Taktik.id – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa slot pemain muda dalam timnya bukan sekadar formalitas administratif untuk memenuhi regulasi U23. Memasuki paruh musim BRI Super League 2025/26, Tavares secara aktif mendorong persaingan internal yang kompetitif dengan mempromosikan talenta dari akademi sendiri.
Langkah ini diambil menyusul perombakan skuat setelah dilepasnya tiga pemain lokal yaitu, Kadek Raditya, Rizky Dwi Pangestu, dan Rendy Oscario. Meski telah mendatangkan Riyan Ardiansyah dari Malut United untuk menambah pengalaman, Tavares tetap memprioritaskan “darah muda” dari internal klub untuk memberikan tekanan bagi pemain senior.
“Kami butuh kompetisi di dalam skuat kami. Saya ingin setiap posisi punya persaingan sehat,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Salah satu langkah konkret Tavares adalah mempromosikan Ahmad Mujtaba Ilham Akbar. Bek sayap jebolan tim internal PSAL yang bersinar di Persebaya U20 ini resmi naik kelas ke tim senior. Kehadiran Mujtaba diharapkan menjadi pesaing baru bagi nama-nama yang sudah mapan.
Keseriusan Tavares dalam memantau pemain muda terbukti efektif dengan mengorbitkan beberapa nama diantaranya, Sadida Nugraha yang bergabung 1 Juli 2025, ia sudah beberapa kali menjadi starter dan meraih predikat Man of the Match.
Berikitnya ada nama Algan Suaib yang sudaj menunjukkan ketajaman dengan mencetak gol perdana saat Persebaya menaklukkan Bali United 3-1. Terakhir terdapat ​Dimas Wicaksono & Ichsas Baihaqi yang mulai mendapatkan menit bermain rutin di kompetisi kasta tertinggi.
Tavares mengirimkan pesan jelas kepada seluruh pemain di kelompok umur Persebaya. Baginya, usia bukanlah penghalang selama pemain memiliki atribut mental yang tepat.
“Kami memantau U20, U18, hingga U16. Jika mereka menunjukkan mentalitas, kerja keras, dan keinginan berkembang, pintu tim utama selalu terbuka,” tandasnya.
Dengan strategi ini, dominasi pemain seperti Toni Firmansyah dan Mikael Tata kini mendapatkan tantangan nyata. Hal ini menciptakan ekosistem di mana setiap pemain harus memberikan performa 100% di setiap sesi latihan demi mendapatkan tempat di susunan starting eleven Bajul Ijo.

