TAKTIK.ID – Meski Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur masih akan digelar pada 2027, persiapan menuju ajang olahraga terbesar di provinsi ini sudah mulai dikebut. KONI Jawa Timur bersama KONI Surabaya dan Disporapar Surabaya turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah venue untuk memastikan seluruh fasilitas siap memenuhi standar penyelenggaraan.
Peninjauan perdana difokuskan di kawasan Kertajaya yang menjadi salah satu pusat olahraga andalan Jawa Timur. Tim gabungan memeriksa kondisi berbagai arena, mulai dari Dojo Karate, Dojo Judo, GOR Tenis Meja, GOR Bulutangkis Sudirman, Lapangan Jatim Seger, Kolam Renang Dispora Jatim, hingga GOR Kertajaya.
Anggota tim inspeksi KONI Jatim, Jeffry Tagore, menilai mayoritas bangunan masih berada dalam kondisi baik. Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas sebuah venue tidak hanya ditentukan oleh struktur bangunan, tetapi juga detail fasilitas yang menunjang kenyamanan atlet dan jalannya pertandingan.
“Venue di sini rata-rata memiliki fondasi yang kuat, namun ‘nyawa’ pertandingan ada pada detail kecil. Kami menemukan beberapa titik lantai yang pecah dan fasilitas sanitasi yang belum memenuhi standar layak. Hal-hal seperti ini bisa mengganggu psikologis atlet dan jalannya laga profesional,” ujar Jeffry saat peninjauan.
Menurutnya, inspeksi sejak dini dilakukan agar proses perbaikan dapat diselesaikan jauh sebelum pelaksanaan Porprov. Dengan begitu, tidak ada lagi pekerjaan renovasi yang dilakukan menjelang hari penyelenggaraan.
“Kita mencuri start lebih awal agar tidak ada istilah last-minute repair. Surabaya adalah kota besar dengan reputasi olahraga yang kuat, persiapannya harus mencerminkan kelas tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Surabaya, Randika Asiani, menjelaskan bahwa persiapan venue telah disusun melalui tiga klaster utama, yakni fasilitas milik Pemerintah Kota Surabaya, aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Unesa, Universitas Hang Tuah, dan Universitas Ciputra.
Menurut Randika, kolaborasi tersebut menjadi strategi untuk memastikan seluruh cabang olahraga memiliki venue yang layak sekaligus memenuhi standar penyelenggaraan. Khusus kawasan Kertajaya, tingkat kesiapan disebut telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.
“Sinergi dengan pihak ketiga adalah kunci agar distribusi venue merata dan berstandar akademik serta profesional. Untuk klaster Kertajaya, secara keseluruhan sudah di angka 80-90 persen, tinggal polesan akhir,” ungkapnya.
Surabaya juga telah memasang target ambisius. Sesuai arahan Wali Kota Surabaya, seluruh proses renovasi dan standarisasi venue ditargetkan rampung pada akhir 2026. Dengan demikian, sepanjang 2027 fokus penyelenggara dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan atlet, operasional pertandingan, dan kesuksesan pelaksanaan Porprov IX.
“Tahun 2026 adalah deadline fisik. Dengan begitu, memasuki Januari 2027, fokus kami sudah murni pada pembinaan atlet dan manajemen penyelenggaraan. Kami ingin sukses secara prestasi, sekaligus sukses secara infrastruktur,” pungkas Randika.
Inspeksi lebih awal ini menjadi sinyal keseriusan Jawa Timur dalam menghadirkan Porprov IX 2027 yang tidak hanya sukses melahirkan prestasi atlet, tetapi juga didukung fasilitas olahraga yang modern, aman, dan berstandar tinggi.