Beranda blog Halaman 37

Tambahan 3 Medali, Cabor Tenis Meja Kabupaten Kediri Sabet Emas di Porprov Jatim IX 2025

0

Kabupaten Kediri kembali mendapat hasil positif pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025. Kali ini Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) berhasil sumbangkan tiga medali.

Cabor PTMSI dipertandingkan pada Minggu (22/6) dan Senin (23/6), itu bertempat di GOR Gajahmada, Kota Batu. Ketiga medali itu berasal dari nomor ganda campuran dan ganda putri.

Pasangan Chamelia dan Exky Indiana berhasil menyumbangkan medali emas dari nomor ganda putri. Kemudian, pasangan Fathoni Asyam dan Nurrosyif meraih medali perak di nomor ganda campuran. Terakhir, pasangan ganda putri Amanda Febrian Mahardika dan Asyara Mei Aulia Putri menyumbang medali perunggu.

Atas raihan tersebut Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para atlet cabor PTMSI atas hasil positif ini.

“Tentunya kami bersyukur atas perolehan medali ini yang sudah dicapai atlet kita cabor PTMSI,” ujar Hakim.

Kabuoaten Kediri masih memuliki peluang untuk menambah pundi-pundi medali pada Cabor ini. Nomor ganda campuran akan bertanding lagi besok Selasa (24/6). Hakim mengajak masyarakatnya untuk memberikan dukungan penuh untuk para atletnya yang akan bertanding.

“Besok cabor PTMSI ini akan bertanding kembali. Mohon doa dan dukungannya semoga atlet kita bisa mendapatkan medali,” tegasnya.

Selain dukungan untuk atlet tenis meja, dirinya juga memberikan semangat kepada cabor yang lainnya supaya bisa mengikuti jejang cabor PTMSI dalam meraih prestasi pada event terbesar se-Jawa Timur ini.

“Semangat untuk cabor-cabor lain agar dapat banyak medali dan prestasi di ajang Porprov IX jatim 2025,” harap Ketua KONI Kabupaten Kediri itu.

Lulinha Tetap Mengemban Ban Kapten Madura United Sampai 3 Musim Kedepan

0

Para pendukung Madura United, Teretan Dibi, akhirnya bisa bernafas lega setelah Kaptenya tidak pergi dari Madura. Lulinha sudah mendatangani kontrak baru selama tiga musim kedepan.

Ini menjadi kontrak terpanjang yang diberikan oleh Madura United kepada pemain asingnya. Sebelum Lulinha ada empat nama yang sudah dipastikan bertahan yaitu, Kerim Palic, Pedro Monteiro, Iran Junior, dan Jordy Wehrmann.

Kesetiaannya bersama Laskar Sape Kerab sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Selama mengemban ban kapten, dirinya mampu memimpin rekan-rekannya yang lain didalam maupun diluar lapangan.

Achsanul Qosasi, Presiden klub dari Madura United akan tetap menunjuk pemain berkebangsaan Brasil itu sebagai kapten.

“Ban kapten akan terus dikenakan Lulinha hingga tiga musim ke depan. Kesetiaannya tak perlu diragukan lagi,” kata Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, Minggu (22/6).

Qosasi juga menambahkan bahwa Lulinha memiliki keterikatan dengan Lulinha. Ia menyebut jika Madura menjadi Cinta pertamanya selama di Indonesia.

“Lulinha menyebut bahwa cinta pertamanya di Indonesia adalah Pulau Madura,” imbuhnya.

Alasan manajemen memberikannya kontrak langsung selama tiga musim bukan tanpa alasan. Penampilan yang apiknya diatas kertas membuat pria yang sudah berusia 35 tahun itu pantas mendapatkannya. Tercatat dari 29 penampilan ia berhasil mencatatkan 13 gol dan 3 assist selama musim 2024/2025.

Selain itu Qosasi menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan Madura United akan menerima sang kapten sebagai pelatih pada waktu yang akan datang.

“Dia juga memiliki Lisensi B kepelatihan, mungkin suatu saat bisa mengembangkannya lagi dan menyalurkannya untuk tim ini,” pungkasnya.

Eks Gelandang Timnas Indonesia Berlabuh di Madura United

0

Madura United kini sedang sibuk mempersiapkan timnya untuk musim 2025/2026. Terbaru ada pemain Timnas Indonesia yang sudah pasti akan menambah kekuatan tim berjuluk Laskar Sape Kerab.

Rekrutan anyar itu disampaikan Madura United lewat akun Instagram resminya. Mereka mengucapkan selamat kepada pemain baru itu.

“Selamat datang di kebanggaan Madura, @paulostng. Mari kita kejar kehebatan bersama musim ini,” tulis pernyataan Madura United, Sabtu (21/6).

Yaps nama pemain itu adalah Paulo Sitanggang, gelandang berlabel Timnas itu akan mengisi lini tengah Madura United. Hal itu selaras dengan pernyataan Presiden klub Achsanul Qosasi yang mengungkapkan bahwa timnya sedang bergerak cepat untuk mengisi kekosongan di posisi gelandang.

“Posisi gelandang masih kurang. Kami gerak cepat mencari posisi tersebut,” kata Qosasi, dikutip dari laman Liga Indonesia Baru.

Paulo Sitanggang tentu akan menjadi angin segar bagi klub yang bermarkas di Stadion Bangkalan, Madura itu. Qosasi juga menaruh harapan yang tinggi kepada pemain yang pernah membela PSS Sleman itu.

“Alhamdulillah, perhari ini nama Paulo Sitanggang akan menjadi bagian dari skuat Laskar Sape Kerrab. Kami harapkan jadi tambahan amunisi yang solid dalam mengarungi musim baru nanti,” ujarnya.

Madura United musim 2024/2025 mengalami penurunan performa yang cukup drastis jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Mengakhiri kompetisi di posisi ke-15 setelah menjadi runner-up Liga 1 musim 2023/2024.

Sempat Tidak Mendapat Kejelasan, Oktafianus Fernando Resmi Bertahan di Persebaya

0

Nama Oktafianus Fernando hampir ketinggalan pada susunan pemain Persebaya Surabaya musim 2025/2026. Secara mengejutkan pemain yang berposisi sebagai gelandang itu diumumkan bertahan.

Melalui akun Instagram resminya @officialpersebaya menyebut akan melanjutkan kerjasamanya dengan Oktafianus Fernando.

“Oktianus Fernando juga akan berjuang bersama Persebaya,” tulis @officialpersebaya, Minggu (22/6).

Sebelumnya pemain yang memiliki sapaan Ofan ini tidak ada sama sekali dalam ungguhan Persebaya. Baik dari 10 pemain yang keluar maupun dari 15 pemain yang bertahan.

Tentu beberapa saat hal itu menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi. Tapi dilansir dari Jawa Pos sebenarnya Ofan yang sudah mendatangani kontrak baru di awal bulan Juni juga kaget namanya tidak dicantumkan oleh Media Persebaya.

“Saya sebenarnya juga kaget. Saya tidak tahu apa-apa. Karena itu kan tanggung jawabnya media officer. Tapi saya sih nggak masalah,” kata Ofan dikutip dari Jawa Pos, Kamis (19/6).

Memang bagi Ofan itu bukan jadi masalah namun tetap saja itu dirasa aneh. Namanya yang sudah masuk dalam list pemain yang dipertahankan musim depan. Tapi justru menghilang dalam list yang diumumkan di instagram.

“Karena yang paling penting saya sudah pasti bertahan di Persebaya,” tegasnya

Ofan juga mengungkapkan jika sebenarnya ia sempat berpikiran untuk mencari klub lain tapi adiknya sendiri yaitu Marselino Ferdinan meyakinkannya untuk fokus di Persebaya.

“Marsel meyakinkan saya untuk bertahan. Dia bilang ke saya: mikir opo maneh? Nggak usah neko-neko. Sudah fokus di Persebaya saja,” ungkap pemain asli Surabaya itu.

Sambutan Meriah Masyarakat Lawang Untuk Kirab Obor Api Porprov Jatim IX 2025

0

Kirab obor api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025, kembali melanjutkan perjalanan setelah menginap di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Hari ini Senin, (23/6), tepatnya siang tadi sudah sampai di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dan mendapat sambutan yang sangat meriah oleh warga sekitar.

Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, secara resmi melepas obor api dari Grahadi, Surabaya, pada pagi hari tadi. Sesampainya di Lawang, Bupati Malang, M. Sanusi, secara simbolis menerima api dari Ketua PB Porprov Jatim IX 2025, Dedi Suhayadi.

Prosesi itu disaksikan secara langsung oleh masyarakat Lawang yang berbondong-bondong datang untuk melihat obor api yang hanya ada pada event dua tahunan itu. Bahkan sesaat sebelum memasuki Kantor Kecamatan Lawang ada tari-tarian khas dari Kabupaten Malang yang turut memeriahkan acara Kirab ini.

“Ini kebanggaan tersendiri bagi kami dan masyarakat karena ada Porprov di Kabupaten Malang,” ungkap Bupati Sanusi.

Bahkan dirinya juga sudah menyiapkan acara khusus guna menyambut Porprov Jatim IX yang akan diselenggarakan di daerahnya. Dengan penuh semangat Sanusi mengajak masyarakatnya untuk ikut memeriahkan event terbesar se-Jawa Timur ini.

“Tanggal 5, bertepatan dengan HUT ke-79 Polri dan menyambut Porprov, kami akan mengadakan senam massal dengan 5.000 peserta. Nanti sound-nya pakai sound horeg,” tambahnya.


Tak lupa Bupati Lawang itu juga memberi semangat kepada para atletnya agar berjuang dengan keras untuk mendulang prestasi.


“Atlet harus berjuang keras, harus jadi pemenang. Melalui Dispora dan KONI, prestasi ini harus bisa terus dikembangkan,” tegasnya.

Disisi lain Ketua Komitern Olahraga Nasional (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, mengungkapkan rasa takjubnya atas antusias masyarakat dan sambutan dari Pemkab Malang terhadap seluruh rangkaian acara Porprov Jatim IX 2025..

“Saya takjub melihat antusiasme masyarakat Kabupaten Malang hari ini yang begitu meriah menyambut kirab api,” ungkap Nabil.

Diakhir ia juga menyampaikan meskipun hanya sebentar acara ini memiliki efek positif pada ekonomi lokal dan semoga masyarakat bisa mengenal Kabupaten Malang lebih dalam lagi.

“Meski hanya berlangsung beberapa jam, kegiatan ini bisa mendorong peningkatan ekonomi lokal, dan harapannya, ada dampak ekonomi jangka pendek dan semoga bisa berlanjut ke jangka panjang. Dengan ini, masyarakat dapat mengenal Kabupaten Malang lebih dalam lagi,” pungkasnya.

Keluar Sebagai Juara Umum 1 di Porprov Jatim IX 2025, Cabor Pordasi Kabupaten Kediri Torehkan Prestasi

0

Cabang Olahraga Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), Kabupaten Kediri, keluar sebagai Juara Umum 1 di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX yang berlangsung di Lapangan Padelegan Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Minggu (22/6).

Raihan prestasi Cabor Pordasi ini mencatatkan pencapaian yang terbaik pada ajang yang diselenggarakan dua tahunan ini. Jika dibandingkan dengan Porprov ke-VIII, torehan Porprov kali ini mengalami lonjakan yang signifikan dari 1 medali perunggu menjadi 4 medali emas, 4 medali perak dan 5 medali perunggu.

Ketua Koni Kabupaten Kediri berikan pujian kepada para atlet yang sudah berhasil membawa pulang Juara Umum pertama.

“Selamat kepada Cabor Pordasi Kabupaten Kediri atas prestasi yang sudah diraih yakni mendapatkan 4 medali emas, 4 medali perak dan 5 medali perunggu,” ujar Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata.

Tidak lupa dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang sudah mendukung Cabor Pordasi.

“Saya berterima kasih banyak para atlet, pelatih, official, owner kuda dan pihak-pihak yang sudah mensukseskan cabang olahraga berkuda di sektor pacu,” lanjutnya.

Hasil positif ini bisa untuk membangkitkan semangat untuk para atet-atlet agar bisa meraih prestasi pada cabor yang lainnya. Harapannya kontingen Kabupaten Kediri ini bisa menyabet medali-medali berikutnya pada acara Porprov IX Jatim 2025.

“Ini menjadi motivasi dan semangat untuk cabor yang lain agar dapat banyak medali dan prestasi di ajang Porprov IX jatim 2025,” ungkap pria yang sering disapa Hakim.

Disisi lain hasil pencapaian ini juga berkat dari jerih payah para atlet. Lewat Ketua Kontingen Pordasi Kabupaten Kediri, Febiantono Ligyarohman, menerangkan seberapa lama persiapan yang sudah dilakukan.

“Kita sudah mempersiapkan ini jauh-jauh hari. Terhitung sudah dua tahun lalu, yang kemudian pada tiga Minggu terakhir kita mencoba melakukan latihan lebih intensif dengan menggunakan venue yang dipergunakan untuk Porprov yakni Lapangan Pikatan agar joki dan kuda lebih terbiasa,” terangnya.

Berangkat dari Pamekasan, Kirab Obor Porprov IX Jatim 2025 Dimulai!

0

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memulai kirab obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX Malang hari ini Minggu (22/6). Pamekasan, Madura menjadi titik awal dengan pengambilan api di wisata Api Tak Kunjung Padam.

Pengambilan api langsung dilakukan oleh Ketua PB Porprov Jatim 2025, Deddy Suhayadi. Setelah disulut, api kemudian dikirab menuju Surabaya dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dan diinapkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Rangkaian kirab ini akan melewati beberapa daerah tuan rumah Malang Raya. Rute perjalanannya meliputi Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Malang sampai akhirnya tiba di Stadion Gajayana sebagai prosesi pembukaan Porprov IX Jatim 2025.

“Kami ingin memberikan semangat kepada Madura yang belum pernah menjadi tuan rumah Porprov. Melalui kirab ini, kami harap dapat membangkitkan motivasi dan semangat daerah-daerah di Pulau Madura,” ungkap Deddy Suhayadi.

Kirab obor dari Madura ke Surabaya juga dimeriahkan oleh kehadiran komunitas Brotherhood Motor Listrik. Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye KONI Jatim untuk menjaga lingkungan selama kirab berlangsung.

“Kami ingin kirab ini ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi udara maupun kebisingan. Tujuannya agar nyaman bagi semua pengguna jalan,” pungkasnya.

Lelang Jersey Marselino Berwujud Renovasi Sekolah, Guru dan Siswa Sambut Antusias

0

Taktik.id – Jersey Marselino Ferdinan yang dipakai saat laga home, Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 19 November 2024 lalu. Berkat gol Marsel, Timnas Indonesia menang 1-0 atas Arab Saudi.

Nah, jersey yang ia kenakan tersebut ternyata tak hanya membuat Timnas Indonesia membawa pulang tiga poin. Jersey berwarna merah itu juga membuat siswa-siswi, guru, dan kepala sekolah SD Tritunggal V Surabaya tersenyum ceria.

Hal ini dikarenakan jersey Marselino Ferdinan tersebut dilelang dan hasil lelangnya yang tembus Rp 100 juta dibuat renovasi sekolah. Acara amal ini terselenggara atas campur tangan banyak pihak, seperti Surabaya Jersey Community (SJC), Gubuk Gajah Mada, Kompas, dan orang tua Marselino Ferdinan.

Kepala Sekolah SD Tritunggal V Surabaya, Tutik Wilujeng berterima kasih dengan semua pihak. Termasuk Marselino Ferdinan dan keluarganya yang telah membantu melakukan renovasi sekolah, hasil lelang jersey.

“Kini anak-anak didik kami punya ruang kelas sendiri-sendiri. Dulu (murid) gabung semua. Sekarang tidak,” katanya.

Tak hanya kelas saja, Tutik mengungkapkan, sekarang sekolah sudah mempunyai lantai dua yang lebih baik. Sehingga membuat siswa-siswi nyaman belajar.

Ketua SJC, Judha Mustopo mengatakan proses renovasi sekolah di SD Tritunggal V Surabaya berlangsung selama enam bulan. Termasuk dengan survei apa saja yang dilakukan perbaikan.

“Ini wujud dari realiasai lelang beberapa bulan. Ketika kami datang kesini belum apa-apa, masih lembab, pengap. Sekarang Alhamdulillah sudah ada penghisap udara dan lantai atas sudah bagus,” jelasnya.

Kakak Marselino Ferdinan, Oktafianus Fernando yang juga hadir pada acara tersebut senang. Ia mengungkapkan rasa terima kasih terhadap semua pihak yang telah mendukung renovasi sekolah ini. (*)

Kabar Baik Datang dari Persebaya yang Akan Kembali Tinggal di Satu Apartemen

0

Setelah empat tahun tinggal di dua tempat yang berbeda, Persebaya nampaknya akan kembali menyediakan satu apartemen khusus untuk staf pelatih dan semua pemainnya.

Kabar ini dilansir dari Jawa Pos, yang menyebut pihak manajemen Persebaya sudah tidak memperpanjang tempat tinggal para pemainnya. Mess yang beralamatkan di jalan Dhoho, Kecamatan Tegalsari, dan apartemen di daerah Puncak Marina.

Perrnyataan Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi yang akan memusatkan kegiatan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabay, memberikan bayangan kalau apartemen yang baru pasti tidak jauh dari sana.

Tempat yang baru akan berada di Apartemen Puri Darmo yang ada di daerah Surabaya Selatan. Seluruh pelatih, pemain lokal maupun asing akan pindah kesana bersama-sama.

Dari perencanaan dan penyusunan program kegiatan yang sudah dibuat, Candra Wahyudi memberikan target kepada tim agar apa yang sudah dilakukan manajemen berbanding lurus dengan prestasi tim.

“Tentu saja target secara prestasi harus jauh lebih baik. Karena secara tim, penyusunan program dan lain-lain akan jauh lebih baik karena semua sudah terintegrasi. Intinya kami ingin lebih baik lagi ke depannya,” terang Candra dikutip dari Jawa Pos.

Puri Darmo memiliki kenangan baik bagi Green Force, terakhir kali mereka bermes disana tim asal kota pahlawan ini mengangkat trofi juara Liga 2 musim 2017.

Sudah 10 Pemain yang Keluar, Persik Masih Akan Lakukan Evaluasi

0

Sudah mengumumkan kepergian 10 pemainnya, Persik masih belum berhenti untuk lakukan evaluasi. Ada tiga nama yang baru dipastikan hengkang dari kota Kediri.

Riyatno Abiyoso, Dede Sapari dan Ousmane Fane, terkena evaluasi pada jendela transfer Liga 1. Bukan karena performa yang jelek namun ada perundingan dari tim pelatih untuk skema tim di kompetisi yang akan datang

Melalui manajernya, Persik mengungkapkan alasan evaluasi yang sedang dilakukan manajemen saat ini.

“Pemain yang keluar belum tentu karena penampilannya kurang baik, karena dalam mengambil keputusan manajemen pasti berdasarkan evaluasi dari tim kepelatihan. Kemudian juga mempertimbangkan kepentingan tim kedepannya, apakah masuk dalam skema permainan yang akan diterapkan oleh tim pelatih,” ungkap Muhammad Syahid Nur Ichsan, selaku manajer Persik Kediri, Jumat (13/6).

Abiyoso jadi salah satu pemain yang sebenarnya menunjukkan performa yang tidak buruk. Direkrut dari Persela Lamongan pada musim 2022/2023, dirinya cukup membuktikan diri selama membela tim berjuluk Macan Putih.

Namun pada musim 2022/2024 dirinya tidak masuk kedalam skema pelatih dan harus dipinjamkan ke Madura United. Setelah kembali di musim 2024/2025 ia malah tampil semakin bagus dengan mencatatkan 4 gol dan 2 assist dari 30 penampilannya.

Evaluasi dari Persik akan terus berjalan sembari menunggu tentang regulasi terbaru dari PT. Liga Indonesia Baru pada kompetisi mendatang.

“Selain kerangka tim yang berdasarkan kebutuhan taktik pelatih, kita juga tidak boleh mengesampingkan regulasi seperti musim lalu dimana setiap klub diwajibkan memainkan minimal 1 pemain U22 sebagai starter minimal 45 menit,” pungkas Nur Ichsan.

Seperti pada musim kemarin saat regulasi terbaru dikeluarkan LIB tentang jumlah pemain asing yang awal dari enam menjadi delapan pemain, beberapa tim langsung memburu bomber asing untuk memperkuat timnya.