BerandaSportainmentLuar LapanganLahirnya Raksasa Muda Jatim: Kejutan 4 Emas di Panggung Kejurnas Senior 2026!

Lahirnya Raksasa Muda Jatim: Kejutan 4 Emas di Panggung Kejurnas Senior 2026!

Taktik.id – Panggung GOR Saparua, Bandung, menjadi saksi bisu bahwa usia hanyalah angka. Meski datang dengan status tim yang didominasi lifter muda, kontingen Angkat Besi Jawa Timur berhasil mengacak-acak dominasi senior dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Senior 2026 yang berlangsung 15-20 April kemarin.

Jatim pulang dengan kepala tegak membawa 4 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Hasil ini menempatkan mereka di posisi keempat nasional, membuntuti Lampung (6 emas), Jawa Barat (5 emas), dan Jambi (5 emas).

Nama Amel Chandra dan Ardaraya mendadak jadi buah bibir. Amel yang turun di kelas 53 kg putri tampil perkasa dengan menyabet dua emas dan satu perak. Tak mau kalah, Ardaraya di kelas 70 kg putra juga mengamankan dua emas dan satu perak.

Capaian ini semakin manis dengan tambahan medali dari:

  • Wahyu Fajar Fauzan (75 kg putra): 1 Perak.
  • Angga Romansyah** (60 kg putra): 3 Perunggu.

Hebatnya, prestasi ini diraih di tengah absennya para bintang veteran seperti Eko Yuli Irawan, Rahmat Erwin, Alvin Saputra, dan Luluk Diana yang tengah fokus di Seleknas Asian Games. Artinya, Jatim sukses melakukan regenerasi secara instan dan efektif.

Ketua PABSI Jatim, Jeffry Tagore, melihat fenomena ini sebagai sinyal positif bagi masa depan angkat besi Jatim. Keberanian menurunkan atlet muda di level senior terbukti membuahkan hasil yang di luar dugaan.

“Kita bandingkan atlet junior kita dengan senior, ternyata secara prestasi sudah mendekati seniornya. Bahkan Amel Chandra bisa meraih emas di kategori senior dengan usia (19 tahun) yang masih junior,” kata Jeffry Tagore.

Meski belum mencapai target awal enam emas, hasil ini dinilai sangat gemilang mengingat mayoritas atlet yang dibawa masih berusia sangat hijau, bahkan tiga di antaranya berstatus non-puslatda.

Namun, manajemen Jatim tidak ingin cepat puas. Bagi mereka, Kejurnas ini hanyalah “pemanasan” menuju target yang lebih besar yaitu, PON 2028. Evaluasi tetap dilakukan, terutama bagi para atlet senior yang performanya belum maksimal seperti Samuel Joshua, Iqbal Tawakkal, dan Bima Aji yang kali ini harus pulang tanpa medali.

“Dari hasil ini kita akan evaluasi khususnya pada atlet senior kita (Iqbal dan Bima) perlu kita pantau serius latihannya dan akan kita prediksi kembali target medalinya pada PON 2028. Memang hal ini belum bisa dijadikan final judgement karena Puslatda baru saja dimulai kembali pada awal April 2026 ini. Tentunya mereka juga belum pada kondisi puncaknya, maka itu akan kita evaluasi kembali pada beberapa bulan ke depan dengan mengadakan test prestasi,” pungkas Jeffry.

Dengan mesin regenerasi yang mulai panas, Jatim kini punya waktu cukup untuk memoles para “berlian muda” ini menjadi monster di atas panggung angkat besi dua tahun mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read