BerandaVoli"El Clasico" Voli Indonesia Tersaji! Bhayangkara Presisi Segel Tiket Grand Final Kontra...

“El Clasico” Voli Indonesia Tersaji! Bhayangkara Presisi Segel Tiket Grand Final Kontra Lavani

Taktik.id – Sang juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi, sukses menunaikan tugasnya dengan gemilang. Mereka resmi mengunci satu tempat di partai puncak Grand Final Proliga 2026 setelah menumbangkan skuad muda Jakarta Garuda Jaya tiga set langsung (3-0) pada laga Final Four di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Kemenangan absolut ini memastikan terciptanya duel blockbuster yang paling dinanti yaitu, Bhayangkara Presisi akan menantang rival beratnya, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, di GOR Amongrogo, Yogyakarta pekan depan.

Meski menang tiga set langsung, perjalanan skuad asuhan Reidel Toiran sama sekali tidak mudah, terutama saat meladeni perlawanan pantang menyerah dari para darah muda Garuda Jaya. Set Pertama Bhayangkara Tancap Gas. Mengandalkan kombinasi serangan mematikan dari Agil Angga, Arjuna Mahendra, Martin Atanasov, dan Bardia Saadat, Bhayangkara langsung mendominasi.

Meski Garuda Jaya yang dimotori Dawuda dan Fauzan Nibras mencoba membayangi, benteng kokoh Bhayangkara sukses menutup set ini dengan skor 25-20.

Di sinilah ketegangan memuncak! Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, menginstruksikan anak asuhnya tampil lebih agresif. Hasilnya? Bhayangkara yang banyak menurunkan pemain pelapis dibuat kewalahan.

Sempat tertinggal 23-24, mental baja skuad Garuda Jaya memaksa terjadinya dua kali deuce. Sayangnya, jam terbang berbicara. Kematangan eksekusi Bhayangkara memutus asa Garuda Jaya di angka 27-25.

Tak ingin kecolongan, Bhayangkara Presisi melesat dengan keunggulan cepat 5-0 di awal set. Meski Garuda Jaya sempat menempel ketat di angka 12-14, disiplinnya pertahanan sang juara bertahan membuat mereka terus memimpin hingga mengunci kemenangan di skor 25-19.

Bagi pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, kemenangan ini adalah bukti kematangan mental anak asuhnya.

“Saya puas karena tim bermain sesuai instruksi. Meski sempat ditekan hebat di set kedua, anak-anak tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan,” puji Toiran.

Menatap sisa satu laga tak menentukan melawan LavAni di hari Minggu (19/4/2026), Toiran mengisyaratkan taktik “simpan tenaga”. Ia akan melakukan rotasi pemain guna memberikan jam terbang bagi punggawa muda sekaligus menjaga kondisi fisik pilar utama jelang laga hidup-mati di Grand Final.

Ambisi besar juga disuarakan oleh Setter andalan Bhayangkara Presisi, Alvin Daniel. “Lega rasanya bisa menang hari ini. Fokus kami sekarang adalah mempertahankan gelar dan menciptakan hattrick juara!” tegasnya.

Di kubu seberang, kekalahan ini menjadi PR besar bagi jajaran pelatih Jakarta Garuda Jaya. Pelatih Nur Widayanto menilai kegagalan anak asuhnya menembus pertahanan lawan bukan karena faktor kelelahan, melainkan masalah koordinasi.

“Kondisi fisik anak-anak sebenarnya prima. Kami sering tertinggal poin karena koordinasi yang belum padu di lapangan. Ini pelajaran berharga bagi pemain muda kami,” ungkap Nur.

Meski gagal melaju ke partai puncak, semangat skuad Garuda Jaya belum padam. Bintang muda mereka, Dawuda Alahiwassalam, memastikan timnya akan langsung move on dan menargetkan kemenangan di perebutan tempat ketiga.

“Kami akan habis-habisan (fight) melawan Samator. Kami ingin menutup musim ini dengan kepala tegak!” pungkas Dawuda penuh semangat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read