Taktik.id – Bau rumput stadion dan tensi tinggi Derby Jawa Timur mulai terasa. Namun, kali ini ada yang berbeda. Alih-alih pengamanan ketat di lapangan, suasana hangat justru tercipta di Ruang Selasar Polda Jatim, Rabu (1/4/2026).
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, resmi menjadi “jembatan” yang mempertemukan manajemen Persebaya Surabaya dan Arema FC dalam misi besar: Menjaga marwah sepak bola Jatim tetap aman dan elegan.
Pertemuan strategis ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah konkret jelang laga panas BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan pada 28 April mendatang. Irjen Nanang menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi mesin penggerak ekonomi dan hiburan rakyat, bukan sumber ketakutan.
“Kita ingin pertandingan di Jawa Timur menjadi tontonan yang menarik dan aman. Rivalitas itu bumbu, tapi sportivitas adalah menu utamanya,” ujar Irjen Nanang dengan tegas.
Dalam kesepakatan “Damai” Jatim ini, ada beberapa poin diantaranya, memerangi hoaks di media sosial agar suporter tidal termakan provokasi. Manajemen Persebaya juga berkomitmen infuk aktif mengedukasi Bonek untuk fokus mendukung tim tanpa terdistraksi aksi anarkus.
“Kami berterima kasih atas dukungan Polda Jatim. Kami juga terus mengingatkan suporter agar tidak terpengaruh provokasi khususnya di media sosial,” ungkap perwakilan Persebaya.
Di lain sisi, pihak Aremania juga berkomitmen menjamin keamanan total bagi seluruh pihak saat menjamu sang rival di Malang.
“Aremania siap menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak. Tidak ada toleransu bagi oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum,” tegas perwakilan Aremania.
Pertemuan ini menandai era baru sepak bola Jawa Timur. Bukan lagi soal siapa yang paling tangguh di jalanan, melainkan siapa yang paling cerdas mengelola klub dan suporter secara profesional.
Dengan koordinasi yang lebih solid, kita berharap Derby Jatim tidak lagi identik dengan penyekatan jalan, melainkan festival sepak bola yang bisa dinikmati siapa saja.

