Beranda blog Halaman 2

KONI Kabupaten Kediri Gandeng Surya Inspirasi School, Aiapkan Atlet Muda Bidik 5 Gelar Porprov Jatim 2027

0

TAKTIK.ID – KONI Kabupaten Kediri terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga dengan membangun kolaborasi bersama dunia pendidikan. Langkah terbaru dilakukan melalui kunjungan silaturahmi dan anjangsana ke Surya Inspirasi School Kediri pada Selasa (4/8/2026), sebagai bagian dari strategi mencetak atlet berprestasi sejak usia dini.

Kunjungan ke sekolah yang berada di kawasan Road Division 2 Bandara Dhoho, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan itu dipimpin langsung Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, S.H. Agenda tersebut menjadi upaya awal menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan olahraga pelajar sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan atlet di Kabupaten Kediri.

Menurut Hakim, pembinaan atlet membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam menemukan dan mengembangkan potensi olahraga para siswa.

“(Kemarin) kami melihat Surya Inspirasi School memiliki potensi besar untuk bersama-sama membangun ekosistem pembinaan atlet sejak dini, terlebih dengan tersedianya sarana dan fasilitas olahraga yang sangat memadai,” ujar Hakim, Rabu (5/8/2026).

Melalui sinergi tersebut, KONI Kabupaten Kediri menargetkan kerja sama yang berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sejumlah program telah diproyeksikan, mulai dari pembinaan cabang olahraga, pelatihan kepelatihan, penyelenggaraan kompetisi antarpelajar, hingga pelaksanaan talent scouting untuk menjaring atlet-atlet potensial.

Hakim menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas atlet masa depan. Karena itu, pembinaan olahraga harus berjalan seiring dengan perkembangan akademik siswa.

“Olahraga memegang peran penting dalam membentuk karakter siswa mulai dari disiplin, kerja sama, hingga sportivitas. Melalui kolaborasi ini, kami ingin proses pembinaan berjalan terarah dan berkelanjutan tanpa mengabaikan sisi akademik siswa,” terangnya.

Penguatan pembinaan di lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari persiapan jangka panjang KONI Kabupaten Kediri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Optimisme tersebut didasari hasil positif yang diraih kontingen Kabupaten Kediri pada Porprov Jawa Timur IX 2025 di Malang Raya. Saat itu, Bumi Panjalu berhasil finis di peringkat ke-11 klasemen akhir dengan raihan 24 medali emas, 22 perak, dan 45 perunggu, menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan dibanding edisi sebelumnya.

Berbekal capaian tersebut, KONI Kabupaten Kediri kini semakin percaya diri menatap target yang lebih tinggi pada Porprov Jatim 2027 melalui penguatan pembinaan atlet sejak usia dini dan kolaborasi yang lebih erat dengan institusi pendidikan.

“Dengan evaluasi matang dan penguatan pembinaan sejak usia dini—termasuk melalui sinergi dengan sekolah-sekolah—kami optimistis pada Porprov Jatim 2027 mendatang, Kabupaten Kediri mampu menembus posisi lima besar,” pungkas Hakim.

Lolos Melaju ke Partai Final, Persebaya Siap Tantang Persib di Piala Presiden 2026!

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya memastikan langkah ke partai final Piala Presiden 2026 usai menundukkan Arema FC dengan skor 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8) malam WIB. Kemenangan tersebut mengantarkan Green Force menghadapi Persib Bandung yang lebih dulu memastikan tempat di laga puncak.

Gol tunggal yang membawa Persebaya lolos ke final dicetak kapten tim, Yuran Fernandes, melalui sundulan pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+5. Keunggulan itu mampu dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi meski pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi.

Sejak awal laga, Derby Jawa Timur berjalan keras dengan banyak duel antarpemain. Wasit mengeluarkan delapan kartu kuning, masing-masing empat untuk Persebaya dan Arema FC. Total terdapat 16 pelanggaran sepanjang pertandingan, dengan enam dilakukan Persebaya dan sepuluh oleh Arema FC.

Arema FC juga harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah salah satu penggawanya menerima kartu merah pada babak kedua akibat melakukan pelanggaran terhadap Miguel Pereira. Situasi tersebut membuat Persebaya lebih leluasa mengontrol jalannya pertandingan hingga memastikan kemenangan.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai hasil positif tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain yang mampu tampil maksimal meski berada dalam kondisi fisik yang tidak ideal.

“Ini pertandingan yang sangat sulit. Intensitasnya tinggi dan dipenuhi banyak duel serta emosi. Para pemain datang ke laga ini dalam kondisi kelelahan, tetapi malam ini mereka menunjukkan karakter sebagai pejuang. Saya bangga dengan sikap dan kerja keras yang mereka tampilkan di lapangan,” ujar Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu mengatakan Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk memperbesar keunggulan. Namun, ia tetap puas karena timnya mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

“Yang terpenting kami bisa mencetak gol lebih dulu. Kami juga memiliki beberapa peluang untuk menambah keunggulan, tetapi belum mampu memanfaatkannya. Meski begitu, saya sangat puas dengan kerja keras seluruh pemain,” katanya.

Selain mengapresiasi performa tim, Tavares kembali menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang dijalani Persebaya sepanjang turnamen. Menurutnya, waktu pemulihan yang singkat menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain sebelum menghadapi laga semifinal.

“Kami bermain pada 1 Agustus malam. Para pemain baru bisa beristirahat dini hari, kemudian harus bangun pagi karena belum mengetahui jadwal pertandingan berikutnya. Setelah itu kami melakukan pemulihan, terbang ke Bali, lalu kembali bermain,” ungkapnya.

Pelatih berusia 46 tahun itu menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat dirinya semakin menghargai perjuangan para pemain yang tetap mampu menunjukkan performa terbaik di lapangan.

“Dalam kondisi seperti itu tentu sulit mengharapkan performa yang benar-benar maksimal. Karena itu saya sangat bangga dengan semangat juang mereka,” tutupnya.

Keberhasilan menyingkirkan Arema FC membawa Persebaya kembali menembus partai final Piala Presiden untuk kedua kalinya sejak mulai berpartisipasi pada edisi 2019. Pada laga perebutan gelar juara, Green Force akan berhadapan dengan Persib Bandung yang sebelumnya memastikan tiket final setelah mengalahkan Persija Jakarta.

Kejurnas Bola Tangan Junior 2026 Resmi Bergulir di Surabaya, Delapan Provinsi Berebut Gelar Juara

0

TAKTIK.ID – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan Junior 2026 resmi dimulai di GOR Futsal Internasional Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (3/8/2026). Ajang yang berlangsung hingga 8 Agustus tersebut menjadi wadah bagi atlet-atlet muda terbaik dari berbagai daerah untuk bersaing sekaligus menunjukkan potensi menuju level nasional.

Sebanyak delapan provinsi ambil bagian dalam kejuaraan ini, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, dan Bali. Kompetisi mempertandingkan nomor Indoor Putra, Indoor Putri, serta Beach Handball putra dan putri dengan total delapan tim putra dan enam tim putri.

Kejurnas Junior tahun ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara nasional, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet usia muda. Setiap peserta mendapat kesempatan mengukur kemampuan menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang menembus tim nasional Indonesia di masa depan.

Tuan rumah Jawa Timur datang dengan target tinggi. Bermain di hadapan publik sendiri, tim berjuluk Bumi Majapahit itu membidik gelar juara di sektor putra maupun putri. Optimisme tersebut didukung perkembangan pembinaan bola tangan di Jawa Timur yang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, persaingan dipastikan berlangsung ketat. Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur diprediksi menjadi pesaing utama berkat kualitas regenerasi atlet serta pengalaman mereka di berbagai kejuaraan nasional.

Salah seorang atlet peserta mengatakan bahwa Kejurnas menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman sekaligus menguji kemampuan menghadapi tim-tim terbaik di Indonesia.

“Kami datang bukan hanya mengejar kemenangan. Bermain melawan tim-tim terbaik Indonesia adalah kesempatan untuk mengukur kemampuan, belajar, dan berkembang. Siapa pun juaranya nanti, kami ingin pulang sebagai atlet yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, atlet Jawa Timur menegaskan bahwa status sebagai tuan rumah menjadi motivasi tambahan bagi timnya untuk tampil maksimal sepanjang turnamen.

“Bermain di rumah sendiri menjadi motivasi tambahan. Kami ingin membuktikan bahwa kerja keras selama latihan mampu berbuah prestasi. Target kami jelas, mengangkat trofi juara untuk Jawa Timur,” katanya.

Selain menjadi arena persaingan memperebutkan medali, Kejurnas Bola Tangan Junior 2026 juga diharapkan melahirkan bibit-bibit atlet yang mampu mengangkat prestasi Indonesia di level internasional. Setiap pertandingan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, peningkatan kualitas teknik, hingga persiapan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Dengan berlangsungnya kejuaraan ini di Surabaya, diharapkan pembinaan bola tangan usia muda di Indonesia semakin berkembang. Kejurnas menjadi momentum penting untuk memperkuat regenerasi atlet sekaligus menjaga kesinambungan prestasi bola tangan nasional menuju pentas Asia dan dunia.

Bali Resmi Jadi Panggung Semifinal dan Final Piala Presiden 2026, Hadiah Juara Melonjak Rp8 Miliar

0

TAKTIK.ID – Piala Presiden 2026 menghadirkan kabar besar jelang memasuki fase gugur. Steering Committee (SC) resmi menetapkan Bali sebagai tuan rumah semifinal dan final, sekaligus mengumumkan kenaikan hadiah bagi tim juara menjadi Rp8 miliar.

Keputusan tersebut disampaikan Ketua SC Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, usai mendapat persetujuan dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Menurutnya, Pulau Dewata dipilih sebagai lokasi pertandingan puncak setelah melalui pembahasan bersama sejumlah pihak.

“Saya tetapkan semifinal dan final, sesuai persetujuan Ketua Umum PSSI Pak Erick, tempatnya adalah di Bali,” ujar Maruarar dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8/2026).

Maruarar mengungkapkan, Surabaya sempat masuk dalam opsi untuk menggelar laga semifinal dan final. Namun, setelah berkoordinasi dengan PSSI serta Pemerintah Kota Surabaya, keputusan akhir menetapkan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan babak penentuan.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi kepada Kota Surabaya yang dinilai sukses menjadi tuan rumah fase awal turnamen dan mendapat sambutan luar biasa dari para pencinta sepak bola.

Tak hanya soal lokasi pertandingan, Piala Presiden 2026 juga mencatat peningkatan signifikan dari sisi hadiah. Total hadiah bagi kampiun resmi naik dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar, menjadikannya salah satu turnamen pramusim dengan nilai hadiah terbesar di Indonesia.

“Juara pertama, hadiahnya tadinya berapa miliar (6 miliar). Hari ini di Kota Pahlawan yang luar biasa, di bawah pimpinan adik saya Pak Eri (Cahyadi), kita naikkan juara pertama Piala Presiden tahun 2026 dari 6 miliar menjadi 8 miliar,” kata Maruarar.

Kenaikan hadiah itu didukung derasnya arus sponsor yang terus mengalir. Hingga menjelang semifinal, nilai sponsorship Piala Presiden 2026 telah mencapai Rp70 miliar, ditambah tingginya antusiasme publik yang tercermin dari rating siaran televisi yang menyentuh angka 23 persen.

“Hari ini sudah ada Rp70 miliar dari sponsor yang sudah masuk. Besok juga kami umumkan kenaikan hadiah juara karena sponsor terus bertambah dan ratingnya bagus,” tutur Maruarar.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku bangga kotanya dipercaya menjadi salah satu penyelenggara Piala Presiden 2026. Ia berharap Surabaya kembali memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah laga-laga penentuan pada edisi berikutnya.

“Insya Allah, ketika ada Piala Presiden kembali, saya berharap semifinal dan finalnya ada di Kota Surabaya,” ujar Eri.

Penetapan Bali sebagai tuan rumah semifinal dan final, ditambah peningkatan hadiah serta dukungan sponsor yang terus bertambah, menjadi sinyal bahwa Piala Presiden 2026 terus berkembang sebagai turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia. Babak gugur pun diprediksi berlangsung semakin sengit seiring besarnya gengsi dan hadiah yang diperebutkan.

Rahasia Hattrick Juara Umum PON Terungkap, Pengprov POSSI Jatim: Medali Dimenangkan Jauh Sebelum Hari Pertandingan

0

TAKTIK.ID – Tiga kali berturut-turut menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) bukanlah hasil yang datang secara kebetulan bagi cabang olahraga selam Jawa Timur. Di balik dominasi tersebut, terdapat proses pembinaan jangka panjang melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Ketua Umum Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menegaskan keberhasilan di ajang olahraga terbesar nasional tidak dibangun dalam waktu singkat. Menurutnya, fondasi prestasi lahir dari latihan harian yang terencana, disiplin, dan dievaluasi secara berkelanjutan.

“Medali diraih saat PON, tetapi juara dibentuk setiap hari selama Puslatda,” kata Mirza, Minggu (2/8).

Mirza menjelaskan setiap program latihan harus memiliki target yang jelas, dilaksanakan secara day to day, disertai evaluasi rutin, serta diimbangi uji coba maupun kompetisi untuk mengukur perkembangan atlet sebelum tampil di PON.

“Prestasi di PON merupakan akumulasi dari ribuan jam latihan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan target dan evaluasi yang jelas pada setiap tahap,” ujarnya.

Keseriusan pembinaan itu tercermin pada pelaksanaan Puslatda jelang PON sebelumnya yang dipusatkan di Kolam Renang Saigon, Pasuruan. Program tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas latihan, tetapi juga didukung pembiayaan menyeluruh, mulai dari sewa kolam, akomodasi, konsumsi dan gizi atlet, perlengkapan latihan, transportasi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Menurut Mirza, dukungan yang komprehensif menjadi faktor penting agar atlet dan pelatih dapat fokus menjalankan seluruh program latihan tanpa terganggu persoalan di luar lapangan.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi atlet senior yang telah berkeluarga. Mereka, kata Mirza, tidak hanya dituntut menjaga performa, tetapi juga harus memikirkan kebutuhan rumah tangga.

“Bagi atlet yang telah berkeluarga, tantangannya bukan hanya meningkatkan performa untuk meraih prestasi, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Karena itu, Puslatda memerlukan dukungan yang komprehensif agar atlet dan pelatih dapat berkonsentrasi penuh menjalankan program latihan,” jelasnya.

Bagi Mirza, mempertahankan status juara umum tidak cukup hanya mengandalkan bakat atlet atau kualitas pelatih. Keberhasilan harus ditopang sistem pembinaan yang berjalan berkesinambungan dan mampu memberikan kepastian bagi seluruh elemen tim selama menjalani proses latihan.

“Juara tidak dibentuk pada hari pertandingan. Juara dibentuk setiap hari ketika atlet datang berlatih, menjalankan program dengan disiplin, dan memiliki ketenangan untuk fokus mengejar prestasi,” pungkasnya.

Sapu Bersih Fase Grup! Persebaya Libas Port FC dan Siap Tantang Arema FC di Semifinal Piala Presiden

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya menutup fase Grup B Piala Presiden 2026 dengan performa sempurna. Green Force mengamankan kemenangan ketiga secara beruntun setelah menaklukkan juara bertahan asal Thailand, Port FC, dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8).

Dua gol yang dicetak Miguel Pereira dan Alex Martins memastikan Bajol Ijo mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan. Hasil itu mengantarkan Persebaya melaju ke semifinal sebagai juara Grup B dan akan menantang Arema FC yang berstatus runner-up Grup A.

Meski timnya tampil impresif, pelatih Bernardo Tavares menegaskan kemenangan tersebut bukan alasan untuk cepat berpuas diri. Menurutnya, Piala Presiden masih menjadi ajang untuk membentuk karakter permainan Persebaya sebelum menghadapi kompetisi resmi.

“Kami tentu senang bisa kembali meraih kemenangan. Namun, kami tidak ingin terlalu larut memikirkan hasil ini karena yang terpenting adalah proses membangun tim. Ini masih pramusim,” ujar Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menilai penampilan anak asuhnya menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding laga-laga sebelumnya. Meski demikian, ia masih menemukan sejumlah aspek yang harus dibenahi agar performa tim semakin konsisten.

“Hari ini kami memainkan pertandingan yang baik, meski masih ada beberapa aspek yang harus diperbaiki agar tim terus berkembang,” katanya.

Salah satu perkembangan yang paling disoroti Tavares adalah mulai terbentuknya pemahaman para pemain terhadap filosofi permainan yang ingin diterapkannya. Ia melihat organisasi permainan, transisi, hingga kerja sama antarlini semakin berjalan sesuai rencana.

“Yang paling membuat saya senang adalah para pemain mulai memahami cara bermain yang kami inginkan. Kami ingin menjadi tim yang kuat dalam setiap fase permainan, baik ketika menyerang, bertahan, maupun saat melakukan transisi,” ungkap pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Perkembangan itu juga tercermin dari performa Persebaya sepanjang laga. Green Force mampu melepaskan 14 tembakan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang. Dua gol kemenangan pun lahir melalui skema permainan terbuka yang memperlihatkan semakin matangnya koordinasi antarpemain.

Bagi Tavares, variasi serangan yang mulai dimiliki Persebaya menjadi sinyal positif bahwa para pemain semakin memahami konsep permainan yang selama ini dibangun di lapangan latihan.

“Kami mencetak gol dari situasi transisi dan juga menciptakan peluang melalui organisasi permainan. Itu menunjukkan perkembangan yang positif,” jelasnya.

Meski sukses menyapu bersih seluruh pertandingan di fase grup, Tavares memastikan fokus tim kini bukan merayakan hasil, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi tantangan di babak semifinal.

“Pertandingan sudah selesai dan sekarang tugas kami adalah menganalisis apa saja yang sudah berjalan baik dan apa yang masih harus diperbaiki,” tutup Tavares.

Dengan modal tiga kemenangan beruntun dan sembilan poin sempurna, Persebaya membawa kepercayaan diri tinggi menuju semifinal. Namun, ujian sesungguhnya sudah menanti saat Green Force berhadapan dengan rival klasiknya, Arema FC, dalam perebutan tiket ke partai final Piala Presiden 2026.

Tidak Ingin Ambil Resiko, Arema FC Ingin Gustavo Henrique Fokus Untuk Pemulihan Cedera

0

TAKTIK.ID – rema FC dipastikan tidak bisa mengandalkan ketajaman Gustavo Henrique pada sisa perjalanan di Piala Presiden 2026. Striker asal Brasil itu harus menepi setelah mengalami cedera otot paha depan kiri saat membawa Singo Edan melaju ke babak semifinal.

Absennya Gustavo menjadi kerugian besar bagi Arema. Sebab, penyerang berusia 26 tahun itu sedang berada dalam performa terbaiknya sepanjang turnamen pramusim. Dalam tiga pertandingan, ia berhasil mencetak empat gol, masing-masing dua gol ke gawang Tampines Rovers dan DPMM FC Brunei Darussalam.

Kontribusi Gustavo menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Arema FC mengamankan tiket semifinal. Namun, nasib kurang beruntung menghampirinya saat menghadapi DPMM FC, Jumat (31/7). Setelah mencetak gol keduanya pada pertandingan tersebut, Gustavo mengalami cedera dan harus ditarik keluar menjelang berakhirnya babak pertama.

Dokter tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.K.O., mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan Gustavo mengalami cedera pada otot paha depan kiri atau quadriceps. Kondisi itu membuat sang pemain harus menjalani proses pemulihan secara bertahap sebelum kembali merumput.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan Gustavo Henrique mengalami cedera otot paha depan kiri (quadriceps). Cedera ini membutuhkan penanganan dan rehabilitasi secara bertahap agar proses penyembuhan berjalan optimal,” ujar dr. Nanang Tri Wahyudi.

Tim medis Arema FC telah menyiapkan program rehabilitasi khusus bagi Gustavo. Selama masa pemulihan, kondisi pemain akan terus dipantau melalui evaluasi berkala agar proses penyembuhan berjalan sesuai rencana.

“Selama proses tersebut kami akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan kondisinya. Kami berharap Gustavo dapat pulih sepenuhnya sehingga bisa kembali berlatih dan bertanding dalam kondisi terbaik,” tambahnya.

Arema FC memilih tidak mengambil risiko dengan memaksakan Gustavo kembali bermain di turnamen pramusim. Fokus utama kini adalah memastikan bomber andalannya pulih sepenuhnya agar siap menjadi tumpuan Singo Edan saat mengarungi Super League 2026/2027.

Dukungan pun terus mengalir dari manajemen, tim pelatih, rekan setim, hingga seluruh keluarga besar Arema FC. Mereka berharap proses rehabilitasi Gustavo berjalan lancar sehingga sang mesin gol dapat kembali memperkuat Singo Edan dalam kondisi terbaik saat kompetisi resmi dimulai.

Pelatih Renang Jatim Khawatir Target Emas PON 2028 akan Terganggu Imbas Renovasi Kolam Kertajaya yang Tak Kunjung Rampung

0

TAKTIK.ID – Harapan Jawa Timur untuk kembali berjaya di cabang olahraga renang pada PON 2028 mendapat tantangan serius. Hingga kini, renovasi Kolam Renang Kertajaya Surabaya belum juga rampung meski telah berlangsung hampir dua tahun. Kondisi tersebut membuat program latihan atlet tidak berjalan maksimal.

Pelatih Renang Jawa Timur, Mochammad Umam, menilai lambatnya penyelesaian fasilitas yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur itu berdampak langsung terhadap persiapan atlet yang diproyeksikan tampil pada PON 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Umam, program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Mandiri terpaksa dijalankan secara terpisah karena para atlet harus berlatih di sejumlah kolam berbeda bersama klub masing-masing.

“Dampaknya sangat terasa. Atlet tidak lagi berlatih dalam satu sistem. Ada yang latihan di Kolam Renang Arhanud, Kolam Renang Delta Sidoarjo, hingga Kolam Renang Saigon di Pasuruan bersama klub masing-masing. Karena terpisah, kami kesulitan memonitoring aktivitas mereka,” ujar Umam di Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Saat ini terdapat 13 atlet yang masuk program Puslatda Mandiri. Sembilan di antaranya berdomisili di Jawa Timur dan seharusnya dapat menjalani latihan bersama di Kolam Renang Kertajaya apabila renovasi telah selesai.

Bagi Umam, latihan terpusat bukan sekadar mengumpulkan atlet di satu tempat. Kehadiran fasilitas yang memadai akan memudahkan pelatih menyamakan program latihan, melakukan evaluasi, hingga memantau perkembangan atlet secara menyeluruh.

“Kalau di Kertajaya, anak-anak bisa latihan bareng, nge-gym bareng dan fokus. Setiap saat kami juga bisa melakukan evaluasi untuk memaksimalkan potensi atlet,” katanya.

Tak hanya lokasi latihan yang menjadi persoalan. Umam mengungkapkan sebagian besar kolam yang saat ini digunakan belum memenuhi standar pertandingan. Mulai dari lintasan yang belum mampu memecah gelombang, ketiadaan start block, hingga ukuran kolam yang belum sesuai standar internasional.

Dampaknya terlihat dari performa atlet, Umam menyebut banyak perenang Jawa Timur gagal mencatatkan waktu terbaik pada Kejuaraan Nasional Mei 2026 akibat keterbatasan fasilitas latihan.

“Keterbatasan semua fasilitas itu sangat memengaruhi performa atlet, terutama catatan waktu terbaiknya. Hal itu bisa dilihat dari hasil Kejurnas pada Mei 2026 lalu, di mana banyak atlet kita, khususnya yang berdomisili di Jatim, tidak bisa mencapai best time-nya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pengprov Akuatik Jawa Timur juga harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa kolam renang berstandar demi menggelar latihan bersama. Keterbatasan anggaran membuat sesi latihan terpusat hanya bisa dilakukan satu hingga dua bulan sekali.

“Kami bisa latihan bersama sebulan atau dua bulan sekali di Kolam Renang Saigon, Pasuruan. Ini karena keterbatasan dana yang kami miliki. Ini masalah serius yang tidak bisa kami atasi sampai detik ini,” tutur Umam.

Meski mendapat informasi bahwa renovasi Kolam Renang Kertajaya ditargetkan selesai dan mulai digunakan pada Agustus 2026, Umam menilai waktu persiapan menuju PON 2028 semakin sempit. Ia khawatir keterlambatan tersebut akan menyulitkan atlet untuk mengejar peningkatan performa.

“Untuk meningkatkan catatan waktu itu tidak instan. Jadi sulit bagi anak-anak. Jangankan melebihi raihan medali PON kemarin, menyamai saja susah,” tegasnya.

Pada PON Aceh-Sumut 2024, cabang olahraga akuatik menjadi salah satu andalan Jawa Timur dengan menyumbangkan 11 medali emas, terdiri atas enam emas dari nomor renang dan loncat indah serta lima emas dari nomor renang perairan terbuka.

Dengan waktu yang terus berjalan menuju PON 2028, rampungnya renovasi Kolam Renang Kertajaya menjadi kebutuhan mendesak agar pembinaan atlet kembali berjalan optimal dan peluang mempertahankan prestasi tetap terjaga.

Four-Peat Bersejarah! Ribuan Penonton Banjiri GOR Mastrip Tanda Kesuksesan Indomaret Volleyball Tournament 2026 Probolinggo Raya

0

TAKTIK.ID – Sorak-sorai ribuan suporter bergema tanpa henti di GOR Mastrip, Kota Probolinggo, Kamis (30/7/2026). Setiap reli disambut tepuk tangan, setiap poin memantik euforia, menambah kemeriahan di punghujung event Indomaret Volleyball Tournament 2026 antar SMA/MA/SMK Sederajat.

Di tengah atmosfer yang membakar semangat itu, dua sekolah kembali menegaskan dominasinya. SMAN 2 Probolinggo dan SMAN 4 Probolinggo sukses mengukir sejarah dengan meraih gelar juara untuk empat musim berturut-turut (four-peat) pada Indomaret Volleyball Tournament 2026 Se-Probolinggo Raya bersama AQUA.

Final kategori putra berlangsung cukup alot dengan saling berbalas poin. SMAN 2 Probolinggo harus bekerja keras sebelum akhirnya menaklukkan SMA SAQA dengan skor 3-1 (28-26, 24-26, 25-20, 25-17). Di sektor putri, SMAN 4 Probolinggo tampil dominan dan mengalahkan SMAN 2 Probolinggo tiga set langsung dengan skor 25-18, 25-19, dan 25-14.

Keberhasilan kedua sekolah itu semakin istimewa karena mempertahankan supremasi sejak seri Probolinggo Raya pertama kali digelar pada 2023. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet muda di tingkat sekolah yang terus membuahkan hasil.

Namun, turnamen ini tak hanya menghadirkan persaingan di atas lapangan. Selama sepekan penyelenggaraan, GOR Mastrip dipenuhi ribuan penonton yang memberikan dukungan tanpa henti. Atmosfer tersebut menjadikan setiap pertandingan terasa layaknya laga final dan memperlihatkan besarnya kecintaan masyarakat Probolinggo terhadap olahraga bola voli.

Kesuksesan penyelenggaraan itu pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Probolinggo. Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, S.Sos., M.Si., menilai turnamen ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat bagi pembinaan olahraga sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan PBVSI, kita bisa menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa. Animonya sangat besar dan mudah-mudahan dari sini lahir bibit-bibit atlet yang menjadi masa depan cerah bagi bola voli Kota Probolinggo,” ujar Budiono.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang terus memenuhi tribun menjadi sinyal bahwa kompetisi olahraga pelajar masih memiliki daya tarik yang sangat kuat dan layak terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.

Hal senada disampaikan Manajer Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI), Sutono. Ia mengaku kagum melihat dukungan masyarakat yang tak pernah surut selama empat kali penyelenggaraan turnamen di Probolinggo.

“Melihat antusiasme masyarakat Kota Probolinggo yang sudah empat kali berturut-turut tetap luar biasa dan penyelenggaraannya selalu sukses, tidak menutup kemungkinan turnamen ini akan kembali kami selenggarakan di Kota Probolinggo tahun depan,” kata Sutono.

Tak hanya berencana kembali menggelar turnamen, Indomaret juga membuka peluang menghadirkan Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI) di Kota Probolinggo. Kehadiran akademi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet muda, tentu dengan dukungan sarana, prasarana, dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

Turnamen tahun ini juga melahirkan sederet bintang muda. Dewa Saputra dari SMAN 2 Probolinggo kembali menyabet gelar Best Player kategori putra, sementara Alifia Safitri dari SMAN 4 Probolinggo dinobatkan sebagai Best Player kategori putri.

Sementara itu di posisi runner up kategori putra disabet SMA SAQA, dan kategori putri ditempati SMAN 2 Probolinggo. Posisi ketiga kategori putra diraih SMAN 1 Kraksaan, sedangkan kategori putri menjadi milik SMAN 1 Sumber.

Meski tirai kompetisi di Probolinggo telah ditutup, perjalanan Indomaret Volleyball Tournament 2026 masih berlanjut. Seri berikutnya akan digelar di Tulungagung pada 19-26 Agustus 2026. Para juara dari Probolinggo Raya nantinya akan berhadapan dengan juara seri Tulungagung dalam Mini Tournament di GOR Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI) Sidoarjo, sebuah panggung yang akan menjadi ujian berikutnya bagi para talenta muda terbaik.

Didukung oleh AQUA, Indomaret Volleyball Tournament terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pembinaan bola voli pelajar. Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, ajang ini menjadi panggung lahirnya generasi baru atlet Indonesia yang diharapkan mampu bersinar hingga level nasional bahkan internasional.

Bonek Merapat! Usai Piala Presiden, Persebaya Tantang Penang FC dalam Laga Internasional di GBT

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya belum menutup rangkaian pramusimnya. Setelah memanfaatkan Piala Presiden 2026 sebagai ajang membangun chemistry tim, Green Force kini bersiap menghadapi ujian berikutnya lewat laga International Friendly Game melawan klub Malaysia, Penang FC.

Pertandingan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB. Duel ini diprediksi menjadi kesempatan terakhir bagi Persebaya untuk mengukur kekuatan sebelum mengawali persaingan di Super League 2026/2027.

Bagi pelatih Bernardo Tavares, pertandingan melawan Penang FC bukan sekadar laga persahabatan. Duel internasional itu akan dimanfaatkan untuk memantapkan komposisi tim sekaligus menyempurnakan skema permainan yang telah dibangun sepanjang pramusim.

Sejak awal, Tavares memang menegaskan bahwa target utama Persebaya bukanlah hasil di Piala Presiden, melainkan membentuk tim yang siap bersaing di kompetisi resmi. Karena itu, pelatih asal Portugal tersebut beberapa kali melakukan rotasi pemain dan mencoba berbagai kombinasi skuad dalam dua pertandingan awal turnamen.

Langkah tersebut membuahkan hasil positif. Green Force sukses mengamankan kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta, sebelum kembali meraih kemenangan dengan skor identik saat menghadapi PSMS Medan. Bahkan pada laga kedua, Persebaya memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain lapis kedua dan ketiga sejak menit pertama.

Performa yang terus menunjukkan perkembangan membuat duel kontra Penang FC menjadi momen penting untuk melihat sejauh mana kesiapan skuad Bajul Ijo menghadapi musim baru. Laga ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk merebut tempat utama sebelum kompetisi resmi dimulai.

Antusiasme suporter pun mulai terasa. Panitia pelaksana telah membuka penjualan tiket dengan periode presale khusus bagi pemilik Membership melalui aplikasi Persebaya Selamanya.

“Saat ini penjualan tiket pertandingan sudah dibuka melalui presale khusus Membership di aplikasi Persebaya Selamanya. Tiket presale ini kuotanya terbatas,” ujar Ketua Panpel Persebaya, Surahman.

Dengan atmosfer Gelora Bung Tomo yang dipastikan kembali dipenuhi dukungan Bonek, laga melawan Penang FC diprediksi menjadi pemanasan ideal bagi Persebaya sebelum mengarungi ketatnya persaingan Super League musim 2026/2027.