Beranda blog Halaman 27

Coach Marcos Santos Tekankan Kesiapan Mental dan Taktik Jelang Arema FC Kontra Dewa United

0

Taktil.id – Arema FC tengah bersiap menghadapi tantangan berat pada awal dimulainya putaran kedua BRI Super League 2025/26, kala harus bersua dengan Dewa United pada hari Senin 26 Januari 2026.

Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, memberikan kewaspadaan tinggi terhadap kekuatan tim lawan yang dinilainya sangat solid dalam beberapa musim terakhir. Ditambah pada laga terakhir Bayu Setiawan dkk menelan kekalahan dari Bali United (4/1).

Pelatih yang datang pada Juni 2025 itu mengakui bahwa Dewa United bukan lawan yang sembarangan. Menurutnya, tim asuhan Jan Olde Riekerink tersebut memiliki kekuatan yang merata, baik dari sisi individu pemain maupun secara kolektif sebagai sebuah tim.

“Dewa United merupakan tim yang sangat kuat secara individu dan kolektif selama lebih dari satu musim terakhir. Saya melihat mereka sebagai tim yang hebat,” ujar Santos kenferensi pers sebelum pertandingan (25/1/26).

Ia juga menyoroti bahwa Dewa United adalah tim yang sangat terorganisir, gemar menguasai bola, dan memiliki karakter menyerang yang kuat. Dari segi tersebut Arema FC yang mengusung target kemenangan akan berusaha mati – matian untuk mencuri tiga poin dari Dewa United.

Menyadari potensi bahaya yang dibawa Dewa United, Arema FC tidak ingin gegabah. Santos menegaskan bahwa skuad Singo Edan harus memiliki kesiapan yang komplet untuk bisa mencuri poin.

“Kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik, baik secara mental maupun taktik agar bisa memainkan pertandingan yang bagus,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Arema merekrut dua pemain asing di putaran kedua, yakni Gustavo Franca dari Persija Jakarta dan Gabriel Silva dari Terengganu. Ini akan jadi kejutan di lini depan Arema karena di putaran kedua mereka sudah mempertajam lini depannya.

Tampil Gemilang, Tavares Sebut Rachmat Irianto Bak ‘Diego Armando Maradona’

0

Taktik.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberikan pujian setinggi langit bagi Rachmat Irianto usai laga kontra PSIM Yogyakarta (25/1/26). Penampilan impresif sang pemain di lapangan hijau rupanya sukses mencuri perhatian sang pelatih hingga memancing komentar yang menggelitik.

Anak dari legenda Persebaya itu mengawali aksinya setelah masuk pada menit ke-62′ menggantikan Toni Firmansyah. Kehadirannya di lapangan memberikan dampak instan bagi daya dobrak tim Bajul Ijo. Puncaknya terjadi pada menit ke-84′, di mana Rian (sapaan Rachmat Irianto) mencetak gol spektakuler melalui solo run yang berhasil melewati tiga pemain bertahan PSIM sebelum akhirnya menyarangkan bola ke gawang Chaya Supriadi.

Aksi individu tersebut membuat Tavares tak ragu membandingkan Rian dengan legenda sepak bola dunia asal Argentina, Diego Maradona. Ia merasa teknik yang ditunjukkan Rian dalam proses gol tersebut sangat luar biasa.

“Jika saya melihat golnya hari ini dan saya belum pernah melihat Rian sebelumnya, saya akan mengira namanya adalah Rian Diego Armando Maradona,” ujar Tavares sembari tertawa di hadapan para awak media seusai laga (25/1/26).

Meskipun memberikan apresiasi khusus pada gol tersebut, Tavares menekankan bahwa setiap peran pemain di timnya sangatlah vital. Baginya, kontribusi pemain yang mencegah gol terjadi memiliki nilai yang sama pentingnya dengan mereka yang mencatatkan nama di papan skor.

Pujian ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi skuad Persebaya lainnya untuk terus konsisten, mengingat Tavares juga mengingatkan timnya untuk tetap rendah hati dan segera fokus memulihkan kondisi fisik para pemain menjelang laga berikutnya.

Tutup Ruang Gerak PSIM Yogyakarta, Persebaya Berhasil Kunci Kemenangan di Babak Kedua

0

Taktik.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan rahasia di balik performa impresif timnya yang tampil lebih solid dan dominan pada babak kedua saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada Minggu 25 Januari 2026 di Stadion Sultan Agung, Yogyakarta.

Perubahan strategi saat jeda pertandingan menjadi faktor penentu kemenangan tim berjuluk Bajul Ijo tersebut. Tavares mengakui adanya evaluasi mendalam mengenai ruang kosong yang ditinggalkan pemainnya pada paruh pertama. Ia menilai anak asuhnya memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain PSIM.

​”Saat jeda kita berbicara apa yang kurang bagus, yaitu kita memberikan terlalu banyak ruang,” ungkap Tavares saat konferensi pers seusai pertandingan.


​Memasuki babak kedua, para pemain Persebaya berhasil merespons instruksi pelatih dengan baik. Tavares memuji kedisiplinan pemain dalam menutup ruang gerak lawan dan kembali ke pola permainan yang diinginkan.

Strategi ini terbukti efektif untuk meredam serangan lawan dan memberikan momentum bagi Persebaya untuk mencetak gol kedua yang krusial.

Senada dengan sang pelatih, pemain Persebaya Catur Pamungkas mengonfirmasi bahwa keberhasilan tim di lapangan adalah buah dari kepatuhan pemain terhadap arahan pelatih. Catur merasa bersyukur timnya mampu mencuri poin penuh di kandang lawan.

“Dalam permainan, Alhamdulillah juga kita bisa menerapkan strategi maupun taktik yang diberikan Coach,” ujar Catur Pamungkas.

Meskipun meraih hasil maksimal, Catur menegaskan bahwa tim tidak boleh jemawa. Ia menyatakan bahwa seluruh pemain berkomitmen untuk memperbaiki kesalahan agar tampil lebih baik di pertandingan mendatang sambil tetap menjaga sikap rendah hati.

Persebaya Libas PSIM Yogyakarta, Coach Tavares Tetap Rendah Hati

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya bawa pulang poin penuh dari kandang PSIM Yogyakarta. Kemenangan pertama di putaran kedua BRI Super League 2025/26 tidak membuat pelatih kepala Bernardo Tavares tidak ingin terlalu cepat berpuas diri dan lebih memilih untuk berendah hati.

Bruno Moureira dkk berhasil memetik kemenangan dengan skor yang meyakinkan 0-3 pada pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu, 25 Januari 2026 di Stadion Sultan Agung, Yogyakarta.

Walaupun merasa puas dengan kemenangan ini, Tavares mengingatkan para pemainnya untuk tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam mengarungi kompetisi.

“Kita harus tetap rendah hati, karena ketika kita menang tidak semuanya berarti bagus, dan ketika kita kalah tidak semuanya berarti buruk,” ujar Tavares pada konferensi pers seusai pertandingan (25/1/26).

Meski berhasil membawa pulang poin penuh, Bernardo Tavares, mencatat ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi terutama pada paruh pertama pertandingan. Ia mengakui bahwa timnya sempat mengalami kesulitan di awal laga.

Meskipun Bajul Ijo berhasil mencetak gol pembuka, lini pertahanan PSIM Jogja yang solid sempat membuat beberapa upaya tembakan pemain Persebaya berhasil dihalau.

Tavares menyoroti penurunan fokus di 15 menit terakhir babak pertama, di mana timnya memberikan celah yang cukup lebar bagi lini ofensif tuan rumah.

“Kita memberi sedikit celah di lini ofensif dan lini defensif dari PSIM. Dengan space itu, kita membiarkan mereka untuk melakukan shot ataupun cross, dan kita harus memperbaiki itu,” terang pelatih asal Portugal itu.

Instruksi tegas di ruang ganti saat jeda pertandingan terbukti ampuh mengubah jalannya laga. Tavares mengungkapkan bahwa timnya melakukan evaluasi mendalam terhadap kekurangan di babak pertama, yang kemudian membuahkan hasil berupa peningkatan performa yang signifikan di babak kedua.

Masuknya pemain dari bangku cadangan juga disebut menjadi pembeda yang membuat Persebaya tampil lebih dominan dan menciptakan banyak peluang emas. Meski berhasil menyarangkan tiga gol, pelatih asal Portugal tersebut menilai timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol lagi.

“Saya pikir di babak kedua kami layak untuk menang karena kami menciptakan banyak peluang. Total kami mencetak tiga gol, tapi kami sebenarnya punya banyak peluang besar untuk mencetak lebih banyak gol,” pungkasnya.

Giliran Kadek Raditya yang Harus Angkat Koper dari Persebaya

0

Taktik.id – Persebaya Surabaya yang sedang sibuk membenahi skuad untuk persiapan putaran kedua BRI Super League kembali mencoret pemain lokalnya, kali ini Kadek Raditya yang harus angkat koper.

Datangnya pelatih baru Bernardo Tavares di Surabaya membuat beberapa nama lama harus cabut karena tidak masuk dalam skema yang akan ia bangun di Persebaya.

Gerbong baru sudah diumumkan pada pertandingan melawan Malut United (10/1/26) lalu. Kehadiran tiga pemain asal Brasil; Bruno Paraiba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes, membuat nama – nama lama harus keluar.

Kabar kepergian Kadek pertama kali mencuat pada Sabtu (17/1/26) hari ini, lewat salah satu akun fanbase terbesar Bajol Ijo, @emosijiwakucom.

Dalam postingan yang diunggah lewat sosial media, @emosijiwakucom mengucapkan terimakasih kepada Kadek seakan memberi isyarat jika pemain yang berposisi bek tengah itu pergi meninggalkan Persebaya.

“58 penampilan di liga bersama Persebaya, 4.444 menit bermain, satu gol (via @transfermarkt.co.id). Terima kasih banyak bli @radityamaheswara,” dikutip dari instagram @emosijiwakucom.

Keluarnya bek andalan era kepelatihan Aji Santoso ini mempertegas langkah Tavares sebagai bagiam proses membangun kembali kekuatan Green Force untuk semakin kompetitif pada putaran kedua.

Memasuki musim Super League 2025/2026, menit bermain Kadek menurun drastis. Pada putaran pertama, ia hanya mencatat tiga pertandingan dengan total 88 menit bermain dan memiliki statistik yang terbilang solid meski jarang tampil.

Persebaya Start Lebih Awal Putaran Kedua BRI Super League 2025/2026

0

Taktik.id – BRI Super League 2025/26 sedang masuk dalam jeda paruh musim, berbeda dari tim lainnya Persebaya Surabaya mengambil langkah lebih awal dalam mempersiapkan tim untuk menghadapi putaran kedua.

Kita tahu bersama pada pertandingan terakhir Persebaya saat melawan Malut United (10/1/26) lalu, memperkenalkan tiga rekrutan anyar mereka yaitu Gustavo Fernandes, Bruno Paraiba dan Jefferson da Silva.

Datangnya tiga pemain berkebangsaan Brasil itu, menjadi tanda dimulai persiapan Persebaya untuk bisa bersaing menuju papan atas di putaran kedua. Berbeda dengan peserta Super League lainnya yang masih belum menunjukkan pergerakan dan lebih fokus untuk pertandingan terakhir di pekan ke-17 itu.

Pada saat liga memasuki jeda paruh musim pun Persebaya tampak lebih dulu melakukan persiapan jika dibandingkan dengan yang lainnya. Dikala banyak klub yang sedang sibuk melakukan bongkar pasang skuadnya, Bajol Ijo bahkan sudah melakukan latihan bersama setelah liburan.

Tampak pada hari Jum’at 16 Januari 2026, Persebaya berlatih di Lapangan ABC komplek Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Arema FC Bongkar Pasang Skuad Agar Bisa Lebih Kompetitif di Putaran Kedua Super League

0

Taktik.id – Putaran pertama BRI Super Leagur 2025/26 sudah selesai pada Minggu 11 Januari 2026 lalu. Sambil menunggu jeda paruh musim Arema FC sedang giat melakukan perombakan pada skuadnya.

Bertengger di papan tengah klasemen sementara, tidak bisa membuat manajemen Arema FC tenang. Ada beberapa nama pemain yang terkena evaluasi dan resmi melepaskan jersey biru mereka.

Yann Motta menjadi pemain pertama yang diumumkan meninggalkan Singo Edan pada Rabu (14/1) kemarin. Pemain yang berposisi bek tengah itu tidak bisa menampilkan top performanya selama berkarir di Arema FC.

Tercatat selama paruh musim ini, pemain asal Brasil itu jarang mendapatkan kesempatan bermain. Selama berkostum Singo Edan hanya bermain selama lima laga. Sempat tidak masuk daftar susunan pemain tim dalam enam laga beruntun

Posisi yang ditinggalkan Yann Motta diisi oleh legiun asing yang baru didatangkan untuk memperkuat Singo Edan di putaran kedua yaitu Gabriel Silva.

Maju di posisi depan ada nama Ian Puleio yang mengakhiri kerja samanya dengan Arema FC. Dengan perginya pemain asal Argentina itu menambah total pemain asing yang keluar menjadi dua pemain.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengendikasikan perombakan yang sedang terjadi pada kubu Singo Edan masih akan terus berlanjut.

“Kemungkinan pasti ada (yang dilepas). Karena hasil (evaluasi) terakhir kemarin ada beberapa pemain asing yang performanya kurang,” terang Yusrinal.

Ia juga menyinggung akan ada beberapa nama pemain asing selanjutmya yang didatangkan oleh manajemen untuk menambah amunisi di putaran kedua.

“Kami harus melepas pemain kalau semisal ada yang (ingin) didatangkan,” ucap pria yang kerab di sapa Inal itu.

Kuota 11 pemain asing yang dimiliki Singo Edan sudah penuh saat ini. Gabriel Silva didatangkan sebagai pengganti Paulinho Moccelin. Sementara  slot Motta akan diisi Pablo Oliveira dan Ian Puleio yang terakhir diumumkan hengkang.

Penyerang Arema FC Harus Berpisah di Paruh Musim

0

Taktik.id – Ian Puleio striker yang di miliki Arema FC terkena evaluasi selama putaran pertama BRI Super League 2025/26 dan dipastikan tidak melanjutkan kerjasamanya dengan tim di putaran kedua.

Pemain asing yang di datangkan pada awal musim ini dirasa kurang bisa beradaptasi, dari total 17 pertandingan yang sudah dilakoni Arema FC ia hanya absen dua kali.

Dari total 15 laga yang dimainkan, pemain asal Argentina itu mencatatkan dua gol dan satu assist, salah satu golnya dicetak pada pertandingan terakhir melawan Persik Kediri (11/1/26).

Keputusan Singo Edan tidak lagi menggunakan jasa pemain berusia 27 tahun itu sudah melewati komunikasi dan pertimbangan bersama antara manajemen klub dan sang pemain.

Diluar itu semua, manajemen mengapresiasi kinerja Ian Puleio selama membela tim kebanggan warga Malang itu.

“Manajemen Arema FC mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan dedikasi Ian Puleio selama membela Arema FC,” ungkap General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi, Jum’at (16/1/26).

“Setelah melalui komunikasi dan pertimbangan bersama, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak demi kebaikan bersama,” lanjutnya.

Langkah yang dilakukan manajemen Arema FC merupakan bagian dari persiapan untuk mengarungi putaran kedua Super League. Singo Edan mengakhiri paruh musim di posisi ke-10 klasemen sementara dengan 21 poin.

Persebaya Mulai Bergerak di Bursa Transfer dengan Melepas 4 Pemainnya

0

Taktik.id – Putaran pertama BRI Super League musim 2025/26 sudah berakhir menandai dibukanya jendela transfer. Persebaya Surabaya bergerak cepat dengan merekrut tiga pemain baru dan melepas empat pemain lamanya.

Pada pertandingan terakhir saat melawan Malut United, Sabtu (10/1/26) lalu, Persebaya secara resmi mengumumkan tiga pemain barunya, mereka adalah Bruno Paraiba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes.

Ketiga pemain berkebangsaan Brasil itu menambah daftar nama pemain Bajol Ijo menjadi lebih dari 11 kuota pemain asing yang diperbolehkan di regulasi saat ini.

Sudah ada empat nama pemain yang dikabarkan angkat kaki dari klub asar Kota Pahlawan itu, satu pemain lokal sudah resmi diumumkan klub barunya, sementara tiga lainnya berpamitan melalui bocoran fanbase.

Nama pertama Risky Dwi Pangestu yang sudah resmi diumumkan oleh Garudayaksa FC pada 14 Januari 2026 lalu. Pemain lokal ini diharap bisa lebih banyak mendapatkan menit bermain di klub barunya dengan status pinjamannya.

Pemain berposisi penyerang itu hanya mendapat sedikit kesempatan bermain selama putaran pertama musim ini. Tercatat Rizky hanya mencatatkan delapan penampilan dari 17 kali pertandingan yang sudah dilakoni Persebaya dengan total menit bermain 84 menit.

Nama kedua berasal dari posisi dibawa mister gawang yaitu Rendy Oscario. Kabar ini awal muncul dari akun bola lokal di Surabaya @emosijiwakucom yang memposting foto pemain kelahiran kota Jakarta itu.

“Terima kasih @rendysroyer dan keluarga. Perjalanan singkat di Surabaya tak akan kami lupakan,” tulis akun fanbase tersebut.

Rendy bergabung dengan Persebaya pada awal musim 2025/26 tepatnya pada 15 Juli 2025 dan saat ini dirinya dirumorkan akan berlabuh ke klub tetangga Madura United.

Pemain berikutnya yang dikabarkan meninggalkan Persebaya yaitu Dime Dimov, posisinya di lini belakang mulai tergantikan oleh peran Leo Lelis.

Berita itu mencuat dari postingan @emosijwakucom yang menyebutnya terakhir mengikuti latihan bersama Persebaya di Lapangan ABC komplek Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

“Terima kasih @dime_dimov. Info yang kami dapat, kemarin menjadi hari terakhir Dime mengikuti latihan Persebaya,” tulis @emosijiwakucom. Unggahan itu memperkuat kabar kepergian pemain asing tersebut.

Daftar nama pemain terkahir yang hengkang dari Green Force sesuai dengan spekulasi para suporter yaitu Diego Mauricio. Striker yang berseragam hijau selama setengah musim itu belum mencetal gol sama sekali tidak luput dari evaluasi.

“Terima kasih @di_mauricio_ Semoga sukses di klub mu yang baru Obrigado,” tulis akun fanbase @emosijiwakucom.

Sejauh ini sudah ada empat nama yang disebut -sebut tidak akan ikut dalam rangkaian gerbong baru yang dipimpin Bernardo Tavares.

Filososi Bernardo Tavares Untuk Membesarkan Persebaya Surabaya

0

Taktik.id – Pelatih baru Persebaya Surabaya Bernardo Tavares beberkan filosofi sepak bola yang dipakai untul membangun tim dari dalam.

Pada era kepemimpinanya, Tavares ingin membawa Persebaya lebih tinggi lagi dengan cara membangun komposisi pemain yang ideal. Bagi pelatih asal Portugal itu, skuad yang ia asuh harus memiliki kemampuan yang tidak jauh beda antara pemain inti dengan pemain cadangan.

“Saya pikir jika kami bisa memiliki setidaknya dua pemain dengan level yang sama untuk satu posisi, sehingga mereka bisa bersaing,” ucap Bernardo Tavares.

Sejauh ini Persebaya diketahui sudah mengumumkan tiga pemain yang keluar yaitu, Risky Dwi, Demi Dimov, dan Rendi Oscario. Kepergian ketiga pemain menyusul datangnya pemain baru yang masuk bersamaan dengan bergabungnya Tavares dalam tim.

Persebaya sudah merekrut tiga pemain asal Brasil; Bruno Paraiba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes. Tercatat dari 11 kuota pemain asing yang diperbolehkan, Bajol Ijo sudah melebihinya dengan memiliki 12 pemain asing.

Jika dilihat dari jumlah pemain asing, Persebaya ingin memaksimalkan kuota yang ada. Hal itu tentu memperketat peta persaingan antara pemain.

Tavares memperkuat asumsi itu dengan menjelaskan skema persaingan antar pemain sangat efektif dalam perkembangan tim kedepannya.

“Karena ketika pemain tidak merasa memiliki persaingan yang sehat untuk memperebutkan posisinya di tim, dia tidak akan bekerja terlalu keras,” ungkap pelatih yang pernah raih gelar juar di Liga Indonesia itu.

Ia melanjutkan para pemain yang memiliki jarak kemampuan antara pemain terlalu jauh bisa berdampak buruk bagi tim maupun perkembangan pemain itu sendiri.

“Jika orang lain yang bersaing dengannya di tim tidak memiliki kualitas yang cukup, dia akan menyerah untuk bertarung dengannya dan orang ini melihat bahwa dia menyerah, dia tidak akan berkembang,” lanjutnya.

Meski demikian Tavares tidak ingin terburu – buru dalam merombak komposisi pemain yang sudah ada. Pada jeda paruh musim ini, ia ingin melihat kemampuannya pemainnya dengan melakukan beberapa uji coba pada beberapa hari kedepan.

“Uji coba untuk melihat pemain yang belum kami lihat, dan juga pemain yang hanya bermain beberapa menit. Untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” pungkasnya.