Sudah mengumumkan kepergian 10 pemainnya, Persik masih belum berhenti untuk lakukan evaluasi. Ada tiga nama yang baru dipastikan hengkang dari kota Kediri.
Riyatno Abiyoso, Dede Sapari dan Ousmane Fane, terkena evaluasi pada jendela transfer Liga 1. Bukan karena performa yang jelek namun ada perundingan dari tim pelatih untuk skema tim di kompetisi yang akan datang
Melalui manajernya, Persik mengungkapkan alasan evaluasi yang sedang dilakukan manajemen saat ini.
“Pemain yang keluar belum tentu karena penampilannya kurang baik, karena dalam mengambil keputusan manajemen pasti berdasarkan evaluasi dari tim kepelatihan. Kemudian juga mempertimbangkan kepentingan tim kedepannya, apakah masuk dalam skema permainan yang akan diterapkan oleh tim pelatih,” ungkap Muhammad Syahid Nur Ichsan, selaku manajer Persik Kediri, Jumat (13/6).
Abiyoso jadi salah satu pemain yang sebenarnya menunjukkan performa yang tidak buruk. Direkrut dari Persela Lamongan pada musim 2022/2023, dirinya cukup membuktikan diri selama membela tim berjuluk Macan Putih.
Namun pada musim 2022/2024 dirinya tidak masuk kedalam skema pelatih dan harus dipinjamkan ke Madura United. Setelah kembali di musim 2024/2025 ia malah tampil semakin bagus dengan mencatatkan 4 gol dan 2 assist dari 30 penampilannya.
Evaluasi dari Persik akan terus berjalan sembari menunggu tentang regulasi terbaru dari PT. Liga Indonesia Baru pada kompetisi mendatang.
“Selain kerangka tim yang berdasarkan kebutuhan taktik pelatih, kita juga tidak boleh mengesampingkan regulasi seperti musim lalu dimana setiap klub diwajibkan memainkan minimal 1 pemain U22 sebagai starter minimal 45 menit,” pungkas Nur Ichsan.
Seperti pada musim kemarin saat regulasi terbaru dikeluarkan LIB tentang jumlah pemain asing yang awal dari enam menjadi delapan pemain, beberapa tim langsung memburu bomber asing untuk memperkuat timnya.

