BerandaSportainmentLuar LapanganJarang Bergerak Bisa Jadi Ancaman, Pakar Unesa Ungkap Pentingnya Aktivitas Fisik

Jarang Bergerak Bisa Jadi Ancaman, Pakar Unesa Ungkap Pentingnya Aktivitas Fisik

TAKTIK.ID – Aktivitas fisik tidak selalu identik dengan olahraga berat. Berdiri, berjalan beberapa menit, memilih menggunakan tangga, hingga berjalan saat menelepon ternyata bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga tubuh tetap aktif di tengah rutinitas modern yang semakin minim gerak.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Irmantara Subagio, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kebiasaan kurang bergerak. Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Kebiasaan duduk terlalu lama di depan komputer, bepergian menggunakan kendaraan, hingga menghabiskan waktu luang dengan gawai membuat tubuh semakin jarang bergerak. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut bukan hanya berdampak terhadap kebugaran, tetapi juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, hingga stroke.

Berbagai penyakit tersebut bahkan dikenal sebagai the silent killer karena dapat menyerang tanpa menunjukkan gejala yang mencurigakan dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan kematian secara mendadak.

“Secara biologis, tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Ketika tubuh berada dalam kondisi tidak aktif secara terus-menerus, terjadi gangguan pada berbagai sistem tubuh,” jelasnya.

Jangan Tunggu Muncul Gejala

Menurut Irmantara, kebiasaan aktif perlu dibangun sedini mungkin. Masyarakat tidak perlu menunggu munculnya gejala penyakit atau memasuki usia lanjut untuk mulai meningkatkan aktivitas fisik.

Pada usia pertumbuhan, aktivitas fisik berperan dalam memperkuat tulang dan otot. Kebiasaan bergerak juga mendukung perkembangan sistem saraf dan kemampuan motorik, sekaligus melatih koordinasi gerak serta kebugaran.

Sementara bagi kelompok usia muda dan produktif, aktivitas fisik dapat membantu memperkuat otot, meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, serta membangun kapasitas fisik sebagai modal menjalani aktivitas sehari-hari.

Aktivitas fisik juga membantu mempertahankan kebugaran, mengendalikan berat badan, menjaga kesehatan jantung dan metabolisme, serta menurunkan risiko penyakit kronis.

Manfaat tersebut tetap penting bagi kelompok usia lanjut. Aktivitas fisik dapat membantu mempertahankan kekuatan, mobilitas, keseimbangan, fungsi kognitif, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Gerak Sederhana, Dampak Tetap Besar

Untuk mulai menerapkan pola hidup aktif, masyarakat tidak harus langsung menjalani latihan dengan intensitas tinggi. Kebiasaan sederhana dalam rutinitas sehari-hari pun dapat menjadi awal yang baik.

Salah satunya dengan mengurangi durasi duduk dalam waktu lama. Mereka yang bekerja di depan komputer dapat berdiri atau berjalan selama 2–3 menit setelah duduk selama 45–60 menit.

Aktivitas fisik intensitas sedang seperti jalan cepat atau bersepeda juga dapat dilakukan secara rutin setiap minggu. Gerakan tambahan bisa dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti memilih tangga daripada lift, berjalan ketika menelepon, atau memarkir kendaraan sedikit lebih jauh dari tujuan.

“Gerakan sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap memberikan dampak bagi tubuh. Kegiatan tersebut dapat dikombinasikan dengan latihan penguatan otot atau latihan di pusat kebugaran,” pungkasnya.

Kebiasaan bergerak tersebut dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat yang lebih menyeluruh. Setelah mulai aktif secara fisik, masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan dan pola tidur.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga kebugaran dan menekan risiko penyakit di kemudian hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read