltras FC kontra Gresik United berakhir. Suporter The Lobster itu memilih untuk bertahan di tribun.
Beberapa diantaranya membawa kantong besar berwarna hitam. Ada tulisan berwarna hijau “Pegadaian Peduli Clean & Gold Movement”. Rupanya, para suporter itu siap-siap untuk membersihkan sampah yang ada di tribun.
Satu per satu suporter mulai memungut sampah. Mulai dari sampah plastik, hingga bungkus makanan yang belum dibuang. Usai kantong besar itu penuh dengan sampah, para suporter baru keluar. Mereka kemudian membuang sampah-sampah itu di tempat yang sudah disediakan.
Sekretaris Deltamania Satrio Aji Utomo sengaja melakukan aksi itu. Sebab, Pegadaian Peduli Kebersihan Pada Pegadaian Liga 2 2024-2025. Hal itu dilakukan sebagai bentuk mewujudkan stadion yang bersih dan nyaman.
“Aksi bersih-bersih itu juga berasal dari keinginan teman-teman suporter. Intinya, mlebu resik, muleh resik. Atau masuk bersih, pulang bersih,” beber pria yang akrab disapa Yoyok itu.
Pendapatan UMKM naik drastis berkat adanya kompetisi Pegadaian Liga 2. (Foto: Taktik.id)
Wujud Nyata Pegadaian untuk Sepak Bola Indonesia
Sudah dua musim Pegadaian menjadi sponsor utama Liga 2. Itu menjadi bukti bahwa Pegadaian Peduli pada Pegadaian Liga 2 2024-2025. Dukungan itu tidak hanya untuk kompetisi saja. Tapi juga demi kepentingan lainnya.
Yang pertama, Pegadaian ingin mendorong perekonomian daerah. “Kompetisi tidak hanya sebagai hiburan, namun juga turut memajukan perekonomian daerah, dengan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitar venue pertandingan. Kami tidak akan berhenti berupaya untuk meng-emas-kan Indonesia,” tutur Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan.
Tidak cukup sampai di situ. Pegadaian juga peduli dengan lingkungan. Buktinya, Pegadaian terus menghadirkan Tim Bersih Indah. Bersama suporter, mereka bakal melakukan kegiatan bersih-bersih di stadion. Hal itu dilakukan demi meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Melihat animo serta antusiasme masyarakat Indonesia dalam mendukung Pegadaian Liga 2, diharapkan perusahaan dapat terus konsisten mendukung dan memajukan dunia sepakbola di tanah air. Melalui kegiatan-kegiatan ini, Pegadaian berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” pungkas Damar. (*)
Taktik.id –Deltras FC tampil habis-habisan melawan Persibo Bojonegoro demi target 8 besar Liga 2.
Deltras FC bakal menjalani pertandingan terakhir fase grup, kompetisi Pegadaian Liga 2 musim 2024-2025.
Lawan The Lobster di laga terakhir merupakan tim kuat di Grup 3, yaitu Persibo Bojonegoro yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo pada Sabtu (11/1/2025).
Nah karena besok merupakan pertandingan terakhir fase grup, pelatih Deltras FC Bejo Sugiantoro tampak bakal habis-habisan.
Hal ini dilakukan demi target The Lobster untuk bisa melaju ke babak 8 besar kompetisi Pegadaian Liga 2.
“Betapa pentingnya pertandingan besok, kalau kami lewat bisa jadi kami tidak akan ke babak 8 besar,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (10/1/2025).
Optimisme bisa mendulang 3 poin ini didukung dengan materi pemain Deltras FC yang juga siap bertanding.
Bejo menjelaskan, menjelang laga besok semua pemainnya dalam kondisi bugar serta tidak ada yang terkena akumulasi kartu.
“Semuanya dalam kondisi siap dan tidak ada yang terkena akumulasi. Jadi kami siap untuk pertandingan besok,” tegasnya.
Mantan asisten pelatih Persebaya Surabaya ini juga mengimbau kepada suporter Deltras FC untuk datang ke stadion mendukung tim.
Ia yakin dukungan Deltamania mampu membuat semangat pemain bertambah, sehingga bukan mustahil meraih tiga poin.
“Terakhir. Apapun yang terjadi besok, kami serahkan kepada Allah SWT. Kami jalankan strategi yang sudah kami persiapkan,” pungkasnya.
Pemain Deltras FC Ade Saihitua juga optimistis mampu mencuri poin melawan Persibo Bojonegoro besok.
“Secara mental, semua pemain siap. Insyaallah kami bisa mencuri tiga poin,” tegasnya kepada awak media. (*)