Taktik.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet panjat tebing Indonesia asal Jawa Timur, Putra Tri Ramadani. Atlet yang akrab disapa Srondeng itu sukses meraih medali perunggu pada World Climbing Series 2026 nomor lead yang berlangsung di Chamonix, Prancis, pada 10-12 Juli 2026.
Hasil tersebut semakin menegaskan konsistensi Srondeng di level internasional. Setelah sebelumnya meraih medali emas pada seri Praha, Republik Ceko, kini atlet asal Kota Kediri itu kembali berdiri di podium pada seri Chamonix.
Pada babak final, Srondeng mengumpulkan 38 poin untuk mengamankan posisi ketiga. Medali emas diraih Alberto Gines Lopez dari Spanyol, sementara Luka Potocar dari Slovakia membawa pulang medali perak.
Pelatih panjat tebing Jawa Timur, Ronald Mamrimbing, menyambut positif pencapaian anak didiknya tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Srondeng kembali menembus final menunjukkan bahwa peluang menjadi juara dunia secara konsisten hanya tinggal menunggu waktu.
“Ini capaian yang luar biasa, dan kalau melihat dua kali keikutsertaannya selalu masuk final, persoalan juara tinggal menunggu waktu,” ujar Ronald, Senin 13 Juni 2026 pagi.
Ronald menilai Putra Tri Ramadani merupakan salah satu aset terbaik yang dimiliki Jawa Timur. Ia optimistis atlet asal Kediri tersebut akan menjadi andalan Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional di masa mendatang.
Sebelumnya, Srondeng tampil gemilang dengan merebut medali emas pada World Climbing Series Praha yang berlangsung pada 8 Juni 2026. Sementara di seri Chamonix, ia tetap mampu menjaga performa dengan finis di posisi ketiga.
Ronald menjelaskan, kondisi pertandingan di Chamonix berbeda jauh dibandingkan Praha. Faktor cuaca dan lokasi yang berada di kawasan pegunungan diyakini turut memengaruhi performa para atlet.
“Saya belum komunikasi dengannya, setelah hasil. Bisa jadi tangannya kebas, atau poinnya yang licin, mengingat lokasi Chamonix di ketinggian dengan suhu yang cukup dingin,” urai Ronald.
Chamonix sendiri berada di kaki Gunung Mont Blanc di Tenggara Prancis dan dikenal sebagai salah satu pusat olahraga musim dingin dunia. Kawasan tersebut bahkan pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, dengan suhu yang jauh lebih dingin dibandingkan lokasi seri sebelumnya.
Meski demikian, Ronald menegaskan hasil yang diraih Srondeng patut diapresiasi. Konsistensi lolos ke babak final dalam dua seri beruntun menjadi bukti bahwa atlet binaan Jawa Timur itu memiliki kualitas untuk bersaing dengan para pemanjat terbaik dunia.
“Selalu berada di peringkat atas, menandakan ia memiliki kemampuan untuk bersaing. Ingat, Eropa adalah gudangnya atlet kategori lead serta episentrum kejuaraan maupun persaingan atlet kategori lead,” urai pelatih kategori lead panjat tebing Jatim.
Pada World Climbing Series Chamonix 2026, Srondeng menjadi wakil Indonesia yang naik podium di nomor lead. Sementara itu, dua atlet Pelatnas Indonesia, Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, juga sukses mempersembahkan medali emas di kategori speed, melengkapi pencapaian gemilang Merah Putih di Prancis.