Beranda blog Halaman 5

Miguel Pereira Terpukau dengan Intensitas Latihan Perdana Persebaya, Yakin Adaptasi Berjalan Cepat

0

Taktik.id – Gelandang anyar Persebaya Surabaya, Miguel Pereira, mengaku terkesan dengan intensitas latihan perdana Bajol Ijo dalam menyambut musim 2026/2027. Pemain asal Portugal itu menilai sesi latihan pertamanya bersama Green Force menjadi awal yang positif untuk beradaptasi dengan tim, pelatih, dan atmosfer sepak bola di Surabaya.

Persebaya menggelar latihan perdana pada Sabtu (11/7) sore di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo. Sebanyak 32 pemain mengikuti sesi latihan yang dipimpin langsung oleh pelatih Bernardo Tavares sebagai langkah awal persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.

Bagi Miguel Pereira, latihan tersebut bukan sekadar menjalani program fisik, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk mulai membangun chemistry bersama rekan-rekan setim.

“Latihan hari ini berjalan dengan bagus dan menjadi momen penting bagi saya untuk mulai mengenal rekan-rekan setim serta tim pelatih. Memang tidak mudah, tetapi saya berharap ini menjadi awal dari sesuatu yang spesial bersama Persebaya,” ujar Miguel.

Pemain berusia 27 tahun itu mengungkapkan bahwa tempo latihan yang diberikan sejak hari pertama cukup tinggi. Meski demikian, ia mengaku menikmati setiap materi yang disiapkan tim pelatih dan merasa mampu mengimbanginya.

“Intensitas latihan pada hari pertama sangat tinggi. Untuk ukuran sesi perdana, saya pikir tempo yang diberikan cukup menantang. Namun saya menikmatinya dan merasa kondisi saya cukup baik untuk mengikuti seluruh rangkaian latihan,” ucapnya.

Pada latihan perdana tersebut, Bernardo Tavares langsung mengombinasikan latihan fisik dengan aspek taktik. Program itu menjadi bagian dari persiapan Persebaya sebelum menjalani laga pramusim bertajuk 99th Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (19/7).

Miguel menilai sesi awal seperti ini memiliki peran besar dalam mempercepat proses adaptasinya bersama Green Force. Selain memahami gaya bermain tim, ia juga mulai mengenal kondisi cuaca dan metode kepelatihan yang diterapkan di Persebaya.

“Sesi pertama seperti ini sangat penting dalam proses adaptasi. Saya bisa mulai memahami kondisi cuaca di sini, mengenal karakter rekan-rekan setim, dan memahami cara kerja pelatih. Semua itu sangat membantu saya untuk beradaptasi lebih cepat di lingkungan baru,” pungkasnya.

Latihan perdana Persebaya berlangsung dengan suasana penuh antusiasme. Selain Miguel Pereira, sejumlah pemain anyar juga mulai bergabung dalam sesi tersebut, di antaranya Yuran Fernandes, Diogo Ramalho, Reza Arya, Yann Mabella, dan Walber Motta.

Kehadiran para wajah baru menjadi sinyal keseriusan Persebaya dalam membangun skuad yang kompetitif untuk menghadapi musim 2026/2027. Dengan persiapan yang mulai digenjot sejak awal, Bajol Ijo berharap mampu tampil konsisten dan bersaing di papan atas kompetisi musim ini.

Persebaya Mulai Persiapan Musim 2026/2027, Bernardo Tavares Langsung Genjot Latihan Fisik dan Taktik

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya resmi memulai persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Skuad Green Force menggelar latihan perdana di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (11/7) sore dengan dipimpin langsung pelatih kepala Bernardo Tavares.

Sesi latihan ini menjadi awal berkumpulnya seluruh pemain setelah sebelumnya menjalani rangkaian pemeriksaan medis serta pengukuran kondisi fisik menggunakan pendekatan sports science. Seluruh pemain telah mengikuti medical check-up terintegrasi hasil kerja sama Persebaya dengan Mayapada Hospital Surabaya, dilanjutkan berbagai tes performa menggunakan perangkat VALD Performance.

Data dari hasil pemeriksaan tersebut menjadi acuan tim pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih terukur untuk menyambut musim baru.
Bernardo Tavares mengaku puas dengan persiapan yang dilakukan manajemen sebelum tim memasuki fase latihan penuh. Menurut pelatih asal Portugal itu, seluruh proses berjalan sesuai rencana dan memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi setiap pemain.

“Saya senang dengan apa yang sudah dipersiapkan klub sejauh ini. Kami mendapatkan banyak data penting dari hasil pemeriksaan medis dan tes fisik. Itu sangat membantu tim pelatih untuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan pemain sehingga proses persiapan bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Pelatih berusia 46 tahun tersebut juga memberikan apresiasi terhadap dukungan fasilitas yang diberikan klub. Ia berharap seluruh elemen tim mampu membalas kepercayaan tersebut dengan performa terbaik sepanjang musim.

“Kami memiliki fasilitas yang bagus untuk bekerja setiap hari. Klub memberikan dukungan yang sangat baik kepada tim. Karena itu kami harus membayar semua kepercayaan tersebut dengan bermain bagus, bekerja keras, dan memberikan yang terbaik untuk Persebaya,” tegasnya.

Pada latihan perdana, Bernardo Tavares tidak hanya berfokus pada peningkatan kebugaran pemain. Ia langsung mengombinasikan materi fisik dengan aspek taktik untuk mempercepat adaptasi, terutama bagi para pemain anyar yang baru bergabung bersama Green Force.

“Hari ini kami mulai menggabungkan aspek fisik dan taktik dalam sesi latihan karena kami memiliki cukup banyak pemain baru yang harus segera beradaptasi dengan cara bermain tim,” jelasnya.

Persebaya memang dituntut bergerak cepat. Pasalnya, Bajol Ijo sudah dijadwalkan menjalani laga spesial 99th Anniversary Game menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo pada 19 Juli mendatang.
Padatnya agenda membuat tim pelatih harus menyusun program latihan secara seimbang agar seluruh aspek permainan berkembang dalam waktu yang relatif singkat.

“Persiapan kali ini memang cukup menantang karena jadwal pertandingan datang lebih cepat dibanding musim lalu. Karena itu kami tidak bisa hanya fokus pada aspek fisik. Kami harus menyeimbangkan latihan fisik, taktik, teknik, dan mental agar pemain siap menghadapi kompetisi dalam waktu yang relatif singkat,” ujarnya.

Karena itu, sejak hari pertama latihan, Tavares memilih memasukkan elemen permainan ke dalam setiap sesi agar para pemain semakin cepat memahami identitas permainan Persebaya tanpa mengabaikan perkembangan kondisi fisik.

“Itulah alasan mengapa sejak latihan pertama kami langsung memasukkan elemen taktik. Kami harus beradaptasi dengan situasi yang ada dan memastikan pemain berkembang tanpa mengalami kelelahan berlebihan,” tutup Coach Tavares.

Latihan perdana ini menjadi langkah awal Persebaya dalam membangun fondasi menghadapi musim 2026/2027. Dengan dukungan fasilitas modern, pendekatan sports science, serta persiapan yang terukur, Green Force bertekad tampil kompetitif sejak awal kompetisi.

Persebaya Resmi Datangkan Gledson Paixao, Eks PSM Makasar Kembali Jadi Pilihan Perkuat Green Force Musim Depan!

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan Gledson Paixao sebagai rekrutan anyar untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Gelandang asal Brasil itu dikontrak selama satu musim dengan opsi perpanjangan, sebagai bagian dari strategi Green Force memperkuat kedalaman skuad.

Kedatangan Gledson diharapkan mampu memberikan keseimbangan baru di sektor tengah. Berbekal pengalaman tampil di Super League musim lalu, pemain berusia 31 tahun tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam skema permainan tim pelatih Persebaya.

Eks pemain PSM Makassar itu dikenal sebagai gelandang bertahan dengan karakter pekerja keras, agresif dalam duel, dan memiliki kemampuan membaca permainan dengan baik. Tak hanya piawai mengawal lini tengah, Gledson juga mampu dimainkan sebagai bek tengah, memberikan fleksibilitas yang menjadi nilai lebih bagi Green Force sepanjang musim.

Secara statistik, performa Gledson musim lalu juga cukup menjanjikan. Ia membukukan persentase kemenangan duel bertahan sebesar 56,9 persen, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensinya dalam menjaga area pertahanan sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat fondasi permainan Persebaya.

Setibanya di Surabaya, Gledson mengaku langsung merasakan sambutan hangat dari keluarga besar Persebaya. Sambutan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi pemain kelahiran 18 Mei 1995 itu.

“Sambutannya luar biasa. Menurut saya, sulit meminta sambutan yang lebih baik dari ini. Saya benar-benar bahagia dengan cara saya diterima di sini,” ucap Gledson.

Musim lalu, Gledson tampil dalam 22 pertandingan bersama PSM Makassar dengan kontribusi satu gol dan satu assist. Pengalaman berkompetisi di Indonesia menjadi bekal penting baginya untuk beradaptasi lebih cepat bersama Persebaya.

Selain itu, ia juga sudah merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo saat menghadapi Persebaya sebagai lawan. Menurutnya, dukungan Bonek dan Bonita menjadi salah satu faktor yang membuat laga di Surabaya selalu berlangsung sulit bagi tim tamu.

“Saya pernah bermain melawan Persebaya dan tahu betapa sulitnya bermain di hadapan suporternya. Atmosfer yang mereka ciptakan sangat luar biasa,” ujarnya.

Kesempatan bergabung dengan Persebaya pun disambut antusias oleh Gledson. Ia mengaku menyukai tantangan dan tidak ragu menerima tawaran Green Force ketika kesempatan itu datang.

“Saya adalah orang yang menyukai tantangan, jadi ketika kesempatan datang untuk bergabung dengan Persebaya, saya langsung menerimanya. Saya ingin menghadapi tantangan ini dan memberikan hasil terbaik bersama mereka,” tandasnya.

Menghadapi musim baru sekaligus perjalanan Persebaya menuju usia satu abad, Gledson menegaskan ambisinya untuk membantu tim bersaing di papan atas dan meraih prestasi.

“Target kami jelas, yaitu bersaing di papan atas dan meraih sebanyak mungkin prestasi. Namun semua itu tidak datang begitu saja. Kami harus bekerja keras setiap hari agar bisa mencapai apa yang menjadi tujuan bersama,” tegasnya.

Di akhir perkenalannya, Gledson juga menyampaikan pesan kepada seluruh pendukung Green Force. Ia berharap dukungan Bonek dan Bonita terus menjadi kekuatan utama Persebaya sepanjang musim 2026/2027.

“Saya berharap Bonek dan Bonita terus memberikan dukungan kepada tim. Dengan kebersamaan dan kerja keras, saya yakin kita bisa mencapai target-target besar yang sudah kami tetapkan musim ini,” pungkasnya.

Persebaya Datangkan Bek Brasil Walber Mota, Tambah Kekuatan Lini Belakang untuk Super League 2026/27

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun skuad yang kompetitif jelang bergulirnya Super League 2026/27. Green Force resmi memperkenalkan bek asal Brasil, Jose Walber Mota de Amorim atau Walber Mota, sebagai rekrutan terbaru untuk memperkokoh lini pertahanan.

Kedatangan Walber menjadi bagian dari langkah Persebaya melengkapi komposisi tim musim ini. Bek berusia 29 tahun tersebut diproyeksikan menjadi pilar utama di jantung pertahanan sekaligus menambah kedalaman skuad yang dibutuhkan sepanjang kompetisi.

Sebelum merekrut Walber, Persebaya telah mendatangkan 11 pemain anyar yang terdiri dari lima legiun asing dan enam pemain lokal. Bergabungnya pemain asal Brasil itu semakin mempertegas ambisi Bajol Ijo untuk bersaing di papan atas Super League 2026/27.

Walber datang dengan bekal pengalaman yang tidak sedikit. Lahir pada 12 Juni 1997, ia pernah memperkuat sejumlah klub ternama Brasil seperti Botafogo, Athletico Paranaense, Guarani, hingga Vasco da Gama. Pengalaman tersebut membentuknya sebagai bek yang matang dan terbiasa menghadapi persaingan di level tinggi.

Karier internasionalnya dimulai pada 2024 ketika bergabung dengan Nam Dinh FC di Vietnam. Bersama klub tersebut, Walber tampil konsisten dan ikut mengantarkan tim meraih prestasi hingga tampil di ajang AFC Champions League Two.

Di kompetisi Asia, Walber juga mendapat pengalaman berharga dengan menghadapi klub-klub kuat seperti Gamba Osaka dari Jepang dan Johor Darul Ta’zim dari Malaysia. Jam terbang tersebut diharapkan menjadi modal penting saat mengawal pertahanan Persebaya musim ini.

Tak hanya piawai sebagai bek tengah, Walber juga dikenal sebagai pemain bertahan yang serbabisa. Ia mampu dimainkan di posisi bek kiri maupun bek kanan, sehingga memberikan lebih banyak opsi bagi tim pelatih dalam menyusun strategi.

Walber mengaku antusias memulai petualangan barunya bersama Persebaya. Baginya, bergabung dengan salah satu klub terbesar di Indonesia merupakan kesempatan istimewa dalam perjalanan kariernya.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan Persebaya. Saya mengetahui bahwa klub ini memiliki sejarah panjang, basis suporter yang luar biasa, dan ambisi besar untuk meraih prestasi. Itu menjadi alasan yang membuat saya sangat termotivasi datang ke sini,” ujar Walber.

Bek asal Brasil itu juga mengaku telah banyak mendengar tentang atmosfer pertandingan Persebaya yang dikenal luar biasa berkat dukungan Bonek dan Bonita.

“Saya tidak sabar merasakan atmosfer pertandingan di stadion dan bermain di hadapan para suporter. Saya akan bekerja keras setiap hari untuk membantu tim mencapai target yang telah ditetapkan musim ini,” tambahnya.

Walber menegaskan dirinya siap memberikan kontribusi maksimal bagi Green Force dengan memanfaatkan seluruh pengalaman yang dimilikinya selama berkarier di Brasil maupun Asia.

“Sebagai pemain, saya selalu ingin memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Saya berharap bisa membantu tim meraih banyak kemenangan dan memberikan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Persebaya,” tegasnya.

Persebaya mengikat Walber Mota dengan kontrak berdurasi satu musim disertai opsi perpanjangan untuk musim berikutnya. Dengan pengalaman bermain di Brasil serta kompetisi Asia, kehadirannya diharapkan mampu menghadirkan kualitas, ketenangan, dan soliditas di lini belakang Bajol Ijo saat mengarungi Super League 2026/27.

Genjot Fisik Pemain, Persebaya Surabaya Gunakan Teknologi Canggih AS demi Sambut Musim Baru!

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya tampaknya tidak main-main dalam menatap kompetisi musim 2026/27. Demi mengembalikan performa terbaik pasca-libur kompetisi, skuad *Green Force* langsung digeber dengan rangkaian tes fisik intensif berbasis teknologi canggih di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (10/7).Langkah ini menjadi bukti keseriusan manajemen Bajol Ijo untuk membangun fondasi tim yang tangguh dan siap bertarung di papan atas.

Kolaborasi Teknologi VALD Performance dan Uji Lapangan

Sebelum turun ke lapangan GBT, seluruh penggawa Persebaya sebenarnya telah melewati pemeriksaan medis (medical check-up) ketat di Mayapada Hospital Surabaya. Tidak hanya itu, klub kebanggaan Bonek ini juga menggandeng DBL Indonesia melalui DBL dan Persebaya Academy untuk menggelar measurement test menggunakan VALD Performance teknologi analisis performa atlet yang kerap digunakan klub-klub top dunia.

Sebagai kelanjutan, tim pelatih yang dikomandoi oleh pelatih fisik asal Portugal, Diogo Carvalho, langsung menguji ketahanan pemain di lapangan lewat dua menu utama:

Agility T-Test dan Bronco Test.

Agility T-Test: Digunakan untuk mengukur kelincahan, kecepatan mengubah arah, serta koordinasi gerak pemain.

Bronco Test: Ujian berat untuk mengukur kapasitas aerobik dan daya tahan (endurance) pemain lewat lari berulang dengan jarak yang bervariasi.

“Kedua tes ini sangat penting bagi kami untuk mengetahui kondisi fisik pemain setelah masa libur dan mengevaluasi bagaimana mereka menjaga kebugaran selama off-season,” ungkap Coach Diogo.

Susun Program Pramusim Berbasis Data

Diogo Carvalho menambahkan bahwa hasil dari tes fisik ini tidak akan dibuang percuma. Data yang dikumpulkan bakal menjadi acuan mutlak bagi tim pelatih untuk menyusun porsi dan beban latihan selama masa pramusim secara personal.

“Kami ingin memastikan setiap pemain mengalami peningkatan kapasitas fisik secara bertahap sehingga tim berada dalam kondisi terbaik saat menghadapi pertandingan-pertandingan penting di musim kompetisi nanti,” imbuhnya.

Rekrutan Anyar Mulai Angkat Angkat Bicara

Sesi latihan fisik yang menguras keringat ini langsung dirasakan oleh legiun asing baru Persebaya, Diogo Ramalho. Gelandang asal Portugal tersebut tak menampik jika menu latihan dari tim pelatih cukup menyiksa, terlebih dengan faktor cuaca Surabaya. Namun, ia menilai proses ini wajib dilewati.

“Hari ini menjadi sesi yang cukup berat. Cuaca membuat tantangannya semakin besar, tetapi saya pikir tes seperti ini sangat penting untuk mengawali pramusim. Ini membantu kami mempersiapkan kondisi fisik agar bisa menjalani musim dengan lebih baik,” terang Ramalho.

Persiapan Menuju 99 Anniversary Game

Rangkaian tes fisik berbasis sains ini menjadi modal krusial sebelum Persebaya menggelar sesi latihan taktis secara penuh.Dengan kondisi fisik yang terukur secara akurat, *Green Force* diharapkan langsung tancap gas dalam latihan perdana, sekaligus bersiap menghibur Bonek dalam laga syarat gengsi bertajuk **99 Anniversary Game** melawan **PSIS Semarang** dalam waktu dekat.

Persebaya Gunakan Teknologi VALD Performance, Senjata Baru Green Force Sambut Liga 2026/2027

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya terus menunjukkan keseriusannya dalam menyambut kompetisi Liga 2026/2027. Tidak hanya meningkatkan kualitas latihan, Bajol Ijo juga mengandalkan teknologi VALD Performance, sistem sports science yang digunakan banyak klub elite dunia untuk memetakan kondisi fisik pemain secara akurat.

Seluruh pemain Persebaya menjalani measurement test di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (9/7), sebagai bagian dari program evaluasi fisik sebelum memasuki musim baru. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Persebaya bersama DBL Indonesia melalui DBL dan Persebaya Academy dalam mengembangkan sistem pembinaan berbasis data.

Penggunaan VALD Performance menjadi langkah modern yang membedakan Persebaya dari banyak klub di Indonesia. Teknologi ini telah menjadi bagian penting dalam sistem pemantauan fisik di mayoritas klub Premier League Inggris, sementara di Indonesia penggunaannya masih tergolong baru.

Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menjelaskan bahwa perangkat tersebut mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik setiap pemain.

“Melalui sistem ini kami dapat mengukur berbagai aspek kemampuan fisik pemain, terutama kekuatan otot dan daya ledak. Kami mengevaluasi kekuatan otot abduktor, otot paha depan, kemampuan lompatan vertikal dan horizontal, serta kondisi hamstring,” jelasnya.

Hasil pengukuran tersebut menjadi dasar bagi tim pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih tepat sekaligus mendeteksi potensi cedera sejak dini.

“Dari data tersebut kami bisa mengetahui apakah ada ketidakseimbangan antara sisi kanan dan kiri tubuh pemain yang perlu mendapat perhatian khusus,” tambah pelatih asal Portugal tersebut.

Penyerang anyar asal Kongo, Yann Mabella, mengaku terkesan dengan proses measurement test yang dijalani. Menurutnya, teknologi seperti ini sangat membantu pemain memahami kondisi tubuh mereka secara detail.

“Tentunya sangat baik bagi pemain menjalani tes seperti ini. Dari hasil tes, kami bisa mengetahui kondisi tubuh saat ini dan area mana yang perlu ditingkatkan selama musim berjalan untuk membantu mencegah cedera,” ujar Mabella.

Dalam sesi tersebut, Mabella menjalani serangkaian pengukuran kekuatan otot, termasuk hamstring dan quadriceps. Ia juga mengapresiasi pendampingan staf Persebaya Academy yang memberikan arahan secara rinci selama proses pengujian.

“Semua instruksinya sangat jelas. Ada staf yang mendampingi dan menjelaskan setiap tahapan tes dengan baik, sehingga kami bisa memahami apa yang harus dilakukan,” katanya.

Kiper Timnas Indonesia, Ernando Ari, juga menilai measurement test memiliki peran penting dalam menentukan kesiapan pemain menghadapi kompetisi yang panjang.

“Tes seperti ini sangat penting karena membantu tim pelatih menentukan porsi latihan yang tepat, apakah pemain siap menjalani latihan dengan intensitas tinggi, sedang, atau masih perlu penyesuaian. Semua bisa terlihat dari hasil measurement test yang dilakukan,” ucap kiper Timnas Indonesia tersebut.

Komitmen Persebaya dalam memperkuat sports science ditegaskan langsung oleh CEO Persebaya, Azrul Ananda. Menurutnya, investasi terhadap fasilitas dan teknologi menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub.

“Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini,” jelas Azrul.

Selain memanfaatkan perangkat pengukuran fisik, Persebaya juga terus mengembangkan berbagai sistem berbasis data untuk mendukung analisis performa pemain, scouting, hingga pengambilan keputusan teknis.

“Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi yang lebih baik dan konsisten untuk Persebaya dalam jangka menengah dan panjang,” tambahnya.

Menariknya, teknologi VALD Performance kini mulai mendapat perhatian di sepak bola nasional. PSSI turut memperkenalkan perangkat tersebut dalam Medical Workshop sebagai salah satu instrumen penting dalam pengembangan sports science dan kini telah digunakan di lingkungan tim nasional Indonesia.

Bagi Persebaya, pemanfaatan VALD Performance bukan lagi sekadar inovasi, melainkan bagian dari sistem kerja harian tim. Dengan dukungan DBL Indonesia dan Persebaya Academy, Green Force berharap seluruh pemain dapat menjalani persiapan musim secara lebih terukur, meminimalkan risiko cedera, dan mengoptimalkan performa sepanjang Liga 2026/2027.

Persebaya Gelar Media Day, Umumkan 32 Pemain dan Tunjukkan Kesiapan Menuju Super League 2026/2027

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya semakin memantapkan langkah menyambut kompetisi Super League 2026/2027. Melalui agenda Media Day yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (8/7), Bajul Ijo memperkenalkan skuad sementara sekaligus memaparkan berbagai persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi musim baru.

Dalam acara tersebut, Persebaya memperkenalkan 32 pemain, terdiri atas delapan pemain asing dan 24 pemain lokal. Selain dihadiri jajaran manajemen, pelatih, dan pemain, Media Day juga melibatkan awak media, perwakilan Bonek, hingga para partner klub sebagai bentuk keterbukaan Persebaya kepada seluruh stakeholder sepak bola.

Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa Media Day menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan klub, tidak hanya dari sisi komposisi pemain, tetapi juga penguatan sistem pendukung performa tim.

“Media memiliki peran penting dalam membangun ekosistem sepak bola Indonesia. Karena itu kami ingin memberikan akses yang lebih luas agar publik bisa melihat langsung bagaimana kesiapan tim menyambut musim baru,” ujar Candra.

Meski telah mengumumkan skuad sementara, Candra memastikan komposisi tim belum sepenuhnya final. Persebaya masih akan melakukan evaluasi selama rangkaian turnamen dan laga pramusim sebelum kompetisi resmi dimulai pada pekan pertama September.

Seluruh proses perekrutan pemain, lanjut Candra, dilakukan berdasarkan kebutuhan tim dan filosofi pelatih. Keputusan tersebut juga didukung analisis data performa pemain serta pertimbangan tim medis.

Dalam sesi Media Day, Persebaya turut memperlihatkan penggunaan teknologi VALD Performance, perangkat pengukuran kondisi fisik pemain yang dioperasikan oleh tim Persebaya Academy. Teknologi tersebut menjadi bagian dari penguatan pendekatan sports science yang kini menjadi fokus utama klub.

Pelatih fisik anyar Persebaya, Diogo Andre Botelho de Carvalho, menilai perkembangan sepak bola modern menuntut klub memiliki sistem pendukung yang kuat, bukan hanya mengandalkan kualitas individu pemain.

“Sepak bola modern tidak hanya ditentukan kualitas pemain, tetapi juga kualitas sistem yang mendukung mereka. Karena itu kami memulai persiapan fisik lebih awal dan terus memperkuat sports science,” kata Diogo.

Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui kerja sama dengan Mayapada Hospital sebagai mitra medis resmi klub. Kolaborasi ini menghadirkan pendampingan dokter spesialis olahraga secara menyeluruh, mulai dari pemantauan kesehatan, pencegahan cedera, proses rehabilitasi, hingga peningkatan performa pemain dalam satu sistem yang terintegrasi.

Di sisi lain, Persebaya juga memastikan dukungan dari para mitra strategis tetap berlanjut. Salah satunya adalah Kapal Api, sponsor utama klub yang sama-sama memiliki sejarah panjang sebagai ikon Kota Surabaya sejak 1927.

Candra menegaskan target Persebaya tidak berubah setiap musim, yakni bersaing di papan atas dan meraih prestasi terbaik. Namun menurutnya, kunci utama adalah menjaga konsistensi performa sepanjang kompetisi.

“Target Persebaya selalu sama, yaitu membawa klub berada di level tertinggi dan bersaing meraih prestasi terbaik. Namun yang paling penting adalah membangun tim yang konsisten sejak awal hingga akhir musim. Karena itu kami berupaya seluruh persiapan dengan baik sejak awal,” tutupnya.

Setelah Media Day, Persebaya akan melanjutkan persiapan melalui sejumlah agenda pramusim, termasuk tampil di Piala Presiden 2026. Selain itu, Bajul Ijo juga dijadwalkan menghadapi PSIS Semarang dalam Anniversary Game yang digelar di Surabaya pada 19 Juli, sebagai bagian dari pematangan tim sebelum mengarungi Super League 2026/2027.

Alex Martins Resmi ke Persebaya, Rekor Golnya Jadi Ancaman Baru di Super League 2026/27

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya resmi memperkuat lini depannya dengan mendatangkan striker asal Brasil, Alex Martins, untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Penyerang berusia 33 tahun itu diikat dengan kontrak berdurasi multiyears hingga 2028, menegaskan keseriusan Bajol Ijo dalam membangun skuad yang kompetitif untuk bersaing di papan atas.

Kehadiran Alex Martins menjadi salah satu transfer paling menarik jelang musim baru. Rekam jejaknya sebagai penyerang tajam di kompetisi Indonesia membuat eks bomber Dewa United tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas gol Persebaya.

Dalam tiga musim terakhir, Alex tampil sebagai salah satu striker paling konsisten di Super League. Naluri mencetak gol, pengalaman, dan kemampuannya memanfaatkan setiap peluang menjadi modal besar yang akan dibawa ke Stadion Gelora Bung Tomo.

Alex mengaku antusias memulai perjalanan barunya bersama Green Force. Menurutnya, bergabung dengan Persebaya merupakan tantangan yang ingin dijalani dengan penuh semangat.

“Saya sangat senang dan bahagia bisa menjadi bagian dari Persebaya. Saya memiliki kontrak dua tahun ke depan dan ingin memberikan dedikasi terbaik agar kami bisa mencapai target serta meraih tujuan bersama,” ujar Alex Martins.

Mantan top skor Super League 2024/2025 itu mengungkapkan, proyek yang sedang dibangun Persebaya menjadi salah satu alasan utama dirinya menerima pinangan klub asal Kota Pahlawan tersebut.

“Saya melihat Persebaya memiliki proyek yang sangat baik. Karena itu, saya mengambil keputusan untuk datang dan bekerja bersama tim ini. Saya ingin menjadi bagian dari perjalanan Persebaya untuk meraih target-target yang telah ditetapkan,” katanya.

Tak hanya faktor tim, atmosfer luar biasa yang diciptakan Bonek dan Bonita juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Alex. Selama beberapa musim menghadapi Persebaya sebagai lawan, ia merasakan langsung besarnya dukungan suporter kepada Green Force.

“Bukan hanya timnya, tetapi juga suporternya. Itu yang membuat saya tertarik. Saya beberapa kali bermain melawan Persebaya dan melihat langsung bagaimana dukungan mereka kepada tim.”

“Saat itu saya selalu berpikir, pasti menyenangkan bisa merasakan dukungan sebesar itu dari sisi yang berbeda. Sekarang saya sangat senang akhirnya bisa menjadi bagian dari Persebaya,” tambahnya.

Sebelum merapat ke Persebaya, Alex Martins menjadi mesin gol Dewa United. Selama membela klub tersebut, ia membukukan 67 gol dan 13 assist dari 92 penampilan di semua kompetisi.

Produktivitasnya juga tidak menurun pada musim lalu. Alex sukses mencetak 20 gol dalam 34 pertandingan, sekaligus mempertahankan catatan konsisten mencetak lebih dari 20 gol dalam semusim dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu peny

erang paling produktif di kompetisi Indonesia.

Kini, dengan seragam hijau kebanggaan Persebaya, Alex membawa target besar untuk membawa Green Force bersaing dalam perebutan gelar juara Super League 2026/2027.

“Saya ingin memberikan kemampuan terbaik saya dan mencetak gol sebanyak mungkin. Yang terpenting, saya ingin membantu Persebaya terus bersaing di jalur juara,” tutup Alex Martins.

Unesa, KONI Pusat, dan FDKI Deklarasikan Sport Intelligence Indonesia, Bidik Lompatan Prestasi Menuju Olimpiade 2032

0

Taktik.id – Langkah besar menuju transformasi olahraga nasional resmi dimulai. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Forum Dekan Keolahragaan Indonesia (FDKI) mendeklarasikan Sport Intelligence Indonesia sebagai fondasi baru pembinaan atlet berbasis teknologi, riset, dan kecerdasan buatan (AI).

Deklarasi tersebut berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, Selasa (7/7/2026), bersamaan dengan pelaksanaan bedah buku strategis tentang pengembangan olahraga nasional.

Gerakan nasional ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, Ketua FDKI Nurul Ihsan, dan Rektor Unesa Nurhasan atau Cak Hasan. Ketiganya menegaskan komitmen untuk menghadirkan sistem pembinaan olahraga yang lebih modern melalui pemanfaatan sport science, analisis data, inovasi teknologi, dan artificial intelligence.

Mengusung tema “From Knowledge to Performance, From Innovation to World Achievement“, deklarasi tersebut menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi olahraga, hingga industri dalam membangun ekosistem olahraga Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan bahwa penerapan Sport Intelligence bukan sekadar gagasan, melainkan langkah operasional yang harus segera dijalankan demi mengejar target besar Indonesia menembus jajaran 10 besar Olimpiade 2032.

“Melalui komitmen ini, seluruh pemangku kepentingan diposisikan sebagai satu kesatuan utuh untuk mengimplementasikan teknologi tingkat tinggi di lapangan,” ujar Marciano.

Sementara itu, Rektor Unesa Cak Hasan menegaskan kampus yang dikenal sebagai Rumah Para Juara siap mengambil peran strategis dalam mendukung transformasi tersebut melalui kekuatan riset dan pengembangan sumber daya manusia olahraga.

Menurutnya, Unesa akan mengoptimalkan seluruh infrastruktur penelitian yang dimiliki untuk menghadirkan pembinaan atlet berbasis bukti ilmiah (evidence-based coaching), sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Unesa siap berdiri di garda terdepan untuk menyuplai riset, evidence-based coaching, serta menyiapkan sumber daya manusia olahraga yang unggul dan berkarakter. Kita harus bisa bekerja sama mengawal lompatan besar ini demi mencetak atlet-atlet tangguh yang siap mengguncang dunia,” kata Cak Hasan.

Dalam deklarasi tersebut juga disepakati lima komitmen utama yang menjadi arah pengembangan olahraga Indonesia ke depan, yaitu menjadikan Sport Intelligence sebagai fondasi pembinaan olahraga modern dan berkelanjutan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, menerapkan riset dan teknologi dalam seluruh proses pembinaan atlet, membangun ekosistem olahraga yang profesional dan berdaya saing global, serta mencetak sumber daya manusia olahraga yang unggul untuk mengantarkan Indonesia meraih prestasi dunia.

Melalui deklarasi ini, Unesa, KONI Pusat, dan FDKI berharap transformasi pembinaan olahraga nasional tidak lagi hanya mengandalkan bakat dan kerja keras atlet, tetapi juga didukung pendekatan ilmiah, teknologi modern, serta inovasi yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di panggung olahraga internasional.

KONI Jatim Dorong Sport Intelligence, Pembinaan Atlet Berbasis Data Jadi Kunci Prestasi Indonesia

0

Taktik.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mendukung penuh penerapan Sport Intelligence sebagai fondasi baru dalam sistem pembinaan atlet. Langkah ini dinilai menjadi strategi penting untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia melalui pendekatan yang lebih modern, ilmiah, dan berbasis data.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyusul peluncuran buku Sport Intelligence yang digagas KONI Pusat.

Menurutnya, perkembangan olahraga saat ini menuntut setiap daerah untuk tidak lagi hanya mengandalkan program latihan, tetapi juga memanfaatkan analisis data dalam proses pembinaan atlet.

“Untuk mencapai prestasi, diperlukan desain dan perencanaan yang matang dalam mempersiapkan atlet. Sport intelligence merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan prestasi,” ujar Nabil, Rabu (8/7/2026).

Nabil menjelaskan, penerapan sport intelligence memungkinkan pelatih dan atlet memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan sendiri sekaligus memetakan kekuatan dan kelemahan lawan.

Dengan demikian, setiap keputusan dalam proses pembinaan maupun penyusunan strategi pertandingan dapat dilakukan secara lebih objektif dan terukur.

Menurutnya, pembinaan olahraga modern harus didukung metodologi yang kuat, mulai dari pengumpulan data, pengelolaan informasi, analisis performa, hingga penyusunan kebijakan yang seluruhnya bermuara pada peningkatan prestasi atlet.

“Sport intelligence menjadi bagian penting dalam kerangka pembinaan, mulai dari metodologi, pengumpulan data, pengelolaan data, hingga penyusunan kebijakan. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut harus bermuara pada pencapaian prestasi,” tegasnya.

Selain meningkatkan kualitas pembinaan, Nabil menilai konsep sport intelligence tetap harus berjalan seiring dengan nilai-nilai sportivitas. Prestasi atlet, kata dia, harus diraih melalui proses latihan, pembinaan, dan pertandingan yang sesuai aturan serta menjunjung tinggi etika olahraga.

Karena itu, KONI Jatim mendorong agar konsep pembinaan berbasis data ini segera diimplementasikan oleh seluruh KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, hingga pengurus cabang olahraga di Indonesia.

Langkah tersebut diyakini akan melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Ini harus segera kita implementasikan agar proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat, terarah, dan menghasilkan prestasi yang membanggakan,” pungkas Nabil.

Peluncuran buku Sport Intelligence diharapkan menjadi momentum transformasi pembinaan olahraga nasional menuju sistem yang lebih profesional, terukur, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan daya saing atlet Indonesia di berbagai ajang internasional.