TAKTIK.ID – Pil pahit harus ditelan de Red FC pada laga pembuka kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Bermain di markas sendiri, skuad besutan Aji Santoso tersebut dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 dari tim tamu, Tornado Kendal FC, dalam duel sengit yang tersaji di Stadion Gelora 10 Nopember (G10N) Surabaya, Sabtu (12/9/2026).
Meski gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri, atmosfer positif tetap coba dibangun oleh sang juru taktik. Pelatih kepala de Red FC, Aji Santoso, justru memberikan pujian setinggi langit atas etos kerja dan determinasi yang ditunjukkan oleh anak asuhnya di atas lapangan hijau.
Bagi mantan pelatih Persebaya tersebut, hasil akhir memang mengecewakan, namun secara permainan, timnya menunjukkan sinyal yang sangat positif.
“Memang sangat disayangkan pada pertandingan pertama ini kami harus menelan kekalahan. Tetapi, saya melihat dari pinggir lapangan bahwa tim ini memiliki prospek yang cukup bagus ke depan. Ini yang harus tetap kami jaga dan tingkatkan,” ujar Aji Santoso dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Petaka 10 Pemain dan Cedera Sang Playmaker
Lebih lanjut, pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini membeberkan analisisnya terkait proses terjadinya gol semata wayang Tornado Kendal FC. Aji menyoroti momen krusial saat timnya terpaksa bermain dengan 10 orang di atas lapangan akibat regulasi pergantian pemain.
Berdasarkan aturan baru, pemain pengganti harus menunggu selama satu menit sebelum diizinkan masuk ke lapangan. Celah kosong inilah yang sukses dieksploitasi dengan jeli oleh kubu lawan.
“Kami tadi kemasukan gol saat posisi tim hanya bermain dengan 10 pemain. Hatam Pratama ditarik keluar, dan penggantinya harus menunggu satu menit di pinggir lapangan. Momen transisi itu yang berhasil dimanfaatkan oleh lawan,” jelas Aji.
Situasi di lapangan semakin pelik ketika playmaker andalan de Red FC, Fava Sheva Rustanto, dibekap cedera. Ironisnya, Fava harus ditarik keluar lapangan bertepatan dengan momen Tornado Kendal FC melancarkan skema serangan balik cepat.
“Penyelesaian akhir yang kurang maksimal, bermain dengan 10 orang, serta cederanya Fava menjadi faktor utama kekalahan kami hari ini,” tambahnya.
Menanti Tuah Pemain Asing dan Evaluasi Total
Menyikapi hasil minor di laga perdana ini, Aji Santoso berharap manajemen bergerak cepat. Ia mendesak agar amunisi pemain asing de Red FC bisa segera tiba di Indonesia dan diturunkan pada laga krusial berikutnya untuk menambah daya gedor tim.
“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan manajemen agar pemain asing kami segera merapat. Kehadirannya sangat krusial untuk bisa dimainkan di pertandingan selanjutnya,” pungkas Aji.
Sementara itu, dari perwakilan pemain, Genta Alparedo tak menampik bahwa hasil laga sore itu jauh dari ekspektasi tim. Kendati demikian, ia memastikan mental skuad de Red FC tidak runtuh.
“Tentu ini bukan hasil yang kami harapkan. Tapi sebagai pemain profesional, kami siap melakukan evaluasi total untuk memperbaiki segala kesalahan di pertandingan hari ini agar lebih baik ke depannya,” tegas Genta.

