Beranda blog Halaman 33

Erick Tohir Bertemu Azrul Ananda Sampaikan Laga Timnas Indonesia di GBT Tak Akan Ganggu Jadwal Persebaya

0

Surabaya – Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Tohir melakukan lawatan ke Surabaya untuk berkoordinasi tentang uji coba timnas Indonesia yang dilakukan di Stadion Gelora Bung Tomo, sekaligus bertemu dengan Presiden Persebaya Azrul Ananda pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Pada kesempatan itu Erick Tohir menyampaikan jika event yang digelar pada bulan September mendatang tidak akan mengganggu jadwal Persebaya bermain di kandang, karena pemilih waktu uji coba sudah di sesuaikan dengan kalender FIFA Matchday.

Green Force bisa bernafas lega lantaran jika pemakaian Stadion tepat pada saat agenda resmi FIFA berarti Super League 2025/2026 juga akan diliburkan, sehingga klub-klub seperti Persebaya tidak akan terdampak akibat laga uji coba ini.

“Ini tidak mengganggu jadwalnya Persebaya. Karena ini kan FIFA Match Day, liganya berhenti,” ujar Ketum PSSI di Stadion Gelora Bung Tomo Sabtu (2/8) kemarin.

Mantan pemilik klub raksasa Italia, Inter milan ini menyebut Surabaya akan menjadi tempat timnas senior Indonesia menjajal dua kekuatan besar yaitu Lebanon dan Kuwait, namun untuk jadwal resminya masih belum diumumkan karena masih tahap finalisasi.

Untuk saat ini PSSI masih melakukan koordinasi teknis dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan federasi sepak bola negara lawan dan penyelenggara lokal agar event ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu siapapun.

Selain timnas senior yang akan melakukan uji coba di wilayah Jawa Timur, Erick menyebut ada juga agenda Internasional yang akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, yang dipakai oleh timnas U-23.

Berbeda dari seniornya, timnas u-23 ini akan melakoni Kualifikasi Piala Asia 2026 di Sidoarjo. Ajang dua tahunan ini bergulir mulai 1 sampai 9 September 2025. Garuda Muda tergabung kedalam satu grup bersama tiga tim Kores Selatan, Laos dan Macau.

“U-23 Timnas untuk AFC Cup di Sidoarjo, yang lapangannya diresmikan Bapak Presiden Pak Prabowo ya. Itu ada Korea Selatan, ada Laos, ada Macau bersama timnas U-23 kita,” tandasnya.

Adanya dua agenda besar timnas Indonesia di daerah Jawa Timur akan menarik pecinta sepak bola untuk datang menyaksikan secara langsung punggawa-punggawa Garuda yang sedang bermain.

Megawati Cs Optimis Dapat Bangkit Saat Leg Kedua SEA V League 2025 di Vietnam

0

Jakarta – Timnas voli putri Indonesia akad bertekad bangkit pada putaran kedua SEA V League 2025 di Vietnam. Saat leg pertama di Thailand mereka tidak bisa berbuat apa-apa dalam tiga kali pertandingan, terakhir ditaklukkan Filipina 1-3 di Nakhon Ratchasima, Minggu (3/8/2025).

Hasil yang menyakitkan akan menjadi motivasi untuk segera melakukan evaluasi demi meraih kemenangan. Tidak mendapatkan poin sama sekali dari semua pertandingan yang dijalani bagaikan cambuk agar mereka berlatih lebih keras lagi.

Manajer timnas voli putri Luciana Taroreh juga menignginkan agar para srikandi untuk bangun dan fokus menatap pertandingan kedepan. Ia juga menegaskan bahwa di momen seperti sekarang dukunban dari masyarakat Indonesia sangat penting bagi tim.

“Kami tetap optimistis. Kami akan terus bekerja keras, dan dukungan publik tentu sangat berarti bagi perjalanan tim ini. Kekalahan hari ini akan jadi evaluasi penting. Fokus kami sekarang adalah bangkit dan tampil lebih baik di pertandingan berikutnya di leg kedua Vietnam,” ujarnya Luciana.

Memang harus diakui timnas voli putri kita sering beberapa kali melakukan eror yang itu menguntungkan bagi tim lawan. Contohnya pada set pertama melawan Filipina Megawati dkk sudah unggul lebih dahulu dengan selisih tiga angka namun karena kesalahan sendiri membuat mereka akhirnya terkejar dan kalah.

“Padahal di set pertama kami sudah leading dahulu, entah kenapa hilang fokus. Mati berturut-turut,” ungkap mantan pemain timnas voli putri di Sea Games Singapura 1983 itu.

Meskipun begitu Luciana tidak melimpahkan semua kesalahan kedapa timnya tapi memamg Filipina tampil lebih konsisten dibanding tim Merah Putih pada pertandingan kemarin.

Saat ini yang harus dilakukan Indonesia adalah segera berbenah dan mengatasi eror-eror didalam lapangan dari komunikasi sampai penyelesaian akhir.

“Pertandingan hari ini memang belum berpihak pada kami. Filipina bermain sangat baik, dan kami harus akui masih ada beberapa hal yang perlu kami benahi, khususnya pertahanan, konsistensi, komunikasi, dan penyelesaian akhir,” terangnya.

Laga melawan Filipina merupakan pertandingan terakhir dan timnas akan kembali terbang ke Vietnam untuk melakoni putaran kedua SEA V League 2025.

Tempati Posisi Juru Kunci, Timnas Voli Indoor Putri Tunduk 1-3 dari Filipina di SEA V League 2025

0

Taktik.id – Timnas voli indoor putri Indonesia telan pil pahit setelah tidak berhasil mendapat poin sama sekali pada ajang SEA V League 2025 di Thailand. Tunduk dari timnas Filipina 1-3 pada pertandingan yang dilakukan di Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (3/8/2025), jadi kekalahan ketiga dan memastikan mereka menempati posisi juru kunci.

Tampil menyerang sejak awal set tidak membuat para Srikandi Indonesia dapat meringkus Filipina. Justru lawan yang bermain terbuka bisa meredam permainan agresif timnas kita dan berhasil menyamakan kedudukan saat skor 15-15 dan itu jadi momen yang membalikkan keadaan 20-25.

Berbeda dari sebelumnya pada set kedua tim asuhan Octavian itu justru menguasai keadaan dan berhasil unggul jauh pada awal pertandingan dengan skor 10-5, meski sudah berusaha menjaga ritme permainan tapi tetap harus mengakui keunggulan timnas Filipada dengan skor 20-25.

Pada set ketiga Megawati dkk tidak mengendurkan intensitas permainan dan trus memberikan tekanan. Akhirnya cara itu berhasil menbuat Filipana keteteran dan berhasil mengamankan kemenangan yang cukup meyakinkan 25-16.

Namun sayang perjuangan tim Merah Putih harus terhenti pada set keempat setelah lawannya menampilkan permainan yang impresif dan mengakhiri pertandingan dengan keunggulan yang sangat telak 13-25.

Hasil ini membuat Indonesia menutup putaran pertama SEA V League 2025 dengan tanpa koleksi poin satupun karena menelan tiga kekalahan beruntun.

Jadi Tim Pembuka Super League 2025/26, Eduardo Perez Siap Sajikan Kembali Gaya Permainan Ciri Khas Persebaya

0

Surabaya – Super League musim 2025/2026 mulai bergulir kembali pada 8 Agustus nanti, dan Persebaya Surabaya akan menjadi tim yang membuka kompetisi dengan melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo.

Pelatih Persebaya Eduardo Perez siap memberikan suguhan menarik yang memberikan hiburan bagi penikmat sepak bola Indonesia. Menjadi musim pertamanya bersama Green Force, ia sudah melakoni empat laga uji coba selama tur pramusim untuk mempersiapkan tim pada kompetisi sesungguhnya.

Pada setiap latihan yang dijalani, Coach Edu menekankan kepada semua anak asuhnya agar melakukan hal sekecil apapun dengan sungguh-sungguh. Menurutnya setiap usaha, ketekunan dan totalitas akan menjadi kunci utama dalam terbentuknya gaya bermain di lapangan.

“Semua pemain yang kami siapkan punya semangat tinggi, serta fokus dengan gaya permainan ciri khas Persebaya agar saat pertandingan semua dalam kondisi terbaik,” kata Pelatih asal negeri Matador Spanyol itu.

Persebaya saat ini benar-benar sedang fokus membangun chemistry dan menyiapkan taktikal demi menemukan komposisi yang ideal. Itu terlihat dari beberapa rotasi yang dilakukan pada starting eleven mereka saat melokin laga uji coba.

Dalam materi yang diberikan Eduardo Perez ingin agar para pemainnya tidak hanya mengandalkan permainan individu, karena dalam membangun tim itu sebenarnya membutuhkan kerja sama, solid dan efektif.

“Saya fokuskan pembenahan tim kami sendiri dan memaksimalkan pemain yang ada ,” tandas mantan assisten Luis Mila di timnas Indonesia itu.

Kembali Tumbang di SEA V League, Timnas Voli Indoor Putri Takluk dari Thailand

0

Jakarta – Timnas voli indoor putri kembali mendapat hasil yang kurang mengenakkan kala berjumpa tim tuan rumah pada ajang SEA V League di Nakhon Ratchisma, Sabtu (2/8/2025).

Megawati Hangestri dkk harus mengakui keunggulan dari Timnas Thailand dengan hasil akhir 1-3. Pada set pertama Timnas kita berhasil mengambil kemenangan dengan poin 25-22, kemudian di set kedua tertinggal jauh 15-25, sempat kembali melakukan perlawan sampai memaksa deuce di set ketiga 25-27, hingga akhirnya kalah di set keempat 12-25.

Manajer timnas voli putri Luciana Taroreh tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya meskipun tunduk atas Thailand namun dari segi permainan mengalami perkembangan dibandingkan saat melawan Vietnam (30/7) kemarin.

“Pertama, kami apresiasi kerja keras Megawati dkk malam ini yang bermain jauh lebih baik dari kemarin. Bertemu Thailand yang merupakan tim kuat dan berpengalaman selalu jadi tantangan tersendiri. Meski hasil akhir 1-3 bukan yang kami harapkan, ada momen-momen positif yang bisa kami ambil, terutama di set pertama dan ketiga,” kata Luciana.

Tapi tetap Luciana harus mengakui kekuatan timnas Thailand masih diatas kita, jadi perlu dilakukan evaluasi agar dapat meningkatkan performa pada pertandingan yang akan datang.

Ia juga menambahkan kekalahan yang diterima oleh timnya karena masih terdapat ruang dari transisi menyerang ke bertahan yang dilakukan oleh para atlet di lapangan.

“Kami harus objektif. Masih banyak yang perlu dievaluasi, mulai dari konsistensi permainan, transisi bertahan, hingga keberanian menyerang di momen krusial. Lawan seperti Thailand tidak bisa diberi ruang sedikit pun,” imbuhnya.

Untuk saat ini timnas Indonesia akan kembali fokus berlatih untuk pertandingan berikutnya. Luciana juga menekankan agar para pemain bisa tampil lebih agresif saat menghadapi Filipana nantinya.

“Fokus kami adalah terus berkembang dan tampil lebih baik besok menghadapi Filipina. Tim harus bermain agresif serta disiplin dalam menjalankan strategi menyerang dan bertahan. Semoga besok kita bisa unggul atas Filipina,” pungkasnya.

Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Bola Voli Wanita U-21 FIVB 2025, Surabaya Siapkan Tempat Sebagai Venue

0

Surabaya – Indonesia kembali terpilih jadi tuan rumah perhelatan event olahraga internasional. Kejuaraan Dunia bola voli wanita U-21 FIVB 2025 akan segera dimulai dan Surabaya ditunjuk sebagai tempat ajang terbesar dunia ini digelar.

Kejuaraan Dunia Bola Voli Wanita U-21 FIVB 2025 ini akan dimulai pada tanggal 7 – 14 Agustus mendatang. Sebagai tuan rumah, Surabaya memyiapkan beberapa tempat untuk digunakan sebagai venue selama kejuaraan dihelat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Hidayat Syah mengatakan, Kejuaraan Dunia Voli Wanita U21 FIVB ini pertama kalinya digelar di Kota Pahlawan.

“Jadi ada beberapa penyesuaian ruangan dan AC Central, lalu perbaikan toilet, penambahan shower, seperti itu. Kami melakukan perbaikan bersama teman-teman di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DPRKPP),” ujar Hidayat Syah.

Pemkot Surabaya melalui Disbudporapar telah melakukan sejumlah persiapan, mulai dari penyesuaian ruangan, perbaikan AC Central, hingga perbaikan sarana dan prasarana lain yang di butuhkan demi suksesnya penyelenggaraan.

Ada dua tempat yang saat ini sudah digunakan untuk latihan para atlet yang sudah terlebih dahulu datang. Dari 28 Juli kemarin sudah ada tim dari berbagai Negara yang tiba di kota Pahlawan ini.

“Terhitung mulai tanggal 28 Juli sebagaian tim sudah pada datang. Mereka akan melakukan official training di Gelora Pancasila dan DBL Arena sebelum acara kompetisi resmi di mulai,” ujarnya.

Sekedar informasi DBL Arena yang saat ini sudah berganti nama menjadi Jawapos Arena pernah menjadi saksi bisu lolosnya Timnas Voli Putra U20 ke kejuaraan dunia, itu bisa dijadikan motivasi Timnas Putri U-21 untuk mengulang sejarah yang baik.

Demi memberikan energi tambahan kepada para atlet yang berjuang, Hidayat mengajak arek-arek Suroboyo untuk ikut memberikan semangat dengan dukungan mereka dilapangan. Support dari penonton tentu bisa membangkitkan daya juang dari talenta-talenta voli berbakat Indonesia.

Kejuaraan dunia voli ini bukan sekadar turnamen olahraga, akan tetapi juga sebagai penyemangat talenta muda voli di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya. Adanya kejuaraan dunia voli ini, ia berharap, Kota Surabaya bisa menarik lebih banyak lagi event olahraga, baik di skala nasional maupun internasional ke depannya.

“Kami berkomitmen bisa menarik sebanyak mungkin event olahraga ke Surabaya. Termasuk itu nasional maupun internasional. Tujuannya yaitu untuk semakin menguatkan Surabaya sebagai Kota Olahraga,” tandasnya.

Pembukaan Super League 2025/2026 Menjadi Momen Comeback Eks Wonderkid Persebaya Berseragam Persik Kediri

0

Kediri – Sempat hilang beberapa waktu akibat cedera anterior cruciate ligament (ACL), Muhammad Supriadi mantan pemain muda berbakat milik Persebaya Surabaya akan kembali merumput di Super League 2025/2025, dengan mengenakan jersey Persik Kediri.

Kesabaran dari petinggi klub yang sudah menunggu Supri pulih dari cederanya sebentar lagi akan terbayarkan. Liga yang akan bergulir pada 8 Agustus 2025 mendatang menjadi momen pemain berusia 23 tahun untuk kembali bermain.

Mengawali musim baru Muhammad Supriadi memiliki motivasi yang sangat besar untuk kembali memberikan permainan terbaiknya untuk tim Macan Putih. Dikuti dari Jawapos pada 31 Juli lalu, Supri mengungkapkan keinginannya untuk kembali bermain bersama Persik.

“Saya pribadi masih ingin bermain untuk Persik Kediri. Saya ingin membuktikan kepada tim ini, kalau saya masih bisa kembali (tampil) di top performa,” ungkap pemain kelahiran kota Surabaya itu.

Dengan penuh semangat ia ingin membuktikan kepada rekan-rekannya jika dirinya bisa kembali ke performa terbaiknya. Pemain lulusan akademi Persebaya yang berposisi sayap kanan ini akan melakoni musim ketiganya bersama Persik.

Demi tim yang ia bela, Supri bahkan rela tidak pulang ke kampung halaman dan lebih memilih fokus untuk berlatih. Dirinya juga menyebut meski tidak pulang ia merasa nyaman tinggal bersama klubnya saat ini.

“Saya jarang pulang (ke Surabaya), karena lebih fokus latihan. Karena pulang pergi Kediri Surabaya juga capek. Jadi fokus di Kediri saja, karena kotanya juga sangat nyaman,” ujarnya.

Kerja keras dalam latihan yang Supri lakukan merupakan wujud dari keinginannya untuk kembali tampil apik. Hal itu demi menggapai target yang ia buat untuk mengarungi kompetisi yang akan datang.

“Target utama tentu ingin berkontribusi penuh kepada tim (Persik). Sedangkan target pribadi saya ingin mencetak gol dan banyak memberikan asis (untuk rekan satu tim),” tandas pemain yang ikut mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar juara di Piala AFF U16 pada 2018 silam.

Jersey Madura United untuk Super Leagure 2025/2025, Melambangkan Semangat Juang Orang Madura!

0

Madura – Menyongsong kompetisi Super League 2025/2026 yang akan segera bergulir, Madura United meluncurkan seragam kebanggaan yang akan dipakai selama satu musim kedepan melambangkan semangat juang orang Madura.

Jersey bagi setiap klub bukan sekedar baju yang dipakai saat pertandingan tapi juga menjadikan identitas tim di atas lapangan. Seragam yang pemain kenakan harus memiliki makna kuat dari daerah asal yang mereka bela.

Direktur Utama (Dirut) Madura United, Annisa Zhafarina, selalu terlibat langsung dalam perancangan jersey Madura United. Hampir delapan tahun, Annisa mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membuat jubah tanding bagi klub asal pulau garam tersebut.

Jersey Home

Untuk jersey kandang, Madura United tidak meninggalkan ciri khas mereka dari musim-musim sebelumnya. Masih bernuansakan warna merah dan putih baju yang ikonik ini terinspirasi dari baju adat Pesa’an.

Warna merah tua melambangkan keberanian, semangat juang dan ketegasan prinsip hidup orang Madura. Sedangkan warna putih menyimbolkan kesucian niat, transparansi, kejujuran dalam bertindak masyarakat Madura. Untuk tambahan garis warna hitam di setiap blok merah dan putih melambangkan pemisah tegas yang juga menjadi simbol batas moral, etika, keteguhan dan identitas budaya Madura yang tak tergoyahkan

Jersey Away

Madura United menghadirkan jersey tandang yang sedikit kalem dengan kombinasi warna putih dengan gradasi abu. Kombinasi ini menandakan ketekunan dalam kesederhanaan, di mana kehidupan keras masyarakat pesisir menghasilkan sesuatu yang begitu murni dan bernilai tinggi yakni garam Madura.

Untuk pola garis vertikal yang digunakan itu menyerupai tumpukan galengan (pematang) tambak garam yang rapi dan sistematis. Sebuah simbol dari kedisiplinan dan keteraturan kerja petani garam.

Jersey Ketiga

Kali ini Madura Laskar Sape Kerrab mengusung kebudayaan pada jersey ketiganya dengan mengambil tema dari lagu lokal yaitu Tandhu’ Majheng yang memiliki arti seorang nelayan Madura yang pantang menyerah.

Baju ini terdapat dua kombinasi warna yang menggambarkan keseimbangan antara tantangan dan keteguhan, sebagaimana pelaut Madura yang berlayar tidak hanya dengan tenaga, tetapi juga dengan hati dan keyakinan.

Motif panah dan aliran bergelombang yang menyerupai panah bertumpuk dan berpola dinamis melambangkan aliran deras ombak laut dan hembusan angin pesisir, dan warna biru tua mewakili kedalaman laut Madura, kekuatan yang tenang namun luas dan penuh misteri. Sementara biru muda mencerminkan percikan ombak dan hembusan angin, menyimbolkan kehidupan dan harapan di tengah kerasnya alam.

Sepekan Jelang Super League 2025/2026 dimulai, Persebaya Terus Matangkan Skuadnya

0

Surabaya – Kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia akan kembali bergulir pada 8 Agustus 2025 mendatang. Semua peserta sibuk mempersiapkan tim, salah satunya Persebaya Surabaya yang sedang fokus mematangkan kekuatan jelang Super League 2025/2026 dimulai.

Sudah lebih dari satu bulan sejak Pesebaya kembali mengumpulkan para pemainnya untuk memulai latihan. Sekarang hanya menyisahkan seminggu, Super League akan bergulir kembali.

Persebaya sudah melakukan banyak sekali perubahan setelah didatangkannya pelatih anyar yang yang ditunjuk untuk menggantikan Paul Munster. Persiapan demi persiapan terus dilakukan guna mendapatkan performa terbaik untuk mengarungi kompetisi yang akan datang.

“Kami melakukan persiapan terbaik agar bisa berada dalam kondisi terbaik juga,” tutur Eduardo Perez Pelatih baru Persebaya yang didatangkan pada bulan Juni lalu.

Pelatih yang pernah menjadi assisten pelatih Timnas Indonesia era Luis Milla ini kembali membangun kekuatan Persebaya dengan beberapa pemain kunci yang masih memperkuatnya seperti Bruno Moureria dan Francisco Rivera.

Meski butuh waktu tapi Coach Edu yakin skuad yang ditanganinya saat ini bisa menerapkan gaya bermain sesuai dengan yang diinginkannya. Ia juga menambahkan jika instruksi yang diberikan kepada para pemain selama ini berjalan dengan baik.

“Kami perlu bekerja dengan gaya permainan yang kami inginkan. Bagi saya, secara taktik tim ini jauh lebih baik. Secara fisik juga,” pungkasnya.

Sebelumnya guna mempersiapkan tim, Persebaya sudah melakukan empat kali uji coba selama rangkaian tur pramsuim mereka. Ada dua pertandingan yang digelar secara terbuka dan dua lainnya dilakukan tertutup.

Dari keempat pertandingan persahabatan itu, Green Force mendapatkan dua kemenganan, satu hasil seri dan satu kekalahan. Sebagai indorfamsi uji coba perdana mereka melawan tuan rumah Football West All-Stars dengan skor menang meyakinkan 2-0, kemudian menjamu Persik Kediri 2-2, setelah itu menang 1-0 atas PSS Sleman pada laga bertajuk Launching Game dan yang terkahir takluk 0-1 dari Persik di Stadion Gelora Sepuluh November.

Eduardo Perez Sedang Kumpulkan Data untuk Hadapi PSIM

0

Surabaya – Super League 2025/2026 tinggal menyisahkan tujuh hari lagi. Persebaya Surabaya termasuk tim yang bertanding pada laga pembuka dan sang pelatih Eduardo Perez sedang mengumpulkan data untuk laga yang akan dimainkan pada Jum’at, (3/8/2025) mendatang, dengan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Pelatih asal Spanyol itu benar-benar mempersiapkan timnya jelang laga perdana di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Bukan main, ia pun sampai meminta untuk mengumpulkan data lawan yang akan dihadapi dan melakukan analisa untuk mengetahui kekuatan tim promosi itu secara mendalam.

“Kami sedang menganalisis tim (PSIM). Kami bekerja untuk mengetahui lebih banyak tentang tim ini, tetapi kami sudah mengetahui banyak hal tentang tim ini,” kata pria yang lahir di Kota Madrid itu.

Coach Edu mengakui jika sudah mengetahui gaya bermain dari PSIM, itu menjadi modal yang sangat penting dimana Persebaya pasti akan memburu kemenangan. Pertandingan nanti menjadi syarat adu gengsi karena kedua tim tentu sama-sama ingin mengawali musim dengan hasil yang positif.

Tim yang pada musim berhasil naik setelah menjadi juara Liga 2 musim 2024/2025, tidak bisa dianggap remeh. Eduardo Perez sangat mewaspadai permainan PSIM, ditambah ada pemain-pemain hebat yang memperkuatnya.

“Mereka adalah tim yang sangat baik, dengan pemain-pemain yang sangat baik. Dan akhirnya, ketika hasil ini keluar, kita juga perlu menganalisisnya,” ujarnya.

Persebaya yang sudah melakoni empat pertandingan di tur pramusim merupakan bentuk persiapan yang matang untuk mengarungi Super Laegue 2025/2026. Waktu yang kurang sepekan lagi harua dimanfaatkan sebaiknya oleh Green Force supaya tidak tersandung pada laga perdana.