BerandaSportainmentLuar LapanganRahasia Hattrick Juara Umum PON Terungkap, Pengprov POSSI Jatim: Medali Dimenangkan Jauh...

Rahasia Hattrick Juara Umum PON Terungkap, Pengprov POSSI Jatim: Medali Dimenangkan Jauh Sebelum Hari Pertandingan

TAKTIK.ID – Tiga kali berturut-turut menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) bukanlah hasil yang datang secara kebetulan bagi cabang olahraga selam Jawa Timur. Di balik dominasi tersebut, terdapat proses pembinaan jangka panjang melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Ketua Umum Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menegaskan keberhasilan di ajang olahraga terbesar nasional tidak dibangun dalam waktu singkat. Menurutnya, fondasi prestasi lahir dari latihan harian yang terencana, disiplin, dan dievaluasi secara berkelanjutan.

“Medali diraih saat PON, tetapi juara dibentuk setiap hari selama Puslatda,” kata Mirza, Minggu (2/8).

Mirza menjelaskan setiap program latihan harus memiliki target yang jelas, dilaksanakan secara day to day, disertai evaluasi rutin, serta diimbangi uji coba maupun kompetisi untuk mengukur perkembangan atlet sebelum tampil di PON.

“Prestasi di PON merupakan akumulasi dari ribuan jam latihan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan target dan evaluasi yang jelas pada setiap tahap,” ujarnya.

Keseriusan pembinaan itu tercermin pada pelaksanaan Puslatda jelang PON sebelumnya yang dipusatkan di Kolam Renang Saigon, Pasuruan. Program tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas latihan, tetapi juga didukung pembiayaan menyeluruh, mulai dari sewa kolam, akomodasi, konsumsi dan gizi atlet, perlengkapan latihan, transportasi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Menurut Mirza, dukungan yang komprehensif menjadi faktor penting agar atlet dan pelatih dapat fokus menjalankan seluruh program latihan tanpa terganggu persoalan di luar lapangan.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi atlet senior yang telah berkeluarga. Mereka, kata Mirza, tidak hanya dituntut menjaga performa, tetapi juga harus memikirkan kebutuhan rumah tangga.

“Bagi atlet yang telah berkeluarga, tantangannya bukan hanya meningkatkan performa untuk meraih prestasi, tetapi juga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Karena itu, Puslatda memerlukan dukungan yang komprehensif agar atlet dan pelatih dapat berkonsentrasi penuh menjalankan program latihan,” jelasnya.

Bagi Mirza, mempertahankan status juara umum tidak cukup hanya mengandalkan bakat atlet atau kualitas pelatih. Keberhasilan harus ditopang sistem pembinaan yang berjalan berkesinambungan dan mampu memberikan kepastian bagi seluruh elemen tim selama menjalani proses latihan.

“Juara tidak dibentuk pada hari pertandingan. Juara dibentuk setiap hari ketika atlet datang berlatih, menjalankan program dengan disiplin, dan memiliki ketenangan untuk fokus mengejar prestasi,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read