Beranda blog Halaman 4

Jatim Juara Umum Kejurnas MTB 2026, Dominasi Balap Sepeda Nasional Kian Tak Terbendung

0

TAKTIK.ID – Jawa Timur kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama balap sepeda nasional setelah sukses menjadi juara umum pada Kejuaraan Nasional Mountain Bike (MTB) 2026. Tampil impresif sepanjang kompetisi yang berlangsung di Kabupaten Bogor, 16-19 Juli, kontingen Jatim meninggalkan para pesaingnya dengan selisih perolehan medali yang mencolok.

Berdasarkan hasil akhir kejuaraan, Jawa Timur mengoleksi 10 medali emas, 12 medali perak, dan 6 medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan Jatim di puncak klasemen, jauh di atas Jawa Barat yang harus puas di posisi kedua dengan 3 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.

Posisi ketiga ditempati Sumatera Selatan dengan koleksi 2 medali emas dan 2 perunggu. Sementara Bali berada di peringkat keempat lewat raihan 2 emas, disusul Kalimantan Selatan di posisi kelima dengan 1 emas dan 1 perunggu.

Keberhasilan di Kejurnas MTB semakin memperkokoh dominasi Jawa Timur pada rangkaian Kejuaraan Nasional Balap Sepeda 2026. Sebelumnya, provinsi tersebut juga sukses menjadi juara umum pada nomor road di Pangandaran dan BMX di Banyuwangi.

Sekretaris ISSI Jawa Timur, Surtiyono, menyebut hasil tersebut membuat peluang provinsi lain mengejar Jatim dalam klasemen keseluruhan Kejurnas tahun ini sangat kecil.

“Dengan juara umum di Kejurnas MTB, menyusul divisi Road di Pangandaran dan BMX di Banyuwangi, posisi juara umum Kejurnas sulit ditandingi provinsi lain. Jatim juara umum enam kali berturut turut,” kata Surtiyono.

Ia juga memastikan seluruh atlet dan ofisial Jawa Timur telah kembali ke daerah asal dengan selamat usai menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan.

“Atlet dan official telah kembali ke Jawa Timur dan alhamdulillah tidak ada halangan dalam perjalanan,” ujarnya.

Surtiyono turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam kesuksesan kontingen Jawa Timur, mulai dari pengurus ISSI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, klub, pelatih, orang tua atlet, dan tim pendukung.

“Terima kasih support dan doanya Pengprov ISSI Jatim, ISSI Kabupaten dan Kota, klub, orang tua, serta atlet yang berjuang pantang menyerah. Juga pelatih dan tim pendukung dari seluruh wilayah Jawa Timur,” tuturnya.

Kejurnas MTB 2026 diikuti sekitar 180 atlet dari 16 provinsi. Nomor cross country digelar di kawasan Sentul City, sedangkan nomor downhill berlangsung di Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Sepeda Indonesia (PP ICF) Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Kejurnas MTB merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet nasional. Selain menjadi ajang perebutan gelar juara nasional, kejuaraan ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan sekaligus penjaringan atlet yang diproyeksikan memperkuat Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

“Kejurnas Mountain Bike merupakan agenda strategis pembinaan prestasi nasional. Ajang ini tidak hanya memperebutkan gelar Juara Nasional, tetapi juga menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet, pencarian talenta terbaik, serta bagian dari persiapan Indonesia menuju berbagai kejuaraan internasional,” kata Listyo dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Jenderal PP ICF Jadi Rajagukguk.

Ia berharap seluruh peserta terus menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan hasil Kejurnas sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi di level Asia maupun dunia.

Kembalinya Marcos Santos Memimpin Arema FC, Bawa Semangat Optimis Singo Edan Jelang Super League 2026/27

0

Taktik.id – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, resmi kembali memimpin latihan tim setelah tiba di Malang pada Sabtu (18/7/2026). Kehadiran juru taktik asal Brasil itu menjadi suntikan semangat bagi Singo Edan yang tengah memasuki pekan ketiga persiapan menghadapi Piala Presiden 2026 sekaligus menyambut bergulirnya Super League 2026/2027.

Kembalinya Marcos menandai dimulainya musim keduanya bersama Arema FC. Ia mengaku senang bisa kembali ke Indonesia dan bertemu lagi dengan para pemain serta Aremania yang selalu memberikan dukungan kepada tim.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih. Sangat menyenangkan bisa kembali ke Indonesia, kembali ke Malang. Saya berharap semua bisa melihat Arema FC yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih berkomitmen pada musim ini. Kami ingin terus berkembang karena Arema FC adalah tim besar yang setiap tahunnya harus menjadi lebih baik,” ujar Marcos Santos.

Marcos menilai Arema FC memiliki bekal yang lebih matang dibanding musim sebelumnya. Ia mengungkapkan komunikasi intensif dengan manajemen telah terjalin sejak kompetisi lalu berakhir hingga proses perekrutan pemain untuk menyusun skuad musim 2026/2027.

Pelatih berusia asal Brasil tersebut juga mengaku puas dengan komposisi tim yang telah dibentuk. Menurutnya, skuad Singo Edan saat ini dihuni pemain-pemain profesional yang memiliki komitmen tinggi untuk membawa Arema FC meraih hasil terbaik.

“Saya sangat puas dengan skuad yang telah dibangun. Sejak musim lalu berakhir kami terus berkomunikasi. Saya berterima kasih kepada petinggi klub yang telah membentuk tim ini. Saya melihat kami memiliki grup yang berisi pemain-pemain profesional, memiliki komitmen tinggi, dan siap memberikan yang terbaik untuk Arema FC,” katanya.

Meski memasuki musim kedua, Marcos menegaskan ambisinya tetap sama, yakni membawa Arema FC kembali menjadi kekuatan yang disegani di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ia berharap progres yang telah dibangun musim lalu bisa berlanjut dengan pencapaian yang lebih baik pada musim ini.

“Target pribadi saya selalu memberikan yang terbaik. Arema FC adalah tim besar, sehingga kami harus kembali bersaing dengan baik. Kami terus berkembang setiap musim dan harapannya tahun ini bisa tampil lebih baik daripada musim lalu,” tandasnya.

Dalam waktu dekat, Arema FC akan tampil di ajang Piala Presiden 2026. Marcos menyebut turnamen pramusim tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempercepat adaptasi para pemain baru, meningkatkan chemistry antarpemain, serta mematangkan strategi sebelum mengarungi ketatnya persaingan Super League 2026/2027.

Dengan persiapan yang terus berjalan dan skuad yang dinilai semakin solid, Singo Edan berharap mampu tampil lebih kompetitif dan kembali bersaing di papan atas pada musim baru.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Gol Ferran Torres di Extra Time Tumbangkan Argentina

0

TAKTIK.ID – Tim nasional Spanyol resmi menobatkan diri sebagai juara Piala Dunia 2026. Skuad La Roja sukses menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam laga final dramatis yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu (extra time) di New York-New Jersey Stadium (Stadion MetLife), Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Kedua tim memperagakan sepak bola terbuka dan saling menyerang. Namun, kedisiplinan lini pertahanan dari masing-masing kubu membuat skor kacamata 0-0 bertahan hingga 90 menit waktu normal usai. Spanyol tampil mendominasi penguasaan bola, sementara Argentina sesekali mengancam lewat skema serangan balik cepat yang dipimpin oleh Lionel Messi.

Petaka bagi Argentina datang di menit-menit akhir babak kedua ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat melakukan pelanggaran keras. Bermain dengan 10 orang memaksa skuad asuhan Lionel Scaloni bertahan lebih dalam menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Spanyol.

Kebuntuan akhirnya pecah pada babak kedua perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-106. Berawal dari umpan silang Pedro Porro dari sisi kanan, Nico Williams menyundul bola ke arah Ferran Torres yang bebas di dalam kotak penalti. Dengan tenang, penyerang sayap asal Barcelona itu melepaskan tembakan voli keras yang menghujam sudut atas gawang Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Spanyol.

Ketegangan terus berlanjut hingga peluit panjang berbunyi. Usai laga, gelandang Argentina Leandro Paredes juga diganjar kartu merah oleh wasit akibat melakukan aksi protes berlebihan.

Kemenangan ini membawa Spanyol merengkuh gelar juara Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah, mengulangi kejayaan edisi 2010 di Afrika Selatan. Prestasi gemilang ini sekaligus menegaskan dominasi Spanyol di kancah sepak bola internasional setelah sebelumnya menjuarai Euro 2024.

Selain membawa pulang trofi emas, armada Luis de la Fuente juga memborong penghargaan individu. Gelandang jangkar Rodri terpilih sebagai Pemain Terbaik turnamen (Golden Ball), Unai Simon meraih Sarung Tangan Emas (Golden Glove) sebagai kiper terbaik, dan bek muda berbakat Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Sementara itu, gelar pencetak gol terbanyak (Golden Boot) diraih oleh striker Prancis, Kylian Mbappe.

Sinyal Positif Persebaya! Alex Martins dan Yann Mabella Langsung Cetak Gol, Bernardo Tavares Fokus Benahi Tim Jelang Liga

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya mendapat banyak catatan positif meski harus bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7). Dua rekrutan anyar Green Force, Alex Martins dan Yann Mabella, langsung menunjukkan kualitasnya dengan sama-sama mencetak gol pada laga pramusim tersebut.

Penampilan kedua pemain menjadi sinyal menggembirakan bagi Persebaya menjelang bergulirnya kompetisi. Alex Martins membuka keunggulan Green Force pada babak pertama sekaligus mencatatkan gol perdananya bersama tim asal Kota Pahlawan.

Memasuki babak kedua, giliran Yann Mabella yang mencatatkan namanya di papan skor untuk kembali membawa Persebaya unggul.

Meski demikian, PSIS Semarang mampu bangkit dan menyamakan kedudukan sehingga pertandingan yang menjadi puncak perayaan ulang tahun ke-99 Persebaya itu berakhir dengan skor 2-2.

Usai pertandingan, pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan bahwa hasil akhir bukan menjadi fokus utama. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, laga pramusim lebih dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi sekaligus memberi kesempatan bermain kepada banyak pemain.

“Pada pertandingan ini kami sengaja memberikan kesempatan kepada banyak pemain. Bermain di latihan tentu berbeda dengan bermain di depan ribuan suporter di Stadion GBT. Saya ingin melihat siapa saja yang mampu tampil di bawah tekanan pertandingan sesungguhnya,” ucap Coach Tavares dalam sesi konferensi pers.

Sepanjang pertandingan, Persebaya tampil cukup agresif dan beberapa kali mampu menekan pertahanan PSIS. Green Force juga sukses menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang menunjukkan perkembangan positif dalam pola permainan tim.

Namun, Tavares mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama di sektor pertahanan setelah timnya kebobolan dua gol yang dinilai berawal dari kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.

“Ada banyak hal positif yang saya lihat. Kami mampu menciptakan banyak peluang. Namun ada juga hal yang harus segera diperbaiki, terutama dua gol yang kami kebobolan akibat kesalahan individu dan kolektif yang seharusnya bisa dihindari,” jelasnya.

“Saya juga memberikan apresiasi kepada PSIS Semarang. Mereka bermain dengan baik dan memberikan perlawanan yang bagus. Pertandingan seperti ini sangat penting bagi kami untuk proses evaluasi,” imbuhnya.

Selain aspek bertahan, pelatih berusia 46 tahun itu juga menilai penyelesaian akhir Persebaya masih belum maksimal. Menurutnya, Green Force sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk menambah gol, tetapi belum efektif dalam memanfaatkan kesempatan.

“Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Peluang yang kami ciptakan cukup banyak. Yang perlu diperbaiki adalah akurasi dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan,” ujarnya.

Meski mengakui hasil imbang di kandang bukan target yang diinginkan, Bernardo Tavares menegaskan bahwa proses membangun tim jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar kemenangan pada fase pramusim.

“Hasil ini tentu bukan yang kami inginkan, apalagi bermain di kandang dengan dukungan penuh suporter. Namun sepak bola memang seperti itu. Lawan memanfaatkan peluang yang mereka miliki, sementara kami belum cukup efektif,” katanya.

Pelatih asal Portugal tersebut optimistis Persebaya masih memiliki waktu untuk melakukan pembenahan sebelum kompetisi resmi dimulai.

“Yang terpenting, kami mendapatkan banyak pelajaran dari pertandingan ini. Masih ada waktu untuk memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi kompetisi resmi,” tutup Coach Tavares.

Gol perdana Alex Martins dan Yann Mabella menjadi modal berharga bagi Persebaya. Kehadiran kedua pemain anyar itu memberi harapan baru bagi lini serang Green Force, sementara hasil evaluasi dari laga kontra PSIS Semarang akan menjadi bekal penting bagi Bernardo Tavares dalam mematangkan tim menghadapi musim kompetisi yang segera bergulir.

Anniversary Persebaya 99 Tahun Jadi Ajang Uji Kekuatan, Bernardo Tavares Fokus Matangkan Tim Jelang Super League

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya akan merayakan hari jadinya yang ke-99 dengan menggelar laga spesial menghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (19/7/2026). Meski dikemas sebagai pertandingan perayaan ulang tahun klub, duel ini tetap menjadi momen penting bagi Bajul Ijo untuk mengukur kesiapan tim menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan bahwa hasil pertandingan bukanlah tujuan utama. Fokus utamanya adalah melihat perkembangan seluruh pemain, terutama para rekrutan baru yang baru pertama kali datang ke Indonesia dan akan menjalani musim perdana di kompetisi Super League.

“Target kami mempersiapkan semua pemain. Tapi target utama kami adalah di awal September, yaitu saat Super League dimulai,” kata Bernardo Tavares dalam konferensi pers, Sabtu (18/7/2026).

Pelatih asal Portugal itu ingin memanfaatkan laga kontra PSIS untuk mengevaluasi performa seluruh pemain sekaligus mencari komposisi terbaik yang akan digunakan saat kompetisi resmi dimulai.

“Maka dari itu kami ingin pemain bisa memenangkan semua pertandingan, saya berharap bisa menjadi budaya,” lanjutnya.

Dalam laga Anniversary tersebut, Bernardo memastikan akan memberikan kesempatan bermain kepada para pemain baru maupun pemain lama. Ia ingin melihat bagaimana perpaduan skuad yang dimiliki Persebaya tanpa harus mengubah identitas permainan tim secara drastis.

“Kami akan mencoba memasukkan beberapa pemain baru dan beberapa pemain lama untuk mencoba membuat perpaduan, namun tidak banyak mengubah permainan,” ungkapnya.

Meski demikian, Persebaya belum bisa tampil dengan kekuatan penuh. Beberapa pemain masih menjalani proses pemulihan cedera sehingga kondisi fisik mereka belum sepenuhnya siap untuk bermain selama 90 menit.

“Saat latihan ada pemain yang mengalami masalah fisik, jadi mungkin pada pertandingan besok kami tidak bisa mengandalkan mereka. Yang lain mungkin tidak bisa tampil 100 persen. Mungkin hanya beberapa menit,” tuturnya.

Bernardo berharap seluruh pemain yang masih menjalani pemulihan bisa segera kembali ke kondisi terbaik agar siap memperkuat Bajul Ijo saat Super League resmi dimulai pada awal September mendatang.

Sementara itu, kapten Persebaya Francisco Rivera menilai pertandingan melawan PSIS memiliki arti penting, khususnya bagi para pemain baru dan pemain muda.

Menurut gelandang asal Meksiko tersebut, mereka perlu merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang dikenal sebagai salah satu kandang paling bergairah di Indonesia.

“Paling penting merasakan atmosfer Stadion GBT, terutama untuk pemain baru dan pemain muda Persebaya. Ini sangat penting,” bebernya.

Laga Anniversary 99 Tahun Persebaya pun diprediksi akan menjadi hiburan bagi Bonek dan Bonita sekaligus menjadi gambaran awal kekuatan Bajul Ijo sebelum mengarungi persaingan Super League musim 2026/2027.

Persebaya Rilis Jersey Pramusim 2026, Tribute untuk Legenda Eri Irianto yang Abadi di Hati Bonek

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan Persebaya Pre Season Jersey 2026 yang akan dikenakan sepanjang agenda pramusim, termasuk saat tampil di Piala Presiden 2026. Tidak sekadar menghadirkan tampilan baru, jersey ini mengusung konsep Tribute to Eri Irianto, sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu legenda terbesar dalam sejarah Bajol Ijo.

Peluncuran jersey tersebut kembali menegaskan komitmen Persebaya dalam menjaga sejarah klub sekaligus mengenang sosok Eri Irianto yang hingga kini masih menjadi simbol loyalitas, dedikasi, dan pengabdian tanpa batas bagi Bonek dan Bonita.

Eri Irianto merupakan gelandang bertahan yang dikenal dengan permainan tanpa kompromi serta semangat juang tinggi di setiap pertandingan. Namanya menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Persebaya setelah berpulang pada 3 April 2000 usai kolaps saat membela Green Force menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November Surabaya.

Momen tersebut menjadi salah satu peristiwa paling emosional dalam perjalanan Persebaya. Eri menghembuskan napas terakhir ketika masih memperjuangkan lambang Persebaya di dadanya.

Untuk mengenang masa kejayaan Eri bersama Persebaya pada periode 1998–2000, apparel resmi klub, AZA, menghadirkan desain jersey yang terinspirasi dari seragam klasik yang dikenakan sang legenda.

Mulai dari karakter visual, komposisi warna, hingga nuansa klasik khas Persebaya era akhir 1990-an dihadirkan kembali. Namun, jersey tetap dipadukan dengan teknologi modern sehingga tetap nyaman digunakan baik saat beraktivitas maupun memberikan dukungan langsung di stadion.

“Jersey ini bukan sekadar menghadirkan kembali desain klasik Persebaya. Kami ingin menghidupkan kembali memori tentang Eri Irianto, sosok yang menjadi simbol loyalitas dan pengabdian kepada klub. Kami berharap setiap orang yang mengenakan jersey ini tidak hanya bangga dengan desainnya, tetapi juga mengingat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Eri,” ujar Senior Manager Brand AZA dan Persebaya Store, Arif Rahman Hakim.

Dari sisi kualitas, Persebaya Pre Season Jersey 2026 menggunakan material ringan dengan teknologi quick dry dan anti-bau sehingga tetap nyaman dipakai dalam berbagai aktivitas. Sementara konstruksi jersey tetap mempertahankan siluet klasik yang menjadi inspirasi utama desainnya.

Sebagai nilai tambah bagi para kolektor dan pendukung setia Green Force, setiap pembelian jersey akan disertai trading card eksklusif bergambar Eri Irianto. Kehadiran kartu koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sang legenda agar terus dikenal oleh generasi muda Persebaya.

Menurut Hakim, sejarah sebuah klub bukan hanya dibangun melalui trofi dan kemenangan, tetapi juga oleh sosok-sosok yang memberikan pengabdian tulus sepanjang kariernya.

“Melalui Persebaya Pre Season Jersey 2026, kami ingin memberikan penghormatan kepada seorang legenda sekaligus mengajak generasi muda untuk mengenal sosok yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Persebaya,” pungkasnya.

Srondeng Kembali Naik Podium Dunia, Atlet Jatim Rebut Perunggu World Climbing Series Chamonix, Prancis 2026

0

Taktik.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet panjat tebing Indonesia asal Jawa Timur, Putra Tri Ramadani. Atlet yang akrab disapa Srondeng itu sukses meraih medali perunggu pada World Climbing Series 2026 nomor lead yang berlangsung di Chamonix, Prancis, pada 10-12 Juli 2026.

Hasil tersebut semakin menegaskan konsistensi Srondeng di level internasional. Setelah sebelumnya meraih medali emas pada seri Praha, Republik Ceko, kini atlet asal Kota Kediri itu kembali berdiri di podium pada seri Chamonix.

Pada babak final, Srondeng mengumpulkan 38 poin untuk mengamankan posisi ketiga. Medali emas diraih Alberto Gines Lopez dari Spanyol, sementara Luka Potocar dari Slovakia membawa pulang medali perak.
Pelatih panjat tebing Jawa Timur, Ronald Mamrimbing, menyambut positif pencapaian anak didiknya tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Srondeng kembali menembus final menunjukkan bahwa peluang menjadi juara dunia secara konsisten hanya tinggal menunggu waktu.

“Ini capaian yang luar biasa, dan kalau melihat dua kali keikutsertaannya selalu masuk final, persoalan juara tinggal menunggu waktu,” ujar Ronald, Senin 13 Juni 2026 pagi.

Ronald menilai Putra Tri Ramadani merupakan salah satu aset terbaik yang dimiliki Jawa Timur. Ia optimistis atlet asal Kediri tersebut akan menjadi andalan Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional di masa mendatang.

Sebelumnya, Srondeng tampil gemilang dengan merebut medali emas pada World Climbing Series Praha yang berlangsung pada 8 Juni 2026. Sementara di seri Chamonix, ia tetap mampu menjaga performa dengan finis di posisi ketiga.

Ronald menjelaskan, kondisi pertandingan di Chamonix berbeda jauh dibandingkan Praha. Faktor cuaca dan lokasi yang berada di kawasan pegunungan diyakini turut memengaruhi performa para atlet.

“Saya belum komunikasi dengannya, setelah hasil. Bisa jadi tangannya kebas, atau poinnya yang licin, mengingat lokasi Chamonix di ketinggian dengan suhu yang cukup dingin,” urai Ronald.

Chamonix sendiri berada di kaki Gunung Mont Blanc di Tenggara Prancis dan dikenal sebagai salah satu pusat olahraga musim dingin dunia. Kawasan tersebut bahkan pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, dengan suhu yang jauh lebih dingin dibandingkan lokasi seri sebelumnya.

Meski demikian, Ronald menegaskan hasil yang diraih Srondeng patut diapresiasi. Konsistensi lolos ke babak final dalam dua seri beruntun menjadi bukti bahwa atlet binaan Jawa Timur itu memiliki kualitas untuk bersaing dengan para pemanjat terbaik dunia.

“Selalu berada di peringkat atas, menandakan ia memiliki kemampuan untuk bersaing. Ingat, Eropa adalah gudangnya atlet kategori lead serta episentrum kejuaraan maupun persaingan atlet kategori lead,” urai pelatih kategori lead panjat tebing Jatim.

Pada World Climbing Series Chamonix 2026, Srondeng menjadi wakil Indonesia yang naik podium di nomor lead. Sementara itu, dua atlet Pelatnas Indonesia, Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, juga sukses mempersembahkan medali emas di kategori speed, melengkapi pencapaian gemilang Merah Putih di Prancis.

Arema FC Resmi Datangkan Diego Landis, Bek Brasil Eks Terengganu FC Siap Perkokoh Lini Belakang Singo Edan

0

Taktik.id – Arema FC kembali menunjukkan keseriusannya menyusun kekuatan untuk menghadapi musim 2026/27. Setelah bergerak tanpa banyak sorotan di bursa transfer, Singo Edan resmi memperkenalkan bek asal Brasil, Diego Landis, sebagai rekrutan asing terbaru.

Pemain kelahiran Paranavai, Brasil, 3 Mei 1998 itu didatangkan dari klub Malaysia, Terengganu FC, untuk menambah kualitas sektor pertahanan Arema FC.

Bek dengan tinggi badan 193 sentimeter tersebut dikenal memiliki kemampuan duel udara yang kuat, disiplin dalam menjaga area pertahanan, serta tenang saat memulai pembangunan serangan dari lini belakang. Karakter tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan Arema FC yang ingin memiliki lini belakang lebih solid sepanjang kompetisi musim depan.

Bersama Terengganu FC pada musim lalu, Diego Landis tampil dalam 31 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga mencatatkan satu gol, satu assist, serta menerima dua kartu kuning.

Perjalanan karier Landis dimulai bersama Desportivo Brasil pada periode 2017–2021. Saat masih menjadi bagian klub tersebut, ia sempat menjalani masa peminjaman ke FC Porto B di Portugal pada 2018 hingga 2020. Setelah kembali ke Brasil, Landis bergabung dengan Mirassol-SP pada 2021 sebelum dipinjamkan ke Villa Nova pada 2022.

Kariernya kemudian berlanjut di Asia dengan memperkuat Chiangrai United di Thailand selama dua musim, lalu membela Khon Kaen United pada 2024. Semusim kemudian, ia melanjutkan kiprahnya bersama Terengganu FC di Liga Malaysia sebelum akhirnya menerima pinangan Arema FC.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, optimistis kehadiran Landis akan memberikan dampak positif bagi tim.

“Kami menyambut Diego Landis sebagai bagian dari keluarga besar Arema FC. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kualitas, pengalaman, dan memperkuat kedalaman skuat di lini belakang,” kata General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.

Yusrinal menilai pengalaman Landis bermain di sejumlah negara menjadi modal penting untuk menghadapi ketatnya persaingan musim depan.

“Kami percaya Diego memiliki karakter bermain yang sesuai dengan kebutuhan tim untuk menghadapi kompetisi yang panjang,” sambungnya.

Ia juga berharap proses adaptasi sang pemain berjalan cepat sehingga bisa segera memberikan kontribusi terbaik untuk Singo Edan.

“Kami berharap Diego bisa segera beradaptasi dengan tim dan memberikan kontribusi maksimal. Pengalamannya bermain di beberapa negara menjadi nilai tambah yang kami yakini dapat membantu meningkatkan kualitas lini pertahanan Arema FC,” tandasnya.

Francisco Rivera Optimistis Persebaya Makin Kuat, Kombinasi Rekrutan Baru dan Talenta Muda Jadi Modal Musim 2026/27

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Aktivitas transfer yang agresif mendapat respons positif dari gelandang serang asal Meksiko, Francisco Rivera, yang optimistis Green Force akan tampil lebih kompetitif dengan komposisi skuad terbaru.

Rivera menilai manajemen Persebaya telah bekerja maksimal dalam mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Menurutnya, kehadiran pemain yang memiliki pengalaman di kompetisi Indonesia maupun Eropa menjadi sinyal keseriusan Bajol Ijo untuk bersaing di papan atas musim depan.

“Manajemen dan direktur klub telah bekerja keras mendatangkan pemain-pemain berkualitas, baik yang memiliki pengalaman di Indonesia maupun di Eropa. Saya sangat senang dengan komposisi skuad yang kami miliki saat ini dan berharap mereka bisa memberikan kontribusi besar untuk tim musim ini,” tutur Rivera.

Sejauh ini, Persebaya telah memperkenalkan 11 pemain baru sebagai bagian dari proyek memperkuat tim. Beberapa nama yang bergabung di antaranya Ramadhan Sananta, Yuran Fernandes, Walber Motta, Alex Martins, Miguel Pereira, hingga Yann Mabella yang diharapkan mampu menambah kualitas di setiap lini permainan.

Bagi Rivera, pengalaman yang dimiliki para pemain anyar menjadi nilai tambah penting dalam menghadapi kompetisi yang panjang dan penuh tantangan. Pemain yang masuk dalam Best XI Super League musim lalu itu percaya pengalaman para rekrutan baru akan membantu meningkatkan mentalitas dan performa tim.

“Beberapa pemain yang datang memiliki pengalaman yang sangat baik. Ada yang pernah meraih gelar juara di Indonesia maupun di kompetisi lain. Saya berharap pengalaman itu bisa mereka bawa ke dalam tim untuk membantu Persebaya menjadi lebih kuat,” ujarnya.

Tak hanya mengapresiasi kedatangan pemain senior, Rivera juga memberikan perhatian khusus kepada para pemain muda binaan Persebaya. Menurutnya, talenta seperti Dava Yunna, Alfredo Naraya, dan Dimas Wicaksono memiliki kualitas teknik yang menjanjikan untuk berkembang bersama tim utama.

Rivera meyakini perpaduan pemain berpengalaman dengan generasi muda akan menjadi fondasi penting bagi Persebaya dalam menjaga konsistensi performa sepanjang musim.

“Selain pemain berpengalaman, kami juga memiliki banyak pemain muda yang mempunyai teknik dan potensi besar. Kombinasi ini sangat penting untuk membangun tim yang kompetitif sepanjang musim,” imbuhnya.

Setelah skuad mulai terbentuk, Rivera menegaskan bahwa para pemain senior memiliki peran besar dalam mempercepat proses adaptasi rekrutan anyar. Mulai dari memahami filosofi permainan, metode latihan, hingga kultur yang menjadi identitas Persebaya.

“Tugas kami sekarang adalah membantu mereka beradaptasi dengan sistem permainan, filosofi pelatih, dan kultur Persebaya agar mereka bisa segera menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tutup Rivera.

Alex Martins Fokus Bangun Chemistry di Persebaya, Optimistis Lini Depan Bajol Ijo Makin Tajam Musim 2026/27

0

Taktik.id – Penyerang anyar Persebaya Surabaya, Alex Martins, mulai menikmati proses adaptasi bersama Green Force. Striker asal Brasil itu kembali mengikuti sesi latihan bersama skuad Bajol Ijo di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (12/7), sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

Bagi Alex Martins, fase pramusim bukan hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik maupun memahami skema permainan yang diterapkan pelatih Bernardo Tavares. Menurutnya, membangun chemistry antarpemain menjadi pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan mengingat banyaknya wajah baru di dalam skuad Persebaya.

Musim ini, Green Force melakukan perombakan cukup besar dengan mendatangkan 11 pemain baru. Kondisi tersebut membuat setiap sesi latihan menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk saling mengenal karakter masing-masing, baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Saat ini kami memiliki cukup banyak pemain baru. Karena itu, kami perlu terus bekerja bersama agar bisa saling mengenal satu sama lain,” ujar Alex Martins.

Mantan bomber yang dikenal sebagai salah satu striker paling produktif di Super League itu meyakini kekompakan tim akan terbentuk secara alami seiring bertambahnya intensitas latihan dan waktu kebersamaan bersama rekan-rekannya.

“Saya yakin seiring berjalannya waktu dan bertambahnya sesi latihan, kekompakan tim akan terbentuk dengan sendirinya,” tambahnya.

Alex juga mengaku menikmati setiap proses yang dijalani bersama Persebaya. Meski latihan berlangsung dengan intensitas tinggi, pemain berusia 33 tahun tersebut melihat seluruh anggota tim memiliki semangat yang sama untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi musim baru.

“Saya senang bisa kembali berada di lapangan dan bekerja bersama rekan-rekan setim. Memang intensitas latihan cukup tinggi dan tuntutannya besar, tetapi saya merasa senang dengan apa yang sedang kami bangun pada awal musim ini,” ungkapnya.

Selain proses adaptasi bersama rekan setim, Alex turut memberikan apresiasi terhadap metode latihan yang diterapkan pelatih Bernardo Tavares. Ia menilai pelatih asal Portugal itu memiliki konsep permainan yang jelas sehingga membantu para pemain memahami target yang ingin dicapai sejak awal pramusim.

“Saya melihat pelatih memiliki ide-ide yang bagus. Itu akan sangat membantu perkembangan tim dan menjadi nilai tambah bagi kami dalam menghadapi kompetisi nanti,” tuturnya.

Kehadiran Alex Martins menjadi salah satu tambahan kekuatan utama di lini depan Persebaya untuk mengarungi Super League 2026/2027. Pengalaman panjang serta insting mencetak gol yang dimilikinya diharapkan mampu meningkatkan daya gedor Green Force.

Rekam jejak Alex menjadi modal berharga bagi Persebaya. Dalam empat musim terakhir, striker asal Brasil tersebut selalu mencatatkan lebih dari 20 gol dalam satu musim kompetisi. Konsistensi itu menegaskan reputasinya sebagai predator kotak penalti yang siap menjadi andalan Bajol Ijo dalam memburu prestasi musim ini.