BerandaVoliComeback Epik! Drama 5 Set Garuda Jaya Paksa Samator Mainkan Partai 'Hidup-Mati'

Comeback Epik! Drama 5 Set Garuda Jaya Paksa Samator Mainkan Partai ‘Hidup-Mati’

Taktik.id – GOR Amongrogo bergemuruh! Laga perebutan peringkat ketiga Proliga 2026 menyajikan ketegangan tingkat tinggi saat Jakarta Garuda Jaya menolak menyerah dan sukses membungkam Surabaya Samator lewat pertarungan lima set penuh keringat pada Rabu (22/4/2026).

Berada di ambang kegagalan, Garuda Jaya bangkit mencetak kemenangan dramatis dengan skor 3-2 (25-23, 22-25, 19-25, 25-22, 15-13). Kemenangan krusial ini bukan sekadar angka, melainkan penyambung napas yang membuat kedudukan agregat kini imbang 1-1. Alhasil, siapa yang berhak membawa pulang gelar juara tiga harus ditentukan lewat duel sengit leg ketiga!

Sejak peluit pertama dibunyikan, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, langsung menurunkan daya ledak maksimal lewat trio Dawuda, Fauzan Nibras, dan Movsar Bataev. Strategi ini langsung membuahkan hasil di set pembuka. Meski Samator memberikan perlawanan alot hingga deuce nyaris terjadi, sebuah monster block dari barisan pertahanan Fauzan Nibras dkk sukses mengunci set pertama 25-23 untuk Garuda Jaya.

Namun, Samator bukanlah lawan yang mudah diruntuhkan. Dimotori duet Jordan Michael dan Lyvan Taboada, serta penampilan brilian Tedy Oka, raksasa voli ini langsung mengamuk. Mereka sukses mengambil alih kendali permainan, merebut set kedua 25-22, dan tampil mendominasi di set ketiga dengan kemenangan meyakinkan 25-19. Posisi Garuda Jaya benar-benar di ujung tanduk saat Samator berbalik unggul 2-1!

Di tengah tekanan luar biasa, mental baja skuad Garuda Jaya justru terpantik. Sempat tertinggal 13-16 di set keempat, Dawuda dkk menolak takluk. Mereka mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan 19-19, menjaga fokus di poin-poin kritis, dan sukses merebut set keempat 25-22 untuk memaksa terjadinya set penentuan.

Set kelima menjadi arena adu mental. Garuda Jaya yang langsung tancap gas memimpin 5-3 sempat dikejar oleh skuad penuh pengalaman Samator hingga skor sama kuat 10-10. Di momen-momen yang menguras emosi ini, serangan mematikan Garuda Jaya yang gagal dibendung pertahanan Samator mengunci kemenangan epik 15-13.

Kebangkitan Garuda Jaya ini tak lepas dari perubahan pola pikir dan strategi di lapangan. Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto mengakui kalau tim asuhannya berbeda penampilannya di leg kedua ini.

“Anak-anak bermain lebih terbuka dibanding pertandingan pertama,” ujar Nur Widayanto usai laga.

Kegembiraan tak dapat disembunyikan oleh pemain Garuda Jaya, Fauzan Nibras. Ia mengakui kemenangan di leg kedua ini diraih karena ia dan rekan-rekan setimnya mampu mengendalikan ritme dan bermain dengan pikiran yang jauh lebih tenang.

Di kubu seberang, manajer tim Samator, Hadi Sampurno menyayangkan lepasnya momentum kemenangan tersebut. Ia menyebut timnya sudah diingatkan untuk mewaspadai kebangkitan Garuda Jaya di leg kedua ini.

“Set pertama kita sudah unggul. Tapi anak-anak kurang tenang,” ujar Hadi.

Faktor mental ini pun dibenarkan oleh Jordan Michael. Pemain andalan Samator tersebut merasa timnya justru terjebak oleh beban ekspektasi di lapangan.

“Garuda Jaya tampil lebih tenang, sedangkan Samator seperti kena pressure,” pungkas Jordan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read