Beranda blog Halaman 3

Surabaya Gaspol Sambut Porprov IX 2027, KONI Jatim Temukan Sejumlah Catatan di Venue Kertajaya

0

TAKTIK.ID – Meski Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur masih akan digelar pada 2027, persiapan menuju ajang olahraga terbesar di provinsi ini sudah mulai dikebut. KONI Jawa Timur bersama KONI Surabaya dan Disporapar Surabaya turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah venue untuk memastikan seluruh fasilitas siap memenuhi standar penyelenggaraan.

Peninjauan perdana difokuskan di kawasan Kertajaya yang menjadi salah satu pusat olahraga andalan Jawa Timur. Tim gabungan memeriksa kondisi berbagai arena, mulai dari Dojo Karate, Dojo Judo, GOR Tenis Meja, GOR Bulutangkis Sudirman, Lapangan Jatim Seger, Kolam Renang Dispora Jatim, hingga GOR Kertajaya.

Anggota tim inspeksi KONI Jatim, Jeffry Tagore, menilai mayoritas bangunan masih berada dalam kondisi baik. Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas sebuah venue tidak hanya ditentukan oleh struktur bangunan, tetapi juga detail fasilitas yang menunjang kenyamanan atlet dan jalannya pertandingan.

“Venue di sini rata-rata memiliki fondasi yang kuat, namun ‘nyawa’ pertandingan ada pada detail kecil. Kami menemukan beberapa titik lantai yang pecah dan fasilitas sanitasi yang belum memenuhi standar layak. Hal-hal seperti ini bisa mengganggu psikologis atlet dan jalannya laga profesional,” ujar Jeffry saat peninjauan.

Menurutnya, inspeksi sejak dini dilakukan agar proses perbaikan dapat diselesaikan jauh sebelum pelaksanaan Porprov. Dengan begitu, tidak ada lagi pekerjaan renovasi yang dilakukan menjelang hari penyelenggaraan.

“Kita mencuri start lebih awal agar tidak ada istilah last-minute repair. Surabaya adalah kota besar dengan reputasi olahraga yang kuat, persiapannya harus mencerminkan kelas tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Surabaya, Randika Asiani, menjelaskan bahwa persiapan venue telah disusun melalui tiga klaster utama, yakni fasilitas milik Pemerintah Kota Surabaya, aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Unesa, Universitas Hang Tuah, dan Universitas Ciputra.

Menurut Randika, kolaborasi tersebut menjadi strategi untuk memastikan seluruh cabang olahraga memiliki venue yang layak sekaligus memenuhi standar penyelenggaraan. Khusus kawasan Kertajaya, tingkat kesiapan disebut telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.

“Sinergi dengan pihak ketiga adalah kunci agar distribusi venue merata dan berstandar akademik serta profesional. Untuk klaster Kertajaya, secara keseluruhan sudah di angka 80-90 persen, tinggal polesan akhir,” ungkapnya.

Surabaya juga telah memasang target ambisius. Sesuai arahan Wali Kota Surabaya, seluruh proses renovasi dan standarisasi venue ditargetkan rampung pada akhir 2026. Dengan demikian, sepanjang 2027 fokus penyelenggara dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan atlet, operasional pertandingan, dan kesuksesan pelaksanaan Porprov IX.

“Tahun 2026 adalah deadline fisik. Dengan begitu, memasuki Januari 2027, fokus kami sudah murni pada pembinaan atlet dan manajemen penyelenggaraan. Kami ingin sukses secara prestasi, sekaligus sukses secara infrastruktur,” pungkas Randika.

Inspeksi lebih awal ini menjadi sinyal keseriusan Jawa Timur dalam menghadirkan Porprov IX 2027 yang tidak hanya sukses melahirkan prestasi atlet, tetapi juga didukung fasilitas olahraga yang modern, aman, dan berstandar tinggi.

Lolos ke Semifinal Belum Bikin Puas, Bernardo Tavares Ungkap Misi Besar Persebaya di Piala Presiden 2026

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya memastikan diri menjadi tim pertama dari Grup B yang melaju ke semifinal Piala Presiden 2026. Kepastian itu diraih setelah Green Force menaklukkan PSMS Medan dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (29/7).

Gol tunggal kemenangan dicetak kapten tim, Yuran Fernandes, lewat sundulan pada masa injury time babak pertama (45+1). Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan kedua beruntun Persebaya setelah sebelumnya menundukkan Persija Jakarta dengan skor identik.

Meski tiket semifinal sudah berada di tangan, pelatih Bernardo Tavares menegaskan timnya belum berada di level permainan yang diinginkan. Baginya, turnamen pramusim ini menjadi ajang untuk terus membangun kualitas tim jelang bergulirnya kompetisi resmi musim 2026/2027.

“Pertandingan ini sangat penting karena memberi kesempatan bermain kepada lebih banyak pemain. Beberapa pemain masih merasakan kelelahan setelah laga melawan Persija yang berlangsung dengan intensitas sangat tinggi. Karena itu, kami melakukan rotasi agar semua pemain mendapatkan menit bermain sekaligus menjaga kondisi mereka,” ujar Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menjelaskan rotasi menjadi keputusan yang tidak bisa dihindari. Jadwal pertandingan yang padat membuat seluruh pemain harus disiapkan agar tetap berada dalam kondisi terbaik sepanjang turnamen.

Menurut Tavares, Persebaya sempat memperlihatkan permainan yang sesuai dengan rencananya. Namun, ia juga melihat masih ada beberapa periode ketika tim kehilangan kontrol permainan dan kurang maksimal dalam menguasai bola.

“Dalam pertandingan ini ada momen ketika kami bermain sangat baik, tetapi ada juga periode ketika performa kami belum konsisten. Saya tetap senang dengan sikap dan komitmen para pemain. Kami seharusnya bisa lebih lama menguasai bola dan bermain lebih tenang dalam beberapa situasi,” katanya.

Tavares juga memberikan apresiasi kepada PSMS Medan yang mampu memberikan tekanan hingga akhir pertandingan. Menurutnya, tim berjuluk Ayam Kinantan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya sehingga memaksa lini belakang Persebaya tetap waspada.

“PSMS juga tampil baik. Mereka menciptakan dua hingga tiga peluang berbahaya, sehingga kami harus memberikan apresiasi atas permainan mereka,” ucapnya.

Dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan menjadi modal berharga bagi Green Force. Meski demikian, Tavares mengingatkan bahwa pencapaian tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri.

“Yang terpenting, kami meraih dua kemenangan dari dua pertandingan dan belum kebobolan. Catatan itu tentu positif, tetapi masih banyak aspek yang harus terus kami tingkatkan. Sekarang fokus kami adalah memulihkan kondisi pemain dan melihat siapa saja yang siap tampil pada laga terakhir fase grup melawan Port FC,” pungkasnya.

Dengan enam poin dari dua pertandingan, Persebaya telah mengunci satu tempat di semifinal Piala Presiden 2026. Green Force kini membidik kemenangan atas Port FC pada laga terakhir Grup B demi menutup fase grup sebagai juara grup sekaligus menjaga momentum positif sebelum memasuki babak gugur.

Usai Tumbangkan Persija, Tavares Tegaskan Persebaya Belum Sampai di Puncak Permainan

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya sukses mengawali kiprahnya di Grup B Piala Presiden 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7) malam. Meski meraih tiga poin, pelatih Bernardo Tavares menegaskan fokus utamanya bukan pada hasil, melainkan proses mematangkan tim menuju Liga 1 musim 2026/2027.

Gol kemenangan Green Force tercipta pada menit ke-64 melalui gol bunuh diri pemain Persija. Situasi tersebut berawal dari tekanan tinggi yang dilakukan Alex Martins hingga memaksa lini belakang Macan Kemayoran melakukan kesalahan di area pertahanan sendiri.

Bagi Tavares, kemenangan atas salah satu tim terbaik di Indonesia menjadi sinyal positif. Namun, pelatih asal Portugal itu mengingatkan bahwa Persebaya masih berada pada tahap awal pembentukan tim setelah baru menjalani sekitar tiga pekan persiapan.

“Kami baru menjalani sekitar tiga pekan masa persiapan dan ini baru pertandingan kedua kami, menghadapi salah satu tim terbaik di Indonesia. Karena itu saya melihat masih banyak ruang untuk berkembang. Namun, saya senang karena tim bermain dengan kompak dan menunjukkan organisasi permainan yang baik,” ujar Tavares dalam konferensi pers usai pertandingan.

Menurut pelatih berusia 46 tahun tersebut, dua laga awal yang dijalani Persebaya memberikan manfaat besar dalam mempercepat adaptasi pemain. Ia menilai pengalaman menghadapi pertandingan dengan tempo tinggi akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas permainan tim.

“Dua pertandingan pertama dengan intensitas seperti ini menjadi pengalaman yang sangat baik bagi tim. Ini bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas permainan kami,” katanya.

Tavares juga mengungkapkan duel kontra Persija berjalan dengan intensitas yang jauh melampaui laga pramusim pada umumnya. Kondisi itu bahkan membuat tim pelatih harus mengubah rencana pergantian pemain di tengah pertandingan.

“Pertandingan ini berlangsung dengan intensitas yang sangat tinggi. Untuk ukuran laga pramusim, intensitasnya bahkan cukup mengejutkan. Awalnya saya sudah menyiapkan beberapa pergantian pemain, tetapi karena tempo pertandingan sangat tinggi, saya harus menyesuaikan rencana tersebut,” jelasnya.

Meski puas dengan semangat juang dan disiplin permainan yang ditampilkan anak asuhnya, Tavares menegaskan Persebaya belum mencapai performa terbaik. Ia ingin tim terus berkembang agar benar-benar siap bersaing saat kompetisi resmi dimulai.

“Sekarang tugas kami adalah terus membangun tim agar semakin kuat menghadapi kompetisi nanti,” tutup Tavares.

Persebaya Awali Piala Preaisen dengan Kemenangan, Shin Tae-yong Soroti Minimnya Waktu Persiapan

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya mengawali langkahnya di Grup B Piala Presiden 2026 dengan hasil positif setelah menundukkan Persija Jakarta 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7). Satu-satunya gol dalam laga ini lahir dari gol bunuh diri bek Persija, Radovan Pankov, pada menit ke-63.

Tambahan tiga poin menjadi bekal penting bagi Green Force dalam persaingan di fase grup. Sebaliknya, Persija harus mengawali turnamen pramusim tanpa poin meski sempat memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.

Usai laga, pelatih Persija Shin Tae-yong mengakui timnya belum mampu tampil dalam kondisi terbaik. Menurutnya, waktu persiapan yang singkat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa Macan Kemayoran.

“Saya mengucapkan selamat kepada Persebaya yang memenangkan pertandingan hari ini,” ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers.

Pelatih asal Korea Selatan itu menilai kedua tim masih berada dalam proses membangun performa menuju kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Karena itu, pertandingan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi sejak awal hingga akhir.

“Kedua tim telah bekerja sangat keras, tetapi proses persiapan kami memang cukup singkat sehingga cukup sulit bagi kedua belah pihak. Saya tetap berterima kasih kepada para pemain karena telah memberikan yang terbaik,” kata Shin.

Persija sebenarnya lebih dulu mengancam lewat peluang Victor Dethan pada menit kesembilan setelah menerima umpan Witan Sulaeman. Namun, lini belakang Persebaya berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Setelah itu, Persebaya mulai menguasai jalannya pertandingan. Miguel Pereira dan Francisco Rivera beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat babak pertama berakhir tanpa gol.

Memasuki paruh kedua, tempo pertandingan meningkat. Persija sempat memperoleh peluang emas melalui Stjepan Loncar pada menit ke-49, namun penyelamatan gemilang Ernando Ari menjaga gawang Persebaya tetap aman.

Gol penentu akhirnya tercipta pada menit ke-63 ketika Radovan Pankov salah mengantisipasi bola dan justru mengarahkannya ke gawang sendiri. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan Persebaya hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini menempatkan Persebaya dalam posisi yang baik di klasemen sementara Grup B Piala Presiden 2026. Sementara itu, Persija membawa pulang pekerjaan rumah untuk meningkatkan kekompakan tim sebelum memasuki kompetisi resmi musim 2026/2027.

Arema FC Berniat Matangkan Tim di Piala Presiden 2026

0

TAKTIK.ID – Arema FC resmi memulai perjalanan menuju Piala Presiden 2026 dengan membawa 27 pemain untuk menjalani fase Grup A di Bandung. Turnamen pramusim tersebut dimanfaatkan Singo Edan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Rombongan bertolak dari Bandara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, pada Kamis (23/7) pagi menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Di fase grup, Arema FC akan menghadapi Persib Bandung, Tampines Rovers asal Singapura, dan DPMM FC dari Brunei Darussalam. Laga pembuka akan mempertemukan Singo Edan dengan tuan rumah Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Sabtu (25/7).

Pelatih Marcos Santos membawa komposisi pemain yang memadukan sosok berpengalaman, rekrutan anyar, serta pemain muda. Total terdapat empat penjaga gawang, 10 bek, tujuh gelandang, dan enam penyerang yang dipersiapkan untuk menguji kesiapan tim sebelum musim resmi dimulai.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa hasil akhir di Piala Presiden bukan menjadi prioritas utama klub. Menurutnya, turnamen pramusim ini lebih difokuskan untuk meningkatkan kualitas permainan tim sekaligus mempercepat proses adaptasi pemain baru dengan skema yang diterapkan pelatih.

“Secara tim memang sudah siap, tapi itu bukan target utama. Persiapan Arema kali ini lebih matang daripada tahun lalu,” ujar Yusrinal.

Ia menambahkan, Piala Presiden menjadi momen yang tepat bagi tim pelatih untuk mengukur perkembangan latihan, membangun chemistry antarpemain, hingga menemukan komposisi terbaik sebelum Super League bergulir.

“Pramusim bukan target utama, tapi kalau misal kita bisa ambil lagi trofinya, itu bonus buat kita. Saya pesan ke pelatih, lakukan yang terbaik di pramusim ini, karena ini ajang trial untuk menghadapi kompetisi,” kata pria yang akrab disapa Inal tersebut.

Dalam daftar pemain yang dibawa ke Bandung, Arema FC menyertakan Muhammad Adi Satryo, Syahrul Trisna Fadillah, Gianluca Claudio Pandeynuwu, dan Erlangga Setyo Dwi Saputra di posisi penjaga gawang. Lini belakang diperkuat Julian Guevara Munoz, Hansamu Yama, Alfeandra Dewangga, Robi Darwis, Johan Ahmat Farizi, Leo Guntara, Bayu Setiawan, Walisson Maia, Diego Luiz Landis, serta Achmad Maulana Syarif.

Di sektor tengah terdapat Arkhan Fikri, Fikri Arjidan, Betinho, Matheus Blade, Careca, Dendi Santoso, dan Gustavo Franca Amadio. Sementara lini depan akan diisi Salim Tuharea, Hamzah Titovani Rivaldy, Gabriel Silva Costa, Joel Vinicius, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar, dan Gustavo Henrique Rodrigues.

Dengan persiapan yang diklaim lebih matang dibanding musim lalu, Arema FC berharap Piala Presiden 2026 dapat menjadi pijakan untuk membentuk tim yang semakin solid dan siap bersaing saat kompetisi Super League 2026/2027 resmi dimulai.

Diogo Ramalho Optimistis Persebaya Siap Hadapi Piala Presiden

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya terus memantapkan persiapan menjelang tampil di Piala Presiden 2026. Turnamen pramusim tersebut akan menjadi ajang pertama Green Force untuk menguji hasil latihan sebelum mengarungi musim kompetisi yang baru.
Langkah Persebaya akan dimulai dengan menghadapi Persija Jakarta pada Minggu (26/7) di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada babak penyisihan Grup B, Green Force juga akan bersaing dengan PSMS Medan dan wakil Thailand, Port FC.

Gelandang anyar Persebaya, Diogo Ramalho, menilai perkembangan tim terus menunjukkan tren positif. Menurut pemain asal Portugal itu, seluruh skuad memanfaatkan setiap sesi latihan untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperkuat kekompakan tim.

“Persiapan kami berjalan dengan baik. Setiap hari kami berusaha memanfaatkan sesi latihan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pemahaman permainan dan membangun chemistry di dalam tim. Saya melihat semua pemain memiliki semangat yang tinggi untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik,” ujar Diogo, Kamis (23/7).

Diogo juga mengapresiasi program latihan yang disusun pelatih kepala Bernardo Tavares bersama staf kepelatihan. Ia menilai setiap sesi latihan memiliki target yang jelas sehingga membantu para pemain memahami skema permainan yang diinginkan.

“Tim pelatih telah menyiapkan program yang sangat baik untuk kami. Setiap latihan memiliki intensitas dan tujuan yang berbeda. Kami terus belajar memahami apa yang diinginkan pelatih, baik dalam fase menyerang maupun bertahan. Saya merasa tim terus menunjukkan progres yang positif dari hari ke hari,” katanya.

Piala Presiden 2026 menjadi pengalaman perdana bagi Diogo mengenakan seragam Persebaya di pertandingan resmi. Karena itu, pemain berusia 27 tahun tersebut mengaku sudah tidak sabar merasakan atmosfer pertandingan bersama dukungan Bonek dan Bonita.

“Tentu saya sangat antusias. Ini akan menjadi turnamen (pramusim) pertama saya bersama Persebaya dan saya tidak sabar untuk bermain di hadapan para Bonek dan Bonita,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar mengejar hasil, Diogo berharap Piala Presiden menjadi momentum bagi Persebaya untuk memperlihatkan perkembangan tim yang telah dibangun selama masa pramusim.

DIogo juga ingin menunjukkan kepada Bonek dan Bonita, bahwa skuad Persebaya saat ini sedang berkembang. Dari masa persiapan ini ia menekankan jika membangun kekompakan didalam tim merupakan hal penting dalam menghadapi kompetisi yang akan datang.

Tavares Fokus Bangun Fondasi Persebaya di Piala Presiden 2026

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya akan memanfaatkan Piala Presiden 2026 sebagai ajang pematangan tim sebelum menghadapi Super League 2026/2027. Pelatih Bernardo Tavares menilai turnamen pramusim tersebut menjadi momen yang tepat untuk mengukur perkembangan skuad sekaligus mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani selama masa persiapan.

Green Force dijadwalkan memulai kiprahnya di Grup B dengan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (26/7). Selain Persija, Persebaya juga akan bersaing dengan PSMS Medan dan wakil Thailand, Port FC, untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

Meski menginginkan hasil maksimal di setiap pertandingan, Tavares menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada perkembangan tim. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kondisi skuad saat ini masih berada dalam tahap awal pembentukan sehingga membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik.

“Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya,” ujar Tavares, Kamis (23/7).

Pelatih berusia 46 tahun itu menjelaskan bahwa program pramusim tidak hanya difokuskan pada peningkatan kebugaran pemain, tetapi juga membangun pemahaman terhadap taktik dan filosofi permainan yang akan menjadi identitas Persebaya sepanjang musim. Kehadiran sejumlah pemain baru juga membuat proses adaptasi menjadi salah satu perhatian utama tim pelatih.

“Kami baru memasuki fase pramusim. Waktu persiapan masih sangat singkat. Fokus kami bukan hanya meningkatkan kondisi fisik pemain, tetapi juga mulai menerapkan prinsip-prinsip taktik yang akan digunakan sepanjang musim. Semua aspek harus berkembang secara bersamaan,” katanya.

Tavares mengakui masih ada beberapa pemain yang belum berada dalam kondisi fisik terbaik, baik karena baru pulih dari cedera maupun belum mencapai tingkat kebugaran yang diharapkan. Meski demikian, ia melihat perkembangan positif yang terus ditunjukkan skuadnya dalam beberapa pekan terakhir.

“Saat ini masih ada beberapa pemain yang belum berada dalam kondisi terbaik. Ada yang baru pulih dari cedera, ada juga yang kebugarannya belum maksimal. Namun, dibandingkan sebelumnya, kondisi tim sudah menunjukkan perkembangan yang positif,” jelasnya.

Bagi Tavares, Piala Presiden bukan sekadar turnamen pramusim, melainkan kesempatan untuk menguji kesiapan pemain dalam atmosfer pertandingan kompetitif. Dari ajang ini, ia ingin melihat sejauh mana para pemain mampu menerapkan instruksi yang diberikan saat latihan sekaligus menentukan komposisi terbaik menjelang musim baru.

“Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan.”

Menutup pernyataannya, Tavares menegaskan bahwa perkembangan permainan akan menjadi tolok ukur utama Persebaya selama mengikuti Piala Presiden 2026.

“Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini,” pungkasnya.

Indomaret Volleyball Tournament 2026 Dimulai! 40 Tim Pelajar Ramaikan Persaingan di Probolinggo

0

TAKTIK.ID – Indomaret Volleyball Tournament 2026 resmi dimulai di GOR Mastrip, Kota Probolinggo, Kamis (23/7/2026). Sebanyak 40 tim pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat dari wilayah Probolinggo Raya ambil bagian dalam turnamen yang akan berlangsung hingga 30 Juli 2026 untuk memperebutkan Piala Wali Kota Probolinggo.

Aqua sebagai sponsor Indomaret Volleyball Tournament 2026 menyiapkan total hadiah sebesar Rp56 juta, yang akan diperebutkan oleh 25 tim putra dan 15 tim putri. Kompetisi ini kembali menjadi salah satu agenda bola voli antarpelajar terbesar di Jawa Timur sekaligus ajang pembinaan atlet muda.

Memasuki penyelenggaraan edisi kesembilan sejak pertama kali digelar pada 2016, turnamen tersebut terus menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang menuju jenjang yang lebih tinggi.

Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada Indomaret yang kembali mempercayakan Kota Probolinggo sebagai lokasi penyelenggaraan.

“Kota Probolinggo untuk keempat kalinya menjadi tuan rumah dan ini tentu bukan tanpa alasan. Salah satunya karena animo suporter di Kota Probolinggo yang luar biasa,” ujar Aminuddin.

Selain mengapresiasi penyelenggaraan turnamen, Pemerintah Kota Probolinggo juga berharap kerja sama dengan Indomaret dapat berkembang melalui kehadiran Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI) di daerah tersebut. Kehadiran akademi dinilai dapat memperkuat sistem pembinaan atlet usia muda sehingga melahirkan lebih banyak pemain berprestasi.

Aminuddin juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan ketertiban selama pertandingan berlangsung agar pelaksanaan turnamen berjalan lancar dan Kota Probolinggo tetap dipercaya menjadi tuan rumah pada edisi-edisi berikutnya.

“Saya berharap adik-adik menjaga sportivitas dan ketertiban agar tahun depan hingga tahun-tahun berikutnya Kota Probolinggo tetap dipercaya menjadi tuan rumah turnamen bola voli pelajar dari Indomaret,” sambungnya.

Di sisi lain, Manajer Akademi Bola Voli Indomaret (ABVI), Sutono, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari komitmen Indomaret dalam mendukung pengembangan olahraga bola voli di Indonesia. Menurutnya, kompetisi pelajar menjadi sarana penting untuk menemukan atlet-atlet potensial yang dapat dibina hingga level profesional.

“Turnamen ini memperebutkan Piala Wali Kota Probolinggo dan menjadi bukti komitmen Indomaret terhadap pengembangan olahraga bola voli,” ujar Sutono.

Sutono menambahkan, Probolinggo memiliki nilai istimewa karena selalu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Dukungan tersebut menjadi salah satu alasan kota ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen.

“Kota Probolinggo memang spesial. Untuk keempat kalinya secara berturut-turut kota ini menjadi pilihan penyelenggaraan. Hal itu tidak lepas dari dukungan luar biasa Pemerintah Kota Probolinggo,” ungkapnya

Tak hanya berlangsung di Probolinggo Raya, rangkaian Indomaret Volleyball Tournament 2026 juga akan hadir di Tulungagung. Daerah tersebut menjadi tuan rumah baru dengan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di GOR Lembu Peteng pada 19–26 Agustus 2026.

Sebagai penutup rangkaian kompetisi, tim juara putra dan putri dari Probolinggo Raya serta Tulungagung akan bertemu dalam Mini Tournament di GOR ABVI Sidoarjo pada 22 Agustus 2026.

Selain memperebutkan gelar terbaik, para juara juga akan mendapat kesempatan menghadapi siswa Akademi Bola Voli Indomaret sebagai pengalaman bertanding di level kompetisi yang lebih tinggi.

Didukung oleh AQUA, Indomaret Volleyball Tournament 2026 diharapkan terus menjadi ruang pembinaan atlet muda sekaligus memperkuat budaya olahraga di kalangan pelajar Jawa Timur melalui kompetisi yang sehat, sportif, dan berkelanjutan.

Usai Lakoni 99th Anniversary Game, Persebaya Pantau Kebugaran Pemain Dengan CMJ Test

0

TAKTIK.ID – Persebaya Surabaya langsung mengalihkan fokus pada pemulihan kondisi pemain usai menjalani laga pramusim bertajuk 99th Anniversary Game kontra PSIS Semarang yang berakhir imbang 2-2. Setelah libur sehari, skuad Bajol Ijo kembali berlatih di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo pada Selasa (21/7) dengan agenda utama sesi recovery dan evaluasi fisik.

Tim pelatih memanfaatkan Counter Movement Jump (CMJ) Test untuk mengukur kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, hingga kesiapan pemain menghadapi program latihan berikutnya.

Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menyebut tes ini menjadi acuan penting karena hasilnya dibandingkan dengan data dasar setiap pemain yang telah dikumpulkan sejak awal persiapan musim.

“Melalui tes ini kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Dalam proses pengukuran, Persebaya menggunakan teknologi VALD Performance yang mampu menyajikan data objektif, mulai dari tinggi lompatan hingga daya ledak (peak power) pemain.

Performance Coach DBL Academy, Muhammad Nur Rofik, menjelaskan bahwa data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan tim medis untuk menentukan program latihan yang paling sesuai.

CMJ Test dilakukan pada H+2 setelah pertandingan agar respons fisik pemain pasca-laga dapat terlihat lebih jelas. Hasil evaluasi ini diharapkan membantu tim menjaga performa sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Persebaya memang tak memiliki banyak waktu untuk bersantai. Green Force kini bersiap menghadapi Piala Presiden 2026, di mana mereka tergabung di Grup B bersama Port FC (Thailand), PSMS Medan, dan Persija Jakarta.

Turnamen pramusim tersebut akan menjadi tolok ukur penting bagi tim sebelum mengarungi kompetisi resmi musim 2026/2027.

Debut Manis Yan Mabella! Gol Perdana Dihadapan Puluhan Ribu Bonek Bonita

0

TAKTIK.ID – Penyerang anyar Persebaya, Yann Mabella, mengaku merasakan pengalaman yang belum pernah ia temui sepanjang karier profesionalnya saat tampil dalam 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7).

Bagi striker asal Kongo tersebut, laga debut di hadapan publik Surabaya menjadi momen spesial. Bukan hanya karena sukses mencetak gol perdana untuk Green Force, tetapi juga berkat atmosfer luar biasa yang diciptakan ribuan Bonek dan Bonita yang memadati stadion.

“Atmosfer di stadion benar-benar luar biasa. Saya sangat terkesan melihat begitu banyak suporter datang memberikan dukungan kepada tim. Sepanjang karier saya, ini menjadi salah satu pengalaman terbaik yang pernah saya rasakan,” ungkap Yann, dikutip dari laman resmi klub, Selasa (21/7).

Mantan penyerang Terengganu FC itu mengaku belum pernah merasakan dukungan sebesar yang ia dapatkan di Surabaya. Menurutnya, kecintaan Bonek dan Bonita terhadap Persebaya menjadi pembeda dibanding pengalaman yang pernah ia rasakan saat berkarier di Liga Malaysia.

“Saat bermain di Liga Malaysia, jumlah penontonnya tidak sebanyak ini. Di sini saya bisa merasakan kecintaan yang sangat besar terhadap sepak bola dan Persebaya,” katanya.

Pemain yang telah mengoleksi tujuh caps bersama Timnas Kongo itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bonek dan Bonita yang tanpa henti menyanyikan dukungan sepanjang pertandingan. Yann menilai energi dari tribun memberikan dorongan besar bagi para pemain untuk terus berjuang di lapangan.

“Saya sangat menyukai semangat mereka. Suara yang mereka ciptakan, dukungan yang terus diberikan sejak awal hingga akhir pertandingan, benar-benar membantu pemain di lapangan. Sebagai pemain, tentu sangat menyenangkan ketika melihat suporter selalu berada di belakang tim dalam situasi apa pun,” ungkapnya.

Malam istimewa Yann semakin sempurna setelah ia mencetak gol perdananya bersama Persebaya. Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, striker berusia 30 tahun itu sukses membawa Bajol Ijo sempat unggul sebelum pertandingan berakhir imbang 2-2.

Gol tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi Yann sejak bergabung dengan Persebaya pada musim 2026/2027. Meski bahagia dengan torehan perdananya, ia menegaskan bahwa target utamanya adalah terus berkembang dan membantu tim meraih hasil terbaik.

“Tentu saya sangat senang bisa mencetak gol pertama untuk Persebaya. Sebagai seorang penyerang, mencetak gol selalu memberikan perasaan yang istimewa. Namun yang lebih penting bagi saya adalah bisa membantu tim dan merasakan kebahagiaan itu bersama rekan-rekan setim serta para suporter,” ucapnya.

Yann menegaskan gol tersebut hanyalah langkah awal. Ia bertekad terus bekerja keras, beradaptasi dengan skuad Green Force, dan memberikan kontribusi lebih besar sepanjang musim.

“Gol ini memberikan kepercayaan diri dan motivasi tambahan untuk saya. Saya ingin terus bekerja keras, beradaptasi dengan tim, dan memberikan yang terbaik setiap kali mendapatkan kesempatan bermain. Saya berharap bisa membantu Persebaya meraih banyak hasil positif musim ini,” pungkasnya.