TAKTIK.ID – Drama menegangkan plus antiklimaks tersaji di Stadion Gelora 10 November, Surabaya. Kemenangan De Red FC yang sudah berada di depan mata harus sirna secara dramatis saat menjamu RANS Nusantara FC pada lanjutan Pegadaian Championship 2026/27, Sabtu (19/9/2026).
Tampil begitu dominan di awal laga dan sempat memimpin tiga gol tanpa balas, skuad asuhan Aji Santoso pada akhirnya harus rela berbagi angka setelah pertandingan berkesudahan dengan skor imbang 3-3.
De Red FC sejatinya bermain trengginas sejak peluit pertama dibunyikan. Ketajaman lini depan tuan rumah dibuktikan lewat torehan brace (dua gol) dari Fellipe Veloso pada menit ke-26 dan 45. Pesta gol tampaknya akan terjadi ketika Mochammad Supriadi sukses memperlebar margin menjadi 3-0 hanya delapan menit memasuki babak kedua 53′.
Namun, euforia tersebut seketika berubah menjadi petaka. RANS Nusantara FC menolak menyerah dan mulai memangkas jarak lewat aksi Jan Martin Hoel Andersen di menit ke-56. Momentum kebangkitan tim tamu semakin tak terbendung ketika wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti Ladji Malle di menit 70 sukses mengoyak jala tuan rumah dan membuat mental para pemain de Red FC goyah.
Puncak mimpi buruk tuan rumah akhirnya datang di masa injury time. Muhammad Almaghfiru Inzaghi tampil sebagai pahlawan RANS Nusantara setelah mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90, sekaligus merampas tiga poin De Red FC yang nyaris masuk kantong.
Kegagalan mempertahankan keunggulan masif ini menjadi pukulan telak bagi ruang ganti tuan rumah. Winger De Red FC, Mochammad Supriadi, tak bisa menutupi rasa frustrasinya usai pertandingan.
“Sungguh disayangkan dalam pertandingan ini. Kita sebagai pemain cukup kecewa dengan hasil ini,” ungkap pemain berusia 24 tahun tersebut.
Juru taktik De Red FC, Aji Santoso, tak kalah murka dengan kelalaian anak asuhnya. Eks pelatih Persebaya Surabaya itu menyoroti runtuhnya fokus dan mentalitas lini belakang timnya, terutama setelah RANS FC mendapatkan hadiah penalti.
Di samping itu, ia juga menyesalkan kegagalan Fellipe Veloso dalam mengonversi dua peluang emas tambahan yang bisa saja membunuh jalannya pertandingan lebih awal.
“Setelah kena penalti tadi membuat mental pemain lawan naik, sementara mental pemain saya malah panik,” terang Aji dengan rasa kecewa.
“Sangat disayangkan kita sudah unggul tiga gol tapi ada kesalahan pemain sehingga lawan bisa menyamakan kedudukan 3-3. Ini akan menjadi evaluasi buat kami, padahal gol-gol tadi sebenarnya tercipta dengan sangat baik,” tambahnya.
Kini, de Red FC dituntut untuk segera mengevaluasi kelengahan fatal ini dan kembali fokus menatap jadwal padat. Pada pekan selanjutnya, Supriadi dkk dijadwalkan melakoni laga tandang melawan Persiba Balikpapan di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (25/9/2026) mendatang.
Aji Santoso berharap pada laga krusial tersebut, timnya sudah bisa tampil dengan kekuatan terbaiknya.
“Mudah-mudahan pemain asing kami pada pertandingan ketiga nanti sudah bisa bermain penuh untuk mendongkrak performa,” tutup sang pelatih.

