Beranda blog Halaman 41

Tekad Mengakhiri Musim Dengan Happy Ending

0

BRI Liga 1 sudah sampai di penghujung musim 2024-2025, Matchday ke-34 akan berlangsung pada pekan ini. Persebaya Surabaya yang bermain melawan Bali United pada Jum’at (23/5) besok, ingin mengakiri musim dengan happy ending di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Melalui asisten pelatih Uston Nawawi, Persebaya ingin memberikan hasil yang baik untuk arek-arek Suroboyo. Meskipun secara statistik Bali United lebih diunggulkan karena tim berjuluk Serdadu Tridatu itu dua kali menahlukkan Green Force dihadapan para pendukungnya sendiri.

“Kita semua bertekad untuk happy ending di pertandingan besok meskipun secara statistik kita kesulitan melawan Bali United tapi itu tidak menjadi tolak ukur yang penting kita fight di pertandingan besok,” kata Uston pada konferensi pers di kantor Persebaya Kamis (22/5).

Perlu diketahui laga dari kedua tim mengalami perubahan jadwal, pertandingan ini seharusnya berlangsung pada Minggu (25/5). Majunya jadwal ini membuat Persebaya hanya memiliki waktu empat hari dari laga sebelumnya melawan Borneo FC Minggu (18/5) lalu.

Kehilangan dua hari waktu persiapan tidak menggangu kesiapan dari Bruno Moureira dkk. Uston menegaskan jika selain pemain yang sedang cedera dan terkena akumulasi kartu semua siap untuk perrandingan besok.

“Meskipun jadwalnya dimajukan itu tidak menjadi masalah. Selain pemain yang akumulasi kartu dan cedera semuanya siap untuk pertandingan besok,” tegasnya pemain yang pernah membela Persebaya itu.

Pertandingan besok akan menjadi penentu bagi ketiga tim yaitu Dewa United, Malut United dan Persebaya, siapa yang akan mewakili Indonesia di kompetisi Asia musim depan.

Persebaya Berikan Penghormatan untuk  Muhammad Hidayat di  Laga Terakhirnya Memakai Jeryes Hijau

2

Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya akan menjadi saksi dari kepergian Legenda Persebaya Surabaya dalam Matchday ke-34 Liga 1 musim 2024-2025. Seorang jenderal lapangan tengah itu akan mengakhiri karirnya memakai jersey hijau melawan Bali United Jum’at (23/5) besok. 

Muhammad Dayat sosok tangguh yang selama ini menjadi penyeimbang di lini tengah Persebaya akan menjalani laga terakhirnya bersama Bajol Ijo. Bagi sebagian orang, Dayat hanyalah satu dari sekian pemain yang datang dan pergi. Tapi bagi Persebaya dan Bonek, ia lebih dari simbol loyalitas dan keteguhan hati.

Sudah membuktikan kesetiaannya dengan tetap bersama Persebaya dari musim 2017, Hidayat telah mencatatkan 161 penampilan resmi. Ia menjadi bagian dari sejarah manis ketika Persebaya menjuarai Liga 2 dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Dari tahun ke tahun, ia terus menunjukkan konsistensi, meski tak selalu menjadi sorotan utama.

Kini, delapan musim itu terasa seperti sekejap dan saat peluit awal ditiup nanti, seluruh mata di stadion akan menantikan kehadirannya di lapangan. Kali ini, dengan ban kapten melingkar di lengannya.

“Untuk menghormati Dayat, dia kemungkinan besar akan tampil dan menjabat sebagai kapten. Apakah sejak menit pertama atau babak kedua, kita putuskan besok,” ujar asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi.

Uston paham, ini bukan sekadar laga biasa. Ada emosi yang tak terucapkan di ruang ganti. Ada rasa yang mengendap dalam tiap langkah Dayat menuju lapangan. Mungkin juga air mata yang diam-diam tertahan.

Cuaca dan jadwal padat mungkin akan memaksa tim melakukan rotasi. Namun untuk Dayat, laga ini bukan soal taktik atau strategi. Ini soal penghormatan. Tentang menutup lembar pengabdian dengan cara yang pantas.

Bagi Dayat sendiri, stadion yang pernah riuh meneriakkan namanya, tribun yang penuh dengan hijau-hijau fanatik, dan rekan setim yang telah menjadi keluarga, akan menjadi bagian dari cerita yang sulit dilupakan.

Laga Jumat malam mungkin tidak akan menentukan gelar juara. Tapi bagi Dayat, itu adalah final sesungguhnya. Sebuah salam perpisahan yang diiringi rasa hormat, bangga, dan cinta dari sebuah kota yang telah menjadi rumah keduanya.

Pertandingan Terakhir Jadi Laga yang Sangat Penting Bagi Persebaya

0

BRI Liga 1 musim 2024-2025 sudah hampir usai yang menyisahkan satu pertandingan lagi. Selain Persib yang sudah dipastikan Juara, masih ada satu kuota lagi sedang diperebutkan oleh tiga tim yaitu Dewa United, Malut United dan Persebaya Surabaya.

Persebaya yang berada diperingkat keempat memiliki poin yang sama dengan Malut United yaitu 56 poin dan hanya terpaut dua poin dengan Dewa United yang menduduki posisi kedua.

Pada pekan ke-34 ini akan memjadi penentu bagi ketiga tim siapa yang akan berhak mewakili Indonesia di kompetisi Asia musim depan. Bruno Moureira kapten Persebaya menegaskan akan fokus pada pertandingan penutup karena satu laga itu sangat penting baginya.

“Kami punya satu laga home melawan Bali United dan para pemain akan fokus pada pertandingan itu karena laga itu sangat penting untuk kami,” tegas pemain berkebangsaan Brasil seusai pertandingan melawan Borneo FC Minggu (18/5) kemarin.

Saat menjamu Bali United, Persebaya akan bermain tanpa penjaga gawang andalan mereka yaitu Ernando Ari lantaran akumulasi kartu merah yang didapatnya pada pertandingan sebelumnya melawan Borneo FC.

Pertandingan yang awalnya digelar pada Minggu (25/5) itu dimajukan menjadi hari Jum’at (23/5), di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Match ini akan memjadi laga pamungkas yang disaksikan oleh Bonek dan Bonita (sebutan suporter Persebaya).

Gagal Raih Kemenangan Uston Tetap Bersyukur

0

Persebaya Surabaya kembali gagal mendapat kemenangan setelah ditahan imbang oleh Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, dengan skor 1-1. Meskipun begitu bagi sang karteker hasil itu patut disykuri oleh timnya.

“Kita bersyukur masih mendapatkan 1 poin, karena itu sangat berharga bagi kita,” kata Uston Nawai saat konferensi pers setelah pertandingan Minggu (18/5).

Memang jika dilihat dari statistik Persebaya belum pernah lagi menang di kandang Borneo FC setelah enam tahun yang lalu tepatnya musim 2018-2019. Dirinya mengungkapkan jika tidak lah mudah mencuri poin pada pertandingan kali ini, ditambah lagi tim yang berjuluk Pesut Etam ini di tiga laga terakhir meraih hasil positif dengan kemenang beruntun.

“Saya tegaskan tidak mudah kita mendapatkan poin di kandang Borneo,” tegas legenda Persebaya itu.

Dirinya mengakui jika itu semua juga berkat kerja keras dan perjuangan anak asuhannya. Bermain dalam tekanan sejak menit awal tapi berhasil unggul terlebih dahulu di menit 61’ dan tidak berselang lama Borneo menciptakan gol penyama kedudukan pada menit 11’.

“Malam ini anak-anak berjuang dengan sangat luar biasa dan mudah-mudahan n di prtandingan penutup nanti kita mendapatkan hasil maksimal,” tandasnya.

Dengan hasil ini jalan Persebaya menuju Asia semakin sulit karena BRI Liga 1 hanya menyisahkan satu pertandingan saja.

Hasil Akhir Borneo FC vs Persebaya, Harus Puas Berbagi Poin

0

Partai krusial pekan ke-33 BRI Liga 1 musim 2024-2025 yang mempertemukan Borneo FC menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/5) malam, berakhir dengan sama kuat 1-1.


Pertandingan yang berjalan cukup agresif sejak babak pertama bagi kedua tim. Namun sampai turun minum di paruh waktu kedudukan masih sama kuat 0-0.


Babak kedua Borneo FC berinisiatif bermain langsung menekan tapi justru Persebaya yang berhasil unggul terlebih dahulu melalui titik putih pada menit 61′ dari kaki Bruno Moureira.


Green Force mendapat pinalti setelah wasit melakukan checking VAR karena bola terlihat mengenai tangan Gabriel Furtado.


Pelatih Borneo Joaquin Gomez memasukkan Stefano Lilipaly pada menit 63′ untuk menambah daya gedor. Itu membuahkan hasil pada menit 74′ setelah penetrasi Matheos Pato dilanggar oleh Ernando Ari didalam kotak pinalti.


Akibatnya penjaga gawang Persebaya mendapat akumulasi kartu merah setelah sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning pada menit 67′. Pato yang mengesekusi pinalti tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan berbuah gol pada menit 77′.


Sampai 10′ menit tambahan waktu berakhir kedua tim harus puas berbagi poin. Hasil ini membuat kedua tim tidak beranjak dari posisi mereka di klasemen sementara.

Persebaya memiliki poin 56 sama dengan Malut United di peringkat ketiga yang unggul agresifitas gol dan Borneo FC mengantongi 53 poin di peringkat kelima.

Malut United Berhasil Menggeser Persebaya dari Posisi 3 Klasemen Berkat Kemenangannya atas PSIS

0

Memasuki laga-laga terakhir di BRI Liga 1 musim 2024-2025, persaingan tim di papan atas klasemen semakin ketat. Malut United merangsek naik ke posisi tiga menggeser Persebaya setelah berhasil menumbangkan PSIS Semarang di stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Jumat (16/5) tadi malam.

Bermain di kandang sendiri, anak asuhan Imran Nahumarury melibas tamunya dengan skor yang cukup telak 5-1. Dari kelima gol itu ada hattrick yang berhasil dicetak Yance Sayuri tepatnya di menit 15’, 45’, dan 89’. Selain itu juga ada Meneses Cecu menit ke 42’ dan Diego Martinez menit 75’. Sementara satu gol PSIS Semarang tercipta berkat bunuh diri pemain belakang Malut United Safrudin Tahar pada menit 90+5.

Malut United seperti mengincar produktifitas gol karena itu akan berpengaruh jika poin mereka sama dengan tim yang lainnya. Sekarang jika dibandingkan dengan tim pesaingnya mereka hanya kalah dari Dewa United.

Selain Persib, peringkat kedua sampai kelima kelasemen masih bisa bergeser. Posisi kedua ada Dewa United dengan koleksi 57 poin di tempel ketat oleh Malut United yang memiliki selisih satu poin. Selanjutnya Persebaya yang posisinya baru digeser menorehkan 55 poin, selanjutnya ada Borneo FC dengan 52 poin. Kedua tim ini akan bertemu di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/5) pukul 19.00 WIB.

Jika Persebaya kalah dari Borneo FC maka situasinya akan semakin sulit bagi tim berjuluk Bajol Ijo. Mimpi mereka untuk bermain di Asia bisa dipastikan gagal jika kehilangan poin pada pertandingan besok malam.

Dipastikan Tanpa Paul Munster Sampai Akhir Kompetisi, Persebaya Tetap Yakin Bisa Raih Kemenangan

0

Pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster sudah dipastikan tidak lagi mendampingi timnya di dua laga tersisa. Semua itu buntut dari kartu merah yang diperolehnya saat pertandingan melawan Semen Padang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (11/5/2025).

Absennya pelatih berusia 43 tahun itu membuat manajemen Persebaya menunjuk asisten pelatih Uston Nawawi untuk dua laga tersisa.

“Manajemen Persebaya memberikan tugas memimpin tim kepada Coach Uston Nawawi hingga Liga 1 2024/ 2025 berakhir,” dikutip dari laman resmi persebaya.id.

Meski tanpa kehadiran sosok Munster di pertandingan selanjutnya, Uston yakin kepada timnya jika mereka bisa meraih kemenangan saat bertandang ke kandang Borneo FC.

“Kami harus dapat tiga poin di laga selanjutnya. Kami masih punya peluang naik (ke peringkat kedua) klasemen,” tegas Uston sebelum latihan Persebaya di Gelora 10 November kemarin.

Sang karteker mengemban misi penting yaitu bisa finish di peringkat kedua supaya bisa mewakili Indonesia di Asia. Tim kebanggan arek Suroboyo itu harus menyapu bersih dua laga tersisa dengan kemenangan dan berharap Dewa United terpeleset karena Persebaya saat ini berada diposisi ketiga kalah selisi dua poin dari tim diatasnya.

Selain itu Uston juga memiliki pekerjaan rumah lantaran di beberapa laga terakhir Bruno Moureira dkk bermasalah pada penyelesaian akhir. Banyak peluang dalam setiap pertandingan yang gagal mereka maksimalkan menjadi gol.

“Kami terus melakukan evaluasi agar bisa tampil lebih baik di laga berikutnya,” pungkasnya.

Banyak Drama yang Terjadi Saat Duel Persebaya vs Semen Padang

0

Pada pekan ke-32 kemarin mempertemukan dua klub besar yaitu Persebaya Surabaya dengan tamunya Semen Padang. Laga yang diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (11/5) kemarin menyisahkan banyak drama.

LAGA DITUNDA 30 MENIT

Sejak awal sebelum duel kedua tim berlangsung, lapangan sudah diguyur hujan dengan intensitas yang sangat tinggi. Meski begitu pertandingan masih dimulai sesuai jadwal awal dengan kondisi cuaca yang belum reda.

Namun laga harus tertunda pada menit 7′ lantaran genangan air di lapangan yang menghambat laju bola. Sesuai regulasi, wasit menghentikan pertandingan selama 30 menit dan memastikan bahwa lapangan siap digunakan kembali.

Kapten Persebaya Bruno Moureira juga mengatakan bahwa timnya kesulitan bermain di babak pertama akibat hujan.

“Pertandingan sulit, terutama di awal karena hujan.” Terang Bruno pada konferensi pers seusai pertandingan.

KARTU MERAH PAUL MUNSTER

Pertandingan yang berjalan sengit sejak menit awal karena kedua tim sama-sama ingin meraih tiga poin. Semen Padang unggul terlebih dahulu berkat gol Cornelius Stewart pada menit ke-35. Bruno Moreira kemudian membawa Persebaya menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-65.

Kemudian saat laga memasuki waktu tambahan terjadi insiden dimana staf kepelatihan Semen Padang, FX Yanuar, melakukan protes melihat pemainnya kesakitan di atas lapangan tapi wasit tidak menghentikan pertandingan

Saat bersamaan pemain Persebaya bersiap melakukan lemparan ke dalam namun dihalangi oleh Yanuar dengan cara memeluk Kasim Botan dari belakang. Sontak, Paul Munster menghampiri area bench Semen Padang.

Akibat insiden tersebut Adham selaku wasit utama langsung mengganjar Yanuar dan Paul Munster dengan kartu merah. Tentu ini kerugian bagi sang pelatih karena tidak bisa berada di pinggir lapangan di sisa dua laga Persebaya.

Uston Nawawi Komentari Gol Tumbas yang di Anulir VAR

0

Pertandingan pekan ke-32 Liga 1 musim 2024-2025 antara Persebaya Surabaya melawan Semen Padang berjalan cukup ketat. Bruno moureira dkk sempat unggul 2-1 berkat gol Dejan Tumbas namun sayang dianulir oleh wasit VAR.

Menanggapi soal keputusan gol yang dianulir, Assisten Pelatih Persebaya Uston Nawawi enggan berkomentar banyak.

“Saya tidak mau komentar soal wasit. VAR menyatakan offside, kita bisa apa,” kata Uston pada konferensi pers sesusai pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (11/5) kemarin.

Pertandingan itu sempat tertunda di menit 7′ akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi membuat lapangan tergenang. Hal itu diungkapkan oleh kapten Persebaya Bruno Moureira.

“Pertandingan sulit, terutama di awal karena hujan. Tapi kami tetap berusaha untuk meraih tiga poin. Semua orang kecewa karena bermain di kandang, tapi tidak bisa menang,” kata Bruno.

Bruno juga menyatakan bahwa meskipun cuaca sempat mengganggu ritme permainan, hal itu bukan alasan utama kegagalan tim.

“Kami adalah pemain profesional, jadi harus siap dalam segala situasi. Malangnya, kami tidak bisa memaksimalkan setiap peluang yang ada,” imbuhnya.

Memang tampak para pemain Green Force kesulitan untuk mengeksekusi peluang menjadi gol. Itu kembali menjadi bahan evaluasi untuk tim, apalagi sekarang tinggal menyisahkan dua pertandingan saja.

“Kami kehilangan banyak peluang, dan itu tidak boleh sering terjadi. Kami tahu kadang hal itu bisa terjadi, tapi tidak boleh menjadi kebiasaan,” tandas pemain asal Brasil tersebut.

Lagi dan lagi Penyelesaian Akhir Menjadi Penyebab Kegagalan Persebaya Raih Poin Penuh

0

Persebaya Surabaya harus puas ditahan imbang 1-1 atas tamunya Semen Padang pada lanjutan Liga 1 pekan ke-32 di Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (11/5) malam.

Ini menjadi hasil seri ketiga secara beruntun yang dialami oleh klub kebanggaan arek-arek Suroboyo. Dari ketiga pertandingan itu Persebaya bermain cukup bagus dengan menciptakan banyak peluang, namun sayang ketika berada didepan gawang penyelesaian akhir slalu menjadi masalah.

Asisten pelatih Uston Nawawi mengakui bahwa penyelesaian akhir menjadi salah satu kendala utama timnya kembali gagal meraih poin penuh.

“Ya, lagi-lagi itu (penyelesaian akhir-red). Kami akan evaluasi dan perbaiki dalam latihan. Sudah tiga kali imbang, jadi kami akan fokus lagi untuk meraih poin penuh di dua laga terakhir,” kata Uston pada konferensi pers seusai pertandingan.

Selain itu dirinya juga tak lupa memberikan apresiasi kepada seluruh elemen tim yang sudah bekerja keras pada saat pertandingan berlangsung.

Di akhir dirinya juga menekankan bahwa semua pihak juga memiliki keinginan yang sama yaitu memenangkan pertandingan, terlebih ketika mereka bermain di kandang.

“Semua ingin menang, tidak ada yang ingin kalah. Apalagi ini di rumah kami sendiri,” pungkas mantan gelandang tim nasional Indonesia tersebut.