Taktik.id – Langkah besar menuju transformasi olahraga nasional resmi dimulai. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Forum Dekan Keolahragaan Indonesia (FDKI) mendeklarasikan Sport Intelligence Indonesia sebagai fondasi baru pembinaan atlet berbasis teknologi, riset, dan kecerdasan buatan (AI).
Deklarasi tersebut berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, Selasa (7/7/2026), bersamaan dengan pelaksanaan bedah buku strategis tentang pengembangan olahraga nasional.
Gerakan nasional ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, Ketua FDKI Nurul Ihsan, dan Rektor Unesa Nurhasan atau Cak Hasan. Ketiganya menegaskan komitmen untuk menghadirkan sistem pembinaan olahraga yang lebih modern melalui pemanfaatan sport science, analisis data, inovasi teknologi, dan artificial intelligence.
Mengusung tema “From Knowledge to Performance, From Innovation to World Achievement“, deklarasi tersebut menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi olahraga, hingga industri dalam membangun ekosistem olahraga Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan bahwa penerapan Sport Intelligence bukan sekadar gagasan, melainkan langkah operasional yang harus segera dijalankan demi mengejar target besar Indonesia menembus jajaran 10 besar Olimpiade 2032.
“Melalui komitmen ini, seluruh pemangku kepentingan diposisikan sebagai satu kesatuan utuh untuk mengimplementasikan teknologi tingkat tinggi di lapangan,” ujar Marciano.
Sementara itu, Rektor Unesa Cak Hasan menegaskan kampus yang dikenal sebagai Rumah Para Juara siap mengambil peran strategis dalam mendukung transformasi tersebut melalui kekuatan riset dan pengembangan sumber daya manusia olahraga.
Menurutnya, Unesa akan mengoptimalkan seluruh infrastruktur penelitian yang dimiliki untuk menghadirkan pembinaan atlet berbasis bukti ilmiah (evidence-based coaching), sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Unesa siap berdiri di garda terdepan untuk menyuplai riset, evidence-based coaching, serta menyiapkan sumber daya manusia olahraga yang unggul dan berkarakter. Kita harus bisa bekerja sama mengawal lompatan besar ini demi mencetak atlet-atlet tangguh yang siap mengguncang dunia,” kata Cak Hasan.
Dalam deklarasi tersebut juga disepakati lima komitmen utama yang menjadi arah pengembangan olahraga Indonesia ke depan, yaitu menjadikan Sport Intelligence sebagai fondasi pembinaan olahraga modern dan berkelanjutan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, menerapkan riset dan teknologi dalam seluruh proses pembinaan atlet, membangun ekosistem olahraga yang profesional dan berdaya saing global, serta mencetak sumber daya manusia olahraga yang unggul untuk mengantarkan Indonesia meraih prestasi dunia.
Melalui deklarasi ini, Unesa, KONI Pusat, dan FDKI berharap transformasi pembinaan olahraga nasional tidak lagi hanya mengandalkan bakat dan kerja keras atlet, tetapi juga didukung pendekatan ilmiah, teknologi modern, serta inovasi yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di panggung olahraga internasional.