BerandaSportainmentLuar LapanganKONI Jatim Gandeng Australia Barat, Sport Science Jadi Senjata Menuju PON 2028

KONI Jatim Gandeng Australia Barat, Sport Science Jadi Senjata Menuju PON 2028

TAKTIK.ID – KONI Jawa Timur (Jatim) memperkuat langkah pembinaan olahraga dengan menggandeng Pemerintah Negara Bagian Australia Barat melalui penandatanganan Technical Agreement di bidang olahraga.

Kerja sama yang ditandatangani pada Rabu (12/8) tersebut menjadi bagian dari upaya Jatim meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus memperkuat fondasi prestasi menuju PON XXII 2028.
Kolaborasi ini bukan sekadar hubungan kelembagaan.

KONI Jatim dan Australia Barat sepakat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, mulai dari olahraga prestasi, pendidikan olahraga, pembinaan atlet berbakat, olahraga rekreasi, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga pengembangan industri olahraga.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian utama adalah penerapan sport science dalam pembinaan atlet. Melalui kerja sama tersebut, Jatim berpeluang mendapatkan transfer pengetahuan dan pengalaman terkait program latihan, evaluasi beban latihan, peningkatan kualitas pelatih, hingga identifikasi talenta olahraga.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menilai Australia Barat merupakan mitra strategis karena memiliki pengalaman dan sistem pengembangan olahraga yang dinilai maju.

“Kami memandang Australia, khususnya Australia Barat, sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, sistem, dan keahlian yang maju dalam pengembangan olahraga prestasi,” kata Muhammad Nabil, Rabu (12/8).

Menurut Nabil, kerja sama tersebut harus menghasilkan program konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas atlet dan ekosistem olahraga Jawa Timur.

Dukungan teknis dan transfer keahlian dinilai penting, terutama untuk mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di level nasional maupun internasional.

“Bagi Jawa Timur, dukungan teknis dan transfer keahlian sangat penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional, khususnya PON XXII Tahun 2028,” ujar Muhammad Nabil.

Nabil juga menekankan pentingnya mengubah pola pembinaan atlet agar semakin berbasis data, ilmu pengetahuan, dan evaluasi berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan olahraga tidak diraih secara kebetulan, tetapi dibangun melalui perencanaan yang matang, kepelatihan berkualitas tinggi, dukungan ilmiah, kedisiplinan, serta evaluasi yang berkelanjutan,” katanya.

Tak Hanya Atlet, Pelatih Juga Jadi Sasaran
Kerja sama KONI Jatim dan Australia Barat tidak hanya menyasar atlet. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia olahraga juga menjadi bagian penting dalam Technical Agreement tersebut.

Pelatih, administrator, serta personel pengelola olahraga dapat mengikuti berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas. Dengan demikian, transfer pengetahuan diharapkan tidak berhenti pada atlet, tetapi juga memperkuat ekosistem pembinaan secara keseluruhan.

Aspek lain yang masuk dalam kerja sama meliputi rehabilitasi medis olahraga, penelitian, pengumpulan data dan statistik olahraga, serta pengelolaan fasilitas dan peralatan olahraga.

Kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam pencegahan penggunaan obat-obatan terlarang dalam olahraga serta peningkatan tata kelola olahraga.

Sementara untuk olahraga masyarakat, kerja sama diarahkan pada pengembangan program berbasis komunitas. Tujuannya meningkatkan partisipasi sekaligus memperluas budaya olahraga di masyarakat.

Kerja sama terbaru ini menjadi kelanjutan hubungan Sister-State Jawa Timur dan Australia Barat yang telah terjalin sejak 1991. Bryce Green, WA Government Investment and Trade Commissioner to Indonesia, menyambut positif kelanjutan kolaborasi tersebut. Ia menilai hubungan historis antara kedua wilayah menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama di bidang olahraga.

“Kerja sama ini memang layak dilakukan dan dilanjutkan karena Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Demikian juga, khususnya dengan KONI Jawa Timur, yang sejak 2019 sudah menjalin kerja sama,” ujar Bryce.

Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, juga turut menyambut positif kerja sama tersebut. Bahkan, ia mengungkapkan dirinya sebagai Bonek, sebutan bagi pendukung Persebaya Surabaya.

Perjanjian teknis ini berlaku selama empat tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak.

Dengan kombinasi pengalaman Australia Barat dan potensi atlet Jawa Timur, kerja sama ini diharapkan melahirkan pola pembinaan yang semakin modern dan terukur. Penerapan sport science, peningkatan kapasitas pelatih, identifikasi talenta, serta evaluasi program menjadi modal penting Jatim untuk memburu prestasi lebih tinggi, khususnya pada PON XXII 2028.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read